Tempat Terindah Ungu

October 31, 2006

Ungu Diusir!

Filed under: News

Lantaran memakai celana jins, grup band Ungu diusir dari Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/10). Padahal, mereka datang ke sana karena diundang mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-78. Personel Ungu mengaku kecewa dan sakit hati. 

Padahal di acara itu Ungu akan menerima penghargaan, karena album religi mereka, SurgaMu. Ungu dianggap sebagai band yang bisa menginspirasi generasi muda. Penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga itu sedianya akan diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain Ungu, band Cokelat dan Eross Chandra "Sheila on 7" juga menerima penghargaan serupa.

"Jelas kami kecewa. Impian kami untuk bertemu Bapak Jusuf Kalla kandas. Padahal, kami sudah membayangkan akan bersalaman, berfoto bareng, minta tanda tangan, dan lain-lain. Apalagi karena kami mengagumi beliau, jadi kami sedih karena impian itu tidak tercapai," kata Pasha, vokalis Ungu kepada Warta Kota, di kantor Trinity Optima, Senin (30/10).

Ungu bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jins, sebab sebelum datang ke acara itu, mereka sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya asal rapi. "Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi," kata Pasha.

"Kalau saja panitia menegaskan kami harus tampil dengan celana kain dan baju batik, pasti juga kami bela-belain pakai baju itu. Tapi, mereka kan sudah bilang kami tidak harus mengubah identitas berbusana kami," tambah Makki.

Lima personel Ungu, Pasha, Makki (bas), Rowman (drum), Onci (gitar), dan Enda (gitar), kemudian diminta pulang oleh petugas protokoler di Istana Wapres. Impian untuk mendapat penghargaan langsung dari tangan Wapres, Jusuf Kalla pun buyar.  "Kalau tidak disebut diusir, kami diapakan ya? Ya datang ke rumah orang tapi tidak boleh masuk bisa dibilang apa? Petugas protokoler bilang, kami enggak bisa masuk karena pakai jins, mereka bilang kami pulang saja ya sudah kami pulang," kata Pasha.

Sakit hati
Menurut Cita, manajer Ungu, yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa sebenarnya para personel Ungu dapat memaklumi aturan protokoler kepresidenan tersebut. Namun, kata Cita, anak-anak Ungu merasa sakit hati karena cara petugas protokoler yang terlalu kasar saat meminta mereka keluar karena mengenakan celana jins yang dianggap tidak sopan. "Cuma itu (teguran yang terlalu keras–Red) yang disesalkan sama anak-anak. Terlalu kasar. Apalagi pengusiran itu dilakukan di depan tamu undangan lain. Ya sudah, mau bagaimana lagi," ujar Cita.

Sebenarnya, Pasha bisa masuk Istana karena ia memakai celana dari bahan katun. Tapi, karena Ungu adalah band, ia menolak masuk sendirian. Ia memilih bersama rekan-rekannya. "Trus waktu kami sudah jalan pulang, ada dua petugas mengejar. Mereka meminta kami tidak pulang dulu, tapi kami sudah telanjur masuk mobil dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak kembali ka sana," ungkap Pasha.

Ungu mengaku kecewa berat apalagi karena mereka sudah bela-belain pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi. Makki bilang, mereka tidak tidur sehabis konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00. "Kekecewaan kami karena cara panitia tidak mengizinkan kami masuk yang kurang enak. Masalahnya, di pintu pemeriksaan pertama, kami sudah bisa masuk, di pintu kedua kami sama sekali tidak bisa masuk. Artinya, ini tidak ada koordinasi antarmereka. Kalau mengurus hal seperti ini saja mereka tidak mampu, bagaimana mengurus hal lain yang lebih besar?" ungkap Makki.

Tapi, Ungu mengaku mereka juga mendapat pelajaran berarti dari peristiwa itu. Kata Pasha, "Kami mendapat pelajaran untuk tidak bermimpi masuk istana tanpa celana kain. Tanpa baju batik."

Meski demikian, Ungu mengaku bersyukur mendapat penghargaan dari pemerintah. Mereka bangga karena artinya kerja keras mereka di bidang seni mendapat perhatian dari pemerintah. "Sayangnya kami tidak bisa menerima langsung penghargaan itu. Kami juga belum tahu apakah penghargaan itu tetap akan kami terima. Kalau ya, paling juga dikirim," kata Pasha.

Setelah insiden itu, Ungu akan kembali ke Sulawesi. Mereka masih harus menyelesaikan tur ke lima kota di sana. (sra/kin)

Seruan Damai Ungu

Filed under: News

Niat baik bisa disampaikan siapa saja, lewat media apa saja. Ungu, misalnya, tahu betul bagaimana menyampaikan salam perdamaian lewat aksi panggung.

"Konser Salam Lebaran" di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam, menempatkan band yang diawaki Pasha, Oncy, Makki, Rowman, dan Enda sebagai pemuncak acara. Saat itulah mereka tak cuma unjuk kebintangan. Mengetahui sekitar 10.000 penonton mengelu-elukan mereka, Pasha, vokalis yang jadi motor grup itu, menyeru salam perdamaian.

‘’Apa karebo Makassar? Malam ini, semoga saudara-saudara kita yang melakukan perundingan damai di Poso, Sulawesi Tengah, mencapai kesepakatan. Jadi, tak ada lagi pertikaian antara umat Islam dan Kristen,'’ ujar dia dari atas panggung.

Tanpa komando, Cliquers atau pencinta Ungu  berseru, ‘’Amin!'’ Sejurus kemudian, Pasha melantunkan tembang ‘’Tak Perlu'’ dalam konser yang juga menampilkan Garasi sebagai grup pembuka itu.

Aksi Ungu di Kota Butta Anging Mammiri itu adalah pemuncak "Konser Salam Lebaran" yang digelar tiga hari berturut-turut 27, 28, dan 29 Oktober. Pada malam bersamaan di Palembang tampil Ari Lasso dan Tipe-X, Surabaya Samsons dan Caffeine, serta Banjarmasin Radja dan Utopia.

Sangat Dikenal

Ungu yang tampil di Makassar boleh berbangga diri. Bukan cuma lantaran tembang mereka, seperti Berikan Aku Cinta, Andai Ku Tahu, Tercipta untukku, Selamat Lebaran, Surga-Mu, Sejauh Mungkin, Aku Bukan Pilihan, dan Bayang Semu, sangat dikenal para pencinta.

Namun, karena konser yang digagas Gudang Garam dan 18 Production itu tak ubahnya karaoke massal. Seruan damai dari atas panggung pun kian mengundang simpati mendalam dari para pemuja mereka.

Pada saat konser di Lapangan Karebosi, di Poso, Sulawesi Tengah, berlangsung kesepakatan damai yang digagas Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dengung kesepakatan damai pun menguar hingga ke seluruh wilayah Sulawesi. Tdak mengherankan jika semua lapisan masyarakat berdoa agar kerusuhan segera usai di tanah Bugis.

‘’Seruan damai Pasha dan Ungu dalam konser ini sangat menyejukkan,'’ ujar Lingkan Diana Bolang dari 18 Production.

Dia menuturkan hampir semua penampil dalam konser setiap tahun untuk menyambut Idul Fitri itu menyerukan perdamaian. Ya, Iwan Fals, Slank, Cokelat, Radja, Pas Band, Ada Band yang tampil di 12 kota, termasuk di Tegal, menyerukan salam perdamaian.

Di belakang panggung, ketika jam menunjukkan pukul 22.00 Wita, Pasha yang berpeluh menyatakan harapan, semoga perdamaian di Poso menjadi nyata. ‘’Kami cuma mampu berdoa. Namun, bukankah doa juga yang mampu membuat sesuatunya menjadi nyata?'’

Ungu Diusir dari Istana Wapres

Filed under: News

Pakai Jins, Dianggap Langgar Protokoler
Puncak perayaan Hari Sumpah Pemuda di Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla di Merdeka Selatan, Jakarta, kemarin menyisakan rasa sakit hati di benak para personel
Ungu. Grup band yang namanya sedang melejit itu seharusnya datang untuk menerima salah satu penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Tapi, mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa, bahkan sebelum acara dimulai.

Penyebabnya, tutur Cita, manajer Ungu, pakaian yang dikenakan Pasha, Enda, Rowman, Makki, dan Oncy, dinilai tidak memenuhi aturan protokoler. Alhasil, baru memasuki areal istana, mereka langsung "dipersilakan" keluar oleh beberapa petugas berpakaian safari.

Cita yang pada kesempatan itu ikut mendampingi Pasha dan teman-teman sebenarnya dapat memaklumi larangan tersebut. Namun, tutur Cita, anak-anak Ungu merasa sakit hati dengan cara petugas yang dianggap terlalu kasar saat meminta mereka pergi.

"Cuma, teguran yang terlalu keras disesalkan sama anak-anak. Terlalu kasar. Sudah gitu, di depan tamu undangan lain. Tapi, mau bagaimana lagi," sesal Cita saat dihubungi kemarin.

Sebetulnya, menurut Cita, personel Ungu berusaha tampil sopan ke acara yang juga dihadiri beberapa pejabat tinggi negara tersebut. Namun, keadaan tidak memungkinkan mereka untuk berpakaian "sempurna".

Sehari sebelum acara, Minggu lalu (29/10), Ungu masih harus show di Makassar. Untuk memenuhi undangan di Istana Wapres tersebut, Ungu sengaja terbang ke Jakarta menggunakan pesawat paling pagi. "Sampai di Jakarta sudah pukul delapan. Jadi, nggak sempat pulang untuk mengambil baju," jelas Cita.

Karena itu, Ungu hanya memakai pakaian yang ada di koper mereka. "Dengan kondisi seperti itu, kami sudah berusaha tampil sopan. Anak-anak sudah pakai jas. Tapi, bawahannya jins. Itu yang jadi masalah," terangnya. "Sebenarnya, panitia acara sudah mengusahakan agar kami masuk. Tapi, komandan protokoler tetap menyatakan tidak bisa," lanjut Cita lirih.

Ditanya apa penghargaan yang akan diterima Ungu kemarin, Cita menjawab, "Ungu dinilai sebagai band anak muda yang punya album religi. Lagu-lagu Ungu juga dinilai paling banyak ciptaan sendiri, bukan aransemen ulang atau jiplak dari mana-mana. Selain itu, album kami dianggap sukses di pasaran."

Penjualan album terbaru Ungu yang juga merupakan album religi pertama mereka, SurgaMu, memang terbilang fantastis, mengungguli band-band lain yang mengeluarkan album serupa. Hanya dalam tempo dua minggu, penjualan album tersebut menembus angka 150 ribu kopi. Hingga saat ini, album mereka terjual lebih dari 400 ribu kopi.

Entah bagaimana kelanjutan dari penghargaan yang hari itu gagal diterima anak-anak Ungu tersebut. "Soal penghargaan itu, belum tahu gimana-gimananya. Sekarang anak-anak lagi istirahat sambil menenangkan diri. Soalnya, besok (hari ini) harus berangkat ke Sulawesi lagi," jelas Cita.

Dihubungi secara terpisah, Makki mengaku sangat kecewa dengan kejadian itu. Terlebih, mereka sangat mengharapkan bisa datang ke acara tersebut. "Iyalah, pasti kecewa banget. Kami sudah bela-belain terbang dari Makassar, tapi ternyata gagal hanya karena jins," kata Makki yang mengaku masih kelelahan akibat jadwal padat.

"Padahal, kami sudah tanya-tanya soal protokoler sebelumnya. Tapi, sudahlah. Saya nggak mau menyalahkan siapa-siapa. Ungu sendiri juga nggak salah. Ini cuma masalah miskomunikasi saja," ungkap Makki. (rie)

Soal Saling Lempar di Konser Ungu-Garasi

Filed under: News

* Budi: Itu karena Euforia Penonton

MAKASSAR — Insiden saling lempar di Konser Salam Lebaran Ungu-Garasi yang digelar di Lapangan Karebosi Minggu malam, memang sulit dihindari. Apalagi karakter penonton di daerah ini yang memang terkesan susah diatur.

"Panitia sendiri melihatnya sebagai bentuk euforia penonton yang memang haus akan hiburan," ujar Budi, Direktur Operasional Dimensi Production, Local Organizer yang membantu 18 Production menghelat even yang disponsori Gudang Garam ini.

Budi menjelaskan, sebenarnya bukan panitia yang tidak siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di arena konser, tapi memang ekspresi yang ditunjukkan penonton lah yang berlebihan.

"Ini kan konser gratis. Artisnya Ungu dan Garasi pula, jadilah mereka meluapkan kegembiraannya dengan begitu rupa," ujar Budi. Disebutkan Budi, pihaknya sendiri sudah mengerahkan 225 personel keamanan yang merupakan gabungan dari Brimob, Polisi, dan pengamanan swasta.

"Tapi yah tetap saja ada oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi saat soundsystem sedikit bermasalah, dengan melempar penonton yang lain," terang Budi.

Meski begitu, secara umum, konser yang dipadati sekitar 40.000 penonton itu terbilang sukses. Pasalnya menurut Budi, kekhawatiran adanya tawuran usai konser, tidak terjadi. "Penonton yang pingsan juga kami berhasil evakuasi. Termasuk ada satu orang yang terkena lemparan botol air mineral sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," beber Budi.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham