Raih Platinum, Ungu Melayang Ke Malaysia
Enggak salah kalo Ungu memberi tajuk album ketiganya, ‘Melayang’. Buktinya, baru sebulan beredar albumnya udah “melayang” mencapai penjualan lebih dari 150 ribu kopi. Lima anak muda asal Jakarta inipun diganjar Platinum.
“Senang, rewarding, tapi yang paling gue rasain selama 10 tahun ngeband ini, apa yang gue angankan terjadi,” ujar Makki, Bassit Ungu ketika dihubungi KG. Rasa bangga ini bukan milik Ungu semata, Makki menilai dengan diterimanya album Melayang di masyarakat, adalah pertanda bahwa musik Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Tapi, meski udah jadi tuan rumah, Ungu pengen “bertandang” ke negeri seberang, Malaysia. “Rencananya Maret ini kita bakal rilis album ini disana, “ tutur Makki. Hal ini dilakukan karena lagu ‘Demi Waktu’ berhasil menempati posisi terhormat di chart-chart di negeri jiran.
Ungu dibangun di Jakarta pada November 1996. debut rekaman dibuka melalui album ’Laguku’ (2002), lalu album ’Tempat Terindah’ (2004) dan ’Melayang’ (2005). Band inipun tergolong ”solid”, tidak ada pergantian personil kecuali masuknya Oncy dan Ungu pun memakai double guitarist. Jadilah formasi Ungu beranggotakan Pasha (Vokal), Makki (Bassist), Rowman (Drum), Enda serta Oncy (Gitar).
Album Melayang menjagokan single Melodramatic ‘Demi Waktu’. Single ini bertolak belakang dengan “Bayangan Semu” yang lebih up beat, Demi Waktu justru mendayu-dayu. Tapi biar begitu, Ungu masih memikat Ungucliquers (sebutan bagi fans Ungu). Mulanya mereka tidak menyangka akan “melayang” secepat ini. “Tapi bahwa album ini akan lebih baik dari kemarin, perubahan dari album ke album, itu pasti, “ tegas cowok kelahiran Jakarta, 23 Oktober ini.
Rencananya, Ungu akan merilis singel kedua, ’Seperti Yang Dulu’. Hmm… apakah singel ciptaan Enda itu akan meraih sukses ”Seperti yang dulu” ?. Kita tunggu aja.
