Tempat Terindah Ungu

June 30, 2006

Nangis Minta Tanda Tangan Oci

Filed under: Konser

* Kiat Fans Memburu Band Ungu

PARA kedatangan penumpang di Bandara Hang Nadim, Kamis (29/6), tampak kebingungan dengan kerumunan panitia Batam View Time Out with Ungu Concert. "Siapa sih yang mau datang?" bisik mereka yang duduk di sebelah mereka.

Meski waktu sudah menunjukkan 16.00 WIB pesawat yang dinaiki Ungu tak kunjung tiba. Kehebohan tak hanya terjadi di luar bandara. Di pintu masuk kedatangan pun kerumunan para penggemar Ungu mulai memadati pintu masuk.

Ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 16.30 WIB, barulah penumpang pesawat yang ditunggu-tunggu menampakkan batang hidungnya. Ada Pasha, Makki, Enda’, Onci, dan Rowman berjalan santai sembari menebar senyum.

Setelah berada dalam bus yang disediakan Batam View, para personel Ungu diajak ’sedikit’ berkeliling Batam. Perjalanan singkat mereka dimulai menuju kawasan industri Mukakuning. Wajah-wajah lelah memang tampak dari para personel Ungu. Maklum saja, Rabu (28/6) malam mereka baru saja manggung di acara Class Sensation dengan grup musik Nidji.

Acara tersebut membuat para personel Ungu terjaga hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Tak salah jika akhirnya para personel Ungu hanya diam saat berada di dalam bus. Belakangan muncul pembicaraan kecil antara Onci dengan Pasha yang duduk di belakangnya.

"Ini satu di antara kawasan industri yang ada di Batam," ujar panitia kepada Onci yang bertanya nama tempat yang sedang mereka tuju saat itu. Onci, sang gitaris, mengeluarkan sebungkus cokelat.

Konvoi mobil panitia dan personel Ungu yang melintasi kawasan indistri Batamindo memang sedikit mengundang perhatian para pekerja yang sedang melintas. Apalagi dengan kawalan mobil patwal yang berada di barisan paling depan.

Meski berada di dalam bus, ada juga pekerja yang menyadari kehadiran Ungu. Melalui kaca metrotrans, seorang wanita pekerja yang mengenal wajah Pasha langsung melambai kegirangan. Pasha membalasnya dengan senyuman.

Kelelahan ternyata tidak membuat para personel Ungu berdiam diri. Di saat-saat tertentu, terdengar suara Pasha menyanyikan lagu kelompok Ratu berjudul Buaya Darat, meski dalam versi berbeda.

Sampai di Batam View, kehebohan kembali terjadi. Para penggemar Ungu segera ‘menempel’ beberapa personel untuk berfoto bersama. Sementara itu tembang milik Ungu silih berganti menggema mengisi telinga.

Mesi menangis
Usai jeda sekitar satu setengah jam, para personel Ungu kembali menemui para penggemarnya dalam sesi konferensi pers dan jumpa fans. Kali ini, tentunya dengan wajah yang lebih segar seusai sejenak beristirahat.

"Penyambutannya luar biasa. Kami pernah dikalungin bunga tapi nggak pernah yang sebanyak ini bunganya," komentar Pasha yang awal mewakili teman-temannya. "Tolong hafalin lagu-lagu kita dan besok kita nyanyi bersama."

Enda yang duduk di samping kanan Pasha menimpali, "Mudah-mudahan besok bisa lancar." Ia mengatakan saat tampil nanti di Stadiun Temenggung Abdul Jamal minimal main 12 lagu. "Itu gabungan dari tiga album. Kita kemungkinan bisa nyanyi lebih, tergantung penonton nanti," janji Enda’.

Di kursi belakang hadir grup band Preshiden yang akan menjadi pendamping. Bule, personel Preshiden mendapat kejutan karena didaulat Pasha untuk bernyanyi bersama. "Sekarang aku minta kalian yang nyanyi untuk Ungu. Yok, coba vokalisnya Preshiden maju ke sini nyanyi. Aku ingin tahu sejauh mana pengetahuan kamu tentang Ungu," ujar Pasha.

Bule menyanyikan lagu Melayang. Lagu berikutnya, suara Bule yang kemudian disambung Pasha. Begitu acara tersebut berakhir, para personel Ungu beranjak menuju lift untuk beristirahat ke kamar masing-masing.

Namun para penggemar Ungu seakan tak kunjung puas sehingga terus meminta foto bersama atau meminta tanda tangan. Uniknya, ada seorang gadis dari SMA Harmoni yang menangis tersedu-sedu di depan lift ketika para personel Ungu telah masuk ke dalamnya.

Mesi, penggemar fanatik Ungu yang masih menggenggam foto Oci di tangannya. "Nggak dapat fotonya Oci," kata teman-temannya yang lain. Mesi sendiri terus menggenggam foto yang diperolehnya dari internet. Karena iba, seorang kru Ungu lainnya mencoba membantu untuk mendapatkan tanda tangan Oci.

Jualan album bukan ukuran

Filed under: News
APAKAH ukuran yang diguna pakai seseorang artis bagi mendefinisikan istilah terbaik bagi mereka terutama sekali di Indonesia? Apakah dengan persembahan yang mantap, kehebatan populariti mereka di mata peminat ataupun penjualan album yang memberangsangkan sudah cukup untuk mereka mendabik dada bahawa akulah yang terbaik?
Jika jumlah unit album yang terjual menjadi penanda aras kehebatan seseorang artis itu ternyata andaian itu tersasar. Inilah pendapat kumpulan yang dianggotai lima anak muda, Ungu ketika ditanya berapakah jumlah jualan album artis di Indonesia yang boleh melayakkan mereka dianggap hebat di negara itu.

“Sebenarnya di Indonesia kami tidak pernah menetapkan tahap jumlah tertentu album yang terjual sebagai pengukur kehebatan seseorang. Tidak pernah ada istilah seperti itu di sana. Malah, situasi di mana album artis Indonesia dijual lebih tiga juta unit juga jarang berlaku.

“Kalau ada pun ia biasanya terjadi tiga tahun sekali. Itu boleh dianggap satu fenomena. Bagi saya, dua juta itu adalah satu angka yang fantastik. Tetapi itu tidak termasuk yang bajakan (cetak rompak) kerana apa yang saya tahu, satu unit album original, yang bajakan nisbahnya 10 unit,” kata vokalis Ungu, Pasha.

Ungu juga tidak mahu menetapkan jumlah jualan album Melayang yang diedarkan di negara ini oleh syarikat rakaman SRC.

Kata Pasha, walaupun jualan album Ungu di Indonesia seperti Laguku (2002) dan Tempat Terindah (2004) mendapat sambutan menggalakkan tetapi mereka belum pernah mengatasi rekod yang dicipta kumpulan senior yang lain seperti Sheila On 7 yang dijual hampir dua juta unit.

“Album pertama kami berjudul Laguku dijual 150,000 unit tetapi album kedua kami, Tempat Terindah, pula hanya berjaya dijual 120,000 unit.”

Dalam pada itu, Ungu tidak mahu memikirkan mengenai jualan album Melayang biarpun jumlahnya amat memberangsangkan.

June 29, 2006

Ungu @ PH

Filed under: Foto

Ungu… Makki, Enda,Pasha, Rowman dan Onci
(The Star)

Bertenaga… Ungkapan yang boleh menyifatkan persembahan Ungu di Planet Hollywood
(The Star)

Makki dan Pasha mahu ‘melayang’ bersama para peminat di Malaysia
(The Star)

Pasha mengucapkan terima kasih kepada para peminat serta penganjur, Planet Hollywood dan Suria Records
(The Star)

"Yang penting, kami berasa senang sekali dengan sokongan yang diberikan oleh peminat-peminat kami di Malaysia ini," kata Onci terharu dengan sokongan peminat di Malaysia
(The Star)

Ungu di Planet Hollywood - Oncy jadi rebutan

Filed under: News

TIADA sambutan hebat pada petang minggu lalu di Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Suasana di sana tenang dan berlalu seperti hari-hari minggu biasa.

Di hadapan pintu kelab Planet Hollywood, orang ramai tidak perlu berbaris panjang menunggu giliran masuk walaupun persembahan kumpulan Ungu dari Indonesia diadakan ketika itu.

Meninjau di dalam pusat hiburan terkenal itu, rata-rata penonton yang hadir merupakan rakyat Indonesia yang bersemangat untuk memberi sokongan kepada persembahan kumpulan kelahiran Jakarta itu.

Setelah lebih 10 tahun melayari seni muzik, Ungu pada petang itu membuktikan keunggulannya sebagai sebuah band yang memiliki peminat fanatiknya.

Setiap lagu yang didendangkan oleh vokalisnya, Pansha, dinyanyikan bersama oleh para penonton dengan penuh perasaan.

Itulah kelebihan Ungu. Pansha tidak perlu mengajak penonton menyanyi bersama, sebaliknya penonton yang teruja untuk turut serta.

Malah kebijaksanaan Pansha berkomunikasi dengan penonton menjadikan persembahan petang itu terasa lebih santai dan ringan.

Empat jejaka lain yang menganggotai kumpulan itu iaitu Makki (gitar bass), Oncy (pemain gitar) Enda (pemain gitar) dan Rowman (pemain dram) turut lincah beraksi di pentas.

Oncy ialah anggota Ungu yang paling mendapat perhatian. Dia sering dijadikan usikan Pansha yang membuat ‘cewek-cewek’ yang hadir menjerit kegilaan. Oncy merupakan satu-satunya anggota Ungu yang masih bujang.

Ungu memulakan persembahan pada pukul 3.30 petang dengan lagu Karena Dia Kami. Lagu-lagu lain yang menjadi pilihan pada persembahan itu ialah Tak Perlu, Berikan Aku Cinta, Sejauh Mungkin, Jika Aku Bukan Pilihan, Berjanjilah, Lagu Ku dan Tercipta Untuk Ku.

Apa yang pasti kesemua lagu dendangan Ungu menepati cita rasa pendengarnya dan tidak ada sedetik pun rasa kebosanan pada raut wajah mereka.

Kemunculan naib juara Malaysian Idol 2, Nita menghangatkan lagi suasana di Planet Hollywood pada petang itu. Gandingannya bersama Pansha menerusi lagu Melayang dan Seperti Yang Dulu membuktikan kemantapan vokal lantang Nita.

Peminat-peminat tidak sedar masa berlalu sehinggalah persembahan Ungu menghampiri pukul 5.00 petang.

Sebelum mengakhiri persembahan, Ungu tidak lupa mengucapkan jutaan terima kasih atas sokongan peminat kepada mereka selama ini.

Kata Ungu, bukan mudah untuk mencipta nama di negara orang.

“Tanpa sokongan semua, apa yang diimpikan Ungu tidak akan tercapai seperti hari ini,” kata Pansha yang menutup persembahan dengan lagu Bayang Semu.

Sebelum itu Pansha menyanyikan lagu Demi Waktu bersama penonton yang memenuhi segenap ruang Planet Hollywood pada petang itu.

June 28, 2006

30 Juni Ungu Tampil di Batam

Filed under: Konser

BATAM (BP) -  Pencinta musik Batam, kembali akan dihibur grup band yang tengah naik daun saat ini, Ungu Band yang pernah meraih double platinum untuk albumnya yang mengeluarkan hits Demi Waktu ini,akan tampil menghibur fansnya di Stadion Tumenggung Abdul Jamal,30 Juni ini.

Yanti Lingga, Publik Relation Batam View Beach and Resort  mengatakan acara bertema “Batam View Time Out with Ungu Concert” ini merupakan penampilan perdana Ungu di Batam. Menurut Yanti, rencananya grup yang beranggotakan Pasha (vokalis), Makki (bas), Oncy (gitaris) Enda (gitaris) dan Rowman (drummer) ini akan tiba sehari sebelum konser, yaitu 29 Juni. “Sesampainya di Batam, grup band ini akan langsung menuju Hotel Batam View untuk beristirahat dan mengadakan jumpa pers pada sore harinya,’’ ujar Yanti..

Sebelum manggung, siang harinya Ungu akan mengunjungi Mega Mall, Batam Centre dan makan siang di Food City Mega Mall. “Pada kesempatan ini, Ungu akan berfoto bareng sama penggemarnya,’’ ujar Yanti. Setelah makan siang, grup band Ungu akan menuju Stadion Temenggung untuk check sound dan kemudian kembali ke hotel Batam View dan bersiap-siap untuk penampilan live pada malam harinya pukul 19.00 WIB di Stadion Temenggung.

“Penampilan Ungu kali ini di Batam, akan dibuka Grup band Preshiden,” pungkas Yanti

June 26, 2006

Ungu: Tidak mahu bersaing

Filed under: News

Pesta Malam Indonesia April lalu bagaikan membuka satu lembaran baru bagi kumpulan sensasi Indonesia, Ungu, untuk kembali ke Malaysia.

Semalam, kumpulan yang dibarisi Pasha (vokalis), Makki (pemain bass), Enda (pemain gitar), Onci (pemain gitar) dan Rowman (pemain drum) diterbangkan khas untuk mengadakan showcase solo pertama mereka yang bertempat di Planet Hollywood.

Band yang berasal dari daerah Tebet itu mendendangkan 12 buah lagu termasuk ‘Demi Waktu’, ‘Sejauh Mungkin’ dan ‘Bimbi’ selama satu setengah jam tanpa henti.

Penampilan istimewa Nita sebagai artis undangan menerusi lagu ‘Melayang’ dan ‘Seperti Yang Dulu’ turut memeriahkan suasana konsert itu.

Malah, vokalis utama Ungu tidak henti-henti memuji kecantikan serta kebolehan vokal Nita ketika persembahan duet mereka.

Teriakan serta aksi lincah para peminat muda mereka menggambarkan hebatnya persembahan Ungu.

Namun, hanya 300 orang yang datang untuk menonton konsert Ungu tersebut berbanding dengan 1,000 orang penonton yang menghadiri showcase Dewa 19 pada bulan April yang lalu.

"Kami tidak boleh mengharapkan full house untuk persembahan solo pertama kami," ujar Onci yang merasa tidak layak dibandingkan dengan nama-nama besar seperti Dewa 19 serta Peterpan.

Ungu turut bertegas bahawa mereka tidak mempunyai sebarang niat untuk merampas gelaran kumpulan Indonesia yang ‘mengetop’ daripada mana-mana band.

"Radja dan Peterpan merupakan sahabat baik kami dalam industri ini. Kami tidak mahu bersaing dengan sahabat kami," tegas Pasha mengenai pendirian kumpulan yang telah meraih double paltinum  di Indonesia dalam masa sebulan menerusi album ketiga mereka, ‘Melayang’.

"Yang penting, kami berasa senang sekali dengan sokongan yang diberikan oleh peminat-peminat kami di Malaysia ini," kata Onci terharu.

Mereka turut berharap agar konsert di Planet Hollywood itu akan menjadi batu loncatan untuk mengadakan konsert solo yang lebih besar seperti di Stadium Merdeka.

Tidak mahu konflik

Band yang ditubuhkan pada tahun 1996 turut menyedari rasa tidak senang hati di kalangan kumpulan rock tempatan terhadap kemasukan band-band dari Indonesia yang dikatakan  memonopoli penganjuran konsert serta jualan album di pasaran Malaysia.

"Kami tidak mahu bersaing dengan sesiapa. Malah, kami menghormati para rockers di Malaysia," kata Pasha.

Tambahnya lagi, mereka berharap tidak ada sebarang konflik berlaku di antara kumpulan-kumpulan rock dari Malaysia dan Indonesia.

"Pokoknya, kenapa harus kita berpecah sedangkan kita serumpun dan sebahasa," tegas vokalis Ungu lagi yang pernah menegur perangai segelintir penonton yang berpuak-puak ketika persembahan Ungu pada konsert Pesta Malam Indonesia.

 

"

Ungu pernah digam

Mungkin ramai peminat di Malaysia yang tidak tahu bahawa salah sebuah album Ungu pernah dihentikan penjualan di pasaran muzik Indonesia.

Album yang dijadikan soundtrack kepada filem ‘Buruan Cium Gue’ diharamkan oleh pihak penapisan Indonesia setelah judulnya ditentang secara terbuka oleh beberapa kumpulan ulama kenamaan Indonesia seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Filem itu mengisahkan sekumpulan remaja yang mengharungi suka-duka alam percintaan.

"Filem itu tidak ditayangkan kerana judulnya dikatakan tidak senonoh. Ironinya, filem itu tidak mengandungi sebarang unsur yang lucah mahupun adegan yang melanggar batasan norma," ujar Makki yang hampa apabila album soundtrack yang dirakamkan oleh kumpulan tersebut turut diharamkan oleh pihak berkuasa. 

"Apakan daya, kami hanyalah golongan pemuzik yang tiada hak bersuara," ujar pemain bass tersebut.

Namun, Makki turut berharap agar dua buah album terawal kumpulan Ungu yakni ‘Laguku’ dan ‘Tempat Terindah’ dapat dipasarkan di Malaysia dengan secepat yang mungkin.

June 22, 2006

Ungu Band Pemuja Setan?

Filed under: News

Kuala Lumpur, Dua tanduk di huruf ‘g’ dalam logo Ungu menimbulkan isu tak sedap. Grup musik yang terkenal dengan hits ‘Melayang’ ini dikira pemuja setan.

"Itu cuma tanduk sapi. Sewaktu album pertama kami, tanduknya cuma satu. Tapi setelah dua album, tanduknya menjadi dua. Itu trademark Ungu. Tanda itu juga tidak mempunyai maksud khusus. Jangan fikir kami pengikut pemuja setan," ungkap Makki, bassist Ungu, seraya tertawa kepada media Malaysia seperti detikhot kutip dari Utusan, Kamis (22/6/2006).

Selain menjelaskan soal logo kepada wartawan Malaysia, Ungu juga menyatakan rasa antusiasme mereka karena bisa menggelar show tunggal pertama di negeri Siti Nurhaliza itu.

Rencananya, Ungu akan manggung di Planet Hollywood, Kuala Lumpur, pada hari Minggu (25/6/2006).

April lalu, band yang bervokaliskan Pasha itu memang pernah tampil dalam acara ‘Konsert Malam Pesta Indonesia’ di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur. Namun, tutur Pasha, saat itu mereka manggung bersama artis-artis Indonesia lainnya.

"Showcase pada hari Minggu ini istimewa karena merupakan penampilan solo pertama kami di sini," kata Pasha.

Pasha dkk akan membawakan tak kurang dari 13 lagu yang dikombinasikan antara lagu-lagu dari album terbaru berjudul ‘Melayang’, dengan hits-hits lawas dari album ‘Laguku’ dan ‘Tempat Terindah’

June 21, 2006

Ungu teruja showcase pertama di Malaysia

Filed under: News

SEBAGAI artis yang baru hendak mencipta nama di negara ini, kumpulan rock dari Indonesia, Ungu berasa teruja apabila diberi peluang mengadakan persembahan di negara ini.

Apatah lagi persembahan Ungu yang akan diadakan di Planet Hollywood, Kuala Lumpur pada 25 Jun ini pukul 3 petang merupakan showcase solo pertama mereka.

Vokalis Ungu, Pansha berkata, mereka berasa tidak sabar untuk mempamerkan kelainan muzik Ungu pada persembahan itu nanti.

“Kami mahu buktikan inilah Ungu yang sebenarnya. Pada 15 April lalu, kami memang pernah mengadakan Konsert Malam Pesta Indonesia di Stadium Merdeka, Kuala Lumpur.

“Tetapi pada konsert itu kami mengadakan persembahan bersama tujuh lagi artis dari Indonesia.

“Showcase pada hari Ahad ini istimewa kerana ia persembahan solo pertama kami di sini,” katanya pada akhbar di Planet Hollywood, Kuala Lumpur petang kelmarin.

Hadir sama pada majlis itu ialah empat anggota Ungu iaitu Oncy (gitaris), Rowman (dram), Enda (gitaris) dan Mimik (bassis).

Menurut Pansha, pada persembahan di pusat hiburan terkemuka itu, Ungu akan membawakan lagu-lagu daripada album-album terdahulu mereka.

Antaranya album pertama Ungu berjudul Laguku (2002) dan album kedua, Tempat Terindah (2004) yang tidak pernah diedarkan di negara ini.

Selain itu, Ungu juga akan membawakan lagu-lagu yang dipetik daripada album ketiga dan terbaru mereka berjudul Melayang yang diedarkan di negara ini sejak 18 April lalu.

“Kami anggap persembahan kami itu nanti ada nilai tambahnya (istimewa) yang tersendiri kerana ini adalah solo act kami.

“Persembahan kami itu nanti akan berlangsung selama kira-kira sejam di mana kami akan menyampaikan 10 hingga 13 buah lagu.

“Malah, ada juga lagu-lagu yang akan kami bawakan nanti mungkin belum pernah didengar oleh peminat-peminat di negara ini,” jelasnya.

Biarpun pertama kali mengadakan persembahan di negara ini tetapi Ungu tidak pernah memaksa para peminat menyaksikannya.

“Kami tidak pernah memaksa penonton datang ke showcase kami tetapi kami berharap ramai yang akan datang menyaksikannya,” kata Pansha.

Dalam pada itu, Ungu tidak mahu memikirkan tentang jualan album Melayang biarpun jumlahnya amat memberangsangkan.

Album Melayang, misalnya, berjaya dijual 300,000 unit dalam masa beberapa minggu sewaktu ia diedarkan di Indonesia baru-baru ini.

Bagaimanapun, Pansha berkata, mereka akan cuba menghasilkan album yang terbaik dan menyerahkannya kepada para peminat untuk membuat penilaian.

“Dalam soal itu, kami tidak pernah rasa terbeban. Sebaliknya, apa yang kami tahu kami akan terus berkarya dengan sebaik mungkin.

“Kami akan terus berkarya untuk mencipta lagu-lagu dan cerita (lirik) yang berbeda-beda (berbeza). Dalam soal itu, kami sudah biasa dengan jualan album Ungu yang tidak menentu.

“Album pertama kami berjudul Laguku dijual 150,000 unit tetapi album kedua kami, Tempat Terindah, pula hanya berjaya dijual 120,000 unit,” ujarnya.

Selain itu, Ungu juga tidak mahu menetapkan jumlah jualan album Melayang yang diedarkan di negara ini oleh syarikat rakaman SRC.

Kata Pansha, walaupun jualan album-album Ungu di Indonesia menggalakkan tetapi mereka belum pernah mengatasi rekod yang dicipta oleh kumpulan-kumpulan seperti Sheila On 7 yang dijual hampir dua juta unit.

Ketika ditanya berapakah jumlah jualan album artis di Indonesia yang boleh melayakkan mereka dianggap hebat di negara itu, Pansha berkata:

“Sebenarnya tidak pernah ada istilah seperti itu di sana (Indonesia). Fenomena album artis Indonesia dijual lebih tiga juta unit jarang terjadi.

“Kalau ada pun ia biasanya terjadi tiga tahun sekali. Itu boleh dianggap satu fenomena. Bagi saya, dua juta itu adalah satu angka yang fantastik.

“Tetapi itu tidak termasuk yang bajakan (cetak rompak) kerana apa yang saya tahu, satu unit album original, yang bajakan nisbahnya 10 unit,” katanya.

Menyentuh tentang logo Ungu yang memaparkan gambar huruf ‘g’ yang mempunyai dua tanduk seperti tanduk syaitan, Mimik pula mencelah:

“Itu cuma tanduk sapi (lembu). Sewaktu album pertama kami tanduknya cuma satu tetapi selepas dua album tanduknya menjadi dua.

“Ia sebagai trademark Ungu. Tanda itu juga tidak ada mempunyai sebarang maksud. Jangan pula fikir kami pengikut pemuja syaitan,” jelas Mimik sambil ketawa.

June 20, 2006

Ridho Slank dan Pasha Ungu Dianugerahi Bayi

Filed under: Pasha

indosiar.com, Jakarta - Kebahagiaan tampak sedang menyelimuti vokalis group band Ungu, Pasha dan gitaris group band Slank, Ridho. Kedua pria ganteng ini kembali mendapat anugerah terindah, dengan kehdiran buah hati mereka yang sama-sama berjenis kelamin perempuan.

Peristiwa ini tentu saja menjadi kebahagian tersendiri bagi mereka, karena baik Pasha maupun Ridho selam ini sangat menanti-nantikan kehadiran bayi perempuan, untuk melengkapi anak lelaki mereka. Bagi istri Ridho, Ony Seroja, kelahiran ini merupakan pengalaman ketiganya, setelah sebelumnya dikarunia dua anak lelaki Marco Maliq Hafied dan Omar Hakem.

Bagi Pasha, sang bayi adalah anak kedua buah perkawinannya denga Oki Agustina Sofyan. Meski kali ini bukan pengalaman pertama mereka dalam mendampingi sang istri melahirkan, baik Pasha mau pun Ridho tetap menunjukkan kepanikannya, pada saat proses persalinan.

SPECIAL SHOWCASE WITH UNGU

Filed under: News

 

25 June , 3:00 PM

Price : RM40.00, inclusive of one drink

Indonesian rock-band, UNGU will be performing live at Planet Hollywood on 25th June 2006(Sunday) at 3pm. This exclusive showcase will be a chance for fans to experience the incredible sounds of UNGU, up, close and personal in the intimate setting of Planet Hollywood.

UNGU, a band that is known in Indonesia as one of the most creative band are slowly squeezing their way up and trying their very best to captivate many fans. UNGU is all about simplicity. The band was formed in year 1996 by the bassist Mimik. It was then joined by Pasha (vocalist), Oncy (guitar), Enda (guitar) and Rowman (drums). For this special showcase, fans can expect the band to belt out its radio-friendly hits from their chart-topping albums such as the phenomenally successful Demi Waktu, Seperti Yang Dulu and Berikan Aku Cinta from their latest and third album; Melayang. The album has sold more than 300,000 units and entitled them for a Double Platinum Award in Indonesia.

From their first album; Laguku in year 2002, their second album; Tempat Terindah in 2004 and just recently Melayang, UNGU are slowly seen to be holding the key to success in this industry. So, do not miss this chance to catch UNGU live on 25th June 2006 (Sunday) at Planet Hollywood!

For more information on the showcase and pre-booking inquiries, please call 03-2144 6602.

Istri Pasha Kontraksi 30 Jam

Filed under: Pasha

Selain Emil, di hari yang sama, vokalis grup band Ungu, Pasha, dan istrinya, Okie, juga menimang anak kedua. Bayi berjenis kelamin perempuan itu diberi nama Shakinah Azalea Putrina Pasha.

Kelahiran Shakinah cukup di luar dugaan. Sebab, sebelumnya dokter memperkirakan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir 5 Juli mendatang. Menurut Okie, kelahiran lebih awal itu disebabkan bayi mungil itu ingin dilihat ayahnya.

"Kebetulan, sekarang jadwal Ungu lagi kosong. Mungkin anaknya pengin ditemani bapaknya. Soalnya, mulai 20 Juni nanti, jadwal Ungu sudah padat lagi," papar Okie.

Kelahiran anak kedua itu dirasakan lebih berat oleh Okie ketimbang saat melahirkan anak pertama, Keisha Alvaro. Selama sekitar 30 jam, wanita berkulit putih itu harus berjuang menahan sakit yang tidak terkira. Saking sakitnya, Okie ngotot ingin di-caesar. Malah, dia sewot dengan suami yang saat itu turut mendampingi persalinannya.

"Dia bilang aku pelit karena nggak mau ngebayarin caesar. Aku tahu dia pasti ngerasain sakit yang luar biasa. Tapi aku pikir, kalau dokter bilang bisa lahir normal, kenapa harus caesar. Kalau soal bujet sih, sudah aku sediain," ujar Pasha lantas tertawa.

June 19, 2006

Ungu atasi rekod jualan album di Indonesia

Filed under: News

Kumpulan Ungu baru-baru ini dianugerahkan double platinum oleh pengedar albumnya di Indonesia, Trinity Optima Production, sempena penjualan albumnya, Melayang, yang melebihi 300,000 unit.

Jumlah penjualan itu diraih dalam tempoh sebulan album itu dipasarkan. Ini menjadikan Ungu mengatasi sejarah penjualan album kumpulan muzik popular lain di Indonesia.

Selain itu, penjualan album tersebut di Malaysia yang bermula pada pertengahan Mac lalu turut mendapat sambutan yang amat menggalakkan.

Single pertama mereka, Demi Waktu, menjadi siulan anak-anak muda dan berjaya menduduki carta teratas stesen-stesen radio di tanah air.

Begitu juga dengan single kedua, Seperti Yang Dulu, yang turut mendapat perhatian apabila sering berkumandang di radio.

Ini membuktikan Ungu bukan sahaja mendapat tempat di hati peminat di negaranya sendiri tetapi juga di Malaysia. Album Melayang merupakan album ketiga kumpulan itu.

Sebagai menghargai sokongan peminat, Ungu bakal kembali ke Kuala Lumpur bermula 20 Jun ini selama enam hari. Kemuncak rangka promosi itu, Ungu akan mengadakan showcase yang julung kali di Planet Hollywood pada 25 Jun ini pukul 3 petang.

Peminat-peminat Ungu berpeluang menilai kehebatan Ungu dengan hadir menyaksikan persembahan itu.

Selain itu, Ungu juga semakin sibuk dengan promosi bergerak menjelajah 46 buah kota di Indonesia yang dijangka tamat pada Disember ini.

 

 

 

Anak Kedua Pasya Lahir

Filed under: Pasha, Infotainment

 


 
VOKALIS grup Ungu, Pasya, kini tengah berbahagia. Pasalnya, Oki, istrinya, baru saja melahirkan anak kedua mereka di Rumah Sakit Hermina Bogor, Jawa Barat, Jumat silam. Proses kelahiran bayi perempuan yang memakan waktu sekitar 30 jam itu membuat deg-degan Pasya. Karena itu Pasya berencana tidak ingin menambah anak. "Kayaknya dua aja, kalau enggak kebablasan," komentar dia.

Dua Pasang Seleb Dikasih Momongan

Filed under: Pasha

Tanggal 17 Juni lalu menjadi saat yang mengharukan sekaligus membahagiakan buat dua pasang selebritis kita. Adalah Emil ‘Naif’ - Echa dan Pasha ‘Ungu’ - Okie Agustina menyambut kelahiran bayi mereka. Uniknya, keduanya sama-sama kecepatan melahirkan, dan diprediksi lahir tanggal 5 Juli.

Bagi pasangan Emil dan Echa, Puan Fauziah Muhammad merupakan putri pertama mereka. Nama Fauziah diambil dari nama almarhuman Bunda Emil. Sedangkan Shakinah Azalea Putrina Pasha, merupakan anak kedua pasangan Pasha-Okie. Sebelumnya mereka telah memiliki seorang jagoan, Keisha Alvaro.

Shakinah diprediksi dokter lahir tanggal 5 Juli, namun prediksi bundanya sih, si cantik lahir lebih awal karena pengen dilihat bapaknya. “Kalo sekarang ini jadwal Ungu lagi kosong, mungkin anaknya pengen ditemenin sama bapaknya, soalnya dari tanggal 20 juni-5 Juli nanti jadwal Ungu padat banget,” cerita Okie saat dihubungi KG. Alhasil, Pasha menjadi saksi kelahiran Shakinah, plus perjuangan 30 jam Okie untuk melahirkan sang bayi.

Setelah melahirkan, tidak berarti perjuangan Okie-Pasha berhenti. Mereka mesti menjaga Shakinah padahal jadwal manggung Ungu kan padat banget. “Kebetulan, aku masih tinggal sama-mama, jadi masih ada yang bantuin,” ucap Okie seraya tertawa.

Kelahiran Shakinah membawa ‘perubahan’ bagi Pasha. Mulanya dia pengen punya empat anak. Sekarang, berkurang cukup dua saja. “Aku mules sakit perut aja begini, apalagi kamu,” keluh Pasha seperti dikatakan Okie. Tapi sang istri sendiri enggak janji Pasha bakal berubah lagi. “Kalo enggak kebablasan enggak tahu ya, ini kan baru sehari dua hari,” tutup Okie seraya tertawa. Oke deh Pasha-Okie, Emil-Echa, selamat yaa.

Nonton UNGU di KL

Filed under: News

Let’s get rockin’

Filed under: News

INDONESIAN rock band Ungu will be performing at Planet Hollywood in Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur on June 25 at 3pm.

Ungu
, hailed as one of Indonesiaís most creative bands, was formed in 1996 by bassist Makki, who was joined by vocalistPasha, guitarists Oncy and Enda and drummer Rowman.

Former model Pasha (Sigit Purnomo), 27 joined the band in 1999. Makki (Makki Parikesit), 35, once performed with American band Joint Session while studying in Indiana University.

Enda (Franco Medjaya), 28, a law graduate from Sam Ratulangi University, joined in 2001 while Oncy (Arlonsy Miraldi), 25, a former Funky Korporal member, joined in 2003.

Rowman (Muhammad Nur Rohman), 32, formerly from rock band Garux, joined in 2001.

In the special showcase, fans can expect Ungu to belt out its radio-friendly hits such as Demi Waktu, Seperti Yang Dulu and Berikan Aku Cinta. Many of the hits are from Ungu’s third and latest album, Melayang.

This album has sold more than 300,000 units and earned the band a Double Platinum Award in Indonesia.

Unguís first album Laguku was launched in 2002 while its second album Tempat Terindah was launched in 2004.

Ungu contributed songs to a Warner Music Indonesia compilation album in 2000, which also featured songs from leading Indonesian bands such as Borneo, Lakuna and Energy.

Ungu’s songs, Hasrat and Bunga, were featured in the album.

The entry fee is RM40, inclusive of one drink. Call 03-2144-6602

June 18, 2006

Ungu di Planet Hollywood 25 Jun

Filed under: News

SEMAKIN ramai kumpulan muzik Indonesia hadir untuk membuat persembahan di negara ini. Sebab apa dan kenapa? Semuanya kerana sambutan terhadap album-album artis dari negara jiran itu berjaya memonopoli pasaran album di negara ini.

Tidak dinafikan juga lagu-lagu yang dihasilkan oleh mereka memang menyengat. Sebab itulah sambutannya dilihat berada di luar jangkaan.

Kerana hakikat itu, Kumpulan Ungu dari Indonesia yang kini popular dengan lagu Demi Waktu berhasrat untuk menjejakkan kaki mereka buat kali kedua ke negara ini selepas melancarkan album berkenaan pada 18 April lalu.

Kali ini lima jejaka yang menganggotai kumpulan itu iaitu Pasha (vokalis), Makki (bes), Oncy (pemain gitar) Enda (pemain gitar) dan Rowman (pemain deram) akan hadir dalam sebuah persembahan sebagai membuktikan kehebatan Ungu.

Mereka akan menggegarkan Planet Hollywood pada 25 Jun ini pukul 3 petang untuk meyakinkan para peminat muzik di Malaysia terhadap bakat yang dibawa.

“Kami akan membuat persembahan secara live. Kami akan menggegarkan Planet Hollywood untuk menyaingi kumpulan Peterpan yang ternyata hebat di Malaysia,” kata mereka.

Walaupun masih baru di Malaysia namun mereka menaruh keyakinan, sejak ditubuhkan lebih sepuluh tahun lalu, Ungu mampu bersaing bersama kumpulan-kumpulan muzik lain dengan mempertaruhkan album Melayang.

Onci Ungu Serius Pacaran

Filed under: Oncy

GITARIS grup band Ungu Arlonsy Miraldi atau lebih dikenal dengan nama Onci saat ini tengah menjalin hubungan serius dengan seorang cewek cantik bernama Aines. Onci mengenal pacarnya pada saat malam takbiran beberapa tahun silam, sebelum Ungu dikenal sebagai grup band idola. Hal Ini dibenarkan Aines yang mengaku tak tahu kalau Onci adalah seorang personel band.

Meski sudah menjalin cinta selama dua tahun dan mendapat restu keluarga, Onci belum mau menikahi Aines. Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 2 Oktober 1981 ini baru merencanakannya tiga tahun mendatang. "Aines masih kuliah. Gue pengen suatu saat punya cikal bakal keluarga, gue punya rumah terlebih dahulu," kata Onci beralasan.

June 17, 2006

Pasha, Kehilangan Suara Karena Guna-Guna?

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Tak ada angin tak ada hujan, suara vokalis grup band Ungu, Pasha mendadak menghilang. Hal itu terjadi saat dirinya sedang manggung di Dunia Fantasi, Ancol, belum lama ini. Padahal, saat itu dirinya barusaja membawakan dua buah lagu. Alhasil, Pasha harus meneruskannya dengan suara alakadarnya.

Beredar kabar kalau hilangnya suara Pasha itu karena terkena guna-guna. Maklum, jadwal manggung Ungu saat ini bisa dibilang sangat laris dan bisa menimbulkan kecemburuan.

"Kalau guna-guna, saya nggak tahu. Tapi beberapa teman memang bilang ke kita seperti itu. Saya sih pasrah aja kalau memang ada yang nggak suka sama kita. Sempat kaget juga sih, kenapa suara saya bisa langsung menghilang. Tapi sekarang sudah mulai sembuh sih," ujar Pasha saat ditemui di Mangga Dua Square, tadi malam.

Keanehan raibnya suara emas Pasha memang sangat aneh. Apalagi, pemilik nama Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini tidak merasakan gejala-gejala hilang suara sebelumnya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata pita suara Pasha mengalami pembengkakan.

Saat ini, Pasha tengah mempersiapkan kondisinya. Ayah satu anak ini juga tidak mengkonsumsi vitamin tambahan, seiring dengan jadwal manggungnya yang makin padat. "Aku jadi tahu banget deh pentingnya suplemen," ujarnya.

Buktinya, saat melakukan check-up ke dokter, Pasha diberi suntikan suplemen. Paginya, suaranya yang semula menghilang, sudah kembali lagi. Saat ini, Pasha mengaku sedang irit bersuara. Dirinya masih harus benar-benar melakukan penyembuhan untuk aset utamanya ini.

June 11, 2006

Pasha Kehilangan Suara

Filed under: Pasha

Saking larisnya manggung, grup Ungu terpaksa kehilangan sang vokalis untuk sementara waktu. Pasha, vokalis Ungu, mengalami pembengkakan pita suara sehingga suaranya menghilang. "Saya juga kaget, kenapa bisa suara saya itu menghilang. Sekarang sudah mulai sembuh sih," ujar Pasha saat ditemui di Mangga Dua Square.

Kejadian tersebut berlangsung di atas panggung di Dunia Fantasi, dua minggu lalu. Setelah melantunkan dua buah lagu, Pasha langsung serak. Hampir tak ada suara merdu yang keluar dari mulutnya. Padahal, Pasha mengaku sudah berusaha berteriak.

Pasha tentu kaget dengan kondisinya itu. Apalagi, pemilik nama Sigit Purnomo Syamsuddin Said tersebut tidak merasakan gejala-gejala hilang suara sebelumnya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata pita suara Pasha bengkak. "Aku harus istirahat selama dua minggu," lanjutnya.

Menurut Pasha, dirinya kurang memperhatikan jadwal makan dan istirahat. Ayah satu anak ini juga tidak mengonsumsi vitamin tambahan dengan jadwal manggungnya yang begitu padat. "Aku jadi tahu banget deh pentingnya suplemen," ujarnya.

Buktinya, saat melakukan checkup ke dokter, Pasha diberi suntikan suplemen. Paginya, suara Pasha yang menghilang sudah kembali. Saat ini, Pasha mengaku sedang irit bersuara. Dirinya masih harus benar-benar melakukan penyembuhan untuk aset utamanya ini.

Belajar dari pengalamannya ini, Pasha sekarang lebih memperhatikan kesehatannya. Terutama pola makan dan asupan vitamin. "Sekarang lebih hati-hati, saya nggak mau itu terjadi lagi," tandasnya.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham