Tempat Terindah Ungu

October 30, 2006

Ungu Pukau Makassar

Filed under: Konser

MAKASSAR, KCM–Kelompok Band Ungu berhasil memukau ribuan Cliquers Ungu–sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut–dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam tadi.

Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka.  

Ungu yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman  (drum) serta Oncy (gitar), berhasil membawa penonton pada suasana yang begitu hangat dan bersahabat. Pasha tampil menjadi juru kunci yang mampu membawa suasana pada keakraban. Maklumlah, meski bukan orang asli Makassar, toh darah Sulawesi mengalir deras dalam tubuhnya. Itulah yang membuat tak ada jarak dengan para Cliquers Ungu di Makassar.

Lagu Tak Perlu menjadi lagu pembuka penampilan Ungu malam tadi. Tentu saja, lagu tersebut tak lah asing buat penggemarnya di Makassar. Mereka pun langsung berjingkrak sembari melantunkan bersama-sama dengan penuh suka cita.

Satu jam Ungu tampil memukau. Tak hanya Tak Perlu, mereka juga membawakan lagu-lagu yang kini begitu akrab di telinga kita. Sebut saja, Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan  Pilihan, Selamat Lebaran dan Surgamu.

Selain Ungu, hadir pula kelompok band Garasi, yang membawakan empat buah lagu. Masing-masing, Bukan, DKAD, Diam dan Khilaf. Sayangnya, aksi panggung mereka sempat ternoda oleh gangguan sound system.

Saat membawakan lagu kedua, tiba-tiba saja sound system mati. Kelompok yang salah satunya digawangi aktor muda berbakat Ferdi Nurul itu, terpaksa terhenti hingga  30 menit lamanya. Sontak saja, hal tersebut sempat diwarnai beberapa aksi pelemparan ke atas panggung.

Bagi Garasi dan Ungu, inilah konser ketiga mereka, setelah sebelumnya tampil  di Medan dan Serang. Di dua tempat tersebut  sambutannya pun tak kalah meriah. "Di Serang penontonnya paling membludak, kami baru bisa keluar setelah tertahan sampai 4 jam," ujar Ferdi Nurul.

Dikatakan Lingkan Diana  Bolang dari 18 Production, di Serang penonton ditaksir mencapai  25 ribu orang. "Kalau di Medan setidaknya lebih dari 10 ribu orang yang hadir," katanya.

Konser Salam Lebaran yang diselenggarakan Gudang Garam dengan 18 Production ini, digelar di 12 kota, sedari tanggal 27 hingga 29 Oktober. Pada hari yang sama ini, konser Salam Lebaran juga digelar serentak di empat kota lainnya yakni, Palembang yang menghadirkan Ari Lasso dan Tipe X, Banjarmasin (Radja dan Utopia), dan Surabaya (Samsons dan Caffein).     

Ungu: Diusir dari Istana Wapres, Kami Terhina!

Filed under: News

Jakarta, BT dan merasa terhina, itulah yang dirasakan para personel Ungu saat diusir dari Istana Wapres Jusuf Kalla. "Kita udah capek-capek, nggak boleh masuk," gerutu Enda gitaris Ungu.

Diceritakan Enda, ia dan rekan-rekannya di Ungu sudah mendengar dari jauh-jauh hari soal undangan datang ke Istana Wapres pada Senin (30/10/2006) ini. Ungu diundang dalam rangka menerima penghargaan sebagai band yang menginspirasi anak muda untuk lebih dekat ke Tuhan. Seperti diketahui, saat Ramadan lalu, band dengan personel Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman itu merilis album religi bertajuk ‘Surga Mu’.

Merasa bangga dengan undangan tersebut, Ungu yang tengah menjalani tur di Sulawesi rela meninggalkan tur tersebut untuk datang ke Istana Wapres. Ungu berangkat ke Jakarta dari bandara Hasanudin Makasar pada pukul 04.30 WITA. Mereka hanya sempat tidur beberapa jam karena sebelumnya baru selesai manggung pada pukul 00.00 WITA.

Dengan pakaian seadanya begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, Pasha dan kawan-kawan langsung meluncur ke Istana Wapres di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Agar terlihat lebih rapih, pihak manajemen Ungu sudah menyiapkan jas untuk keenam cowok pemilik hits ‘Demi Waktu’ itu.

"Memang diundangannya diminta pakai batik. Tapi kita minta kelonggaran dan pihak panitia sudah mengizinkan kita tampil apa adanya aja yang penting kelihatan rapih," urai Enda saat dihubungi detikhot Senin (30/10/2006).

Dengan penuh percaya diri berbekal jas dan celana jeans, para personel Ungu pun masuk ke Istana Wapres. Namun ternyata sesampainya di pintu masuk acara yaitu ruang auditorium, Paspampres melarang mereka masuk.

"Sedikit disesalkan soalnya mereka agak sedikit keras," ucap Enda lagi.

Tanpa banyak basa-basi karena merasa terhina, Enda dan kawan-kawan langsung balik kanan begitu Paspampres melarang mereka masuk. "Kita udah nggak mau balik lagi walaupun sebenarnya bisa. Kita udah BT dan merasa terhina," lanjutnya.

Atas insiden pengusiran tersebut menurut Enda, pihak panitia sudah melayangkan permintaan maaf pada ia dan teman-temannya. "Ini pengalaman baru buat kita. Ternyata kalau mau bertemu siapapun harus bermodalkan sesuatu," ujar Enda memetik hikmah dari insiden pengusiran yang dialaminya.

Masuk Istana Wapres, Ungu Diusir!

Filed under: News

Jakarta, Grup band yang tengah naik daun Ungu ketiban sial. Senin (30/10/2006), band penembang ‘Demi Waktu’ itu diusir saat hendak memasuki Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kok?

Ungu datang memenuhi undangan sebagai salah satu band yang ikut menerima penghargaan dari pemerintah dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Para personel Ungu, Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman tiba di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat akan memasuki gedung auditorium tempat acara berlangsung, enam cowok tersebut dihadang petugas Paspampres. Keenamnya dilarang masuk ke arena acara karena memakai celana jeans. Sekadar informasi, di lingkungan Istana Wapres memang ada peraturan tertulis kalau setiap orang harus memakai pakaian rapih dan sopan.

Tak tahu harus berkata apa, tanpa perlawanan para personel Ungu pun pasrah. Dengan sedikit kesal dan tak mengeluarkan komentar apapun, Pasha dan kawan-kawan pergi meninggalkan Istana Wapres.

Senin (30/10/2006), Ungu bukan satu-satunya band yang bertandang ke kantor Wapres. Ada juga grup band Cokelat dan personel Sheila On 7, Erros. Mereka diundang untuk menerima penghargaan karena telah menciptakan dan mempopulerkan lagu ‘Bendera’ yang membangkitkan rasa nasionalisme.

Penghargaan diserahkan oleh Menpora Adhyaksa Dault kepada Erros dan vokalis Cokelat Kikan. Penyerahan penghargaan tersebut juga turut disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla.

Salah Kostum, Ungu Ditolak Istana Wapres

Filed under: News

Sial betul nasib grup band Ungu. Pertama kali bertandang ke istana wakil Presiden, eh mereka ditolak. Kenapa tuh? Apa mereka salah sebut nama wakil presiden kayak Mulan? Oh bukan, ternyata lima anak muda ini saltum alias salah kostum!

Ceritanya, Ungu bakal menerima penghargaan ‘inspiring album’ atas album religi ‘SurgaMu’ di hari sumpah pemuda ini. Sendirian, ada juga Cokelat dan Eross ‘SO7’. Penghargaan itu akan diberikan pagi tadi (30/10) di istana wakil presiden Jusuf Kalla. Maka berangkatlah Ungu dari Makassar, lokasi terakhir tur ‘Konser Salam Lebaran’.

Perjuangan pagi buta terbang ke Jakarta berbuah penolakan. Ungu benar-benar kaget ketika ‘diusir’ dari istana. Pasalnya mereka mengaku sudah konfirmasi dulu sebelum datang dengan stelan jas, t-shirt dan jeans. “ Kita lagi ditengah tur dan bela-belain pulang ke Jakarta karena undangan ini, kita sempat mampir ke penyewaan jas agar terlihat lebih pantas,” ungkap Makki, bassist Ungu saat dihubungi KG.

Siap dengan jas, mereka melaju menuju istana Wakil Presiden untuk menerima penghargaan atas album religi ‘SurgaMu’. Bukan sambutan hangat yang didapat, malah penolakan. “Dengan sangat jelas protokolernya mengatakan bahwa kostum kami berlima tidak pantas untuk dilihat Wapres” imbuh Makki.

Kontan Pasha, Oncy, Rowman, Enda dan Makki kaget. “Memang diundangannya tertulis mengenakan kemeja batik, tapi kita udah konfirmasi menjelaskan kondisi kita, dan katanya boleh,” terang Makki. Eh, pintu pertama sih lolos, pas pintu kedua. Dengan sikap -yang digambarkan- seperti majikan dan bawahan mereka menolak Ungu.

Ditolak masuk, Ungu pun memutuskan untuk pulang. Terima kasih untuk penghargaannya, tapi siapa yang mau menerima? Tidak satupun wakil mereka masuk.

“Kita berterima kasih dengan penghargaannya, enggak semua band mendapat kesempatan itu,” tutur Makki tulus. Tapi, dia pun berharap agar birokrasi di kalangan internal istana diperbaiki. “Kalo boleh ya boleh, enggak ya enggak,” cetusnya. Oke dah, sabar aja.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham