Tempat Terindah Ungu

November 1, 2006

Filed under: Pasha

Karena memakai celana jeans, grup band yang lagi sukses berat, Ungu dilarang masuk ke Istana Wapres Jakarta oleh para tentara yang menjaga kediaman Jusuf Kalla, Senin (30/10). Padahal, saat itu grup yang vokalisnya bernama Pasha, diundang secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla karena akan diberikan penghargaan atas album Religi Ungu yang meledak sukses di pasaran.

Menurut Pasha saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin, untuk bisa sampai ke Istana Wapres itu mereka melalui perjuangan yang berat. Pasalnya, jadwal konser Ungu sangat padat di berbagai kota di Indonesia. Apalagi saat menuju Jakarta, seluruh personel Ungu sampai menyewa baju jas agar tampil lebih sopan di hadapan Wapres.

"Saat ini, kami seluruh personel Ungu memang lagi sibuk di tengah tur dan kami sebenarnya mengupayakan agar hadir di Istana Wapres di Jakarta. Kami malah sempat ke penyewaan jas, agar penampilan lebih pantas. Tapi ternyata tetap ditolak masuk," jelas Pasha.

Memang dalam undangan, ditulis wajib menggunakan baju batik. Namun karena seluruh personel tak ada persiapan karena baru pulang dari konser di Makassar, dan langsung menuju Istana Wapres, baju batik itu tak sempat dipersiapkan.

Ungu bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jeans. Sebab sebelum datang ke acara, Pasha mengaku sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya, asal rapi.

"Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya, apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi," ungkap Pasha.

Seluruh personel Ungu pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi dan tidak tidur usai konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00 WIB.

Insiden penolakan, menurut pria yang masih tinggal di kawasan Minangkabau Jakarta Selatan ini, saat diperiksa di pintu pemeriksaan pertama semuanya diizinkan masuk. Nah, di pintu kedua, baru terganjal dan tidak bisa masuk. Namun hanya Pasha yang diperbolehkan masuk, lantaran celananya bukan dari celana berbahan Jeans. Namun Pasha menolak masuk karena saat itu diundang atas nama Ungu.

"Sebenarnya setelah kami keluar dari Istana Wapres karena ditolak masuk, kami kembali dipanggil agar tak meninggalkan Istana. Tapi karena seluruh personel merasa sudah kecewa, akhirnya meninggalkan Istana dan juga sudah keburu masuk ke mobil rombongan," aku Pasha.

Album Religi Ungu dianggap sebagai album religi tanpa menjiplak atau mengaransemen dari lagu lain, dan seluruhnya ciptaan sendiri. Selain itu, di tahun ini, album Ungu dianggap paling sukses di pasaran. Album Ungu Religi yang berjudul Surgamu, menembus angka penjualan hingga 150 ribu kopi. Hingga kini kabarnya sudah mencapai 400 ribu kopi.

Ungu Pukau Makassar

Filed under: News

Kelompok Band Ungu berhasil memukau ribuan Cliquers Ungu–sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut–dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam.

Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka. Ungu yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) serta Oncy (gitar), berhasil membawa penonton pada suasana yang begitu hangat dan bersahabat. Pasha tampil menjadi juru kunci yang mampu membawa suasana pada keakraban. Maklumlah, meski bukan orang asli Makassar , toh darah Sulawesi mengalir deras dalam tubuhnya. Itulah yang membuat tak ada jarak dengan para Cliquers Ungu di Makassar. Lagu Tak Perlu menjadi lagu pembuka penampilan Ungu malam tadi. Tentu saja, lagu tersebut tak lah asing buat penggemarnya di Makassar . Mereka pun langsung berjingkrak sembari melantunkan bersama-sama dengan penuh suka cita. Satu jam Ungu tampil memukau. Tak hanya Tak Perlu, mereka juga membawakan lagu-lagu yang kini begitu akrab di telinga kita. Sebut saja, Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan Pilihan, Selamat Lebaran dan Surgamu.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham