KASUS "pembredelan" karya seni rupanya marak di tahun ini. Selain kasus lukisan dengan model Anjasmara dan Isabel yang dipajang pada pameran senirupa CP Biennale 2005 beberapa waktu lalu, album karya kelompok musik Ungu yang merupakan original soundtrack (ost.) Buruan Cium Gue juga mengalami hal yang sama dengan filmnya. Bahkan ketika film itu telah diganti judul pun, album itu tetap ditarik dari peredaran. Namun pengalaman pahit ini ternyata tidak membuat grup yang diawaki Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bas) dan Rowman (dram) surut. Kini mereka menghadirkan karya terbaru lewat album Melayang.
"Ini merupakan tanda bukti bahwa kami masih eksis di dunia musik. Bahwa Ungu masih bisa mengeluarkan album yang lebih baik dari album sebelumnya," ucap Pasha dan kawan-kawan membuka percakapan saat mengunjungi kantor Redaksi Suara Pembaruan, Jakarta, Senin (19/12) sore.
Sebelumnya Ungu telah meluncurkan album Laguku (2002) dan Tempat Terindah (2004) yang sukses meraih penghargaan platinum dari Hameswara Record. Kini mereka jelas ingin mengulang sukses yang sama. Untuk itu, lewat album yang menjagokan hit Demi Masa itu Ungu melakukan sejumlah perubahan yang mendasar. "Album yang ini lebih dewasa, lebih catchy dan ngepop tanpa mengurangi karakter Ungu," ujar Makki.
Untuk mencapai hal itu mereka untuk pertama kalinya mereka mengajak pemusik lain sebagai produser. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari yang pernah kami buat sebelumnya. Kami mencari produser dari jalur musik yang berbeda namun tetap bisa bekerja sama," ucap Makki.
Produser yang dipilih adalah Krisna J Sadrach, anggota band rock Suckerhead. "Bagi kami, kehadiran Krisna memberikan parspektif musik yang baru dan memperkaya pengetahuan dan pengalaman bermusik kami," kata Pasha sambil menambahkan, campur tangan Krisna membuat musik Ungu menghadirkan distorsi gitar rock namun tetap dalam koridor harmonisasi yang enak didengar.
Ungu mengakui tidak mudah melakukan perubahan itu. Apalagi komposisi dua gitar, terutama Oncy yang sebelumnya tergabung dalam grup Funky Kopral biasanya berada pada arena rock yang garang. Namun kini mereka lebih kalem. Seperti dapat didengar pada lagu Seperti Yang Dulu dan Sejauh Mungkin (ciptaan Endah), Tercipta Untukku (Oncy). Bahkan pada lagu Demi Masa, Tercipta Untukku, dan Seperti Yang Dulu mereka menghadirkan string section. Namun, berkat arransemen orkestra dari Iwan Hasan maka lagu itu terdengar lebih matang dan tidak cengeng. "Pada lagu Ungu, diletakkan filosofi band Ungu.. Lagu ini bercerita tentang perjalanan band Ungu tetap bisa menyatu, satu visi, satu tujuan," kata Oncy.
Album Melayang ini 90 persen bertemakan cinta. Makki menyebut perubahan pada musikyang lebih mellow, romantis lebih diilhami pada keiginan Ungu untuk dapat meraih pangsa pasar yang leibh luas. "Jika dulu musik Ungu lebih dinikmati sebagian kecil anak remaja, kini Ungu pengen didengar oleh kalangan yang lebih luas lagi," ucap sang bassis. (W-10)