Tempat Terindah Ungu

August 23, 2006

Band Ungu Rilis Album Religius

Filed under: News

Grup band UNGU akan meluncurkan album religius untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H/2006 M. "Setidaknya sudah 90 persen selesai. Tinggal beberapa hal saja yang masih dalam proses perampungan," kata Enda, gitaris UNGU, di Jakarta, Minggu lalu.

 

Menurut Makki (bassis), selama ini album religius Islami selalu diidentikkan dengan musik Arab dan Padang Pasir. Namun dalam album religius ini Ungu menjanjikan tetap tampil dengan ciri khas UNGU. "Lagu kami tetap UNGU, tapi lirik dan syairnya Islami," kata Enda.

 

UNGU yang saat ini diperkuat oleh Rowman (drums), Oncy (gitar), dan Pasha (vokal), terus menanjak. Keberhasilan yang diperoleh dari kerja keras mereka, album yang ketiga, Melayang, Ungu mendapat penghargaan Double Platinum.

 

Keberhasilan Ungu meraih Double Platinum ini tidak lepas dari strategi pasar yang dilakukan Trinity Production. Pasalnya, sejak bergabung dengan Trinity, UNGU lebih sukses.

 

"Kami bersyukur sekali, ternyata di album ketiga ini UNGU banyak mendapatkan keberhasilan. Selain penjualan kaset, UNGU juga bakal melakukan produksi album dengan label asal Malaysia," jelas Pasha.

 

Bahkan dengan hits Demi Waktu mengantarkan UNGU jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005 lalu. Debut single di album ketiga ini mengibarkan Ungu ke puncak popularitas.

 

Proses pembuatan album ketiga ini memang cukup lama, yakni dua tahun. Di album ini penggarapannya lumayan serius dan warna musiknya cukup ngepop.

 

Kaset album dengan single Demi Waktu tersebut berhasil terjual 1.500 kopi dalam waktu satu bulan. Sebelumnya, UNGUmengeluarkan album Laguku (2003) dan Tempat Terindah (2004).

 

Banyak di antara lagu-lagu UNGU yang dijadikan soundtrack film, antara lain pada film Buruan Cium Gue dan Virgin. Selain itu juga ada dua sinetron yang mengontrak lagu Bayang Semu dan Jangan Siakan dari album Laguku.

 

Bahkan Demi Waktu menjadi high request song untuk ring back tone di semua provider telepon seluler. Sontak hal ini membuat personel UNGU jadi orang supersibuk.

 

"Jalan kami masih panjang, ini baru awal. Kami tidak mau terhenti di sini," tegas Makki, pendiri UNGU yang tersisa. "Kami sangat bersyukur bisa mencapai tahap ini. Tapi jujur saja, demi sebuah waktu kami rela menunda sukses," sambung Pasha.

 

Gaung Demi Waktu merambah negeri jiran. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza, akhirnya keluar sebagai pemenang. Sehingga waktu itu UNGU harus terbang ke Kuala Lumpur untuk ikut manggung dengan beberapa grup band beken di Tanah Air. (*\Laurentius)

August 22, 2006

Ungu muncul eksklusif di MiTV

Filed under: News
KENAPA bukan Biru, Hijau atau Merah? Mengapa dalam banyak warna, warna Ungu menjadi pilihan? Jawapan mereka senang saja.
"Kita ingin orang mengingat kami dengan mudah dan cepat menempel di otak, jadilah kami memberi nama band ini Ungu," kata Pasha.

Walaupun nama Ungu melonjak naik kerana lagu Demi Waktu, hakikatnya kumpulan yang dianggotai oleh lima jejaka Pasha (vokalis), Makki (bass), Oncy (pemain gitar) Enda (pemain gitar) dan Rowman (pemain dram) ini telah terbabit dalam bidang muzik selama satu dekad.

Awalnya Ungu hanyalah dari kumpulan yang berbeza tetapi sering berlatih bersama-sama di pusat ‘jamming’. Satu perjalanan yang panjang bagi kumpulan anak muda ini walaupun Oncy yang digilai ramai gadis itu hanya mula menjadi salah seorang anggota pada 2002.

Musim 2002 juga menyaksikan Ungu melahirkan album sulung mereka berjudul ‘Laguku’. Mungkin menjadi salah satu kelebihan Ungu apabila mereka dikenali sebagai antara kumpulan yang kreatif kerana semua lagu adalah hasil buah tangan mereka sendiri. Ungu bertuah apabila lagu mereka diterima baik oleh peminat. Lagu single mereka ‘Bayang Semu’ menjadi lagu tema sebuah drama di salah sebuah stesen televisyen Indonesia dan membawa mereka menjelajah hampir ke seluruh pelusuk negara itu.

Album kedua Ungu ‘Tempat Terindah’ hanya mengambil masa tiga minggu untuk disiapkan. Terikat dengan jadual waktu yang sangat ketat, sedikit demi sedikit material lagu dalam album kedua ini dikumpul di setiap masa terluang, tidak kira di dalam bas, kapal terbang dan di mana saja. Walaupun begitu, hasilnya bukan sebarang picisan, malah mendapat sambutan sangat luar jangkaan ketika dikeluarkan pada 2004.

Masih belum puas dengan pencapaian itu, Ungu akhirnya tampil dengan album ketiga ‘Melayang’ awal Disember 2005. Walaupun agak lewat lagu ini mendapat tempat di Malaysia, hakikatnya kekuatan lagu ‘Demi Waktu’ membuatkan Ungu berjaya meraih anugerah Platinum hanya selepas sebulan penjualannya. Tidak lama selepas itu, Ungu kembali menerima Double Platinum Award untuk album yang sama.

Awal 2006, senario muzik Malaysia diganggu gugat oleh mereka. Lagu ‘Demi Waktu’ berjaya menduduki carta teratas stesen radio di Malaysia. Tidak cukup dengan itu single kedua mereka ‘Seperti Yang Dulu’ turut menjadi siulan anak muda. Nama Ungu tiba-tiba disamakan kumpulan Indonesia yang sememangnya popular di Malaysia seperti Radja, Sheila on 7 dan ramai lagi.

Khas untuk peminat Ungu di Malaysia, saksikan mereka beraksi bersama-sama VJ MTV Indonesia di MTV Global Room, pada 25 Ogos ini - semestinya eksklusif di MiTV

August 21, 2006

Sambut Bulan Ramadhan, Ungu Rilis Album Religius

Filed under: News

Kapanlagi.com - Grup band musik Ungu akan meluncurkan album religius (nuansa keagamaan) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H/2006 M.

 

"Setidaknya sudah 90 persen selesai. Tinggal beberapa hal saja yang masih dalam proses perampungan," kata Enda, gitaris Ungu di Jakarta, Minggu (20/08).

 

Album religius ini akan dikeluarkan dalam beberapa minggu ke depan, kata Enda.

 

Menurut Makki (bassis) selama ini album religius Islami selalu diidentikkan dengan musik Arab dan Padang Pasir.

 

Namun demikian, dalam album religius ini Ungu menjanjikan tetap tampil dengan ciri khas Ungu.

 

"Lagu kami tetap Ungu tapi lirik dan syairnya Islami," kata Enda.

 

Selain Makki dan Enda, grup band Ungu saat ini diperkuat oleh Rowman (drums), Oncy (gitar), dan Pasha (vokal).

 

Karir Ungu terus menanjak. Di albumnya yang ketiga, MELAYANG, Ungu mendapat penghargaan double platinum.

 

Kaset album dengan single ‘Demi Waktu’ tersebut berhasil terjual 1.500 kopi dalam waktu satu bulan.

 

Sebelumnya, Ungu mengeluarkan album Laguku (2003) dan Tempat Terindah (2004).

 

Banyak diantara lagu-lagu Ungu yang dijadikan soundtrack film, antara lain di film BURUAN CIUM GUE dan VIRGIN.

 

Selain itu juga ada dua sinetron yang mengontrak lagu ‘Bayang Semu’ dan ‘Jangan Siakan’ dari album LAGUKU.

August 20, 2006

Ungu Siap Saingi GIGI

Filed under: News

Memasuki bulan Ramadhan, biasanya sebagian musisi kita ada yang meluncurkan album bertema religi. GIGI misalnya, yang sukses dengan album ‘Raihlah kemenangan’. Kini kesukesan Armand cs, mungkin akan diikuti grup band Ungu yang tengah sibuk menggarap Album religi.

“Sekarang kita lagi konsentrasi menggarap album religi,” ucap Makki, bassist Ungu, ditemui di Soundrenaline 2006 Jakarta, Minggu (20/8). Ia menambahkan, nantinya album itu enggak kayak album religi biasa, dengan irama padang pasir.

“Di album itu sangat enggak, seperti irama padang pasir begitu, lebih Ungu namun dengan lirik religi,” imbuh Makki. Album religi ini bisa jadi bridge atau jembatan sebelum Ungu merilis album baru mereka.

“Untuk album baru udah rampung, tapi eksekusinya di studio agak lama,” terang Pasha sang vokalis.

Nah, sebelum album sekuler Ungu keluar, para penggemar band yang dimotori oleh Pasha, Oncy, Makki, Enda dan Rowman boleh menikmati sajian album religi yang Ungu banget. Apakah macam ‘Demi waktu’ atau ‘Melayang’? Kita lihat saja.

Kiat Menjaga Eksistensi Band Radja dan Ungu

Filed under: News, Infotainment

DUA grup band yang tengah bersinar Radja dan Ungu mengaku tak mudah untuk mempertahankan nama besar yang kini mereka sandang. Seperti disebutkan Ian Kasela, bukan soal jumlah penjualan album atau nilai nominal yang menjadi tantangan mereka, tapi bagaimana mempertahankan eksistensi di dunia musik. "Untuk ke depan seluruh personel band harus memperkuat fondasi diri masing-masing," ujar vokalis Radja ini.

Hal yang sama juga diutarakan Pasha, vokalis band Ungu. Mempertahankan keutuhan sebuah band bukan perkara mudah. Pasalnya setiap masalah selalu muncul dari dalam, khususnya menyangkut masalah perasaan. "Jadi untuk menjaganya kita lebih menekankan kepada kekompakan internal Ungu," jelas Pasha.

Menanggapi masuknya Radja dan Ungu sebagai nominator peraih SCTV Awards 2006, Ian dan Pasha mengaku bangga. "Tapi kita tidak terlalu berharap karena banyak nominator lain yang juga bagus-bagus," kilah Pasha.

August 17, 2006

Enda “Ungu” Mendapat Momongan

Filed under: Enda

USAI sudah penantian pembesut gitar grup musik Ungu Franco Medjaya Kusumah dan istrinya, Eka Nilestari menanti momongan. Anak pertama pasangan yang menikah pada 17 Desember 2005 itu lahir dengan selamat di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara, sehari sebelum Hari Ulang Tahun ke-61 RI.

Bayi perempuan itu mereka beri nama Azara Leona Lucida. Dia lahir melalui operasi caesar sekitar pukul 09.00 WIB dengan bobot 3,4 kilogram dan tinggi 50 sentimeter. Ada perasaan campur aduk pada pria yang kerap disapa Enda itu saat Azara lahir. "Suatu pengalaman yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata," kata Enda tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

August 10, 2006

Pasha “Ungu” Keliling Tanpa Keluarga

Filed under: Pasha

PEKANBARU, KCM - Ungu termasuk grup dalam negeri yang sedang laris. Jadwal manggung mereka padat dan di mana-mana. Sudah bisa ditebak, rasa rindu kepada orang-orang dekat kerap hinggap ketika para personel grup tersebut sedang tak bersama orang-orang tersayang itu.    

Namun, bagi Pasha, sang vokalis yang mantan model dan pemain sinetron, sekali-sekali mengajak atau mendatangkan keluarganya ke tempat-tempat Ungu menggelar konser bukanlah jalan keluar untuk mengatasi kekangenan akan istri dan dua anaknya yang masih kecil.

"Paling, ngobrol di telepon saja dengan mereka," ujar suami dari Oki Agustina Sofyan ini, sebelum Ungu tampil dalam Soundrenaline 2006: Rock United di Pekanbaru, Riau, Minggu lalu (6/8). "Saya enggak pernah ngajak keluarga saya ke tempat-tempat konser Ungu. Saya kan orang yang diatur, harus ini jam segini. Ribet kalau ngajak keluarga," jelas pria kelahiran Donggala, 27 November 1979 ini.

Juli-Agustus ini saja Ungu–terdiri dari Pasha, Makki Omar Parikesit (34, bas), Franko Medjaya Kusumah atau Enda (28, gitar), Arlonsy Miraldy atau Oncy (24, gitar), dan M Nur Rohman atau Rowman (32, drum)–sibuk ambil bagian di semua kota Soundrenaline 2006, yaitu Banjarmasin (23/7), Makassar (30/7), Pekanbaru (6/8), Medan (13/8), dan Jakarta (20/8).     

Di atas pentas, grup yang lahir pada 1996 tersebut menyajikan Karena Dia Kamu, Berikan Aku Cinta, Jika Aku Bukan Pilihan, Seperti yang Dulu, Sejauh Mungkin, Demi Waktu, dan Bayang Semu.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham