Onci: Ini Murni Karena Listrik, Bukan Rekayasa Ungu Biar Cepat Kabur
| Kata Ungu Tentang Konsernya yang Terhenti |
| MENEPIS berbagai opini masyarakat bahwa terhentinya konser Ungu Minggu (14/5) malam karena Ungu ‘meraju’, membuat para personil Ungu angkat bicara. Bertempat di kamar Hotel Mesra, saat ditemui seusai manggung di Kinibalu masing-masing personel Ungu angkat bicara hanya di Blok M.
Seperti pun penonton, para personel Ungu juga tidak menduga konser akan terhenti karena listrik padam. Menurut mereka, terhentinya konser murni akibat putusnya pasokan aliran listrik yang bersumber dari mesin genset. Namun pasokan tersebut hanya memutuskan aliran listrik pada sound system dan tidak mempengaruhi alat lighting panggung. Ini yang mengakibatkan fans yang udah ‘panas’, beropini bahwa kejadian ini hanya rekayasa dari pihak Ungu agar bisa kabur dari lokasi karena takut keadaan yang makin panas. "Ini 100 persen murni karena listriknya padam, bukan karena akal-akalan Ungu biar bisa kabur dari panggung. Justru kejadian di Samarinda ini nggak terlalu parah. Kemarin pas konser di Balikpapan kita (Ungu,Red) dilempari habis-habisan. Semua yang ada di depan penonton di lempar ke kami. Tapi kami tetap nyelesaikan konser. Jadi kejadian malam ini murni nggak ada rekayasa," ungkap Makki, salah satu personel Ungu tulus. Sementara keterlambatan konser selama satu setengah jam yang mengakibatkan fans lama menunggu bukan salah pihak Ungu. "Sebenarnya kita udah siap buat manggung dari pukul 19.00 Wita, tapi dari pihak panitia menginginkan semua peralatan siap saat Ungu naik panggung. Karena kami pengen memberikan yang terbaik buat para fans Ungu. Yah jadinya baru pukul 20.00 Wita lewat baru kita diijinkan berangkat," jelas Maaki lagi. Selain itu tambahnya, adapun tentang lamanya durasi waktu yang diberikan Ungu pada band pembuka yang juga jadi salah satu pemicu emosi fans, memang merupakan keinginan Ungu. "Karena kami ngga mau band pembuka hanya menjadi tempelan pada konser kami. Kalo memang ada band pembuka, maka biarkan mereka main sepenuhnya, ngga tanggung-tanggung," tambah Makki. Ungu pun mengalami kekecewaan seperti yang dirasakan fansnya. Mengutip pernyataan Pasha (vokal) ketika konfrensi pers, "Kami (Ungu, Red) paling kecewa kalo sebelumnya punya jatah nyanyi sejumlah lagu, eh malah dikurangin," katanya kala itu. Hal tersebut diungkapkan kembali oleh Enda (gitar) Minggu malam tersebut, "Sebenarnya bukan cuma penonton yang kecewa, Ungu juga kecewa banget. Karena kami di Samarinda ini bukan cuma kerja, tapi juga pengen menghibur dan mendekatkan diri ama teman-teman dari Samarinda," curhat Onci. Nggak mau kalah, Onci (gitar) juga curhat. "Sebenarnya waktu turun dari panggung kita sempat diam. Trus pas kami mau balik ke panggung kami ditahan pihak panitia. Kami diijinkan kembali ke panggung kalo keadaan udah mereda, tapi suasana nggak juga reda. Akhirnya dari pihak panitia meminta kami buat balik ke hotel, yah kami sih nurut aja," papar Onci. Setelah turun panggung, sebenarnya pihak Ungu pengen ngucapin selamat tinggal pada fansnya namun apa boleh buat karena tak satu pun peralatan band yang menyala. "Sebenarnya ketika digiring turun kami pengen "say hello" sama anak-anak Samarinda, karena kami nggak mau bikin acaranya jadi gantung nggak ada penyelesaian. Tapi apa boleh buat, satupun nggak ada mikrofon yang nyala. Meski jika mikrofon bisa nyala, apa penonton bisa tahan nonton kita main sampai selesai, yang ada nantinya malah tambah rusuh. Soalnya kami sempat dapat kabar bahwa 30 menit setelah kami turun dari panggung, mikrofon sempat nyala dan dipergunakan untuk koordinasi sesama panitia. Ini situasi yang paling nggak enak buat Ungu. Kami cuma bisa minta maaf buat teman-teman yang udah kecewa banget karena udah lama banget nunggu. Soalnya hal ini dapat dikatakan musibah bagi konser Ungu. Kami juga ngga menginginkan hal seperti ini terjadi, tapi apa boleh buat," cerita Makki. Tidak jera dengan yang terjadi, Grup ini masih berharap bisa nampil di Samarinda. "Kami pengen ngajak teman-teman Samarinda berdoa supaya Ungu bisa dapat kesempatan tampil lagi tapi secara gratis. Karena kami pengen mengobati kekecewaan yang di rasakan fans Ungu semuanya. Dan sekali lagi Ungu minta maaf," tukas Enda mengakhiri. (bm-10) |
Seperti di tahun 2000, mereka harus susah payah mengumpulkan uang demi membiayai bikin master lagu yang terhitung mahal. "Zaman dulu, kan, rekaman belum semudah sekarang. Studio masih mahal, medianya masih pita dan orang-orangnya juga tertentu. Makanya kami harus ngumpulin duit bareng-bareng," jelas Makki, salah satu pencetus berdirinya Ungu.
FENOMENA menjalankan bisnis di kalangan artis, ternyata juga dialami vokalis grup band Ungu, Pasha. Pria yang tengah menunggu kelahiran anak keduanya ini menjalani usaha jual baju atau distro. Bahkan, dalam setahun, Pasha sudah memiliki sejumlah distro mulai dari Bandung hingga Yogyakarta. “Awalnya iseng saja,” ujar Pasha.
Menurut Pasha, jiwa dagang ini diperoleh dari ayahnya. Maklum, ayahnya juga seorang wiraswastawan. Kendati begitu, Pasha mengaku, bisnis di luar dunia tarik suaranya ini dilakoninya dengan sungguh-sungguh. Kendati begitu, aktivitasnya di tarik suara bersama Ungu tetap menjadi pilihan utama. “Ungu masih profit center saya,” ujar Pasha.
ARTIS yang tengah naik daun kerap menyembunyikan identitasnya, termasuk status pernikahaan. Tapi, ini tak berlaku buat Pasha yang ternyata sudah menikah dan mempunyai satu anak. Vokalis grup band Ungu ini lebih suka berterus terang apa adanya. "Gue enggak pernah menyembunyikan," ujar suami dari seorang wartawan sekaligus model ini.
Menurut Pasha, awalnya memang tak banyak penggemarnya akan kehidupan rumah tangga mereka. Ini terjadi bukan berarti menyembunyikannya. Tapi, lebih karena tak ada yang bertanya. "Menurut gue kalau orang enggak nanya, gue enggak akan kasih tahu," ujar ayah yang tengah menunggu kelahiran anak kedua ini. 