Tempat Terindah Ungu

September 30, 2006

Mendadak Religi Ungu Sudah 150 Ribu Copy

Filed under: News, Album

Terserah mau dibilag latah atau apa. Yang pasti grup band Ungu mantap merilis album religi bertajuk ‘SurgaMu’. Mereka nekat merilis album ini sebagai bentuk syukur atas berkat melimpah di tahun 2006 ini.

“Album ini kita buat sebagai rasa syukur atas tahun yang baik buat kami, jadi kami ingin sekali memberikan sesuatu, khususnya dibulan puasa ini,” terang Oncy, gitaris Ungu ditemui beberapa waktu lalu. Jadilah lima awak Ungu, Pasha, Enda, Makki, Oncy dan Rowman mencuri waktu disela-sela jadwal mereka yang dapat untuk mengumpulkan materi album.

“Kalo dibilang mendadak sih iya, karena emang deket waktunya. Tapi kita kan udah dikasih kesempatan, kita coba kejar aja,” imbuh Makki. Dengan niat teguh, mereka coba membuat full album. Sayang, karena factor W alias waktu, mereka hanya menyelesaikan 5 lagu.

“Maunya sih sepuluh lagu, kita udah siapin, tapi kalo kita kerjain langsung, nanti hasilnya enggak maksimal,” terang Oncy. Dengan jadwal yang padat, rasanya sulit menemukan waktu untuk recording atau sekedar mengulik lagu.

Ohya, sekilas info. Baru satu bulan album ‘SurgaMu’ beredar, album ini sudah terjual 150.000 copy. Ck ck ck, segala hal yang ‘mendadak’ tidak selalu buruk ya.

September 29, 2006

Pasha ‘Ungu’ Sempat Melupakan Tuhan

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Vokalis UNGU, Pasha pernah merasakan apa yang dinamakan frustasi dan putus asa. Sampai-sampai ia melupakan Tuhan dan sembunyi dari-Nya. Hanya kesenangan duniawi yang dicari. Apalagi grup bandnya sempat berada diambang kehancura. Dari bertujuh, susut menjadi lima dan tinggal dua.

"Aku dan Maki sempat saling tengok dan tatap. Tidak tahu apa yang musti dikerjakan. Kita waktu itu merasa seperti sampah yang mengotori kota. Mending kalau punya duit. Lha ini buat makan saja susah," tutur Pasha saat disambangi di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9).

Dan pada suatu ketika, waktu dia duduk diteras mendengar suara adzan. Tanpa terasa hatinya terketuk dan air mata sempat menetes. Dari situ Pasha mendapat sebuah kesadaran baru. Ia tak mungkin terkungkung dalam keputusasaan terus menerus. Harus ada sesuatu yang harus dilakukan. Secepatnya dia ambil air wudhu.

"Dan dari situ saya belajar hidup. Paling tidak saya mencoba memilih teman yang bermanfaat, bukan berarti aku pilih-pilih dalam berteman. Namun paling tidak berhati-hati agar tidak terjatuh pada lubang yang lebih dalam," ujarnya.

Setelah itu, rasa sakit-sakitan yang biasanya mendera tubuhnya sembuh dengan sendirinya. "Ini mungkin semacam peringatan dari Allah. Aku sering sakit-sakitan hampir tiap tahun aku jatuh sakit tidak hanya satu atau dua kali, terkadang lebih," ungkapnya.

Tapi kini sudah tidak berbekas lagi sejak ia berani menunjukkan wajahnya pada Allah dengan melakukan sholat tidak sembunyi dan menghindar lagi.

Enda ‘Ungu’ Sembuh Dari Kecanduan Berkat Air Wudhu

Filed under: Enda

Kapanlagi.com - Manusia tidak ada yang sempurna. Dan kalimat itu tepat untuk disematkan pada salah satu personil Ungu, Franco Medjaya Kusuma atau yang kerap disapa Enda. Kepiawaianya membuat lirik dan mengarrasemen musik , terkadang membuat sosoknya terlihat sempurna. Tapi ternyata tidak demikian, ada sisi gelap yang pernah jadi bagian kehidupan Enda. Dan itu diakuinya sebagai kelakuan paling konyol yang pernah ia lakukan, yaitu pecandu narkoba.

"Itu sisi gelap gue, yang sering membuat gue malu dan sering membuat gue teriak kalau ingat masa lalu," tuturnya di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9). Dan lebih mengejutkan lagi, Enda akrab dengan yang namanya minuman keras , sejenis Nipam, Lexotan sejak masih SD. Beranjak ke SMP, ia mulai akrab dengan ganja dan morfin. "Waktu SD, gue sering pulang malam dan temen-temennya itu anak-anak SMA," ujarnya. Mulai SMA, dia mulai mengkonsumsi putaw, dan berlangsung cukup lama sampai akhir 1999.

Dari petualangan gilanya itu sempat membuat Enda nyaris ketemu ajal. "Tapi tidak mati juga, dan itu sampai tiga kali," katanya sembari menunjukkan bekas sayatan dibagian tangannya sebagai tanda kegilaan. "Bekas besyet ini, tak lain ulah dari keinginan tahu gue mengenai rasa sakit. Apa rasa sakit itu nikmat apa tidak. Dan waktu itu memang nikmat yang gue temuin," jelasnya.

Pada suatu saat Enda ketemu Maki dan Pasha. "Waktu itu gue ketemu mereka dan gue iri banget sama mereka karena badan mereka lebih terlihat sehat. Sementara gue, gitar saja sudah ngak punya. Dan gue, dijanjiin sama Maki, kalau lu sembuh, lu akan gue kasih gitar dan effectnya sekalian," kenang Enda. Waktu itu, Enda hidup ngamen di Jakarta, hasilnya untuk membeli putaw. "Gue merasa lebih sehat dengan mengkonsumsi putaw dari pada makan nasi."

Akhirnya Enda menghentikan semuanya, tentu dengan rasa sakit yang dideranya. Suatu saat dia ingin kembali, secara reflek dia mengambil air wudhu. "Dan ajaib dengan air wudhu gue sembuh tanpa kedokter," ujarnya.

"Yang paling gue sesali adalah gue membodohi ortu. Gue yakin ortu akan merasa gagal mendidik gue, padahal tidak. Dasar guenya saja yang bandel. Dan ini yang paling gue ingat-ingat. Apapun yang gue berikan kepada ortu saat ini sepertinya ngak bakal menutupi kebaikkan mereka," sesal Enda.

Menurut Enda, Ramadhan kali ini benar-benar terasa beda. Paling tidak sekarang dia punya keluarga kecil dan rumah sendiri. "Sekarang gue jadi ayah dari anak gue, dan ini pengalaman baru. Dan makna dari Ramadhan tiap tahun datang ini, menuntut gue harus terus belajar," tandas ayah dari Azhra Leola Fisuda (2 bln) dan suami Eka Wilestari (22) ini.

Pasha ‘Ungu’ Lebaran Enggak Mudik

Filed under: Pasha

Setelah hijrah ke Jakarta, Pasha ‘Ungu‘ sering kangen dengan kampung halamannya. Apalagi menjelang lebaran ini. Buat Pasha lebaran di kampungnya lebih rame.

“Buat gue lebaran di Jakarta itu sepi ya, silaturahminya beda, soalnya jauh dari keluarga,” ucap Pasha saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta kemarin (28/9).

Sedihnya, karena kesibukan dengan bandnya, terpaksa lebaran kali ini, sang vokalis keren ini enggak bisa mudik? “Kayaknya enggak bisa deh,” jawab Pasha dengan nada menyesal.

Lebaran di kampung halaman sendiri memang lebih dirasa sangat berkesan. Pasha ‘Ungu’ lalu bercerita masa kecil di kampungnya saat lebaran. Yang diingat saat sawerannya. Pasha kecil begitu giat bergerilya dari rumah ke rumah mencari ‘recehan’ dari sanak saudaranya. Kecil-kecil matre.

“Waktu kecil, kita suka ngunjungin saudara-saudara, habis itu pasti dikasih duit,” cerita Pasha. Bukan kebiasaan buruk, wajar aja, namana juga anak kecil. “Itu mungkin tradisi salah ya, tapi kita semua jadi dekat kan,” ucap Pasha.

Saking gemarnya berburu angpao, cowok yang tumbuh di kota Palu ini rela menerobos bahaya. “Sekitar umur 4-5 tahun ya, gue lompat dari mobil karena udah kebelt pengen dapat duit, pas nyebrang gue malah ditabrak motor,” ujar suami Okkie Agustina ini.

Kenapa Pasha sampe nekat? pasalnya orang tuanya sudah wanti-wanti kalo anak-anak enggak boleh ikut turun. Bikin ribet aja.

Album Religi Ungu Terjual 150 Ribu Keping Dalam 10 Hari

Filed under: News, Album

Kapanlagi.com - Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping. Tentu ini jumlah yang cukup lumayan. Paling tidak rata-rata sehari 15 ribu keping album terjual dipasaran. Sementara album reguler mereka Melayang sampai saat ini terus jalan dan sudah menembus angka 900 ribu.

Prestasi yang telah digapai Pasha, Enda, Maki, Rowman dan Oncy ini, tidak semudah yang kita bayangkan. Penuh tantangan dan rintangan sampai akhirnya perjuangan mereka mencapai pada titik yang sekarang ini.

"Awal dari pembuatan album ini sebenarnya berisi 10 lagu, tapi karena waktu kita peras menjadi 5 lagu tanpa mengurangi kualitas yang ada. Makanya kami menyebutnya dengan mini album yang merupakan album religi kami yang pertama," jelas Pasha mewakili teman-temanya saat ditemui di Hard Rock Cafe, Kamis (28/9).

Dalam kesempatan ini, Enda juga menjelaskan, andai Ungu dikatakan sedang memanfaatkan ketenarannya, itu sama sekali tidak ditolaknya. Tapi aji mumpung ini dalam artian Ungu diberi kesempatan untuk membuat lagu-lagu religi. "Sebenarnya mungkin banyak band yang mempunyai lirik religi yang baik dan lebih bagus dari Ungu, tapi mungkin tidak ada kesempatan. Nah, disisi lain Ungu mempunyai kesempatan untuk itu," papar Enda diplomatis.

Di mini album ini Enda dan Pasha, masing-masing menyumbangkan dua lagu. Satu lagu berjudul Shalawat berstatus no name. Menulis lirik religi ternyata tidak begitu sulit bagi band asal kota kembang Bandung ini. "Karena inflayernya pasti berasal dari hati dan pengalaman yang pernah kita alami. Dan agama menjadi dasar kita," tandas Enda.

Santai, tidak ngoyo dan selalu bersyukur sepertinya jadi cermin dari anak-anak Ungu. Dari awal meluncurkan album regular dan mini album religius ini, mereka tidak pernah menargetkan akan dapat seberapa banyak. "Kita sebenarnya tidak begitu tahu seberapa banyak album kita terjual. Kami tidak pernah membuat target. Tugas kita buat lagu dan menyanyi," pungkas Enda.

September 28, 2006

‘Surgamu’, Mini Album Ungu Sambut Ramadhan

Filed under: News

Kapanlagi.com - Mengikuti jejak beberapa band lain seperti Gigi dan Radja yang meluncurkan album rohani, grup band Ungu juga mengeluarkan sebuah mini album sambut Ramadhan 1427 H bertajuk Surgamu.

Sejatinya musik religi yang dilepas Ungu tersebut merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian mereka terhadap Tuhan, demikian menurut sang gitaris Enda di Jakarta, Kamis.

"Pasti ada beban menulis lagu rohani, misalnya bagaimana mengubah kebiasaan saya menulis lirik cinta universal antarmanusia menjadi syair cinta pada Kebesaran Tuhan," kata Enda.

Ungu yang terdiri atas Pasha (vokal), Enda (gitar), Rowman (drum), Makki (bass) dan Oncy (gitar) sebelumnya mendapatkan penghargaan double platinum untuk albumnya yang ketiga Melayang yang berhasil terjual 1.500 kopi dalam satu bulan dan mempopulerkan single Demi Waktu.

Untuk album rohaninya tersebut, Ungu hanya menampilkan lima buah lagu, dari sepuluh lagu yang awalnya direncanakan.

"Tapi, jadwal tur kami padat banget. Jadi, cuma bisa bikin album mini. Empat buatan sendiri, yang satu lagi lagu Shalawat yang diaransemen ulang," kata Enda.

Selain merilis album religi, Ungu juga akan menargetkan tur di bulan puasa bagi album religi pertama mereka itu.

Di album-album sebelumnya, Ungu seringkali mengangkat tema cinta dan anak muda.

SURGAMU, Ketika UNGU Bermetamorfosa di Ranah Religius

Filed under: Resensi, SurgaMu

IKUT-IKUTAN? Sah-sah saja sebenarnya, ketika band sekelas UNGU akhirnya "terseret’ dalam pusaran religi lewat lagu. Sebagai bagian dari sebuah industri musik, keterkenalan UNGU adalah tambang emas. Apalagi sekarang, band yang berawak Makki [bas], Pasha [vokal], Onci [gitar], Enda [gitar], dan Rowman [drum], sedang menjejakkan diri di tatar papan atas musik Indonesia.

Masuk bulan ramadhan, band yang sedang melabung dengan hits ‘Demi Waktu’ ini juga merilis mini-album yang diberi titel ‘SurgaMU’. Mengapa mini-album karena album religi ala UNGU ini hanya berisi 5 lagu yang nyaris semuanya lagu baru.

Single pertamanya ‘Surga-MU’ sangat khas UNGU dengan tempo mellow. Menurut UNGU, mereka memang tidak membuat lagu Islami yang selama ini identik dengan paduan musik Timur Tengah dan modern. Menurut Pasha, UNGU ingin tetap menjadi UNGU dengan lagu-lagu religi yang pop dan tetap bisa diterima semua fans, tak peduli apapun agamanya.

Dilihat dari gejalanya, trend rilis album rohani di kalangan musisi yang sedang naik daun, sebenarnya lebih kepada kepentingan pasar. Ketika ramadhan usai, biasanya usai juga euforia album religi itu. Tapi paling tidak, kini ada banyak lagu religi yang lebih berwarna, termasuk UNGU. Begitu? [joko/foto: istimewa]

Ungu - SurgaMu

Filed under: Lirik

Ungu - SurgaMu

Segala yang ada dalam hidupku
Ku sadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa

Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai surgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena ku tau hanya Kau Tuhanku

AllahuAkbar…Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu
Hanyalah padaMU…tempatku berteduh
Ku mohon ridho dan ampunanMu….

September 26, 2006

Album SurgaMu - Ungu: Interpretasi Musik Religi Ala Ungu

Filed under: Resensi, SurgaMu

Bulan Ramadhan membawa inspirasi tersendiri bagi musisi kita. Mulai dari pemusik sekuler sampai pemusik rohani merilis album religi bernafaskan nuansa ramadhan. Entah latah atau tidak, grup band Ungu pun ikutan merilis album ‘SurgaMu’.

Album SurgaMu sebagai bentuk interpretasi musik religi Ungu yang universal. ‘SurgaMu’ adalah single pertama ciptaan Enda, gitaris Ungu. Melalui lagu ini Enda mengajak manusia untuk tetap mengingat Tuhan pada masa senang atau pun susah. Begitu juga dengan single ‘Doa’, Enda menawarkan pop Ungu dengan distorsi gitarnya dan Oncy.

Dua lagu berikutnya, giliran Pasha, sang vokalis, yang ambil kendali. Dia menulis single ‘Selamat Lebaran’. Konon, Pasha terinspirasi dari suasana lebaran di kota asalnya Posp. Berikutnya, ‘Andai Ku Tahu’. Ini dia lagu yang didaulat sebagai ‘universal song’.

Pasha menggunakan sebutan ‘Tuhan’ untuk menyentuh lebih banyak umat manusia, dan tidak terkesan eksklusif. Lagunya sendiri berkisah tentang manusia yang berpasrah pada Tuhan, jikalau ajal menjemput. Sebelum ajal itu tiba, manusia hendaklah memperbaiki diri.

Total ada lima lagu dalam mini album ramadhan ini. Lima lagu berikutnya adalah ‘karaoke versionnya’. Siapa tertaik nyanyi bareng Ungu? Lumayan lho buat ngabuburit.

Album SurgaMu - Ungu:
1. SurgaMu
2. Andai Ku Tahu
3. Selamat Lebaran
4. Doa
5. Shalawat
6. SurgaMu (karaoke version)
7. Andai Ku Tahu (karaoke version)
8. Selamat Lebaran (karaoke version)
9. Doa (karaoke version)
10. Shalawat (karaoke version)

September 24, 2006

Pasha Pernah Juara Lomba Azan

Filed under: Pasha, Infotainment

PENAMPILAN Pasha sebagai vokalis grup band Ungu bisa jadi terlihat urakan, namun bukan berarti jiwanya juga urakan. Tidak hanya pintar menyanyi, sejak kecil dia sudah punya hobi melantunkan azan serta ayat-ayat suci Alquran. Jangan kaget kalau gelar juara ketiga lomba azan se-Sulawesi Selatan pernah diraihnya. “Gue memang sudah cinta mati dengan azan,” jelasnya.

Kecintaan itu awalnya ditanamkan orang tua Pasha yang sejak kecil mengajarkan cara membaca Alquran serta melafalkan azan dengan baik. Lama kelamaan kebiasaan azan menjadi hobi. Setiap kali akan masuknya waktu salat Ashar, Pasha lari ke masjid agar bisa ditunjuk sebagai pelantun azan. “Karena itu jangan melihat seseorang dari luarnya saja. Gue memang tidak suci, namun masih ada setitik iman di dalam hati,” ujarnya.

September 15, 2006

Bintang Paling Berkilau 2006:

Filed under: News

kalau ada band yang angka penjualan albumnya paling mentereng tahun ini, pastilah Ungu. Sejak dirilis akhir tahun silam, album terbaru band yang digawangi Pasha (vokal), Rowman (dram), Makky (bas), o­nci (gitar), dan Enda (gitar) ini, Melayang, telah terlego lebih dari 800 ribu keping Bahkan, menurut perhitungan Enda, album ketiga Ungu sebenarnya sudah terjual lebih dari angka itu. “Mungkin angkanya sudah mencapai penjualan sejuta keping,” sebut kreator sebagian besar lagu-lagu hits Ungu ini.

Adalah singel Demi Waktu yang berjasa besar mengangkat pamor album ini. Bila dicermati, tembang ini sebenarnya melenceng jauh dari pakem bermusik Unguyang menganut progresif rock. Sepanjang berdirinya Ungu, bisa jadi Demi Waktu tembang paling mellow yang pernah mereka buat. “Ketika saya menyodorkan lagu ini, teman-teman meledek,” ucap Enda lagi.

 Tembang yang dibesut Enda ini sebenarnya sudah cukup lama ada di bank lagu lagu Ungu. Entah apa alasannya, lagu itu baru dikeluarkan di album Melayang. “Biasanya, kami bikin lagu yang jingkrak-jingkrak. Namun tiba-tiba ada lagu melankolis. Saat nyanyi di ataspanggung sebenarnya saya malas bawain Demi Waktu. Tapi sekarang justru saya semangat banget bawainnya. Lagu ini menjadi sejarah buat Ungu, di saat kami lagi terpuruk, lagu yangmembuat kami sukses,” ujar Pasha. Namun berlebihan rasanya bila sukses Ungu cuma karena tembang Demi Waktu. Hits lain seperti S’perti Yang Dulu dan Aku Bukan Pilihan Hatimu juga punya peran signifikan terhadap popularitas band ini.

Imbas dari respons hangat publik terhadap album anyar Ungu, mereka kebanjiran order tawaran manggung. Ungu tergolong band dengan jadwal nan padat. Sekarang mereka tengah menuntaskan tur 50 kota di Indonesia. Kini, band ini sedang mempertimbangkan tawaran tur di 100 kota. Tak cuma di dalam negeri, tawaran juga muncul dari manca negara. Band ini sering lho diminta tampil di negeri Jiran Malaysia. Di negeri asal penyanyi Siti Nurhaliza ini, Ungu tergolong band yang paling digemari. Bahkan demi mengakomodasi penggemar di sana, Ungu merilis album Melayang.

 Jalan Ungu buat mencapai kesuksesan tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh satu dasawarsabuat Ungu meraihsukses. Band yang berdiri pada 1996 ini berakar dari beberapa anak muda yang iseng-iseng berkumpul di sebuah studio di bilangan Tebet. Awalnya, band ini hanya tampil di pentas kecil, sepertipanggung 17 Agustusan dan pensi-pensi sekolah di seputaran Tebet. Pada 2000, bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy, Ungu diminta mengisi album kompilasi buatan Warner Music Indonesia, bertajuk Klik. Ungu menyumbangkan dua lagu, Hasrat dan Bunga. Punya dua lagu dalam album kompilasi jadi pemicu buat Ungu membuat lagu lebih banyak lagi. Dengan harapan kelak bisa membuat album utuh. Benar saja. Pada 6 Juli 2002, Ungu merilis album debut berjudul Laguku di bawah bendera Perusahaan Rekaman Hemaswara.Bermodalkan single pertama Bayang Semu yang juga jadi soundtrack sinetron ABG, Ungu mulai dikenal publik. Beberapa tahun kemudian Ungu merilis album kedua berisi 12 lagu ini diberi judul Tempat Terindah.

Meski punya dua album, Ungu tak masuk kategoriband populer. Karena tak kunjung berhasil plus munculnya gesekan antar-personel, Ungu mulai goyang. Merekabahkan pernah diisukan bakal bubar. “Saya bahkan pernah curhat pada teman-teman nggak kepengin ikut lagi band ini,” cerita Pasha. Imbasnya, Ungu sempat vakum bikin album. Mereka cuma ikut proyek album Senyawa bersama Chrisye dan Tribute to Titiek Puspa.

Untungnya mereka bersatu kembali di album ketiga. Uniknya, band yang sebentar lagi bakal merilis album religi ini tak punya ekspektasi besar. Dalam benak mereka, paling-paling album ini bakal bernasib seperti album terdahulu. “Ini album yang ketiga lho, kalau sampai nggak laku juga, ya mendingan tahu diri deh. Jangan maksain. Lebih baik cari kerjaan lain. Kalau tak berhasil lagi mungkin saya akan bilang ke anak-anak, rezeki kita mungkin bukan di musik,” seru Pasha suatu kali. Tapi nasib menentukan lain. Album ketiga, ini justru membuat mereka sukses luar biasa yang sama sekali tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Karena itulah Ungu memang layak dipilih sebagai Bintang Paling Berkilau 2006.

September 10, 2006

Libatkan 11 Polisi

Filed under: Video Klip

Menjelang Ramadan, grup band Ungu menjajal pasar dengan menelurkan debut album religi bertajuk Surgamu. Empat dari lima lagu yang ada di album tersebut merupakan hasil karya personel Ungu sendiri, Pasha (vokal), Enda (gitar), Rowman (drum), Makki (bass) dan Oncy (gitar). Pasha dan Enda, masing-masing membuat dua lagu.

Awalnya, bukan hanya lima lagu yang ingin diangkat lewat album  yang akan dirilis 14 September nanti ini. "Penginnya sih, sekitar sepuluh. Tapi, jadwal tur kami padat banget. Jadi, cuma bisa bikin album mini. Empat buatan sendiri, yang satu lagi lagu Shalawat yang diaransemen ulang," papar Enda di sela-sela proses pembuatan klip video lagu Surgamu kemarin. Syuting mengambil lokasi di stasiun bongkar muat barang dan peti kemas, Kota, Jakarta Utara.

    Syuting klip ini tampak berbeda dari klip-klip Ungu sebelumnya. Bukan hanya karena pengambilan gambar yang dilakukan tengah hari di tempat terbuka. Yang lebih mencolok, kali ini, Ungu melibatkan sekitar 50 orang figuran. Sebelas diantaranya adalah polisi anti huru-hara.

    Orang sebanyak itu digunakan untuk keperluan scene yang menggambarkan suasana kerusuhan dan bentrok antara perusuh dengan aparat kepolisian. Lokasi syuting dibuat mirip dengan suasana aslinya. Mulai dari pagar kawat berduri, hingga asap hitam dari band bekas yang dibakar. Tema ini sepenuhnya ide dari sang sutradara.

    "Soal ide, kami nggak ikut campur. Kami baru pulang tur kemarin (Jumat). Jadi, nggak sempat mikirin konsep. Lagi pula,  kami sudah sepenuhnya percaya sama sutradaranya," ucap Pasha.

    Dari lagu Surgamu yang diciptakan Enda, tersirat pesan, di tengah kesibukan dan ketamakan manusia dengan urusan dunia, sangat penting untuk kembali mengingat pencipta-Nya.

    "Klip video ini menceritakan keadaan atau kekacauan yang ada di sekitar kita sekarang ini. Ada kekerasan, tawuran, dan sebagainya. Untuk keluar dari keadaan ini, semua harus kembali menyebut asma Allah," papar Enda.

    Album religi semacam ini, dijelaskan oleh Oncy, merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang mereka raih selama berkarir di dunia musik. "Selama ini kami sudah diberi berkah yang luar biasa. Kami mengucapkan rasa syukur dengan lahirnya album ini," paparnya.

    Tentang banyaknya penyanyi atau band lain yang juga meluncurkan lagu-lagu religi menjelang bulan puasa, anak-anak Ungu tidak ingin menganggapnya sebagai persaingan. "Kami nggak mau bersaing. Tapi memang nggak bisa dipungkiri, masyarakat akan memposisikan seperti itu lewat opini-opini mereka," tandasnya.(rie)

September 9, 2006

Pasha “Ungu” Buka Baju, Fans Histeris

Filed under: News

Puluhan Ribu Fans Jejali Stadion Kamboja

PALEMBANG – Aksi grup band Ungu yang tampil tadi malam (7/9) di Stadion Kamboja Palembang sukses memukau sekitar 10 ribu penonton. Ini kota keempat tur yang diusung Gudang Garam Surya 16 Citra Eksklusif setelah Dumai, Pekanbaru, dan Jambi dari 40 kota di Indonesia yang akan dikunjungi. Sejak pukul 19.00 WIB, penonton sudah mulai memenuhi lapangan di dalam Stadion Kamboja. Konser kedua Ungu di Palembang ini didahului oleh grup band lokal yang mulai “menancapkan kukunya” di blantika musik Indonesia, Kertas Band.

Pukul 19.45 WIB, Ungu tampil di atas panggung berukuran 15x18 meter dengan sound system dan lighting yang mantap. Kemunculan Pasha (vokal), Makki (bas), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum) ini disambut histeris puluhan ribu penonton yang sudah berdesak-desakan di tengah lapangan hingga ke bibir panggung. Bahkan, para penonton yang berada di atas podium rela berdiri menyambut naik panggungnya Pasha dkk.

Ungu langsung menggebrak dengan lagunya pertamanya, Karena Dia Kamu. Lagu ini merupakan single pertama album kedua Ungu dengan tema Tempat Terindah yang dirilis tahun 2004 lalu yang langsung disambut histeris penonton.
Lagu demi lagu dibawakan grup musik anak muda ini seperti Tercipta Untuk Ku, Jika Itu Yang Terbaik, Pilihan Hatimu,  Seperti Yang Dulu,  Aku Bukan Pilihan Hatimu, Sejauh Mungkin, dan Bayang Semu. “Dan demi waktu…” lirik lagu berikutnya, Demi Waktu mampu membius penonton dan mengajak semua penonton berdendang. Tak sedikit dari penonton yang tanpa sadar ikut menyanyikan lagu-lagu dari album pertama dan album kedua Ungu. Mobil pemadam kebakaran yang di-standby-kan di tengah lapangan beberapa kali menyemprotkan air ke arah kerumunan penonton.

Pada pertengahan konser, pagar di pintu masuk sebelah kanan panggung jebol. Ratusan penonton tak bertiket yang tak bisa masuk berusaha merangsek ke dalam stadion. Terjadilah aksi saling dorong antara penonton yang mencoba masuk ke dalam dengan aparat keamanan dan panitia.

Sempat terdengar satu kali letusan senjata api (senpi) petugas yang ditembakkan ke atas untuk mengamankan massa. Setelah itu, petugas pun mengalah dan membiarkan penonton masuk dan bergabung dengan penonton yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam stadion.

Sepuluh lagu yang memang akrab di telinga ini juga membuat ribuan penonton di depan panggung bernyanyi dan melambaikan tangan mengiringi lagu yang dinyanyikan Pasha, sang vokalis. Lagu berjudul Melayang mengakhiri konser yang begitu meriah tadi malam.

Setelah lagu itu, seperti dikomando, penonton menuju lima pintu keluar yang telah disiapkan panitia, tiga di depan stadion dan dua di belakang stadion. Kali ini, aksi desak-desakan di pintu keluar kembali terjadi, bahkan lebih heboh dari saat masuk ke dalam stadion. Himpit-himpitan tak terelakkan. Di depan pintu masuk, terlihat puluhan sandal yang dibuang pemiliknya baik karena lepas maupun putus.

September 7, 2006

Malam Ini, Ungu Gebrak Palembang

Filed under: News

Malam ini pukul 19.00 WIB, grup band Ungu tampil di Stadion Kamboja Palembang. Grup band yang digawangi Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), dan Rowman (drum) ini, merupakan rangkaian tour 40 kota di Indonesia putaran kedua yang diusung Gudang Garam Surya 16 bersama 18 Production Jakarta. Konser di kota Palembang malam ini, merupakan penampilan Ungu yang ketiga setelah diawali kota Dubai (1/9), Pekanbaru (3/9) dan kemarin kota Jambi (5/9).

Dari sejumlah kota yang dikunjunginya, selalu disambut antusias penonton, seperti pada penampilan awal di Dubai dipadati 10 ribu penonton, sedangkan di Jambi  30 penonton.

‘’Ini merupakan konser kelanjutan Gudang Garam pada konser sebelumnya. Kita akan selalu menampilkan grup band terbaik dan popular di kalangan anak muda masa kini. Dan Ungu merupakan pilihan yang tepat bagi para penggemarnya di seluruh tanah air,’’ ujar Ronny Yasuddin dari Gudang Garam Perwakilan Palembang kepada Sumatera Ekspres kemarin.
Konser 40 kota di Indonesia kali ini selain mengusung grub band Ungu, Gudang Garam juga mengusung grup yang cukup fenomenal di kalangan anak muda, yaitu grup SamSons.

‘’Konser ini merupakan putaran kedua setelah sebelumnya sudah digelar pada putaran pertama di kota pulau Jawa dan sekitarnya. Kali ini tour 40 kota termasuk Palembang mendapat kesempatan kunjungan Ungu Band. Sedangkan wilayah Kalimantan menampilkan SamSons.,’’ ujar Rony.

Setelah tampil di Palembang, konser Ungu akan dilanjutkan ke Kediri (15/9) Temanggung (17/9) Surabaya (18/9), dan berakhir di kota Padang (21/9). Berikutnya konser putaran ketiga akan digelar pada Nopember mendatang dengan mengusung sejumlah grup band paling beken tanah air..

Kelompok band yang ngetop dengan hits-nya Melayang, benar-benar akan membikin melayang dengan soundtrack sinetron ABG, plus sederet lagu lain dari album pertama dan kedua Ungu. Beberapa lagu-lagu di album pertama dan keduanya bertitel Tempat Terindah. Salah satu lagu yang juga akan dibawakan adalah ‘Suara Hati’. Single ini dipilih berdasarkan survei yang dilakukan kepada para fans mereka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air.
 ‘’Untuk tiket box akan kita sediakan di venue sekitar pukul 14.00 wib. Kita berharap para penggemar benar-benar mendapat suguhan band yang cukup mengesankan ini,’’ tambah Rony. (*/23

September 6, 2006

Ungu Guncang Jambi

Filed under: Konser

JAMBI - Kerinduan musik para kawula muda Jambi terobati. Lewat aksi panggung yang cukup atraktif, grup band Ungu menguncang Stadion Tri Lomba Juang (KONI) semalam. Konser musik bertajuk Surya 16 Citra Ekslusif Pop Cholic ini sendiri disaksikan tak kurang 30 ribu orang. Alhasil, Stadion kebanggaan masyarakat Jambi ini tumpah ruah.

        Acara yang dijadwakan mulai pukul 19.00 WIB, sempat molor setengah jam. Teriakan penonton memaksa vokalis Ungu, Pasya dan teman-temannya naik panggung, pukul 19.30 WIB. Lewat lagu pertama karena dia kamu, Pasya langsung menyedot penonton hingga ke pinggir panggung. Teriakan penonton semakin menjadi-jadi. Lewat lagu kedua berjudul tak perlu selanjutnya jika itu membuat kawula muda Jambi larut.

    Dipanggung berukuran 15 x 8 meter, sound system 60 ribu MW dan Lighting 120 ribu watt, Ungu berhasil menggairahkan penontonnya. Panggung tersebut dilengkapi dengan 2 unit LCD berukuran 4 x 6 m dan 3 unit LCD berukuran 3 x 6 m, yang menambah semaraknya konser musik ini.

    Lagu melayang merupakan tembang pamungkas dalam penampilan Ungu kemarin. Sekitar pukul 21.20 WIB, Pasya mengakhiri lagunya. "Saya harap tidak terjadi insiden saat pulang nanti, sebaiknya sabar, tunggu keadaan sepi dulu,"kata Pasya mengakhiri penampilannya di Kota Jambi. Kota Jambi merupakan kota ke sembilan dari tiga puluh kota yang akan didatangi oleh band Ungu.

    Menurut panitia Monitoring Even dari Kediri, Sigid S, penonton yang hadir melebihi target. Pernyataan ini juga datang dari panitia lain, Agus. Menurutnya, target mereka dalam acara ini sekitar 15 ribu orang, dalam kenyataannya jumlah orang yang hadir melebihi target yang mereka perkirakan. "Ini melebihi target kita, saya berani bilang jumlah pengunjung malam ini sekitar 30 ribu orang,"ungkap Sigid dengan nada penuh semangat. Sampai akhir acara, tidak terjadi insiden apapun, dan ini dibenarkan oleh EvenOrganizer (EO) lokal, Iwan. "Tidak terjadi apa-apa dalam konser band Ungu yang kami adakan,"ucap Iwan usai konser.

September 5, 2006

Khawatirkan dengan kesuksesan

Filed under: News

BEBERAPA tahun yang lalu, Ungu belumlah seperti sekarang. Mereka masih dikategorikan sebagai band kelas dua. Terbentuk pada bulan Desember 1996 band ini butuh waktu 10 tahun untuk bisa menjadi salah satu band papan atas di Indonesia.

Adalah album terakhir mereka bertitel Melayang yang membawa hoki terbesar bagi mereka. Sebelumnya masalah intern lebih banyak mereka hadapi. Itu pulalah yang menjadi salah satu halangan bagi mereka untuk menjadi sebuah band yang besar.

Band yang diusung oleh Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Onci (gitar) dan Rowman (dum) tersebut saat ini boleh dibilang menjadi salah satu band favorit anak muda. Lagu-lagu dalam album terbaru mereka seperti Semua yang tlah berakhir dan Demi waktu menjadi lagu yang mencetak hits dan membawa sukses besar bagi ke lima musisi handal ini.

Sukses yang mereka peroleh ternyata bukan berdasarkan keberuntungan belaka. Menurut Pasha, ini adalah hasil kerja keras dari seluruh kru. ”Kami banyak belajar dari album-album terdahulu. Satu pelajaran berharga yang kami dapatkan adalah bahwa album yang bagus itu adalah album yang song oriented. Artinya lagu-lagunya harus lebih enak didengarkan, bukan sekedar bagus saja, ” ujar Pasha.

Puncak popularitas yang mereka dapatkan saat ini pada akhirnya menjadi kekhawatiran sendiri bagi anak-anak Ungu. Maklum saja, pengalaman gonta-ganti personil pernah membuat mereka menjadi band yang tidak berdaya. Oleh karena itu masing-masing personel berusaha keras untuk menjaga keutuhan band ini. Caranya tentu saja dengan memegang komitmen untuk terus bisa membesarkan Ungu bersama-sama.

Tidak heran jika latihan rutin bersama masih terus mereka lakukan di sela-sela kesibukan mereka manggung di konser-konser yang menyertakan mereka sebagai bintang tamunya. Ketika band ini berkunjung ke kota Semarang beberapa waktu yang lalu, kekompakan mereka dalam menjalin komunikasi di atas panggung terlihat sangat bagus.

Kekuatan lain yang mereka miliki adalah penguasaan panggung yang luar biasa. Dengan mengusung lagu-lagu romantis, tidak jarang mereka membuat kejutan bagi penonton mereka. Jadi wajar saja band ini begitu digilai oleh anak muda terutama para gadis ABG.

September 4, 2006

Surya 16 Gelar Konser Ungu di Palembang

Filed under: News

Grup band Ungu dalam waktu dekat ini bakal menggebrak Palembang lewat konser yang diusung Gudang Garam Surya 16, Kamis (7/9) pukul 19.00 Wib di Stadion Kamboja Palembang. Konser ini merupakan rangkaian tour 40 kota di Indonesia putaran kedua dengan memboyong Ungu dan SamSons.Menurut Ronny Yasudin, General Manager PT Gudang Garam Perwakilan Palembang, untuk wilayah Sumatera, mendapat giliran konser Ungu, sedangkan wilayah Kalimantan menampilkan SamSons.

    ‘’Konser ini merupakan putaran kedua setelah sebelumnya sudah digelar pada putaran pertama di kota pulau Jawa dan sekitarnya. Kali ini tour 40 kota termasuk Palembang mendapat kesempatan kunjungan Ungu Band,’’ ujar Rony kepada Sumatera Ekspres kemarin.

    Konser diawali di kota Dumai pada 1 September lalu, kemudian merambah Pekanbaru (3/9), Jambi (5/9), Palembang (7/9), Kediri (15/9) Temanggung (17/9) Surabaya (18/9), dan berakhir di kota Padang (21/9). Sedangkan konser putaran ketiga akan digelar pada Nopember mendatang.

    ‘’Pemilihan Band Ungu ini karena penampilannya yang cukup menarik. Pada konser yang diawali di kota Dumai, mendapat sambutan yang luar biasa dari penonton, yaitu sekitar 10 ribu penonton memadati lapangan konser,’’ jelas Rony.

Kelompok band yang digawangi Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), dan Rowman (drum) ini, benar-benar akan membikin melayang dengan soundtrack sinetron ABG, plus sederet lagu lain dari album pertama dan kedua Ungu. Apalagi, konser ini digelar di stadion yang memiliki kapasitas penonton cukup banyak.

Menurut Rony, sebelum Ungu tampil, konser akan diawali dengan penampilan grup band pembuka yaitu Kerta band yang akan tampil di atas panggung berukuran 15X18 meter dengan soundsystem dan lighting ratusan watt. Semua peralatan konser diusung langsung dari Jakarta oleh 18 Production selaku Even Organizer konser Surya 16 Citra Eksklusif ini.

Rangkaian konser di sejumlah kota, Ungu akan membawakan lagu-lagu di album pertama dan keduanya bertitel Tempat Terindah. Salah satu lagu yang juga akan dibawakan adalah ‘Suara Hati’. Single ini dipilih berdasarkan survei yang dilakukan kepada para fans mereka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air.

Tampilan Ungu bakal diwarnai dengan variasi aksi akustik Enda dan Onci juga Pasha yang kemudian disambung aksi basis Makki yang juga motor group ini bersama Rowman pada drum.

‘’Untuk tiket box akan kita sediakan di venue sekitar pukul 14.00 wib. Kita berharap para penggemar benar-benar mendapat suguhan band yang cukup mengesankan ini,’’ tambah Rony.

Ungu Pukau Warga Dumai

Filed under: News
GRUP musik yang lagi naik daun dan lagu-lagunya sangat digemari semua kalangan, khususnya kawula muda ini untuk pertama kalinya tampil di Kota Dumai, Jumat (1/9). Konser yang berlangsung di Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas, Dumai, penuh sesak dijejali penonton yang mayoritas anak-anak muda.
 
Sebanyak 12 lagu dari album grup band Ungu yang terdiri dari Pasha sebagai vokalis, Enda pada gitar, Makki pada bass, Onci pada gitar dan Rowman ini, melantunkan lagu-lagu yang ada di album mereka seperti, ‘Karena Kau’, ‘Demi Waktu’, ‘Seperti yang Dulu’, ‘Aku Bukan Pilihan Hatimu’, ‘Sejauh Mungkin’, ‘Berikan Aku Cinta’, ‘Berjanjilah’, ‘Takkan Terulang’, ‘Melayang’, ‘Bayangan Semu’, ‘Dari Satu Hati’ dan ‘Takan Terlupakan”.

Terlihat penonton yang berjumlah ribuan orang yang memadati arena konser, terlihat histeris setelah satu persatu lagu-lagu yang dilantunkan oleh vokalis Ungu. Dengan penuh sesak penonton yang hadir, tidak membuat para penonton yang rata-rata cewek-cewek ini, tetap ikut bersama bernyanyi.

Dengan penjagaan ketat pihak keamanan yang terdiri dari Polresta Dumai dan Satpol PP itu, terlihat mulai dilakukan sejak pukul 18.00 WIB. Bahkan untuk berada di tempat terdepan, para penonton telah berdatangan sejak awal.

Bahkan untuk menghindari hawa panas akibat desakan penonton, terlihat pula mobil air dari pemko Dumai menyemprotkan air berkali-kali kearah penonton, situasi ini semakin membuat penonton tambah bersemangat untuk berteriak sambil menyebut-nyebut nama Ungu. Bahkan seorang gitaris Ungu, membuka baju dan melemparkan bajunya kearah penonton.

Lantunan lagu yang dinyanyikan secara menerus ini, menghabiskan waktu lebih kurang dua jam pada konser tersebut. Akhirnya, dipenghujung acara konsernya, Pasha sanga vokalis mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh fans dan masyarakat Dumai yang telah hadir dengan mengikuti konser tersebut dengan tertib.

Riskan dengan narkoba, Pasha ‘Ungu’ didampingi keempat rekannya yang lain mengatakan, kawula muda begitu riskan sekali dengan permasalahn narkoba yang kian marak. Untuk itu lewat musik yang dipersembahkan tersebut juga tak lupa menitipkan pesan sosial dan anti narkoba.

‘’Kita harapkan ya anak muda jangan dekati narkoba lah, karena emang imbasnya sangat besar sekali dan fatal. Apalagi generasi muda yang masih sekolah yah jangan sampailah, efeknya ke segala sisi pokoknya kasian deh kalau yang kena dan make narkoba,’’ ujar sang voklis, Pasha, menjawab Dumai Pos di Hotel Comfort, petang menjelang konser.

Kemudian Onci menambahkan, daripada memakai narkoba lebih baik kawula mengembangkan potensi diri, barangkali dengan bermain musik. ‘’Kalo ada bakat ya diperjuangkanlah jangan gampang mneyerah dan mengalah tapi terus berusaha hingga tujuan tercapai dengan maksimal,’’ tuturnya dalam nada santai. (rio/des)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham