Tempat Terindah Ungu

December 25, 2005

Ungu Pecinta Cinta Segitiga

Filed under: News

Jakarta, Cinta segitiga biasanya dihindari karena bisa membuat hati tersakiti. Tapi tidak dengan Ungu. Grup musik ini cinta dengan cinta segitiga.

"Cinta segitiga itu bumbu dari sebuah hubungan. Kalau nggak ada cinta segitiga, nanti hubungan datar-datar aja," tutur Rowman disambut senyuman tanda setuju dari empat personel Ungu lainnya, Pasha, Enda, Makki dan Oncy, saat bertandang ke kantor redaksi detikhot belum lama ini.

Itu lah mengapa, tambah Enda, Ungu membuat lagu ‘Demi Waktu’ yang mengangkat cinta segitiga. Berikut sepenggal liriknya.

Aku yang tak pernah bisa
Tinggalkan dirinya
Yang kini hadir di antara kita
Namunku juga takkan bisa
Menepis bayangmu
Yang selama ini temani hidupku

‘Demi Waktu’ adalah bagian dari album terbaru Ungu berjudul ‘Melayang’. Dalam album ini, Ungu mengakui adanya perbedaan dibanding dua album sebelumnya, ‘Laguku’ dan ‘Tempat Terindah’. "Lebih dewasa, lebih catchy dan ngepop," tutur Pasha sang vokalis.

Perbedaan ini terjadi tak lepas dari campur tangan Krisna J. Sadrach, leader band rock Suckerhead yang dipercaya menjadi produser album ‘Melayang’. "Ungu kan ingin juga jadi superstar dengan penjualan album yang tinggi. Jadi harus membuat musik yang bisa diterima pasar lebih luas lagi," ujar Krisna.

Selain ‘Demi Waktu’, album ‘Melayang’ juga dimeriahkan 11 lagu lainnya, antara lain ‘Tercipta Untukku’, ‘Ciuman Pertama’ dan ‘Berikan Aku Cinta’.

December 20, 2005

Setelah “Ciuman Pertama” Dibredel, Ungu Coba “Melayang”

Filed under: News

KASUS "pembredelan" karya seni rupanya marak di tahun ini. Selain kasus lukisan dengan model Anjasmara dan Isabel yang dipajang pada pameran senirupa CP Biennale 2005 beberapa waktu lalu, album karya kelompok musik Ungu yang merupakan original soundtrack (ost.) Buruan Cium Gue juga mengalami hal yang sama dengan filmnya. Bahkan ketika film itu telah diganti judul pun, album itu tetap ditarik dari peredaran. Namun pengalaman pahit ini ternyata tidak membuat grup yang diawaki Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bas) dan Rowman (dram) surut. Kini mereka menghadirkan karya terbaru lewat album Melayang.

"Ini merupakan tanda bukti bahwa kami masih eksis di dunia musik. Bahwa Ungu masih bisa mengeluarkan album yang lebih baik dari album sebelumnya," ucap Pasha dan kawan-kawan membuka percakapan saat mengunjungi kantor Redaksi Suara Pembaruan, Jakarta, Senin (19/12) sore.

Sebelumnya Ungu telah meluncurkan album Laguku (2002) dan Tempat Terindah (2004) yang sukses meraih penghargaan platinum dari Hameswara Record. Kini mereka jelas ingin mengulang sukses yang sama. Untuk itu, lewat album yang menjagokan hit Demi Masa itu Ungu melakukan sejumlah perubahan yang mendasar. "Album yang ini lebih dewasa, lebih catchy dan ngepop tanpa mengurangi karakter Ungu," ujar Makki.

Untuk mencapai hal itu mereka untuk pertama kalinya mereka mengajak pemusik lain sebagai produser. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari yang pernah kami buat sebelumnya. Kami mencari produser dari jalur musik yang berbeda namun tetap bisa bekerja sama," ucap Makki.

Produser yang dipilih adalah Krisna J Sadrach, anggota band rock Suckerhead. "Bagi kami, kehadiran Krisna memberikan parspektif musik yang baru dan memperkaya pengetahuan dan pengalaman bermusik kami," kata Pasha sambil menambahkan, campur tangan Krisna membuat musik Ungu menghadirkan distorsi gitar rock namun tetap dalam koridor harmonisasi yang enak didengar.

Ungu mengakui tidak mudah melakukan perubahan itu. Apalagi komposisi dua gitar, terutama Oncy yang sebelumnya tergabung dalam grup Funky Kopral biasanya berada pada arena rock yang garang. Namun kini mereka lebih kalem. Seperti dapat didengar pada lagu Seperti Yang Dulu dan Sejauh Mungkin (ciptaan Endah), Tercipta Untukku (Oncy). Bahkan pada lagu Demi Masa, Tercipta Untukku, dan Seperti Yang Dulu mereka menghadirkan string section. Namun, berkat arransemen orkestra dari Iwan Hasan maka lagu itu terdengar lebih matang dan tidak cengeng. "Pada lagu Ungu, diletakkan filosofi band Ungu.. Lagu ini bercerita tentang perjalanan band Ungu tetap bisa menyatu, satu visi, satu tujuan," kata Oncy.

Album Melayang ini 90 persen bertemakan cinta. Makki menyebut perubahan pada musikyang lebih mellow, romantis lebih diilhami pada keiginan Ungu untuk dapat meraih pangsa pasar yang leibh luas. "Jika dulu musik Ungu lebih dinikmati sebagian kecil anak remaja, kini Ungu pengen didengar oleh kalangan yang lebih luas lagi," ucap sang bassis. (W-10)

December 12, 2005

Ungu, Melayang Dari Tempat Terindah

Filed under: Resensi, Melayang

 

Enda (gitar), Makki (bassist), Rowman (drums), Oncy (gitar), dan Pasha (vokal), yang tergabung dalam band Ungu, telah merilis album ketiga bertajuk ’Melayang’.

Sebelumnya band asal Jakarta ini telah menamatkan album ’Laguku’ (2003), ’Tempat Terindah’ (2004). ”Album ketiga yang kami kasih judul Melayang ini merupakan album yang kami pikirin bener bikinnya. Album Ungu yang lebih dewasa, lebih catchy dan ngepop, tanpa mengurangi karakter Ungu,” ujar vokalis Pasha dalam rilis yang dikeluarkan oleh Trinity.

Sejalan dengan usia Ungu, albumnya kali ini pun terdengar lebih dewasa. Simak aja pada lagu ’Seperti Yang Dulu’, ’Tercipta Untukku’ dan ’Sejauh Mungkin’. Bahkan pada lagu ”Tercipta Untukku’, ’Seperti Yang Dulu’ dan ’Demi Waktu’, Ungu memakai unsur string section. Namun, benang merah karakter musik Ungu yang rock lovers, terdengar pula pada komposisi lagu ’Melayang’, ’Berjanjilah’, ’Dari Satu Hati’ dan ’Ungu. Uniknya di Lagu Ungu, kelima anak muda ini bercerita tentang perjalanan band Ungu yang tetap bisa menyatu, satu visi, satu tujuan.

Album Melayang berisi selusin (12) lagu, 90% bertema cinta universal. Makki menyebut, perubahan pada musik yang lebih mellow, romantis, tapi masih tetap ada benang merahnya dengan dua album terdahulu lebih diilhami pada keinginan agar Ungu dapat meraih pangsa pasar yang lebih luas. Penampilan anak-anak Ungu pun akan lebih macho dan gahar. Mungkin ini ada kaitannya dengan produser musik Ungu yang yaitu Krisna Sadrach, salah satu dedengkot band Rock Suckerhead.

Banyak diantara lagu-lagu Ungu yang didaulat jadi soundtrack film maupun sinetron. Singel pertama ’Demi Waktu’ dan ’Melayang’ bahkan udah diminta untuk produksi sinema Indonesia. Sekedar flashback, lagu-lagu itu antara lain untuk film ’Buruan Cium Gue’ dan ’Virgin’, juga untuk 2 sinetron yang diambil dari lagu ’Bayang Semu’ dan ’Jangan Siakan’ dari album ’Laguku’ (2002).

So, apakah Ungu hanya akan sekedar Melayang atau malah Terbang Tinggi dan menggapai tempat yang lebih indah dengan materi album barunya ? Kita lihat saja.

UNGU; Sudah Lewat Masa-Masa Kritis?

Filed under: Resensi, Melayang

APA yang dicari dari band yang masih sering diremehkan, meski sudah menetaskan dua album? Pembuktian diri. Dan itulah yang kini coba dilakukan oleh UNGU. Berhasil? Tergantung dari mana Anda melihatnya. Dari sisi musikalitas, mereka “jauh” lebih baik dibanding album-album sebelumnya.

Album baru UNGU yang bertajuk MELAYANG ini memang rada beda dibanding album mereka sebelumnya. Baik dari sisi lirik, maupun aransemen musiknya. Dari sisi lirik, memang masih bicara soal cinta tapi perhatikan, mereka kini berani memainkan karakter musiknya lebih berat dan kasar ala rock-rock bawah tanah. Apakah ini yang mereka sebut-sebut sudah melewati masa “disolasi” (kegelapan -red). Mungkin saja. Tapi ini berbeda dengan aransemen musiknya.

Single pertama yang dibuat klipnya adalah Demi Waktu. Klipnya kelihatan sederhana, tapi terlihat kalau UNGU memang sedang berbung-bunga cinta. Lagu ini sebenarnya “sedikit berubah” tapi tak beranjak jauh dari sukses lagu mellow di album sebelumnya. Di lagu ini, kita masih belum menemukan sesuatu yang berbeda.

Tapi perhatikan lagu Melayang. Lagu dengan tempo up-beat ini maunya jadi lagu rock. Distorsi gitar dengan permainan dram dari Rowman, membuat lagu ini kuat secara performance. Sayang, karakter suara pasha memang tidak ‘ngerock’ jadi tetap saja yang dominan warna pop-nya.

Yang patut jadi perhatian, pembagian suara gitar kali ini ini lebih berimbang. Permainan Onci yang lebih ngerock tapi halus dan Enda yang ngerock tapi kasar, kali ini bisa memecah dengan labih baik. Di album-album sebelumnya, Enda lebih dominan. Perhatikan di lagu berjudul UNGU. Suara Pasha bisa membuat lagu ini seperti menelaah perjalanan band yang sempat diisukan goyang ini.

Satu catatan soal lagu UNGU. Pilihan soundnya lebih berkarakter rock yang mulai kencang. Apakah mungkin karena Krisna Sadrach, pentolan SuckerHead yang menjadi produser?

Single yang disinyalir untuk meraup sukses “kuping Indonesia” adalah lagu Dari Satu Hati. Dibuat dalam versi string version, lagu ini ke depannya pantas menjadi single unggulan. Tipikal lagunya yang lembut dan gampang dicerna jadi kekuatan lagu yang sebenarnya biasa-biasa saja ini.

Ada 12 lagu yang esay listening. Pilihan memang banyak, tapi yang paling penting, UNGU mulai membuktikan dirinya sebagai musisi tahan uji. Kalau mereka sukses kali ini, bolehlah dapat acungan jempol, meski masih satu jempol. [joko/foto: istimewa]]

December 10, 2005

3rd Album - Melayang

Filed under: Discography

Artist: UNGU
Album: Melayang
Rilis: December 2005

01. Melayang
02. Seperti Yang Dulu
03. Demi Waktu
04. Berikan Aku Cinta
05. Berjanjilah
06. Dari Satu Hati
07. Aku Bukan Pilihan Hatimu
08. Tak Perlu
09. Ungu (Tak Terulang)
10. Tercipta Untukku
11. Ciuman Pertama
12. Sejauh Mungkin

December 9, 2005

Biografi Rowman

Filed under: Rowman

Nama Lengkap: M. Nurohman

Nama Panggilan: Rowman

E-mail: rowman@unguband.com

TTL: Jakarta, 9 Januari 1974

Alat musik yang dikuasai: Drum

Bergabung di Ungu: 2001

Sebelum di Ungu: band Garux

Kegiatan selain di Ungu: additional players

Tinggi/berat badan:

Kriteria cewek idaman: yang baik.

Musikus yang disukai: Metallica

Warna Fave: Orange

Biografi Makki

Filed under: Makki

Nama Lengkap: Makki O. Parikesit

Nama Panggilan: Makki

E-mail: makki@unguband.com

TTL: Jakarta, 23-10-1971

Alat musik yang dikuasai: Bass, Drum, Guitar, Keys

Bergabung dengan Ungu: 1997

Sebelum di Ungu: Harris Ioni, Joint Session, Lovina, Studio Sessions

Kegiatan selain di Ungu: kerja

Tinggi/berat badan: 173/80

Kriteria cewek idaman: Cuek, Sabar, Independent

Musikus yang disukai: Everyone @ Ungu, Al Di Meola, Pastorius, Coltrane, Django Reindhart

Warna Fave: Hitam

Biografi Onci

Filed under: Oncy

Nama Lengkap: Arlonsy Miraldi

Nama Panggilan: Onci

TTL: Palu, 2 Oktober 1981

E-mail: onci@unguband.com

Alat musik yang dikuasai: Guitar

Bergabung dengan Ungu: 2003

Sebelum di Ungu: Funky Kopral

Kegiatan selain di Ungu: kuliah

Tinggi/berat badan:

Kriteria cewek idaman: yang asik

Warna Fave: Hitam

Biografi Enda

Filed under: Enda

Nama Lengkap: Franco Medjaya

Nama Panggilan: Enda’

E-mail: enda@unguband.com

TTL: Kudus, 4-3-1978

Alat musik yang dikuasai: Guitar dll

Bergabung di Ungu: 2001

Sebelum di Ungu: ngamen di band lain

Tinggi/berat badan: 178/62

Kriteria cewek idaman: yang lucu-lucu

Musikus yang disukai: Joe Satriani, Doel Sumbang

Warna Fave: Biru, Kuning

Biografi Pasha

Filed under: Pasha

Nama Lengkap: Sigit Syamsuddin

Nama Panggilan: Pasha

E-mail: pasha@unguband.com

TTL: Donggala, 27-11-1979

Alat musik yang dikuasai: Drum, Bass, Rhytm Guitar

Bergabung dengan Ungu: 1999

Sebelum di Ungu: bergabung dengan band lain

Tinggi/berat badan: 173/60

Kriteria cewek idaman: putih, tinggi, rambut hitam
panjang, ada sprutennya, funky, cool, berwawasan

Musikus yang disukai: Makki O. Parikesit, Gesang

Warna Fave: Biru

1st Album - Laguku

Filed under: Discography


LAGUKU
Tahun 2002
Hemaswara/Musica Group

Tracks:
1. Bayang Semu

2. Jika Itu Yang Terbaik

3. Bebas

4. Embun Hati

5. Terang

6. Sepi Gelisah

7. Jangan Siakan

8. Maafkanlah

9. Sirna

10. Tiada Kata

11. Kisah

12. Laguku

KLIK, Album Kompilasi

Filed under: Discography

KLIK, Album Kompilasi
Tahun 2000
Warner Music Indonesia

Tracks:
1. Bunga
2. Hasrat

December 8, 2005

PRESS RELEASE

Band beraliran pop-rock alternatif yang mengusung nama Ungu akan kembali mengeluarkan album terbarunya yang diber judul “Melayang”. Album ketiga dari Ungu ini semakin mengukuhkan keberadaan mereka sebagai salah satu band yang mampu bertahan di tengah arus industri musik Indonesia.

Dengan lagu-lagunya yang berjudul Melayang, Tak Perlu dan Berjanjilah…Pasha, Makki, Enda, Oncy dan Rowman terlihat semakin menjangkau penggemarnya yang sebagian besar merupakan remaja. Dan pada lagu lainnya di album ini seperti Tercipta Untukku, Dari Satu Hati, Berikan Aku Cinta dan Sejauh Mungkin, Ungu mengajak para pendengarnya untuk ikut terbuai dalam alunan lagu yang terdengar semakin dewasa dan matang baik dari segi lirik maupun aransemen.

Masih tetap mengusung tema cinta, Ungu dengan single andalannya yang berjudul Demi Waktu akan membawa kita ke sebuah buaian yang indah dan menghanyutkan. Tidak ketinggalan juga, dalam album ini juga dimasukkan lagu yang berjudul Ciuman Pertama yang sebelumnya telah menjadi soundtrack dari sebuah sinetron di tayangan TV swasta.

Dengan bantuan Krisna J. Sadrach sebagai produser, album ini jelas merupakan karya terbaik Ungu.

Perjalanan panjang grup ini menjadikan mereka semakin solid. Berawal dari nge-jam bareng di studio, tahun 1996 terbentuklah band Ungu. Setelah beberapa kali bongkar pasang personil, Ungu menetapkan personilnya yaitu Pasha (vokal), Oncy (gitar), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum).

Setelah membuat album kompilasi, tahun 2002 Ungu akhirnya membuat album perdananya berjudul LAGUKU. Di album ini juga, Ungu dipercaya untuk mengisi original soundtrack sinetron ABG. Setahun kemudian, Ungu membuat album kedua, TEMPAT TERINDAH di sela-sela kesibukan mereka melakukan show ke beberapa kota.

Tahun ini, mereka sedang menyelesaikan album ketiga mereka. Di album ini mereka tampil lebih fun meskipun lirik-liriknya berbobot. (*)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham