Grup Ungu Sempat Takut Tampil di Bandung
MENYATU dan penuh semangat. Dua belas lagu yang dibawakan Ungu dalam tampilan perdana mereka di Bandung setelah populer, mampu menciptakan suasana tersebut dan menggoyang ratusan anak muda Kota Kembang yang ”menggilai” musik mereka.
Grup asal Jakarta yang dimotori Sigit Purnomo/Pasha (vokal), Makki Omar Parikesit/Makki (bas), Franko Medjaya Kusumah/Enda (gitar), Arlonsy Miraldy/Oncy (gitar), dan M. Nur Rohman/Rowman (drum) mampu menyemarakkan ulang tahun pertama acara It’s Hang Out Time STV yang digelar di Fame Station, Jln. Sersan Bajuri, Bandung, Jumat (28/7).
Dibuka dengan ”Karena Dia Kamu” tampaknya telah akrab di telinga para penonton dan langsung membuat mereka histeris. Apalagi ketika Pasha muncul tiba-tiba dari sayap kiri panggung sembari bernyanyi, teriakan mereka semakin kencang dengan rona bahagia menghiasi wajah-wajah muda. Melihat semangat pencinta Ungu yang bergelora, tanpa basa-basi Pasha menyodorkan lagu berikutnya berjudul ”Tak Perlu” yang kembali menaikkan adrenalin penonton.
”Selamat malam semua, bangga sekali akhirnya Ungu bisa tampil di Bandung. Jujur, selain bangga, kami juga merasa takut main di kota ini, karena Bandung terkenal dengan pemusiknya yang andal dan menjadi barometer musik di Indonesia,” sapa Pasha.
Usai menyapa penggemar, Ungu melanjutkan dengan lagu berikutnya, sebut saja, ”Jika Itu yang Terbaik”, ”Berikan Aku Cinta”, ”Aku Bukan Pilihan Hatimu”, ”Sejauh Mungkin” dan ”Berjanjilah” menjadi andalan yang mampu menyatukan aura di atas panggung dengan aura di bawah panggung sehingga menjadi kesatuan energi yang berapi-api. Sebagian besar penonton hafal dengan lirik lagu mereka. Mereka pun bernyanyi dan berjingkrak seirama dengan sang vokalis.
”Setuju enggak kalau cowok di dunia itu egois? Kalau kami, setuju. Alasannya, banyak dari lelaki yang memiliki kekasih lebih dari satu dalam satu waktu. Seperti kisah pada lagu berikut ini,” ujar Pasha sebelum membawakan lagu ”Demi Waktu” yang begitu dinanti. Sayangnya, di beberapa lagu ada kalanya antara nada musik dan suara Pasha terdengar tidak sinkron, sehingga beberapa kali, Enda, Pasha, dan Oncy saling berpandangan berusaha saling menyesuaikan.
Penampilan Ungu malam itu ditutup dengan lagu berjudul ”Bayang Semu”. Walaupun ditutup dengan ”Bayang Semu”, yang pasti Ungu telah meninggalkan kenangan nyata yang begitu indah bagi para pencintanya di Bandung. Acara yang dipandu MC Vecky dan Angga itu, juga diramaikan pula oleh penampilan Drumaholic, 9 Ball, Evernine feat Ebith Beat A, DJ Dewo, dan Wannabe Dancers. (Feby Syarifah/”PR”)***
RUTINITAs dan kejenuhan adalah sisi lain yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan seorang artis. Seribu satu macam cara mereka tempur untuk memeranginya agar bebas dari rasa frustasi. Vokalis band Ungu, Pasha, misalnya, memilih motor gede sebagai penawar rasa jenuhnya. "Kalau naik motor itu rasanya gagah," kata ayah dua anak. Demi barang berharganya itu, Pasha mengaku rela merogoh kantong lebih dalam untuk biaya perawatan.