Tempat Terindah Ungu

April 2, 2006

ungu-samsons: dua kekuatan baru musik indonesia

Filed under: News

Bukti paling konkret keperkasaan Ungu dan Samsons bisa dilihat dari penjualan album mereka. Album Melayang milik Ungu — yang memuat hit Demi Waktu — sudah terjual lebih dari 300 ribu keping. Tinggal tunggu beberapa waktu lagi album debut Samsons, Naluri Lelaki, bakal diganjar double platinum.


demam Peterpan sudah mereda. Radja yang setahun belakangan mendominasi mulai terancam tahtanya. Kini, ganti Ungu dan Samsons yang menguasai panggung musik lokal.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, dominasi Ungu dan Samsons paling kentara ketimbang band lainnya. Tengoklah di berbagai tangga lagu stasiun radio. Lagu-lagu yang bertengger di posisi puncak, kalau tidak milik Ungu, pastilah milik Samsons. Dua band ini juga jadi langganan berbagai stasiun televisi buat ditampilkan. Bukti paling konkret keperkasaan Ungu dan Samsons bisa dilihat dari penjualan album mereka. Album Melayang milik Ungu — yang memuat hit Demi Waktu — sudah terjual lebih dari 300 ribu keping. Tinggal tunggu beberapa waktu lagi album debut Samsons, Naluri Lelaki, bakal diganjar double platinum. Ini artinya, album debut Samsons mendekati angka penjualan 300 ribu keping. Khusus Samsons, kabarnya, album mereka termasuk yang paling banyak dicari. Banyak lho toko kaset yang kehabisan stok album ini. Eforia Ungu dan Samsons merambah sampai dunia telepon seluler. Lagu-lagu mereka bergantian menduduki peringkat paling atas lagu yang paling banyak diminta sebagai ringtone atau nada sambung pribadi.

 

Ungu dan Samsons mencapai popularitas dengan cara dan proses yang berbeda. Buat Ungu butuh waktu 10 tahun untuk berada dalam kondisi sekarang. Band berpersonelkan Makki (bas), Pasha (vokal), Enda (gitar), o­nci (gitar), dan Rowman (dram) ini berdiri pada 1996, namun merilis album debut, Laguku, pada 2002. Selang dua tahun kemudian, band asal Jakarta ini merilis album Tempat Terindah. Sayang, dua album itu tak mendapat respons hangat. Bahkan di kota-kota tertentu, penampilan band ini tak mendapat atensi. Barulah setelah merilis album Melayang, band yang beberapa personelnya sempat frustrasi karena tak kunjung populer ini, mulai diperhitungkan.

 

Berbeda dengan Ungu, Samsons meraih sukses dengan waktu yang relatif cepat. Samsons yang digawangi Bams (vokal), Irfan (gitar), Aldri (bas), Konde (dram), dan Erik cuma butuh 3 tahun buat merengkuh sukses. Band ini berdiri 14 Juli 2003, lantaran personelnya sering nongkrong bareng. Awalnya mereka pakai nama Evil Band. Personelnya tak seperti sekarang. “Ada personel ceweknya. Cuma lantaran mereka belajar ke luar negeri, mereka cabut,“ ujar Bams. Makin serius bermusik, Samsons lalu membuat demo dan mengirimkannya ke berbagai perusahaan rekaman. Demo mereka sempat dilirik sebuah perusahaan rekaman. Namun karena merasa tak cocok, tawaran rekaman itu mereka tampik. Singkatnya, Samsons kemudian dilirik Universal Music. Di perusahaan rekaman inilah Samsons berlabuh.


 

Tiga tahun setelah berdiri, band ini merilis Naluri Lelaki. Lewat lagu Naluri Lelaki, mereka mencuri perhatian publik. Puncaknya, ketika Samsons mengeluarkan singel kedua, Kenangan Terindah. Band ini menjelma jadi idola baru. “Sampai sekarang saya nggak tahu kenapa kami bisa disukai banyak orang. Saya juga merasa sukses ini datang terlalu cepat,” ujar Bams merendah.

 

Sukses album ini membuat Samsons kebanjiran tawaran manggung. Bisa dibilang Samsons band hattrick. Dalam sehari mereka bisa manggung sampai tiga kali. “Beberapa kali kami pernah melakukan itu,” tambah Bams. Bahkan setelah menaikkan tarif manggung sampai beberapa kali — dengan harapan frekuensi manggung mereka bisa terkendali — tawaran tetap datang bertubi-tubi. Masih soal manggung, band ini dapat tawaran manggung di 60 kota. Tur dengan jumlah itu tergolong prestasi luar biasa buat band baru seperti Samsons. “Yang jelas kami sangat bersyukur dengan keadaan sekarang. Itu berarti musikkami diterima masyarakat,” kata Bams lagi.

 

Bila ditilik, kunci sukses Ungu dan Samsons punya benang merah yang sama. Musik keduanya sama-sama easy listening, tidak njlimet, dan mudah dicerna kuping. Bukan rahasia lagi, kalau musik model seperti inilah yang kini sedang diminati pasar. Kalau mau digali lagi, baik Ungu maupun Samsons meroket bermodalkan tembang mellow. Samsons punya Kenangan Terindah dan Ungu punya Demi Waktu. Di luar faktor musik — walau tak signifikan — faktor fisik juga punya punya peran. Personel Ungu dan Samsons punya tampang yang lumayan menarik. Tengoklah, setiap konser teriakan histeris penggemar wanita pasti diarahkan ke mereka.

 

Pastinya, sukses dan popularitas yang kini mereka dapat bukanlah akhir dari segalanya. “Sukses ini malah jadi beban buat kami. Mau tidak mau ke depannya kami harus bisa lebih sukses dari sekarang ini. Inilah yang jadi tantangan kami ke depan,” ujar Makki, pencabik bas Ungu. Samsons pun begitu. Cita-cita mereka jadi salah satu kekuatan besar musik negeri ini masih butuh pembuktian.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://unguband.blogsome.com/2006/04/02/ungu-samsons-dua-kekuatan-baru-musik-indonesia/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham