Ungu, tak Hanya Mempertegas Warna
DI tengah persaingan yang kian ketat di dunia musik, grup musik beraliran pop progresif Ungu, tetap menunjukkan eksistensinya. Di album ketiganya yang bertajuk "Melayang", grup yang personelnya diperkuat Pasha (vokal), Oncy (gitar), Enda (gitar), Rowman (drum) dan Makki (bas) kian memberi penegasan akan karya-karya bermusiknya.
Mengusung 12 lagu dengan menjagokan nomor "Demi Waktu", suara Pasha terdengar kian matang dibandingkan lagu di album sebelumnya. Tembang ciptaan Enda ini berkisah tentang cinta anak manusia yang menghadirkan konflik perasaan cinta segitiga. Kekuatan lirik dan balutan aransemen musik yang dibangun Ungu, membuat grup ini semakin menyita perhatian.
Perjalanan waktu memang menjadi kunci sukses mereka. "Soal tema lagu ‘Demi Waktu’ saya mencoba mengungkapkan apa yang sering terjadi, sering saya dengar dan sering saya amati, jadinya seperti itu," ungkap Enda memperkuat argumentasi syair yang ditulisnya. "Soal musiknya kami tidak mengekor siapa-siapa, inilah warna musik Ungu yang selama ini membuat kami bisa bertahan hingga kini," tambah Pasha mewakili rekannya yang lain. (Rat/"PR")***
