Tempat Terindah Ungu

January 26, 2006

“Melayang” bersama UNGU

Filed under: News

Setelah melanglang buana cukup lama, Zay sempat terlena oleh buaian mesra genre J-Pop, Black Music, Jazz dan laen2nya, sehingga membuat Zay sendiri lengah bahkan lupa akan keberadaan genre POP Indonesia. "My God!!! Zay!…What are you doing recently? "….begitulah bentak Zay pada diri sendiri, saat terbangun dan terkejut dengan munculnya beberapa musisi POP Indonesia dengan new generation nya…Rasa hati menjadi sejuk dan nyaman setelah kembali kepelukan blantika musik POP Indonesia dengan "new soul ", "new spirit " dan nya yang bener2 patut diacungkan jempol! Disini Zay akan mengenalkan beberapa musisi POP Indonesia yang Zay anggap sangat patut untuk diexposekan! OKey… SOKAis, kita mulai dengan yang ini….Siapa lagi? kalo bukan… UNGU!

Ekplorasi ’sound romantic’ pada album ‘Melayang’

Sekitar satu setengah tahun tak melepas album baru, tentu ada sesuatu yang beda bagi band panggung dan rekaman. Inovasi musik itulah yang dilakukan band Ungu melalui album Melayang, yang dilepas Trinity Records September 2005 lalu.

Lebih Catchy, Minim Distorsi

Album Melayang adalah album ketiga Ungu, setelah Laguku ( 2002 ) dan Tempat Terindah ( 2004 ). Rata-rata band asal Jakarta ini melakukan proses jeda menggarap album lebih dari satu setengah tahun.”Tapi album ketiga yang kami kasih judul Melayang ini merupakan album yang kami pikirin bener bikinnya. Album Ungu yang lebih dewasa, lebih catchy dan ngepop, tanpa mengurangi karakter Ungu,” ujar vokalis Pasha membuka percakapan. Sebelum ini, lagu Ungu bisa berdurasi 6-7 menit. Kini, untuk hit single Melayang, Ungu rela memotong durasi lagunya untuk video klip tak sampai 3 menit 10 detik saja.

Bagi Ungu, tak mudah melakukan perubahan. Mereka harus meredam keinginan bermain ke wilayah musik rock yang gahar, dengan double gitar berdistorsi yang pernah mereka tunjukkan di album Tempat Terindah, tatkala Ungu mulai merekrut Oncy sebagai gitaris. Gitaris kelahiran Palu ( Sulawesi ) ini pernah memberi warna pada musik dinamisnya Funky Kopral, yang mau tak mau juga memberi ’roh baru’ pada musik panggung dan rekaman Ungu. Tapi pada album Melayang (September 2005), permainan duet gitar Oncy dan Enda, terasa lebih kalem. Lebih ’dewasa’. Itu bisa didengar pada lagu ’Seperti Yang Dulu’ (Enda), ’Tercipta Untukku’ (Oncy) dan ’Sejauh Mungkin’ (Pasha). Bahkan pada lagu ”Tercipta Untukku’, ’Seperti Yang Dulu’ (Enda) dan ’Demi Waktu’, Ungu memakai unsur string section, ”Aransemen orkestra pada Demi Waktu, ditulis oleh Iwan Hasan. Iwan dari band progressive rock Discus ini juga menjadi bintang tamu main piano di lagu itu,” ujar bassist Makki. Yang beda lainnya adalah, tampilnya gitar akustik pada ’Sejauh Mungkin’, dan ’Seperti Yang Dulu’.

Namun, benang merah karakter musik Ungu yang rock lovers, terdengar pula pada komposisi lagu ’Melayang’ (Enda), ’Berjanjilah’ (Enda), ’Dari Satu Hati’ (Oncy) dan ’Ungu’ (Enda). ”Pada lagu Ungu, diletakkan filosofi band Ungu sebagai band yang lebih dewasa. Lagu ini bercerita tentang perjalanan band Ungu yang tetap bisa menyatu, satu visi, satu tujuan. Namun harus diakui, Melayang yang kami rekam pertama untuk album terbaru ini, menjadi seperti lagu Ungu yang senafas dengan materi lagu di album pertama dan kedua,” tambah Oncy.

Bersama Enda, keduanya memainkan gitar berdistorsi pada lagu Melayang, tapi tetap dalam koridor musik rock yang punya harmoni tinggi. Keuntungan duet gitar Oncy-Enda adalah, keduanya memiliki karakter permainan yang beda, akhirnya dapat saling mengisi. ”Tugas saya sebagai Produser menjadi lebih ringan, karena saya menangani Ungu sebagai band yang udah jadi. Mereka adalah band yang kuat pada unsur entertain, dengan idealisme yang rasional. Karena pada album ketiga ini, Ungu telah berani membidik pasar yang lebih luas. Ungu kan pengen juga menjadi superstar, dengan penjualan album yang tinggi,” ujar Krisna J. Sadrach, leader Suckerhead, band rock yang lebih satu dasa warsa menguasai panggung musik cadas Indonesia, yang kini ditunjuk Trinity sebagai Produser Musik album Melayang.Musik Film dan Sinetron

Album Melayang berisi selusin (12) lagu, 90% bertema cinta universal. Makki menyebut, perubahan pada musik yang lebih mellow, romantis, tapi masih tetap ada benang merahnya dengan dua album terdahulu lebih diilhami pada keinginan agar Ungu dapat meraih pangsa pasar yang lebih luas, ”Jika dulu musik Ungu hanya dinikmati sebagian kecil anak SMP dan sebagian besar siswa SMA, kali ini Ungu pengen didengar oleh kalangan mahasiswa. Begitulah kira-kira. Tapi, jika music lovers pengen lihat karakter Ungu yang ngerock abis, bisa saksikan di panggung. ’Tekstur rock yang kental memang lebih tereksplorasi di live show Ungu, yang menjadi kelihatan gahar pula dengan kostum mereka yang terkesan macho.

Bagi fans Ungu, mereka juga tetap bangga pada keunggulan band ini dalam menyiasati pasar, karena pada setiap album rekamannya, selalu ada lagu yang terpilih sebagai theme song musik film layar lebar atau sinetron. Antara lain untuk film Buruan Cium Gue (film yang sempat ditarik dari peredaran) dan Virgin, juga untuk 2 sinetron yang diambil dari lagu ’Bayang Semu’ dan ’Jangan Siakan’ dari album Laguku (2002). Dari album Melayang (September 2005) ini, Ungusedang bernegoisasi dengan produser film / sinetron untuk mengambil lagu ’Melayang’ dan ’Demi Waktu’ untuk produksi sinema Indonesia.

”Ini rezeki Ungu, kami bisa mendapat royalty tambahan dari film atau sinetron, sambil nitip berpromosi ke segmen anak muda penonton film,” tambah Enda.
Album Melayang telah melahirkan first single ’Demi Waktu’, sebuah lagu dengan orkestrasi, romantis, kaya harmoni, yang video klipnya dipercayakan pada Gandy, dari Bantal Guling Production, seorang clip maker yang telah bekerjasama dengan Ungu untuk video klip ’Laguku’, ’Tempat Terindah’, ’Buruan Cium Gue’ dan ’Ciuman Pertama’ dari album Ungu sebelumnya.

Ungu dibangun di Jakarta pada November 1996. debut rekaman dibuka melalui album Laguku (2002), lalu album Tempat Terindah (2004) dan Melayang (2005). Pada Tempat Terindah, Ungu mulai memakai double gitarist, dengan masuknya Oncy mantan gitaris Funky Kopral, yang memungkinkan tampilnya ekplorasi sound pada musik Ungu. Album Melayang digarap di dua studio yang berbeda, dengan konsep membuat aransemen secara workshop (bersama), sehingga hasil finalnya adalah menjadi ’sound music Ungu’. Pada album ini mereka memakai peran Iwan Hasan sebagai additional player pada piano dan membuat aransemen orkestra, Gatot pada keyboards dan Mozza backing vocal.

Ungu adalah : Franco Medjaya Kusumah (Enda, 4 Maret 1978 pada gitar), Makki O. Parikesit (Makki, Jakarta, 23 Oktober, bassist), M. Nurohman (Rowman, Jakarta, 9 Januari 1974, drums), Arlonsy Miraldi (Oncy, Palu, 2 Oktober 1982, gitar), dan Sigit Purnomo Syamsuddin Said (Pasha, Donggala, 27 November 1979, vokal).

January 24, 2006

Raih Platinum, Ungu Melayang Ke Malaysia

Filed under: News

Enggak salah kalo Ungu memberi tajuk album ketiganya, ‘Melayang’. Buktinya, baru sebulan beredar albumnya udah “melayang” mencapai penjualan lebih dari 150 ribu kopi. Lima anak muda asal Jakarta inipun diganjar Platinum.

“Senang, rewarding, tapi yang paling gue rasain selama 10 tahun ngeband ini, apa yang gue angankan terjadi,” ujar Makki, Bassit Ungu ketika dihubungi KG. Rasa bangga ini bukan milik Ungu semata, Makki menilai dengan diterimanya album Melayang di masyarakat, adalah pertanda bahwa musik Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Tapi, meski udah jadi tuan rumah, Ungu pengen “bertandang” ke negeri seberang, Malaysia. “Rencananya Maret ini kita bakal rilis album ini disana, “ tutur Makki. Hal ini dilakukan karena lagu ‘Demi Waktu’ berhasil menempati posisi terhormat di chart-chart di negeri jiran.

Ungu dibangun di Jakarta pada November 1996. debut rekaman dibuka melalui album ’Laguku’ (2002), lalu album ’Tempat Terindah’ (2004) dan ’Melayang’ (2005). Band inipun tergolong ”solid”, tidak ada pergantian personil kecuali masuknya Oncy dan Ungu pun memakai double guitarist. Jadilah formasi Ungu beranggotakan Pasha (Vokal), Makki (Bassist), Rowman (Drum), Enda serta Oncy (Gitar).

Album Melayang menjagokan single Melodramatic ‘Demi Waktu’. Single ini bertolak belakang dengan “Bayangan Semu” yang lebih up beat, Demi Waktu justru mendayu-dayu. Tapi biar begitu, Ungu masih memikat Ungucliquers (sebutan bagi fans Ungu). Mulanya mereka tidak menyangka akan “melayang” secepat ini. “Tapi bahwa album ini akan lebih baik dari kemarin, perubahan dari album ke album, itu pasti, “ tegas cowok kelahiran Jakarta, 23 Oktober ini.

Rencananya, Ungu akan merilis singel kedua, ’Seperti Yang Dulu’. Hmm… apakah singel ciptaan Enda itu akan meraih sukses ”Seperti yang dulu” ?. Kita tunggu aja.

January 22, 2006

Sebulan Rilis, Raih Platinum

Filed under: News

Setelah empat tahun berkiprah, grup band Ungu akhirnya menorehkan prestasi membanggakan. Baru satu bulan diluncurkan, album ketiga mereka, Melayang, berhasil terjual 150 ribu kopi. Dengan angka tersebut, grup yang digawangi Franco Medjaya Kusumah "Enda" (gitar), Makki (bassist), Rowman (drum), Oncy (gitar), dan Sigit Syamsuddin Said "Pasha" (vokal) itu berhak meraih penghargaan platinum.

Tak bisa disembunyikan. Wajah para personel terlihat sumringah saat menerima penghargaan itu Jumat malam lalu. "Kita senang banget dan nggak nyangka sebelumnya bisa meraih penghargaan ini," kata Enda.

Lagu Demi Waktu disebut-sebut sebagai kunci sukses penjualan album grup itu. Sebelum albumnya dijual di pasaran, lagu tersebut memang sudah memikat banyak pendengar di radio dan penonton televisi. "Lagu itu memang sangat spesial. Banyak evaluasi dan dibuat penuh penghayatan. Sayangnya, sebelum sempat direkam, materinya pernah hilang di komputer. Akhirnya, jadi kerja dua kali," jelas Pasha.

Pasha menambahkan, dalam Melayang, Ungu mengalami banyak perubahan dibanding dua album sebelumnya. Banyak yang mengatakan, aliran musik Ungu sebelumnya lebih condong rock yang ABG.

"Ini album yang benar-benar kami pikir benar dalam pembuatannya. Musik kami lebih dewasa, lebih catchy, dan ngepop. Tapi, karakter Ungu yang dulu tetap kami pertahankan," ujar Pasha.

Sebetulnya, pengerjaan Melayang sempat tertunda hampir dua tahun. Penyebabnya, Ungu terlalu fokus manggung dari satu daerah ke daerah lain. "Kita memang kesulitan menentukan jadwal latihan dan jadwal rekaman. Soalnya, jadwal ngamen lumayan padat," kisah Enda.

Kabarnya, Melayang juga sudah dilirik salah satu perusahaan rekaman di Malaysia. "Ada label dari sana yang ingin memasarkan album kita. Belum begitu jelas, sih. Soalnya, kemarin kita nggak ikut rapat. Mudah-mudahan saja jadi," kata Makki.

UNGU RAIH “DOUBLE PLATINUM”

Filed under: News, Album

Grup band Ungu kembali menorehkan sejarah besar. Di albumnya yang ketiga, Ungu mendapat penghargaan double platinum. Kaset albumnya MELAYANG dengan single Demi Waktu berhasil terjual 1.500 kopi dalam satu bulan.

"Kami bersyukur sekali ternyata di album ketiga ini Ungu banyak mendapatkan keberhasilan. Selain penjualan kaset, Ungu juga bakal melakukan produksi album dengan label asal Malaysia," jelas Pasya, vokalis Ungu.

Proses pembuatan album ketiga ini memang cukup lama, yakni dua tahun. Di album ini penggarapannya lumayan serius dan warna musiknya cukup ‘ngepop’, cathy serta dewasa. Ungu sempat juga mengeluarkan album pertama di tahun 2002 dengan judul album LAGUKU, baru kemudian album kedua, berjudul TEMPAT TERINDAH di tahun 2004, namun baru kali ini Ungu menuai sukses.

"Kami merasakan perbedaan dalam album ketiga ini. Selain warna musiknya, Ungu juga dibantu para musisi seperti Iwan Hasan dan Makki. Mereka inilah yang membuat album Ungu lebih ‘ngepop’," terang Oncy, dalam jumpa persnya yang digelar di Studio Penta, SCTV, Jumat (20/01).

Di album ketiga ini Enda lebih banyak menciptakan lagu diantaranya Tercipta Untuku, Seperti yang Dulu, Demi Waktu, Berjanjilah. Makki cukup satu lagu Sejauh Mungkin dan Oncy satu lagu Dari Satu Hati.

"Album MELAYANG ini berisikan 12 lagu, dengan mengusung tema cinta universal. Video klipnya di lakukan di Pasar Tanah Abang. Karena konsepnya memakai kuburan,layaknya orang meninggal," tegas Pasya.

Grup musik yang beranggotakan Enda (Gitar) Makki (Basis) Rowman (Drum) Oncy (Gitar) Pasha (Vokal) ini, merasa bahagia.

Pasalnya sejak dilaunchingnya single Demi Waktu pada fans Ungu cukup banyak. Bahkan kantor Ungu setiap hari selalu ada tamu.

"Kami berterima kasih banget kepada fans-fans Ungu, ternyata dengan album ini Ungu lebih dikenal dari pada album sebelumnya. Hampir setiap hari Ungu menerima fans," terangnya.

Keberhasilan Ungu meraih double platinum ini tidak lepas dari strategi pasar yang dilakukan Trinity Production. Pasalnya sejak bergabung dengan Trinity, Ungu lebih sukses. Bahkan untuk tgl 27 Januari 2006, Ungu bakal manggung di Samarinda sebagai awal tur album MELAYANG. (THS)

January 20, 2006

‘Ungu By Request’ di SCTV

Filed under: TV

Jakarta, "Aku yang tak pernah bisa tinggalkan dirinya, yang kini hadir di antara kita. Namunku juga takkan bisa menepis bayangmu, yang selama ini temani hidupku…" Itulah penggalan lirik lagu ‘Demi Waktu’ milik Ungu. Ingin menyanyikan lagu tersebut? Saksikan ‘Ungu By Request’, Jumat (20/01/2006) pukul 22.00 WIB di SCTV.

Ungu‘ berdiri sejak tahun 1996. Mereka sempat gontai-ganti personel, namun kini makin mantap meniti kariernya. Tahun 2002, mereka menelurkan album pertama bertitel "Laguku". Disusul album kedua "Tempat Terindah" dan yang paling anyar "Melayang".

Masih membawakan lagu bertema cinta dengan balutan poprock, band beranggotakan Pasha (vokal), Oncy (gitar), Enda (gitar), Makki (bas) dan Rowman (drum) akan menramaikan Jumat malam anda dengan lagu-lagu hitsnya.

Pastinya, bukan hanya materi dari album anyarnya, "Melayang" yang akan dibawakan Lagu hits lainnya akan dimainkan oleh band asal Jakarta sesuai request para penonton baik di rumah maupun yang hadir di studio SCTV. Antara lain ‘Bayang semu’, ‘Karena Dia Kamu’, ‘Suara Hati’, ‘Demi Waktu’, ‘Berikan Aku Cinta’, ‘Tercipta Untukku’, dan ‘Ciuman Pertama’.

Prestasi Ungu di blantika musik Indonesia juga patut diacungi jempol. Penjualan albumnya cukup laris, bahkan debut album perdananya laku hingga 150.000 keping. Tak heran bila mereka mampu mencuri hati para pendengarnya.

Selama 90 menit anda akan puas menonton aksi Ungu. Jadi jangan lewatkan ‘Ungu By Request’ malam ini di SCTV pukul 22.00-23.30 WIB(dit)

Ungu By Request: Melayang di SCTV

Filed under: TV

Enda (gitar), Makki (bassist), Rowman (drums), Oncy (gitar), dan Pasha (vokal), yang tergabung dalam band Ungu, telah merilis album ketiga bertajuk ’Melayang’.

Untuk memperkenalkan albumnya tersebut, malam ini (20/1) mereka bakal manggung di SCTV lewat acara bertajuk ’Ungu By Request, Melayang’. So pasti mereka akan menyuguhkan hiburan dengan lagu-lagu baru milik mereka

Simak aja lagu ’Seperti Yang Dulu’, ’Tercipta Untukku’ dan ’Sejauh Mungkin’. Bahkan pada lagu ”Tercipta Untukku’, ’Seperti Yang Dulu’ dan ’Demi Waktu’, Ungu memakai unsur string section. Namun, benang merah karakter musik Unguyang rock lovers, terdengar pula pada komposisi lagu ’Melayang’, ’Berjanjilah’, ’Dari Satu Hati’ dan ’Ungu’. Uniknya di Lagu Ungu, kelima anak muda ini bercerita tentang perjalanan band Ungu yang tetap bisa menyatu, satu visi, satu tujuan.

Album Melayang berisi selusin (12) lagu, 90% bertema cinta universal. Makki menyebut, perubahan pada musik yang lebih mellow, romantis, tapi masih tetap ada benang merahnya dengan dua album terdahulu lebih diilhami pada keinginan agar Ungu dapat meraih pangsa pasar yang lebih luas. Penampilan anak-anak Ungupun akan lebih macho dan gahar. Mungkin ini ada kaitannya dengan produser musik Ungu yang yaitu Krisna Sadrach, salah satu dedengkot band Rock Suckerhead.

Jangan lewatkan aksi mereka Jumat (20/1) pukul 22.00 WIB hanya di layar SCTV.

009

Filed under: Foto

008

Filed under: Foto

007

Filed under: Foto

006

Filed under: Foto

005

Filed under: Foto

January 9, 2006

TT3

Filed under: Foto

January 8, 2006

Ungu, tak Hanya Mempertegas Warna

Filed under: News

DI tengah persaingan yang kian ketat di dunia musik, grup musik beraliran pop progresif Ungu, tetap menunjukkan eksistensinya. Di album ketiganya yang bertajuk "Melayang", grup yang personelnya diperkuat Pasha (vokal), Oncy (gitar), Enda (gitar), Rowman (drum) dan Makki (bas) kian memberi penegasan akan karya-karya bermusiknya.

Mengusung 12 lagu dengan menjagokan nomor "Demi Waktu", suara Pasha terdengar kian matang dibandingkan lagu di album sebelumnya. Tembang ciptaan Enda ini berkisah tentang cinta anak manusia yang menghadirkan konflik perasaan cinta segitiga. Kekuatan lirik dan balutan aransemen musik yang dibangun Ungu, membuat grup ini semakin menyita perhatian.

Perjalanan waktu memang menjadi kunci sukses mereka. "Soal tema lagu ‘Demi Waktu’ saya mencoba mengungkapkan apa yang sering terjadi, sering saya dengar dan sering saya amati, jadinya seperti itu," ungkap Enda memperkuat argumentasi syair yang ditulisnya. "Soal musiknya kami tidak mengekor siapa-siapa, inilah warna musik Ungu yang selama ini membuat kami bisa bertahan hingga kini," tambah Pasha mewakili rekannya yang lain. (Rat/"PR")***

UNGU “Melayang” - Platinum Award hanya dalam 1 bulan

Filed under: News

Melayang, merupakan album ke-3 dari UNGU, band yang sempat vakum di dunia musik Indonesia kurang lebih 1,5 tahun ini mengeluarkan album yang berbeda dari sebelumnya Album yang terdiri dari 12 lagu ini lebih romantis dan easy listening dari album Laguku (2002) dan Tempat Terindah (2004).

‘Melayang’ yang telah berada dipasaran pada tanggal 11 Desember’05, telah mencapai angka penjualan 150.000 keping dalam waktu satu bulan saja. ‘Kami bersyukur lagu baru keluar 2 minggu, telah mencapai penjualan 100.000 keping’ ujar Rowman sang drummer.

Selain penjualan yang kian naik, saat ini UNGU sedang diperebutkan oleh 2 label asal negeri jiran untuk dipasarkan di Malaysia. Salah satu label yang tertarik adalah label tempat diva besar Malaysia Siti Nurhaliza bernaung.

UNGU saat ini sedang mempersiapkan launching album ini yang akan disiarkan live di SCTV pada tanggal 20 Januari 2006 pukul 22.00 wib. Launching album ini UNGU akan berkolaborasi dengan Dewi Sandra, Pay dan Iwan Hasan. Jangan lupa saksikan yaa…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham