Tempat Terindah Ungu

October 10, 2006

ungu: mengucap syukur lewat album surgaMu

Filed under: News

belum tiga minggu diluncurkan, album Ungu berjudul SurgaMu, sudah terjual hampir 200 ribu keping. Ini prestasi luar biasa mengingat SurgaMu, album debut Pasha (vokal), Enda (gitar), o­nci (gitar), Makky (bas), dan Rowman (dram) di kancah musik religius. "Kami bersyukur bisa menjual sebanyak itu dalam waktu relatif singkat. Padahal, kami tidak pernah membuat target (album) harus terjual banyak. Tugas kami ‘kan cuma buat lagu dan menyanyi,“ kata Enda merendah. Kendati SurgaMu menguntungkan dari sisi komersial, bukan tujuan utama Ungu merilisalbum religius ini. o­nci menjelaskan, SurgaMu sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian besar yang mereka raihdi dunia musik. “Kami sudah diberi berkah yang luar biasa. Kami mengucapkan rasa syukur dengan lahirnya album ini,” paparnya. Ungu memang patut bersyukur. Setahun belakangan ini, mereka memang dianugerahi banyak anugerah besar. Album ketiga mereka, Melayang, sampai kini sudah terjual sampai satu juta keping. Jadwal manggung mereka pun sangat padat.

Ide membuat album religius datang dari perusahaan rekaman mereka bernaung, Pro Sound. Ide itu disambut hangat anggota Ungu. Enda tak menolak, album religius disebut aji mumpung. Cuma, aji mumpung dalam artian Ungu punya kesempatan untuk membuat lagu-lagu religius. "Mungkin, banyak band yang memiliki lirik religius yang baik dan lebih bagus dari Ungu, tapi mungkin belum punya kesempatan,” papar Enda. Buat personel Ungu, susah-susah gampang membuat album religius. “Proses penciptaan lagu sih seperti lagu lainnya. Namun saat masuk ke lirik harus hati-hati. Maklum, soal agama sangat sensitif. Salah sedikit saja bisa gawat dampaknya,” tambah Enda yang kreator sebagian besar hits Ungu.

Materi album religius Ungu dikumpulkan di sela-sela kesibukan tur. Ada 10 lagu yang terkumpul. Namun, karena jadwal tur Ungu sangat padat plus Ramadhan yang makin mendekat, tak semua lagu bisa masuk album SurgaMu. “Kalau semua lagu direkam takutnya tak maksimal. Akhirnya diputuskan membuat album mini. Empat lagu buatan sendiri, yang satu lagi lagu Shalawat yang diaransemen ulang," kata Enda lagi. Bapak satu anak ini menambahkan, 5 lagu di album ini direkam di sela-sela jadwal mereka yang padat. “Kami menyelesaikan album ini selama lima hari saja. Tiga hari buat rekaman di studio, sisanya buat mixing dan mastering. Pokoknya ngerjainnya serba ngebut deh,” ucap Enda lagi.

Meski dikerjakan secara terburu-buru, Ungu menjamin, album ini tak kalah secara kualitas dengan album yang lain. “Meski dikerjakan buru-buru semua lagu kami kerjakan semaksimal mungkin,” akunya. Omong-omong, lalu di mana sisa lagu yang tercipta? “Kami simpan. Rencananya bakal kami masukan dalam album repackage SurgaMu. Mudah-mudahan Ramadhan tahun depan album itu bisa dirilis,” harap Enda.

Lima lagu di album ini ditulis Enda dan Pasha. Dua lagu, Doa dan SurgaMu, dibesut Enda. Singel SurgaMu dijadikan sebagai singel perdana album ini. “Lagu dan liriknya cuma saya bikin selama beberapa menit saja. Ini persis seperti waktu bikin lagu Demi Waktu. Nggak ada kesulitan,” papar Enda. Lewat lagu Doa, Enda mengajak pendengarnya untuk berdoa pada Sang Pencipta. “Doa lagu tabungan saya. Buatnya sudah lama,” sergahnya lagi.

Dua lagu lainnya, Andai Kau Tahu dan Selamat Lebaran dibuat Pasha, sang vokalis. “Andai Ku Tahu bertutur soal kegalauan manusia pada kematian,” ucap Pasha. Di tembang ini Pasha banyak menggunakan lirik Tuhan. Itu dilakukannya agar tak terdengar eksklusif. Artinya, lagu ini bisa didengar siapa saja. Tembang yang dibuat Pasha selama satu setengah jam ini bakal dicalonkan sebagai singel kedua album ini. Tembang besutan Pasha lainnya, Selamat Lebaran, berisi kerinduan merayakan lebaran di kampung halaman. Lagu ini tercipta lantaran ia terinspirasi suasana lebaran di kampung halamannya. “Sisanya, Shalawat, merupakan tembang ciptaan NN (No Name-red),” sebut Enda. Maksud Enda, tembang itu tak diketahui siapa penciptannya.

Dari segi musik, SurgaMu sebenarnya tak banyak berbeda dengan album lain. "Secara musik, lagu-lagukami tidak ada bedanya dengan lagu pop Ungu. Perbedaan yang signifikan hanya pada lirik yang bertema religius," kata Pasha. Jika ada sedikit beda, itu pada penggunaan perkusi yang terdengar seperti rebana pada lagu Selamat Lebaran.

Penggunaan perkusi itu, menurut Pasha, sekadar untuk mendapatkan efek suasana takbiran."Untuk lagu religius kami tidak menggunakan musik padang pasir. Kami tak mau memainkan sesuatu yang tidak bisa kami mainkan," kata Pasha. Perbedaan lainnya, penggunaan koor anak-anak di beberapa lagu. “Kami sengaja menampilkan suara ana-anak. Tujuannya, agar anak-anak dengar lagu ini. Kami ingin mereka mencintai lagu-lagu kami ini,” cetus Enda lagi. Yang mengisi suara anak-anak itu adalah murid sekolah vokal Bina Vokalia. Semua lagu-lagu di SurgaMu sudah dipesan rumah produksi dan stasiun televisi buat dijadikan theme song. Rumah produksi Sinemaart memesan SurgaMu sebagai theme song sinetron Menggapai SurgaMu. Andai Ku Tahu dan Selamat Juga sudah dipesan Sinemaart. Lagu Shalawat dijadikan tema lagu promo acara Ramadhan di Indosiar






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham