UNGU: Jangan Sebut Kami Pendakwah!
Tuhan adalah sesuatu yang diyakini. Tuhan adalah sesuatu gaib yang ada dan diyakini. Tuhan adalah nyawa. Tuhan adalah guide yang membawa hidup ke arah lebih baik. Tuhan adalah good idea. Ya, Tuhan memang bisa diterjemahkan dalam banyak hal. Tapi itulah cara personil UNGU menggambarkan keberadaan Tuhan. "Saya percaya Tuhan itu ada," tegas Makki, Onci, Pasha, Enda dan Rowman ketika berbincang dengan TEMBANG.com di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis [28/9/2006].
UNGU sedang tidak mencoba menjadi sufi, ustadz atau dai, mereka menjawab pertanyaan TEMBANG.com tentang gambaran Tuhan di mata anak band. Apalagi kemudian dikaitkan dengan rilisan album UNGU ‘SURGAMU’ yang dikategorikan album rohani. "Kami tidak sedang menjadi dai, penceramah atau ustadz. Kami tetap musisi yang menyampaikan lagu yang kebetulan liriknya religius dengan cara kami," tegas Makki ketika bercerita soal album religi UNGU yang pertama ini.
Meski respon atas lagu rohaninya cukup bagus, UNGU menolak jika dianggap sedang berdakwah. "Kami hanya menyampaikan sebuah proses saja lewat lagu," jelas Makki lagi. Menurutnya, lagu-lagu di album ini memang bertema religius, tapi kita tidak ingin orang lupa kalau itu lagu UNGU. "Makanya kita kemas dan nyanyikan dengan cara Ungu," tambah Pasya.
Bicara soal album rohaninya, memang sesuatu yang baru buat band ini. Tak heran, mereka cukup berhati-hati menjawa setiap pertanyaan. Apakah ada korelasi album, religiusitas dan pertobatan? "Menurut saya sih memang sangat berkorelasi," celetuk Onci. Menurut mantan gitaris Funky Kopral ini, religiusitas adalah suatu sikap manusia yang tidak perlu ditonjolkan.
Single ‘Surgamu’ diciptakan oleh Enda. Menariknya, lagu ini diawali dari sebuah pertanyaan dasar, diarahkan kemana hidup ini? "Saya juga sering bertanya, untuk apa puasa di bulan ramadhan ini. Ngapain puasa kalau kita tidak tahu maknanya," jelas cowok berdarah Manado ini kalem. "Hidup itu intinya mencari," ujarnya mencoba berfilosofi.
Membuat album religius, diakui atau tidak membawa membawa tanggungjawab yang tidak ringan. UNGU sangat menyadari hal itu. Lalu bagaimana seaindainya fans menuntut personil UNGU lebih bersikap santun usai merilis album religius. "Buat saya kok naif sekali kalau ada tuntutan seperti itu. Ini hanya bagian dari sebuah proses," sergah Makki. "Kalau ada fans bertanya, saya akan menjawab mereka harus tahu proses pembuatan album rohani itu sendiri. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dijelaskan," sambung Makki. "Kalau tidak ada yang tanya, menurut saya sih semuanya baik-baik saja," tandasnya.
Mungkin tak cuma UNGU yang berproses mencari Tuhannya [dengan lebih baik]. Album ‘Surga-Mu" hanya salah satu proses pencarian itu. Dan itu mungkin juga sedang dilakukan oleh band-band lain yang sedang ngetop. Soal pencarian itu menemukan makna atau sekedar menjadi jembatan aji mumpung, itu bukan urusan kita lagi. [joko/foto: istimewa]
