Tempat Terindah Ungu

November 25, 2006

Besok Malam, Ungu di Lapangan Sudirman

Filed under: News

GRUP band Ungu yang masuk jajaran band papan atas Indonesia, dan namanya terus meroket dipastikan tampil menghibur warga Balikpapan, Minggu (26/11) malam besok mulai pukul 19.00 Wita di Stadion Sudirman.

Penampilan grup band yang dimotori Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum) itu tak lain dalam rangkaian tur keliling Indonesia mereka yang disponsori Gudang Garam.

“Sebelum tampil di Balikpapan, mereka tampil lebih dulu di Tanah Grogot, Pasir besok (hari ini),” ujar Operational Zoom Production Yunita kepada Kaltim Post kemarin. Zoom Production sendiri adalah Event Organizer (EO) konser Ungu yang bertajuk Popcoholic with Ungu Concert tersebut.

Saat tampil, Ungu akan membawakan 12 lagu andalan mereka baik dari album lama mereka hingga album religius Surgamu yang saat ini ramai diputar di berbagai stasiun radio maupun media elektronik. “Kemungkinan 12 lagu. Tapi lihat keadaan nanti. Kalau memungkinkan, bisa saja lebih dari itu,” jelas Yunita.

Untuk menyaksikan penampilan Ungu, pihak penyelanggara telah menyediakan kurang lebih 10 ribu tiket seharga Rp 10 ribu. “Murah memang. Apalagi mereka yang beli tiket dapat hadiah sebungkus rokok. Makanya, buruan beli di tempat-tempat yang telah kami sediakan seperti Toko Kaset Micky, SBI, Toko Kaset Budi, Distro Little Beat, Matahari Department Store,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan AKBP Drs Gde Sugianyar mengatakan, pihaknya telah memberikan izin konser Ungu. Bahkan, untuk pengamanan, pihak Polresta Balikpapan bakal menurunkan 200 personel demi memperlancar jalannya konser.

“Kami sudah keluarkan izin dan untuk pengamanan akan kami bantu. Untuk personel yang akan turun mengamankan jalannya konser berkisar antara 200 orang. Ini demi menjaga kondusifnya Balikpapan,” kata Gde, kemarin.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berniat menjadi calo tiket konser Ungu ini untuk mengurungkan niatnya. “Sebab, kami pastikan akan melakukan penertiban. Kalau nekat, rasakan sendiri akibatnya,” pungkas Gde.(nat)

November 9, 2006

Ungu Band Sukses Besar di Sulselra

Filed under: News

LUAR biasa pesona Ungu Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With Ungu di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub & Resto, Makassar.

Ungu Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah di Stadion Lakidende, Kendari. Sambutan hangat penonton seperti itu juga terjadi di Kota Bone dan Kota Palopo. Di tiga kota itu rata-rata penonton mencapai 20 ribu orang, bahkan di Palopo mencapai 25 ribu orang. Ungu Band memecahkan rekor penonton terbanyak di tiga kota itu selama tahun ini.

"Jumlah penonton itu bisa dihitung dari orang yang masuk dan menukarkan tiketnya dengan rokok Clas Mild. Di Kendari, Bone, dan Palopo, penonton yang menukarkan tiketnya dengan rokok mendekati angka 20 ribu bungkus," kata Haedir dari Clas Mild Makassar selaku sponsor utama tur Ungu Band.

Menurutnya, kecuali di Kolaka, penonton hanya mencapai 10 ribu lebih. Dan, diharapkan malam ini penggemar Ungu Band di Makassar juga tidak melewatkan menyaksikan aksi panggung Pasha di Colors.

Sebelum tampil malam hari, pukul 11.00 siang ini personel Ungu Band akan menggelar jumpa fans di Valentino Pool & Cafe. Bagi penggemar Ungu, bisa berdialog langsung dengan Pasha dan kawan-kawan.

Sudah dapat dipastikan, mengakhiri turnya di lima kota, nanti malam Pasha akan menyanyikan lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga penggemarnya. Misalnya, lagu Surgamu, Andai Kutahu, dan lagu-lagu lainnya, so pasti dipersembahkan untuk warga Kota Makassar. Setidaknya Pasha akan menyanyikan 12 lagu di Clors nanti malam.

Band yang diawaki Makki, Onci, Pasha, Enda, dan Rowman, ini tur di lima kota melalui Fair Production sebagai promotour dan Ungu Production sebagai organized event.

Selain Ungu, turut pula menyemarakkan acara Class Music Tour ini adalah home band Colors, Punk Romance dan resident DJ Colors DJ Eq, yang dengan kekuatannya masing-masing akan menghibur clubbers Makassar.

Pasha, Anak Palu yang Jadi Idola

SAUDARA-saudaranya terperangah. Kok, Sigit tiba-tiba tampil sebagai vokalis Ungu Band? Sigit Purnomo Syamsudin Said yang berganti nama menjadi Pasha, bisa menjadi penyanyi?

"Saya juga kaget tiba-tiba adik saya menjadi penyanyi," kata kakak kandung Pasha, Helmy Syamsudin Said yang kini anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Partai Demokrat. Itu pula yang dialami kakaknya yang lain, Uly, pemain sinetron di Jakarta.

Ketika sekolah di SMAN 2 Palu, Pasha memang sudah mulai bermain musik. Ia membentuk band di sekolahnya. Tetapi Pasha bukanlah vokalis, kecuali mahir bermain gitar atau keyboard.

Ayahnya, Syamsudin, memang termasuk penyanyi. Tahun 60-an, Syamsudin punya band di Donggala, dan dia sebagai vokalis. Tidak heran, setiap ada acara di Palu, anak-anaknya selalu disuruh tampil menyanyi. Kecuali Pasha, tidak pernah mau disuruh menyanyi.

Pasha memang anak pemalu. Dari 10 bersaudara, anak kelima itu tak seperti saudara-saudaranya yang tampil berani di depan umum. Helmy, misalnya, ketika kecil selalu tak segan-segan untuk tampil menyanyi di acara-acara yang dihadiri keluarganya.

Pasha lahir di Donggala, ibu kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979. Ibunya, Andi Bumbeng Pasamalangi, berdarah Bone-Toraja, Sulawesi Selatan. Kedua orangtuanya memang selalu mendorong anak-anaknya bermain musik.

Tahun 1997, Pasha tamat di SMAN 2 Palu dan langsung ke Jakarta. Ia memilih melanjutkan studinya di IKJ Jakarta. Namun kuliahnya tidak selesai. Di Jakarta lah suami Okky Agustina Sofyan serta ayah dari Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha (4 bln), itu muncul sebagai penyanyi. Dia bukan lagi anak pemalu, tetapi berubah menjadi salah satu idola kaum muda sekarang ini. (iku)

Konser Ungu di Palopo Diwarnai Keributan

Filed under: News

Palopo, Tribun — Konser Ungu yang berlangsung di pelataran parkir Gedung Olahraga (GOR) Lalagaligo Palopo, Rabu (8/11) malam, diwarnai kericuhan. Vokalis Ungu, Pasha, nyaris terkena lemparan batu dari penonton.

Ribuan penonton yang memadati pelataran parkir GOR melampiaskan kekesalan mereka dengan melempari panggung yang akan digunakan Pasha dkk. Pasalnya, grup band yang ngetop lewat lagu Demi Waktu ini tidak kunjung tampil di panggung.

Kekesalan penonton kian memuncak saat semua lampu di atas panggung padam dan sound system yang dipasang panitia tidak berfungsi karena gangguan teknis. "Daya listrik yang masuk hanya 110 watt," kata salah seorang panitia yang terlihat sangat panik.

Dua orang master of ceremony (MC) yang berusaha menenangkan penonton memilih meninggalkan panggung karena takut terkena lemparan batu yang menghujani panggung. Pasha dkk yang berada di atas mobil kijang warna hitam tidak berani turun dari mobil karena penonton semakin brutal melempari panggung dengan batu kerikil.
 

Alat musik drum yang ditinggal pergi pemainnya sesekali terdengar berbunyi takkala terkena lemparan batu penonton. Sekitar 30 menit suasana konser gelap gulita karena tak satupun lampu yang berada dalam lokasi konser menyala.

Kapolresta Bertindak

Akibat hujan batu oleh penonton ini, tidak sedikit penonton terkena lemparan batu yang mengakibatkan kepala mereka mengeluarkan darah segar. Suasana ricuh ini baru berhasil dikendalikan setelah lampu kembali menyala dan sound system kembali dapat difungsikan.
Untuk menenangkan para penonton, Kepala Polresta Palopo, AKBP Arwin, naik ke atas panggung yang penuh dengan batu kerikil dan meminta agar seluruh penonton bisa tenang sehingga acara konser tersebut dapat dilanjutkan.

Sambutan meriah pun diberikan para penonton ketika Pasha tampil ke atas panggung dan menyapa ribuan penggemar mereka itu.
"Walau merasa kesal atas aksi pelemparan tadi, tetapi saya merasa bangga tampil di Palopo karena ternyata keinginan teman-teman untuk bersama Ungu malam ini sangatlah besar," kata Pasha sambil menambahkan bahwa selama tur mereka, Palopo-lah yang tercatat sebagai penonton terbanyak.

Ribuan penonton yang mayoritas ABG itu pun terbius oleh lagu-lagu pop dan religi yang dilantunkan Pasha. Walau diawali dengan kericuan, konser Ungu di Palopo berakhir dengan aman dan tertib. (wd)

November 1, 2006

Ungu Pukau Makassar

Filed under: News

Kelompok Band Ungu berhasil memukau ribuan Cliquers Ungu–sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut–dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam.

Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka. Ungu yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) serta Oncy (gitar), berhasil membawa penonton pada suasana yang begitu hangat dan bersahabat. Pasha tampil menjadi juru kunci yang mampu membawa suasana pada keakraban. Maklumlah, meski bukan orang asli Makassar , toh darah Sulawesi mengalir deras dalam tubuhnya. Itulah yang membuat tak ada jarak dengan para Cliquers Ungu di Makassar. Lagu Tak Perlu menjadi lagu pembuka penampilan Ungu malam tadi. Tentu saja, lagu tersebut tak lah asing buat penggemarnya di Makassar . Mereka pun langsung berjingkrak sembari melantunkan bersama-sama dengan penuh suka cita. Satu jam Ungu tampil memukau. Tak hanya Tak Perlu, mereka juga membawakan lagu-lagu yang kini begitu akrab di telinga kita. Sebut saja, Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan Pilihan, Selamat Lebaran dan Surgamu.

October 31, 2006

Ungu Diusir!

Filed under: News

Lantaran memakai celana jins, grup band Ungu diusir dari Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/10). Padahal, mereka datang ke sana karena diundang mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-78. Personel Ungu mengaku kecewa dan sakit hati. 

Padahal di acara itu Ungu akan menerima penghargaan, karena album religi mereka, SurgaMu. Ungu dianggap sebagai band yang bisa menginspirasi generasi muda. Penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga itu sedianya akan diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain Ungu, band Cokelat dan Eross Chandra "Sheila on 7" juga menerima penghargaan serupa.

"Jelas kami kecewa. Impian kami untuk bertemu Bapak Jusuf Kalla kandas. Padahal, kami sudah membayangkan akan bersalaman, berfoto bareng, minta tanda tangan, dan lain-lain. Apalagi karena kami mengagumi beliau, jadi kami sedih karena impian itu tidak tercapai," kata Pasha, vokalis Ungu kepada Warta Kota, di kantor Trinity Optima, Senin (30/10).

Ungu bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jins, sebab sebelum datang ke acara itu, mereka sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya asal rapi. "Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi," kata Pasha.

"Kalau saja panitia menegaskan kami harus tampil dengan celana kain dan baju batik, pasti juga kami bela-belain pakai baju itu. Tapi, mereka kan sudah bilang kami tidak harus mengubah identitas berbusana kami," tambah Makki.

Lima personel Ungu, Pasha, Makki (bas), Rowman (drum), Onci (gitar), dan Enda (gitar), kemudian diminta pulang oleh petugas protokoler di Istana Wapres. Impian untuk mendapat penghargaan langsung dari tangan Wapres, Jusuf Kalla pun buyar.  "Kalau tidak disebut diusir, kami diapakan ya? Ya datang ke rumah orang tapi tidak boleh masuk bisa dibilang apa? Petugas protokoler bilang, kami enggak bisa masuk karena pakai jins, mereka bilang kami pulang saja ya sudah kami pulang," kata Pasha.

Sakit hati
Menurut Cita, manajer Ungu, yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa sebenarnya para personel Ungu dapat memaklumi aturan protokoler kepresidenan tersebut. Namun, kata Cita, anak-anak Ungu merasa sakit hati karena cara petugas protokoler yang terlalu kasar saat meminta mereka keluar karena mengenakan celana jins yang dianggap tidak sopan. "Cuma itu (teguran yang terlalu keras–Red) yang disesalkan sama anak-anak. Terlalu kasar. Apalagi pengusiran itu dilakukan di depan tamu undangan lain. Ya sudah, mau bagaimana lagi," ujar Cita.

Sebenarnya, Pasha bisa masuk Istana karena ia memakai celana dari bahan katun. Tapi, karena Ungu adalah band, ia menolak masuk sendirian. Ia memilih bersama rekan-rekannya. "Trus waktu kami sudah jalan pulang, ada dua petugas mengejar. Mereka meminta kami tidak pulang dulu, tapi kami sudah telanjur masuk mobil dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak kembali ka sana," ungkap Pasha.

Ungu mengaku kecewa berat apalagi karena mereka sudah bela-belain pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi. Makki bilang, mereka tidak tidur sehabis konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00. "Kekecewaan kami karena cara panitia tidak mengizinkan kami masuk yang kurang enak. Masalahnya, di pintu pemeriksaan pertama, kami sudah bisa masuk, di pintu kedua kami sama sekali tidak bisa masuk. Artinya, ini tidak ada koordinasi antarmereka. Kalau mengurus hal seperti ini saja mereka tidak mampu, bagaimana mengurus hal lain yang lebih besar?" ungkap Makki.

Tapi, Ungu mengaku mereka juga mendapat pelajaran berarti dari peristiwa itu. Kata Pasha, "Kami mendapat pelajaran untuk tidak bermimpi masuk istana tanpa celana kain. Tanpa baju batik."

Meski demikian, Ungu mengaku bersyukur mendapat penghargaan dari pemerintah. Mereka bangga karena artinya kerja keras mereka di bidang seni mendapat perhatian dari pemerintah. "Sayangnya kami tidak bisa menerima langsung penghargaan itu. Kami juga belum tahu apakah penghargaan itu tetap akan kami terima. Kalau ya, paling juga dikirim," kata Pasha.

Setelah insiden itu, Ungu akan kembali ke Sulawesi. Mereka masih harus menyelesaikan tur ke lima kota di sana. (sra/kin)

Seruan Damai Ungu

Filed under: News

Niat baik bisa disampaikan siapa saja, lewat media apa saja. Ungu, misalnya, tahu betul bagaimana menyampaikan salam perdamaian lewat aksi panggung.

"Konser Salam Lebaran" di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam, menempatkan band yang diawaki Pasha, Oncy, Makki, Rowman, dan Enda sebagai pemuncak acara. Saat itulah mereka tak cuma unjuk kebintangan. Mengetahui sekitar 10.000 penonton mengelu-elukan mereka, Pasha, vokalis yang jadi motor grup itu, menyeru salam perdamaian.

‘’Apa karebo Makassar? Malam ini, semoga saudara-saudara kita yang melakukan perundingan damai di Poso, Sulawesi Tengah, mencapai kesepakatan. Jadi, tak ada lagi pertikaian antara umat Islam dan Kristen,'’ ujar dia dari atas panggung.

Tanpa komando, Cliquers atau pencinta Ungu  berseru, ‘’Amin!'’ Sejurus kemudian, Pasha melantunkan tembang ‘’Tak Perlu'’ dalam konser yang juga menampilkan Garasi sebagai grup pembuka itu.

Aksi Ungu di Kota Butta Anging Mammiri itu adalah pemuncak "Konser Salam Lebaran" yang digelar tiga hari berturut-turut 27, 28, dan 29 Oktober. Pada malam bersamaan di Palembang tampil Ari Lasso dan Tipe-X, Surabaya Samsons dan Caffeine, serta Banjarmasin Radja dan Utopia.

Sangat Dikenal

Ungu yang tampil di Makassar boleh berbangga diri. Bukan cuma lantaran tembang mereka, seperti Berikan Aku Cinta, Andai Ku Tahu, Tercipta untukku, Selamat Lebaran, Surga-Mu, Sejauh Mungkin, Aku Bukan Pilihan, dan Bayang Semu, sangat dikenal para pencinta.

Namun, karena konser yang digagas Gudang Garam dan 18 Production itu tak ubahnya karaoke massal. Seruan damai dari atas panggung pun kian mengundang simpati mendalam dari para pemuja mereka.

Pada saat konser di Lapangan Karebosi, di Poso, Sulawesi Tengah, berlangsung kesepakatan damai yang digagas Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dengung kesepakatan damai pun menguar hingga ke seluruh wilayah Sulawesi. Tdak mengherankan jika semua lapisan masyarakat berdoa agar kerusuhan segera usai di tanah Bugis.

‘’Seruan damai Pasha dan Ungu dalam konser ini sangat menyejukkan,'’ ujar Lingkan Diana Bolang dari 18 Production.

Dia menuturkan hampir semua penampil dalam konser setiap tahun untuk menyambut Idul Fitri itu menyerukan perdamaian. Ya, Iwan Fals, Slank, Cokelat, Radja, Pas Band, Ada Band yang tampil di 12 kota, termasuk di Tegal, menyerukan salam perdamaian.

Di belakang panggung, ketika jam menunjukkan pukul 22.00 Wita, Pasha yang berpeluh menyatakan harapan, semoga perdamaian di Poso menjadi nyata. ‘’Kami cuma mampu berdoa. Namun, bukankah doa juga yang mampu membuat sesuatunya menjadi nyata?'’

Ungu Diusir dari Istana Wapres

Filed under: News

Pakai Jins, Dianggap Langgar Protokoler
Puncak perayaan Hari Sumpah Pemuda di Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla di Merdeka Selatan, Jakarta, kemarin menyisakan rasa sakit hati di benak para personel
Ungu. Grup band yang namanya sedang melejit itu seharusnya datang untuk menerima salah satu penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Tapi, mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa, bahkan sebelum acara dimulai.

Penyebabnya, tutur Cita, manajer Ungu, pakaian yang dikenakan Pasha, Enda, Rowman, Makki, dan Oncy, dinilai tidak memenuhi aturan protokoler. Alhasil, baru memasuki areal istana, mereka langsung "dipersilakan" keluar oleh beberapa petugas berpakaian safari.

Cita yang pada kesempatan itu ikut mendampingi Pasha dan teman-teman sebenarnya dapat memaklumi larangan tersebut. Namun, tutur Cita, anak-anak Ungu merasa sakit hati dengan cara petugas yang dianggap terlalu kasar saat meminta mereka pergi.

"Cuma, teguran yang terlalu keras disesalkan sama anak-anak. Terlalu kasar. Sudah gitu, di depan tamu undangan lain. Tapi, mau bagaimana lagi," sesal Cita saat dihubungi kemarin.

Sebetulnya, menurut Cita, personel Ungu berusaha tampil sopan ke acara yang juga dihadiri beberapa pejabat tinggi negara tersebut. Namun, keadaan tidak memungkinkan mereka untuk berpakaian "sempurna".

Sehari sebelum acara, Minggu lalu (29/10), Ungu masih harus show di Makassar. Untuk memenuhi undangan di Istana Wapres tersebut, Ungu sengaja terbang ke Jakarta menggunakan pesawat paling pagi. "Sampai di Jakarta sudah pukul delapan. Jadi, nggak sempat pulang untuk mengambil baju," jelas Cita.

Karena itu, Ungu hanya memakai pakaian yang ada di koper mereka. "Dengan kondisi seperti itu, kami sudah berusaha tampil sopan. Anak-anak sudah pakai jas. Tapi, bawahannya jins. Itu yang jadi masalah," terangnya. "Sebenarnya, panitia acara sudah mengusahakan agar kami masuk. Tapi, komandan protokoler tetap menyatakan tidak bisa," lanjut Cita lirih.

Ditanya apa penghargaan yang akan diterima Ungu kemarin, Cita menjawab, "Ungu dinilai sebagai band anak muda yang punya album religi. Lagu-lagu Ungu juga dinilai paling banyak ciptaan sendiri, bukan aransemen ulang atau jiplak dari mana-mana. Selain itu, album kami dianggap sukses di pasaran."

Penjualan album terbaru Ungu yang juga merupakan album religi pertama mereka, SurgaMu, memang terbilang fantastis, mengungguli band-band lain yang mengeluarkan album serupa. Hanya dalam tempo dua minggu, penjualan album tersebut menembus angka 150 ribu kopi. Hingga saat ini, album mereka terjual lebih dari 400 ribu kopi.

Entah bagaimana kelanjutan dari penghargaan yang hari itu gagal diterima anak-anak Ungu tersebut. "Soal penghargaan itu, belum tahu gimana-gimananya. Sekarang anak-anak lagi istirahat sambil menenangkan diri. Soalnya, besok (hari ini) harus berangkat ke Sulawesi lagi," jelas Cita.

Dihubungi secara terpisah, Makki mengaku sangat kecewa dengan kejadian itu. Terlebih, mereka sangat mengharapkan bisa datang ke acara tersebut. "Iyalah, pasti kecewa banget. Kami sudah bela-belain terbang dari Makassar, tapi ternyata gagal hanya karena jins," kata Makki yang mengaku masih kelelahan akibat jadwal padat.

"Padahal, kami sudah tanya-tanya soal protokoler sebelumnya. Tapi, sudahlah. Saya nggak mau menyalahkan siapa-siapa. Ungu sendiri juga nggak salah. Ini cuma masalah miskomunikasi saja," ungkap Makki. (rie)

Soal Saling Lempar di Konser Ungu-Garasi

Filed under: News

* Budi: Itu karena Euforia Penonton

MAKASSAR — Insiden saling lempar di Konser Salam Lebaran Ungu-Garasi yang digelar di Lapangan Karebosi Minggu malam, memang sulit dihindari. Apalagi karakter penonton di daerah ini yang memang terkesan susah diatur.

"Panitia sendiri melihatnya sebagai bentuk euforia penonton yang memang haus akan hiburan," ujar Budi, Direktur Operasional Dimensi Production, Local Organizer yang membantu 18 Production menghelat even yang disponsori Gudang Garam ini.

Budi menjelaskan, sebenarnya bukan panitia yang tidak siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di arena konser, tapi memang ekspresi yang ditunjukkan penonton lah yang berlebihan.

"Ini kan konser gratis. Artisnya Ungu dan Garasi pula, jadilah mereka meluapkan kegembiraannya dengan begitu rupa," ujar Budi. Disebutkan Budi, pihaknya sendiri sudah mengerahkan 225 personel keamanan yang merupakan gabungan dari Brimob, Polisi, dan pengamanan swasta.

"Tapi yah tetap saja ada oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi saat soundsystem sedikit bermasalah, dengan melempar penonton yang lain," terang Budi.

Meski begitu, secara umum, konser yang dipadati sekitar 40.000 penonton itu terbilang sukses. Pasalnya menurut Budi, kekhawatiran adanya tawuran usai konser, tidak terjadi. "Penonton yang pingsan juga kami berhasil evakuasi. Termasuk ada satu orang yang terkena lemparan botol air mineral sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," beber Budi.

October 30, 2006

Ungu: Diusir dari Istana Wapres, Kami Terhina!

Filed under: News

Jakarta, BT dan merasa terhina, itulah yang dirasakan para personel Ungu saat diusir dari Istana Wapres Jusuf Kalla. "Kita udah capek-capek, nggak boleh masuk," gerutu Enda gitaris Ungu.

Diceritakan Enda, ia dan rekan-rekannya di Ungu sudah mendengar dari jauh-jauh hari soal undangan datang ke Istana Wapres pada Senin (30/10/2006) ini. Ungu diundang dalam rangka menerima penghargaan sebagai band yang menginspirasi anak muda untuk lebih dekat ke Tuhan. Seperti diketahui, saat Ramadan lalu, band dengan personel Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman itu merilis album religi bertajuk ‘Surga Mu’.

Merasa bangga dengan undangan tersebut, Ungu yang tengah menjalani tur di Sulawesi rela meninggalkan tur tersebut untuk datang ke Istana Wapres. Ungu berangkat ke Jakarta dari bandara Hasanudin Makasar pada pukul 04.30 WITA. Mereka hanya sempat tidur beberapa jam karena sebelumnya baru selesai manggung pada pukul 00.00 WITA.

Dengan pakaian seadanya begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, Pasha dan kawan-kawan langsung meluncur ke Istana Wapres di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Agar terlihat lebih rapih, pihak manajemen Ungu sudah menyiapkan jas untuk keenam cowok pemilik hits ‘Demi Waktu’ itu.

"Memang diundangannya diminta pakai batik. Tapi kita minta kelonggaran dan pihak panitia sudah mengizinkan kita tampil apa adanya aja yang penting kelihatan rapih," urai Enda saat dihubungi detikhot Senin (30/10/2006).

Dengan penuh percaya diri berbekal jas dan celana jeans, para personel Ungu pun masuk ke Istana Wapres. Namun ternyata sesampainya di pintu masuk acara yaitu ruang auditorium, Paspampres melarang mereka masuk.

"Sedikit disesalkan soalnya mereka agak sedikit keras," ucap Enda lagi.

Tanpa banyak basa-basi karena merasa terhina, Enda dan kawan-kawan langsung balik kanan begitu Paspampres melarang mereka masuk. "Kita udah nggak mau balik lagi walaupun sebenarnya bisa. Kita udah BT dan merasa terhina," lanjutnya.

Atas insiden pengusiran tersebut menurut Enda, pihak panitia sudah melayangkan permintaan maaf pada ia dan teman-temannya. "Ini pengalaman baru buat kita. Ternyata kalau mau bertemu siapapun harus bermodalkan sesuatu," ujar Enda memetik hikmah dari insiden pengusiran yang dialaminya.

Masuk Istana Wapres, Ungu Diusir!

Filed under: News

Jakarta, Grup band yang tengah naik daun Ungu ketiban sial. Senin (30/10/2006), band penembang ‘Demi Waktu’ itu diusir saat hendak memasuki Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kok?

Ungu datang memenuhi undangan sebagai salah satu band yang ikut menerima penghargaan dari pemerintah dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Para personel Ungu, Pasha, Enda, Makki, Onci dan Rowman tiba di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat akan memasuki gedung auditorium tempat acara berlangsung, enam cowok tersebut dihadang petugas Paspampres. Keenamnya dilarang masuk ke arena acara karena memakai celana jeans. Sekadar informasi, di lingkungan Istana Wapres memang ada peraturan tertulis kalau setiap orang harus memakai pakaian rapih dan sopan.

Tak tahu harus berkata apa, tanpa perlawanan para personel Ungu pun pasrah. Dengan sedikit kesal dan tak mengeluarkan komentar apapun, Pasha dan kawan-kawan pergi meninggalkan Istana Wapres.

Senin (30/10/2006), Ungu bukan satu-satunya band yang bertandang ke kantor Wapres. Ada juga grup band Cokelat dan personel Sheila On 7, Erros. Mereka diundang untuk menerima penghargaan karena telah menciptakan dan mempopulerkan lagu ‘Bendera’ yang membangkitkan rasa nasionalisme.

Penghargaan diserahkan oleh Menpora Adhyaksa Dault kepada Erros dan vokalis Cokelat Kikan. Penyerahan penghargaan tersebut juga turut disaksikan oleh Wapres Jusuf Kalla.

Salah Kostum, Ungu Ditolak Istana Wapres

Filed under: News

Sial betul nasib grup band Ungu. Pertama kali bertandang ke istana wakil Presiden, eh mereka ditolak. Kenapa tuh? Apa mereka salah sebut nama wakil presiden kayak Mulan? Oh bukan, ternyata lima anak muda ini saltum alias salah kostum!

Ceritanya, Ungu bakal menerima penghargaan ‘inspiring album’ atas album religi ‘SurgaMu’ di hari sumpah pemuda ini. Sendirian, ada juga Cokelat dan Eross ‘SO7’. Penghargaan itu akan diberikan pagi tadi (30/10) di istana wakil presiden Jusuf Kalla. Maka berangkatlah Ungu dari Makassar, lokasi terakhir tur ‘Konser Salam Lebaran’.

Perjuangan pagi buta terbang ke Jakarta berbuah penolakan. Ungu benar-benar kaget ketika ‘diusir’ dari istana. Pasalnya mereka mengaku sudah konfirmasi dulu sebelum datang dengan stelan jas, t-shirt dan jeans. “ Kita lagi ditengah tur dan bela-belain pulang ke Jakarta karena undangan ini, kita sempat mampir ke penyewaan jas agar terlihat lebih pantas,” ungkap Makki, bassist Ungu saat dihubungi KG.

Siap dengan jas, mereka melaju menuju istana Wakil Presiden untuk menerima penghargaan atas album religi ‘SurgaMu’. Bukan sambutan hangat yang didapat, malah penolakan. “Dengan sangat jelas protokolernya mengatakan bahwa kostum kami berlima tidak pantas untuk dilihat Wapres” imbuh Makki.

Kontan Pasha, Oncy, Rowman, Enda dan Makki kaget. “Memang diundangannya tertulis mengenakan kemeja batik, tapi kita udah konfirmasi menjelaskan kondisi kita, dan katanya boleh,” terang Makki. Eh, pintu pertama sih lolos, pas pintu kedua. Dengan sikap -yang digambarkan- seperti majikan dan bawahan mereka menolak Ungu.

Ditolak masuk, Ungu pun memutuskan untuk pulang. Terima kasih untuk penghargaannya, tapi siapa yang mau menerima? Tidak satupun wakil mereka masuk.

“Kita berterima kasih dengan penghargaannya, enggak semua band mendapat kesempatan itu,” tutur Makki tulus. Tapi, dia pun berharap agar birokrasi di kalangan internal istana diperbaiki. “Kalo boleh ya boleh, enggak ya enggak,” cetusnya. Oke dah, sabar aja.

October 22, 2006

Nama Ungu Dicatut

Filed under: Infotainment

LANTARAN memiliki nilai jual tinggi, baru-baru ini nama Ungu dicatut oleh seorang oknum yang mengaku sebagai Yudith, Road Manajer Ungu. Menurut Yudith yang asli, guna menyakinkan korban, pelaku membawa poster, compact disk, dan kartu nama manajer Ungu. Dia menambahkan, saat ini seorang wanita telah menjadi korban penipuan tersebut. "Perempuan itu dibawa ke salon. Pas lagi nyalon, semua barang-barangnya seperti tas, handphone, dan lainnya diambil," jelas Yudith.

Sejauh ini kata Yudith, pihaknya belum tahu akan melakukan tindakan apa atas insiden ini. Adapun si korban sudah melaporkan penipuan ini ke polisi. Sementara Pasha, mengaku khawatir nama Ungu akan rusak di mata penggemar. "Ini sudah kriminal dan bisa merusak nama Ungu," kata vokalis Ungu ini. Agar tak jatuh korban lagi, dia meminta kepada penggemarnya untuk melakukan komunikasi langsung dengan manajemen Ungu. "Dapat dicek melalui nomor telepon yang ada di kaset (Ungu) atau melalui website," pinta cowok yang suka berkaca mata ini.

October 18, 2006

Tur Sulawesi Ungu Dimulai 2 November

Filed under: News

MAKASSAR — Tur Ungu di sejumlah kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, akan dimulai 2 November 2006 mendatang. Bertajuk "Clas Music in Tour With Ungu Band", konser yang digelar Ungu Production menggandeng Fair Production ini akan dilaksanakan di lima kota.
Penampilan Ungu Band akan dimulai di Stadion Lakidende, Kendari, 2 November 2006, kemudian akan berlanjut pada November di Stadion Konggoasa, Kolaka.
Selanjutnya Ungu akan menyapa masyarakat Bone pada 6 November, lalu menuju ke Palopo untuk tampil di Stadion Lagaligo, Palopo.

"Even ini juga sebagai launching Fair Production," kata Rendy Gozal selaku Event Director. Di kota Makassar sendiri, Ungu Band akan tampil secara eksklusif (indoor) di Color’s Pub & Resto, 10 November 2006.

Menurut Rendy, Ungu tidak hanya membawakan lagu hitnya yang bertemakan cinta, tapi juga akan membawakan lagu-lagu terbarunya yang bertema religius dan memang saat ini sedang digandrungi. "Ungu Band juga tidak hanya menyapa penggemarnya di atas panggung. Rencananya akan ada ada Jumpa Fans di tiap kota yang dikunjungi," ungkap Rendy. Selain itu bagi Fair Production sendiri ini merupakan even perdana sekaligus even terbesar penutup tahun ini.

October 13, 2006

Ungu Band ; Usai Lebaran Gelar Tur Sulawesi

Filed under: News

Setelah merilis album bernuansa religiusnya, Ungu Band akan melakukan konser tur Sulawesi. Ungu direncanakan hadir di beberapa kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. "Konser tur ini rencananya akan dilaksanakan di lima kota antara lain Kota Kendari, Kota Kolaka, Kota Palopo Kota Bone dan Kota Makassar," ujar A. Irsan selaku Event Director dari Fair Production.

"Ungu Band seperti kita ketahui cukup digemari tidak hanya oleh ABG tapi juga hampir seluruh kelompok usia, ditambah lagi setelah dirilisnya album terbaru Ungu yang bernuansa religi. Kami dari Fair production mencoba memberikan hiburan kepada masyarakat melalui tur ini," tambah Irsan yang mengaku pihaknya bekerjasama dengan PT. NTI selaku sponsor utama konser ini.

Dengan tujuan untuk menyambung tali silaturahmi antara Ungu Band dengan penggemarnya, tur Sulawesi ini diyakini Irsan akan menjadi momentum yang tepat, apalagi digelar usai lebaran Idul Fitri nanti.

Tidak hanya membawakan lagu dari album terbarunya, Ungu Band juga akan mengajak para penggemarnya untuk mendengar lagu mereka dari album-album sebelumnya.

Dimulai dari kota Kendari, Ungu Band dijadwalkan tampil pada 2 November di Stadion Lakidende, kemudian tanggal 4 November Ungu akan menggebrak di Konggoasa Kolaka, dan berlanjut pada tanggal 6 November di Stadion Persibo Bone, dan tanggal 8 November Ungu hadir di kota Kolaka. Terakhir, Pasha dkk akan menyapa penggemarnya di Kota Makassar pada 10 November 2006 di Liquidroom Hotel Clarion.

"Tur Ungu ini akan menjadi even akhir tahun terbesar untuk Fair Production," ujar A. Irsan. Selain itu even ini juga akan melibatkan band lokal sebagai pengisi acara. Menurut rencana Ungu Band juga akan mengadakan jumpa penggemar di tiap kota yang didatangi.

October 10, 2006

ungu: mengucap syukur lewat album surgaMu

Filed under: News

belum tiga minggu diluncurkan, album Ungu berjudul SurgaMu, sudah terjual hampir 200 ribu keping. Ini prestasi luar biasa mengingat SurgaMu, album debut Pasha (vokal), Enda (gitar), o­nci (gitar), Makky (bas), dan Rowman (dram) di kancah musik religius. "Kami bersyukur bisa menjual sebanyak itu dalam waktu relatif singkat. Padahal, kami tidak pernah membuat target (album) harus terjual banyak. Tugas kami ‘kan cuma buat lagu dan menyanyi,“ kata Enda merendah. Kendati SurgaMu menguntungkan dari sisi komersial, bukan tujuan utama Ungu merilisalbum religius ini. o­nci menjelaskan, SurgaMu sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian besar yang mereka raihdi dunia musik. “Kami sudah diberi berkah yang luar biasa. Kami mengucapkan rasa syukur dengan lahirnya album ini,” paparnya. Ungu memang patut bersyukur. Setahun belakangan ini, mereka memang dianugerahi banyak anugerah besar. Album ketiga mereka, Melayang, sampai kini sudah terjual sampai satu juta keping. Jadwal manggung mereka pun sangat padat.

Ide membuat album religius datang dari perusahaan rekaman mereka bernaung, Pro Sound. Ide itu disambut hangat anggota Ungu. Enda tak menolak, album religius disebut aji mumpung. Cuma, aji mumpung dalam artian Ungu punya kesempatan untuk membuat lagu-lagu religius. "Mungkin, banyak band yang memiliki lirik religius yang baik dan lebih bagus dari Ungu, tapi mungkin belum punya kesempatan,” papar Enda. Buat personel Ungu, susah-susah gampang membuat album religius. “Proses penciptaan lagu sih seperti lagu lainnya. Namun saat masuk ke lirik harus hati-hati. Maklum, soal agama sangat sensitif. Salah sedikit saja bisa gawat dampaknya,” tambah Enda yang kreator sebagian besar hits Ungu.

Materi album religius Ungu dikumpulkan di sela-sela kesibukan tur. Ada 10 lagu yang terkumpul. Namun, karena jadwal tur Ungu sangat padat plus Ramadhan yang makin mendekat, tak semua lagu bisa masuk album SurgaMu. “Kalau semua lagu direkam takutnya tak maksimal. Akhirnya diputuskan membuat album mini. Empat lagu buatan sendiri, yang satu lagi lagu Shalawat yang diaransemen ulang," kata Enda lagi. Bapak satu anak ini menambahkan, 5 lagu di album ini direkam di sela-sela jadwal mereka yang padat. “Kami menyelesaikan album ini selama lima hari saja. Tiga hari buat rekaman di studio, sisanya buat mixing dan mastering. Pokoknya ngerjainnya serba ngebut deh,” ucap Enda lagi.

Meski dikerjakan secara terburu-buru, Ungu menjamin, album ini tak kalah secara kualitas dengan album yang lain. “Meski dikerjakan buru-buru semua lagu kami kerjakan semaksimal mungkin,” akunya. Omong-omong, lalu di mana sisa lagu yang tercipta? “Kami simpan. Rencananya bakal kami masukan dalam album repackage SurgaMu. Mudah-mudahan Ramadhan tahun depan album itu bisa dirilis,” harap Enda.

Lima lagu di album ini ditulis Enda dan Pasha. Dua lagu, Doa dan SurgaMu, dibesut Enda. Singel SurgaMu dijadikan sebagai singel perdana album ini. “Lagu dan liriknya cuma saya bikin selama beberapa menit saja. Ini persis seperti waktu bikin lagu Demi Waktu. Nggak ada kesulitan,” papar Enda. Lewat lagu Doa, Enda mengajak pendengarnya untuk berdoa pada Sang Pencipta. “Doa lagu tabungan saya. Buatnya sudah lama,” sergahnya lagi.

Dua lagu lainnya, Andai Kau Tahu dan Selamat Lebaran dibuat Pasha, sang vokalis. “Andai Ku Tahu bertutur soal kegalauan manusia pada kematian,” ucap Pasha. Di tembang ini Pasha banyak menggunakan lirik Tuhan. Itu dilakukannya agar tak terdengar eksklusif. Artinya, lagu ini bisa didengar siapa saja. Tembang yang dibuat Pasha selama satu setengah jam ini bakal dicalonkan sebagai singel kedua album ini. Tembang besutan Pasha lainnya, Selamat Lebaran, berisi kerinduan merayakan lebaran di kampung halaman. Lagu ini tercipta lantaran ia terinspirasi suasana lebaran di kampung halamannya. “Sisanya, Shalawat, merupakan tembang ciptaan NN (No Name-red),” sebut Enda. Maksud Enda, tembang itu tak diketahui siapa penciptannya.

Dari segi musik, SurgaMu sebenarnya tak banyak berbeda dengan album lain. "Secara musik, lagu-lagukami tidak ada bedanya dengan lagu pop Ungu. Perbedaan yang signifikan hanya pada lirik yang bertema religius," kata Pasha. Jika ada sedikit beda, itu pada penggunaan perkusi yang terdengar seperti rebana pada lagu Selamat Lebaran.

Penggunaan perkusi itu, menurut Pasha, sekadar untuk mendapatkan efek suasana takbiran."Untuk lagu religius kami tidak menggunakan musik padang pasir. Kami tak mau memainkan sesuatu yang tidak bisa kami mainkan," kata Pasha. Perbedaan lainnya, penggunaan koor anak-anak di beberapa lagu. “Kami sengaja menampilkan suara ana-anak. Tujuannya, agar anak-anak dengar lagu ini. Kami ingin mereka mencintai lagu-lagu kami ini,” cetus Enda lagi. Yang mengisi suara anak-anak itu adalah murid sekolah vokal Bina Vokalia. Semua lagu-lagu di SurgaMu sudah dipesan rumah produksi dan stasiun televisi buat dijadikan theme song. Rumah produksi Sinemaart memesan SurgaMu sebagai theme song sinetron Menggapai SurgaMu. Andai Ku Tahu dan Selamat Juga sudah dipesan Sinemaart. Lagu Shalawat dijadikan tema lagu promo acara Ramadhan di Indosiar

October 5, 2006

Bikin Lagu Religi, Ungu Siap Berubah

Filed under: News


Seiring dengan pertambahan usia, personil grup band
Ungu, Pasha, Enda, Makki, Oncy dan Rowman kini makin bijaksana. Apalagi mereka baru saja merilis album rohani bertajuk ‘SurgaMu’. Istilahnya, berani nulis lagu religi, sikap juga mesti berubah dong.

“Iyalah, saya berani nulis lagu ini berarti saya siap untuk semakin memperbaiki diri,” ucap Enda pencipta lagu ‘SurgaMu’ ditemui beberapa waktu lalu. Gaya anak band yang identik dengan rebellious mulai ditinggalkan, menjadi sosok yang lebih dewasa.

“Saya menulis lagu ini dari pemahaman saya, perjalanan hidup selama ini, bahwa surga yang indah itu adanya di hati kita,” imbuh Enda. Senada dengan Enda, Pasha yang kebagian menulis lagu tentang ‘bertobat’ mengaku mendapat pencerahan dari situ.

“Saya ingin berbagi pesan, kenapa kita harus saling menyalahkan, kenapa kita mesti berbuat dosa, apa yang kita kejar?” tanya Pasha. Lewat lagu ‘Andai Aku Tahu’, Pasha menyerukan manusia untuk bertobat sebelum ajal menjemput. “Kita tidak pernah tahu kapan kita dipanggil, maka lebih baik berubah sebelum terlambat,” pungkas Pasha.

 

 

October 3, 2006

Ungu: ‘SURGAMU’ Ibadah Dan Pengabdian Pada Tuhan

Filed under: News

 

KapanLagi.com - Bagi UNGU, musik religi adalah sebuah pengabdian yang total sebagai hamba Tuhan. Walau menghadapi tantangannya dalam penulisan, demi membuat lirik yang menyentuh rasa Ketuhanan banyak orang, akhirnya grup ini berhasil menelurkan sebuah album mini. Sejatinya musik religi UNGU ini merupakan bagian dari ibadah dan pengabdiannya pada Tuhan. Lirik-liriknya ditulis lebih jujur dan lebih natural. Dengan mengubah lirik cinta universal antar manusia menjadi syair cinta pada kebesaran Tuhan, UNGU mempersembahkan SURGAMU.

Dalam mini album religi ini, UNGU lebih menekankan interprestasi lagu pada kekuatan aransemen. Dan ini terlihat dalam SurgaMu yang teradapat unsur orkestra dengan koor anak-anak dan kalimat yang diulang-ulang: Allahu Akbar Allahu Akbar. Dengan string section gabungan dari orkestra akustik dan string keyboard. Enda memasukkan petikan gitar elektrik dan diiringi koor 8 anak dari Bina Vokalia Pranajaya, dan membuat kesan megah dalam lagunya.

Di lagu Doa yang ditulis Enda, nyaris terdengar layaknya musik pop UNGU, lengkap dengan petikkan gitar Enda dan Oncy yang berdistorsi tipis didalamnya. Bedanya terletak pada beberapa baris syair, satu diantaranya kata Ridho satu kosa kata yang biasa dipakai pada syair lagu Islami.

Di lagu Selamat Lebaran, ciptaan Pasha terbaca sangat universal walau terdengar agak pasaran tetapi merefleksikan kenikmatan lebaran pada suasana "hari kemenangan" di kampung halaman. Dan di lagu Andai Kutahu, Pasha mendapatkan ilham istimewa meski basic liriknya merupakan permainan logika manusia. Setiap manusia harus tahu bahwa Tuhan menciptakan isi dunia dengan penuh warna. Karena itulah, pada lagu ini bisa dijumpai bahasa musik universal.

Dan untuk melengkapi mini album religi ini, dipilih lagu no name Shalawat yang dimainkan dalam tempo lebih lambat, meski tetap mengandalkan peralatan musik lengkap, dari permai’an drum Rowman, ‘duet gitar’ elektrik Arlonsy Miraldi (Oncy) dan Enda, serta vocal Pasha.

October 2, 2006

UNGU: Jangan Sebut Kami Pendakwah!

Filed under: News

Tuhan adalah sesuatu yang diyakini. Tuhan adalah sesuatu gaib yang ada dan diyakini. Tuhan adalah nyawa. Tuhan adalah guide yang membawa hidup ke arah lebih baik. Tuhan adalah good idea. Ya, Tuhan memang bisa diterjemahkan dalam banyak hal. Tapi itulah cara personil UNGU menggambarkan keberadaan Tuhan. "Saya percaya Tuhan itu ada," tegas Makki, Onci, Pasha, Enda dan Rowman ketika berbincang dengan TEMBANG.com di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis [28/9/2006].

UNGU sedang tidak mencoba menjadi sufi, ustadz atau dai, mereka menjawab pertanyaan TEMBANG.com tentang gambaran Tuhan di mata anak band. Apalagi kemudian dikaitkan dengan rilisan album UNGU ‘SURGAMU’ yang dikategorikan album rohani. "Kami tidak sedang menjadi dai, penceramah atau ustadz. Kami tetap musisi yang menyampaikan lagu yang kebetulan liriknya religius dengan cara kami," tegas Makki ketika bercerita soal album religi UNGU yang pertama ini.

Meski respon atas lagu rohaninya cukup bagus, UNGU menolak jika dianggap sedang berdakwah. "Kami hanya menyampaikan sebuah proses saja lewat lagu," jelas Makki lagi. Menurutnya, lagu-lagu di album ini memang bertema religius, tapi kita tidak ingin orang lupa kalau itu lagu UNGU. "Makanya kita kemas dan nyanyikan dengan cara Ungu," tambah Pasya.

Bicara soal album rohaninya, memang sesuatu yang baru buat band ini. Tak heran, mereka cukup berhati-hati menjawa setiap pertanyaan. Apakah ada korelasi album, religiusitas dan pertobatan? "Menurut saya sih memang sangat berkorelasi," celetuk Onci. Menurut mantan gitaris Funky Kopral ini, religiusitas adalah suatu sikap manusia yang tidak perlu ditonjolkan.

Single ‘Surgamu’ diciptakan oleh Enda. Menariknya, lagu ini diawali dari sebuah pertanyaan dasar, diarahkan kemana hidup ini? "Saya juga sering bertanya, untuk apa puasa di bulan ramadhan ini. Ngapain puasa kalau kita tidak tahu maknanya," jelas cowok berdarah Manado ini kalem. "Hidup itu intinya mencari," ujarnya mencoba berfilosofi.

Membuat album religius, diakui atau tidak membawa membawa tanggungjawab yang tidak ringan. UNGU sangat menyadari hal itu. Lalu bagaimana seaindainya fans menuntut personil UNGU lebih bersikap santun usai merilis album religius. "Buat saya kok naif sekali kalau ada tuntutan seperti itu. Ini hanya bagian dari sebuah proses," sergah Makki. "Kalau ada fans bertanya, saya akan menjawab mereka harus tahu proses pembuatan album rohani itu sendiri. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dijelaskan," sambung Makki. "Kalau tidak ada yang tanya, menurut saya sih semuanya baik-baik saja," tandasnya.

Mungkin tak cuma UNGU yang berproses mencari Tuhannya [dengan lebih baik]. Album ‘Surga-Mu" hanya salah satu proses pencarian itu. Dan itu mungkin juga sedang dilakukan oleh band-band lain yang sedang ngetop. Soal pencarian itu menemukan makna atau sekedar menjadi jembatan aji mumpung, itu bukan urusan kita lagi. [joko/foto: istimewa]

October 1, 2006

Band ungu Menikmati Sukses Di Bulan Ramadhan

Filed under: News

Album religi Surga-Mu benar-benar membawa berkah kelompok musik UNGU yang diawaki Pasha (vokal), Enda (gitar), Rowman (dram), Makki (bas), dan Oncy (gitar). Bagaimana tidak? Dalam sepuluh hari sejak diluncurkan ke pasar, sudah terjual sebanyak 150 ribu keping. Sementara album reguler mereka sudah menembus angka penjualan mencapai 900 ribu kopi. Selamat buat Ungu!

Prestasi UNGU ini tentu tidak mudah untuk menggapainya. Sebelum sukses, Pasha dan kawan-kawan menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Berkat kerja keras dan kesabaran mereka melalui batu sandungan itu, perjuangan mereka akhirnya mencapai klimaks seperti sekarang ini.

Keberhasilan UNGU lainnya: menyabet double platinum untuk album ketiganya, Melayang. Dalam waktu sebulan, album ini terjual 150.000 kopi sekaligus singel-nya, Demi Waktu, tampil menjadi hit dan cukup populer di kalangan penggemar musik.

Dalam perjalanan meniti karier, personal UNGU sempat mengalami surutnya prestasi karena kaset mereka tidak laku di pasar. Ini membuat di antara mereka ada yang terpaksa mencari pelarian "bersahabat" dengan minum-minuman keras. Tapi dalam keputus-asaan itu, UNGU mencoba bangkit. Hasilnya, sungguh luar biasa. Kini UNGU termasuk kelompok musik yang pantas diperhitungkan di kancah musik nasional.

Pasha mewakili teman-temannya di Hard Rock Cafe, Jakarta, baru-baru ini, mengatakan, semula album Surga-Mu diplot berisi 10 lagu. Tapi karena keterbatasan waktu penggarapan, maka isi album itu diperas menjadi hanya 5 lagu, tanpa mengurangi kualitas yang ada. Karena itulah, album Surga-Mu disebut sebagai mini album yang merupakan album religi pertama UNGU yang diedarkan menjalang bulan Ramadhan 1427 H.

Lebih jauh Enda menjelaskan, peluncuran album Surga-Mu memang sengaja dilakukan di tengah sukses ketenaran UNGU. Tapi sikap aji mumpung ini dijalani karena UNGU mendapat kesempatan untuk membuat lagu-lagu religi. "Sebenarnya mungkin banyak band yang mempunyai lirik religi yang baik dan lebih bagus dari UNGU. Tapi mungkin tidak ada kesempatan. Nah, di sisi lain, UNGU mempunyai kesempatan untuk itu," ujar Enda merendah.

Dalam album mini ini, Enda dan Pasha masing-masing menyumbangkan dua lagu. Kemudian satu lagu lainnya berjudul "Shalawat" diberi keterangan dengan status no name.

Bagi band asal Bandung ini, membuat album religi merupakan pengalaman pertama mereka. Namun Pasha dan kawan-kawan nyatanya telah membuktikan diri mereka mampu menulis lirik religi. "Lirik religi pasti berasal dari hati dan pengalaman yang pernah kita alami. Dan, agama menjadi dasar kita," tandas Enda.

Santai, tidak ngoyo dan selalu bersyukur, sepertinya telah menjadi cermin anak-anak UNGU. Dari awal meluncurkan album reguler dan mini album religius ini, mereka tidak pernah mematok target. "Kita sebenarnya tidak begitu tahu seberapa banyak album kita terjual. Kami tidak pernah membuat target. Tugas kita membuat lagu dan menyanyi," kata Enda yang menegaskan bahwa pembuatan album mini religi Ungu merupakan bagian dari ibadah dan pengabdian mereka terhadap Tuhan.

Ditanya apakah mengalami kesulitan membuat lagu rohani, Enda mengatakan, "Pasti ada beban menulis lagu rohani, misalnya bagaimana mengubah kebiasaan saya menulis lirik cinta universal antarmanusia menjadi syair cinta pada kebesaran Tuhan," ujarnya mengungkapkan.

Pasha UNGU akhirnya bertobat

Filed under: News

Ramadhan memang selalu jadi waktu yang tepat buat mendekatkan diri dengan sang pencipta. Kayak Vokalis Ungu, Pasha pernah merasakan apa yang dinamakan frustasi dan putus asa. Sampai-sampai ia melupakan Tuhan dan sembunyi dari-Nya.

Dan pada suatu ketika, waktu dia duduk diteras mendengar suara adzan. Tanpa terasa hatinya terketuk dan air mata sempat menetes. Dari situ Pasha mendapat sebuah kesadaran baru. Ia tak mungkin terkungkung dalam keputusasaan terus menerus. Harus ada sesuatu yang dilakukan.

"Dan dari situ saya belajar hidup. Paling tidak saya mencoba memilih teman yang bermanfaat, bukan berarti aku pilih-pilih dalam berteman. Namun paling tidak berhati-hati agar tidak terjatuh pada lubang yang lebih dalam," ujarnya.

"Aku dan Maki sempat saling tengok dan tatap. Tidak tahu apa yang musti dikerjakan. Kita waktu itu merasa seperti sampah yang mengotori kota. Mending kalau punya duit. Lha ini buat makan saja susah," tutur Pasha.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham