Tempat Terindah Ungu

April 26, 2006

‘Invasi’ Indonesia ke Malaysia

Filed under: News

Indonesia dan Malaysia adalah dua negara serumpun dan bertetangga. Selama ini hubungan keduanya boleh dikatakan baik-baik saja. Namun, jika kita tengok lebih jauh, hubungan Indonesia-Malaysia sering kali naik-turun. Dulu, Bung Karno pernah bertekad untuk "mengganyang" Malaysia. Lalu ketegangan kembali terjadi antara keduanya saat isu Sipadan-Ligitan dan Ambalat muncul. Selain itu, isu tenaga kerja Indonesia kerap menaikkan tensi kedua belah pihak.

Di tengah mulai hangatnya hubungan Jakarta-Kuala Lumpur, Indonesia baru saja "menginvasi" Malaysia. Kali ini bukan invasi seperti yang dibayangkan Bung Karno, tapi invasi dalam musik. Pada 15 April lalu, selama 8 jam, artis dan musisi Indonesia membombardir Stadion Merdeka di Kuala Lumpur dengan dentuman drum, lengkingan gitar yel-yel khas Indonesia. Pelakunya artis papan atas Indonesia, mulai Padi sampai Dewa 19. Stadion Merdeka di Kuala Lumpur ibarat Senayan di Jakarta yang menjadi ikon nasional Malaysia. Tak banyak artis luar negeri yang bisa membius "keangkuhan" stadion ini. Dari sedikit artis asing itu, Indonesia mendapat tempat tersendiri. Pada acara bertajuk "Pesta Malam Indonesia" itu, tak kurang dari 30 ribu kawula muda Malaysia tumpah-ruah mengikuti irama yang dimainkan grup band Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, Peterpan, band yang paling digemari di Malaysia dan Indonesia saat ini, juga melakukan konser solo yang mampu menyedot puluhan ribu penonton.

Perihal invasi musik Indonesia ke Malaysia bukan hanya terjadi baru-baru ini. Jauh sebelumnya, band-band Indonesia memang sudah menancapkan hegemoninya di negeri jiran. Begitu dinamisnya aliran yang dimainkan band-band Tanah Air membuat pencinta musik Malaysia tergila-gila. Band Malaysia sendiri tak banyak melakukan perubahan sehingga terkesan monoton. Namun, tak semua publik Malaysia senang dengan serbuan musisi Indonesia. Sebagian mereka sedikit terganggu karena musisi Malaysia justru makin tenggelam. Salah seorang warga Malaysia menuliskan keprihatinannya atas derasnya invasi musik Indonesia. "Apa kelebihan mereka sehingga diberi peluang untuk mengadakan persembahan selama lapan jam di negara kita? Adakah kita tidak mempunyai artis kita sendiri yang mampu memberikan persembahan untuk memberi hiburan kepada rakyat Malaysia. Tidak cukupkah lagi dengan konser Peterpan pada 1 Januari 2006?"

Bagi pemerintah, khususnya Presiden Yudhoyono, potensi bangsa Indonesia yang demikian besar harus dimaksimalkan sebagai amunisi guna meningkatkan kekuatan diplomasi. Diplomasi politik yang kaku sering kali tak membawa hasil. Dibutuhkan berbagai pendekatan lain. Musik adalah bahasa universal selain olahraga. Apalagi Yudhoyono dikenal sebagai pemimpin Asia yang lebih suka menggunakan soft power dalam diplomasi. Semoga ketegangan Indonesia-Malaysia tidak bertambah tegang dengan invasi di atas.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://unguband.blogsome.com/2006/04/26/invasi-indonesia-ke-malaysia/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham