Band Ungu Rilis Album Religius
Grup band UNGU akan meluncurkan album religius untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1427 H/2006 M. "Setidaknya sudah 90 persen selesai. Tinggal beberapa hal saja yang masih dalam proses perampungan," kata Enda, gitaris UNGU, di Jakarta, Minggu lalu.
Menurut Makki (bassis), selama ini album religius Islami selalu diidentikkan dengan musik Arab dan Padang Pasir. Namun dalam album religius ini Ungu menjanjikan tetap tampil dengan ciri khas UNGU. "Lagu kami tetap UNGU, tapi lirik dan syairnya Islami," kata Enda.
UNGU yang saat ini diperkuat oleh Rowman (drums), Oncy (gitar), dan Pasha (vokal), terus menanjak. Keberhasilan yang diperoleh dari kerja keras mereka, album yang ketiga, Melayang, Ungu mendapat penghargaan Double Platinum.
Keberhasilan Ungu meraih Double Platinum ini tidak lepas dari strategi pasar yang dilakukan Trinity Production. Pasalnya, sejak bergabung dengan Trinity, UNGU lebih sukses.
"Kami bersyukur sekali, ternyata di album ketiga ini UNGU banyak mendapatkan keberhasilan. Selain penjualan kaset, UNGU juga bakal melakukan produksi album dengan label asal Malaysia," jelas Pasha.
Bahkan dengan hits Demi Waktu mengantarkan UNGU jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005 lalu. Debut single di album ketiga ini mengibarkan Ungu ke puncak popularitas.
Proses pembuatan album ketiga ini memang cukup lama, yakni dua tahun. Di album ini penggarapannya lumayan serius dan warna musiknya cukup ngepop.
Kaset album dengan single Demi Waktu tersebut berhasil terjual 1.500 kopi dalam waktu satu bulan. Sebelumnya, UNGUmengeluarkan album Laguku (2003) dan Tempat Terindah (2004).
Banyak di antara lagu-lagu UNGU yang dijadikan soundtrack film, antara lain pada film Buruan Cium Gue dan Virgin. Selain itu juga ada dua sinetron yang mengontrak lagu Bayang Semu dan Jangan Siakan dari album Laguku.
Bahkan Demi Waktu menjadi high request song untuk ring back tone di semua provider telepon seluler. Sontak hal ini membuat personel UNGU jadi orang supersibuk.
"Jalan kami masih panjang, ini baru awal. Kami tidak mau terhenti di sini," tegas Makki, pendiri UNGU yang tersisa. "Kami sangat bersyukur bisa mencapai tahap ini. Tapi jujur saja, demi sebuah waktu kami rela menunda sukses," sambung Pasha.
Gaung Demi Waktu merambah negeri jiran. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza, akhirnya keluar sebagai pemenang. Sehingga waktu itu UNGU harus terbang ke Kuala Lumpur untuk ikut manggung dengan beberapa grup band beken di Tanah Air. (*\Laurentius)
