Tempat Terindah Ungu

November 23, 2006

Ungu Band Sukses Besar di Sulselra

Filed under: Konser

LUAR biasa pesona Ungu Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With Ungu di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub & Resto, Makassar.

Ungu Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah di Stadion Lakidende, Kendari. Sambutan hangat penonton seperti itu juga terjadi di Kota Bone dan Kota Palopo. Di tiga kota itu rata-rata penonton mencapai 20 ribu orang, bahkan di Palopo mencapai 25 ribu orang.Ungu Band memecahkan rekor penonton terbanyak di tiga kota itu selama tahun ini.

"Jumlah penonton itu bisa dihitung dari orang yang masuk dan menukarkan tiketnya dengan rokok Clas Mild. Di Kendari, Bone, dan Palopo, penonton yang menukarkan tiketnya dengan rokok mendekati angka 20 ribu bungkus," kata Haedir dari Clas Mild Makassar selaku sponsor utama tur Ungu Band.

Menurutnya, kecuali di Kolaka, penonton hanya mencapai 10 ribu lebih. Dan, diharapkan malam ini penggemar Ungu Band di Makassar juga tidak melewatkan menyaksikan aksi panggung Pasha di Colors.

Sebelum tampil malam hari, pukul 11.00 siang ini personel Ungu Band akan menggelar jumpa fans di Valentino Pool & Cafe. Bagi penggemar Ungu, bisa berdialog langsung dengan Pasha dan kawan-kawan.

Sudah dapat dipastikan, mengakhiri turnya di lima kota, nanti malam Pasha akan menyanyikan lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga penggemarnya. Misalnya, lagu Surgamu, Andai Kutahu, dan lagu-lagu lainnya, so pasti dipersembahkan untuk warga Kota Makassar. Setidaknya Pasha akan menyanyikan 12 lagu di Clors nanti malam.

Band yang diawaki Makki, Onci, Pasha, Enda, dan Rowman, ini tur di lima kota melalui Fair Production sebagai promotour dan Ungu Production sebagai organized event.

Selain Ungu, turut pula menyemarakkan acara Class Music Tour ini adalah home band Colors, Punk Romance dan resident DJ Colors DJ Eq, yang dengan kekuatannya masing-masing akan menghibur clubbers Makassar.

Pasha, Anak Palu yang Jadi Idola

SAUDARA-saudaranya terperangah. Kok, Sigit tiba-tiba tampil sebagai vokalis Ungu Band? Sigit Purnomo Syamsudin Said yang berganti nama menjadi Pasha, bisa menjadi penyanyi?

"Saya juga kaget tiba-tiba adik saya menjadi penyanyi," kata kakak kandung Pasha, Helmy Syamsudin Said yang kini anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Partai Demokrat. Itu pula yang dialami kakaknya yang lain, Uly, pemain sinetron di Jakarta.

Ketika sekolah di SMAN 2 Palu, Pasha memang sudah mulai bermain musik. Ia membentuk band di sekolahnya. Tetapi Pasha bukanlah vokalis, kecuali mahir bermain gitar atau keyboard.

Ayahnya, Syamsudin, memang termasuk penyanyi. Tahun 60-an, Syamsudin punya band di Donggala, dan dia sebagai vokalis. Tidak heran, setiap ada acara di Palu, anak-anaknya selalu disuruh tampil menyanyi. Kecuali Pasha, tidak pernah mau disuruh menyanyi.

Pasha memang anak pemalu. Dari 10 bersaudara, anak kelima itu tak seperti saudara-saudaranya yang tampil berani di depan umum. Helmy, misalnya, ketika kecil selalu tak segan-segan untuk tampil menyanyi di acara-acara yang dihadiri keluarganya.

Pasha lahir di Donggala, ibu kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979. Ibunya, Andi Bumbeng Pasamalangi, berdarah Bone-Toraja, Sulawesi Selatan. Kedua orangtuanya memang selalu mendorong anak-anaknya bermain musik.

Tahun 1997, Pasha tamat di SMAN 2 Palu dan langsung ke Jakarta. Ia memilih melanjutkan studinya di IKJ Jakarta. Namun kuliahnya tidak selesai.

Di Jakarta lah suami Okky Agustina Sofyan serta ayah dari Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha (4 bln), itu muncul sebagai penyanyi. Dia bukan lagi anak pemalu, tetapi berubah menjadi salah satu idola kaum muda sekarang ini. (iku)

November 10, 2006

Konser Ungu Band Ricuh

Filed under: Konser


* 15 Penonton Luka-luka, Ketua Panitia Diperiksa Polisi

PALOPO–Kelompok Band Ungu gagal memukau sekitar 10.000-an Cliquers Ungu (sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut) dalam konser di pelataran luar Stadion Lagaligo, Rabu malam lalu, 8 November. Penonton tidak bisa menikmati aksi panggung Pasha dkk dengan baik, karena konser ini ricuh.

Kericuhan terjadi, karena Pasha terlambat naik ke panggung. Soalnya, panitia terlambat membenahi listrik. Penonton yang telah memenuhi pelataran luar Stadion Lagaligo, protes karena sedianya konser ini dimulai pukul 20.00 Wita, tetapi sampai pukul 20.30 Wita, Pasha dkk tak juga muncul di atas panggung.

Penonton yang berada di bagian depan tiba-tiba menghujani panggung dengan batu dan botol-botol air mineral. Saat yang bersamaan, penonton yang belum masuk ke lokasi konser, membobol dinding yang terbuat dari seng, sehingga penonton yang belum memiliki tiket, langsung menerobos masuk.

Saat terjadi kericuhan, Kapolresta Palopo, AKBP Muh Arwin, naik ke panggung, untuk menenangkan penonton yang kian brutal. Kapolresta meminta penonton tenang, supaya konser Ungu Band bisa segera dilakukan.

"Mari kita jaga jalannya konser ini dengan tertib dan aman. Kalau penonton masih melempar, Ungu Band tidak akan tampil," teriak Kapolresta melalui sound system di hadapan para penonton.

Penonton mulai tenang setelah mendapat pengarahan dari Kapolresta. Selain itu, aparat kepolisian dan TNI AD mulai menenangkan penonton di bagian depan.

Pukul 21.00 Wita, setelah penonton mulai tenang dan panitia membersihkan panggung dari batu dan botol-botol air mineral, Ungu Band yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) serta Oncy (gitar), tampil di atas panggung.

Pasha langsung tampil menghibur fans fanatiknya dengan lagu-lagu hits Ungu Band, seperti Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan Pilihan, Selamat Lebaran, Surgamu, dll.

Saat membawakan lagu kedua, tiba-tiba terjadi lagi kericuhan. Penonton bagian belakang, kecewa karena suara Pasha yang merdu, tidak terdengar jelas. Sound systemnya kecil. Mereka melempar batu ke arah panggung. Akibatnya, penonton yang ada berdesak-desakan di bagian depan panggung itu, menjadi sasaran batu.

Dalam insiden ini, sedikitnya 15 penonton mengalami luka-luka. Lima orang di antaranya, sempat dilarikan ke UGD RSUD Sawerigading Palopo, karena luka di kepalanya terbilang serius.

Menurut Kapolresta, AKBP Muh Arwin, penonton yang mengalami luka-luka langsung ditolong petugas, dan dikeluarkan dari lokasi konser yang sesak penonton. Para korban dibawa ke RSUD menggunakan ambulans. "Dua penonton yang tertangkap tangan melempari penonton di bagian depan panggung, diamankan polisi," katanya.

Masih menurut Kapolresta, polisi memeriksa Randy, ketua panitia konser Ungu Band ini, karena dinilai lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ketua panita, karena konser Ungu Band ini berlangsung ricuh dan menyebabkan sekitar 15 penonton luka-luka.

"Dia diperiksa sebagai penanggung jawab kegiatan konser itu. Jika terbukti ia lalai hingga konser berjalan kacau dan tak terkendali, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, konser ini menyebabkan adanya penonton konser luka-luka," katanya.

October 30, 2006

Ungu Pukau Makassar

Filed under: Konser

MAKASSAR, KCM–Kelompok Band Ungu berhasil memukau ribuan Cliquers Ungu–sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut–dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam tadi.

Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka.  

Ungu yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman  (drum) serta Oncy (gitar), berhasil membawa penonton pada suasana yang begitu hangat dan bersahabat. Pasha tampil menjadi juru kunci yang mampu membawa suasana pada keakraban. Maklumlah, meski bukan orang asli Makassar, toh darah Sulawesi mengalir deras dalam tubuhnya. Itulah yang membuat tak ada jarak dengan para Cliquers Ungu di Makassar.

Lagu Tak Perlu menjadi lagu pembuka penampilan Ungu malam tadi. Tentu saja, lagu tersebut tak lah asing buat penggemarnya di Makassar. Mereka pun langsung berjingkrak sembari melantunkan bersama-sama dengan penuh suka cita.

Satu jam Ungu tampil memukau. Tak hanya Tak Perlu, mereka juga membawakan lagu-lagu yang kini begitu akrab di telinga kita. Sebut saja, Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan  Pilihan, Selamat Lebaran dan Surgamu.

Selain Ungu, hadir pula kelompok band Garasi, yang membawakan empat buah lagu. Masing-masing, Bukan, DKAD, Diam dan Khilaf. Sayangnya, aksi panggung mereka sempat ternoda oleh gangguan sound system.

Saat membawakan lagu kedua, tiba-tiba saja sound system mati. Kelompok yang salah satunya digawangi aktor muda berbakat Ferdi Nurul itu, terpaksa terhenti hingga  30 menit lamanya. Sontak saja, hal tersebut sempat diwarnai beberapa aksi pelemparan ke atas panggung.

Bagi Garasi dan Ungu, inilah konser ketiga mereka, setelah sebelumnya tampil  di Medan dan Serang. Di dua tempat tersebut  sambutannya pun tak kalah meriah. "Di Serang penontonnya paling membludak, kami baru bisa keluar setelah tertahan sampai 4 jam," ujar Ferdi Nurul.

Dikatakan Lingkan Diana  Bolang dari 18 Production, di Serang penonton ditaksir mencapai  25 ribu orang. "Kalau di Medan setidaknya lebih dari 10 ribu orang yang hadir," katanya.

Konser Salam Lebaran yang diselenggarakan Gudang Garam dengan 18 Production ini, digelar di 12 kota, sedari tanggal 27 hingga 29 Oktober. Pada hari yang sama ini, konser Salam Lebaran juga digelar serentak di empat kota lainnya yakni, Palembang yang menghadirkan Ari Lasso dan Tipe X, Banjarmasin (Radja dan Utopia), dan Surabaya (Samsons dan Caffein).     

September 6, 2006

Ungu Guncang Jambi

Filed under: Konser

JAMBI - Kerinduan musik para kawula muda Jambi terobati. Lewat aksi panggung yang cukup atraktif, grup band Ungu menguncang Stadion Tri Lomba Juang (KONI) semalam. Konser musik bertajuk Surya 16 Citra Ekslusif Pop Cholic ini sendiri disaksikan tak kurang 30 ribu orang. Alhasil, Stadion kebanggaan masyarakat Jambi ini tumpah ruah.

        Acara yang dijadwakan mulai pukul 19.00 WIB, sempat molor setengah jam. Teriakan penonton memaksa vokalis Ungu, Pasya dan teman-temannya naik panggung, pukul 19.30 WIB. Lewat lagu pertama karena dia kamu, Pasya langsung menyedot penonton hingga ke pinggir panggung. Teriakan penonton semakin menjadi-jadi. Lewat lagu kedua berjudul tak perlu selanjutnya jika itu membuat kawula muda Jambi larut.

    Dipanggung berukuran 15 x 8 meter, sound system 60 ribu MW dan Lighting 120 ribu watt, Ungu berhasil menggairahkan penontonnya. Panggung tersebut dilengkapi dengan 2 unit LCD berukuran 4 x 6 m dan 3 unit LCD berukuran 3 x 6 m, yang menambah semaraknya konser musik ini.

    Lagu melayang merupakan tembang pamungkas dalam penampilan Ungu kemarin. Sekitar pukul 21.20 WIB, Pasya mengakhiri lagunya. "Saya harap tidak terjadi insiden saat pulang nanti, sebaiknya sabar, tunggu keadaan sepi dulu,"kata Pasya mengakhiri penampilannya di Kota Jambi. Kota Jambi merupakan kota ke sembilan dari tiga puluh kota yang akan didatangi oleh band Ungu.

    Menurut panitia Monitoring Even dari Kediri, Sigid S, penonton yang hadir melebihi target. Pernyataan ini juga datang dari panitia lain, Agus. Menurutnya, target mereka dalam acara ini sekitar 15 ribu orang, dalam kenyataannya jumlah orang yang hadir melebihi target yang mereka perkirakan. "Ini melebihi target kita, saya berani bilang jumlah pengunjung malam ini sekitar 30 ribu orang,"ungkap Sigid dengan nada penuh semangat. Sampai akhir acara, tidak terjadi insiden apapun, dan ini dibenarkan oleh EvenOrganizer (EO) lokal, Iwan. "Tidak terjadi apa-apa dalam konser band Ungu yang kami adakan,"ucap Iwan usai konser.

July 1, 2006

Ribuan Pengagum Ungu Histeris

Filed under: Konser

* 20 Penonton Pingsan

Batam, Tribun- Vokalis grup Band Ungu Pasha, mengajak penonton melemparkan kemasan air mineral ke atas pada konser Batam View Time Out with Ungu Concert di Lapangan Parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal, , Jumat (30/6).

Ajakan ini Pasha ini terjadi sebelum Pasha melantunkan lagu Bayang Semu, yang merupakan lagu dari album pertama Ungu, karena banyak para penonton yang melempar kemasan air mineral ke arah panggung.

Secara keseluruhan penampilan grup band yang digawangi Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Rowman (drum) dan Onci (gitar) ini mampu membius dan membuat histeris ribuan penonton yang memadati parkiran Stadion Temenggung Abdul Jamal. Untuk mendinginkan suasana, petugas tak henti-hentinya menyemprotkan air.

Tidak saja antusias, hampir seluruh penonton ikut melantunkan semua lagu yang dibawakan semalam. terutama hits dari album terbaru Ungu seperti Demi Waktu dan Seperti Yang Dulu. Dibagian lain, anggota Palang Merah Indonesia Batam harus berkerja keras mengamankan penonton yang lemas dan jatuh pingsan akibat desakan atau kelelahan. "Ada sekitar 20 orang yang pingsan. Rata-rata yang pingsan wanita," ujar Dina, anggota PMI Batam.

Dalam konser semalam, Ungu banyak menyanyikan lagu-lagu dari album terbaru mereka yang bertajuk Melayang. Terhitung sekitar 13 lagu dibawakan Ungu dalam waktu lebih kurang 1 jam.

Konser Ungu ini terlihat makin hidup karena Pasha tampil atraktif."Tolong acungkan dua jarinya semua," ajak Pasha kepada penonton. Suasana yang cukup panas, memaksa Enda dan Rowman melepaskan baju.

Sebelumnya Ungu tampil, konser dibuka oleh Preshiden Band dari Batam. Band yang memenangkan kompetisi band pembuka konser Ungu ini membawakan tiga buah lagu. Dua di antaranya adalah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul Cari Saja dan Tak Kan Sirna. Selain kedua lagu tersebut mereka juga membawakan sebuah lagu dari grup band ternama Deep Purple yang berjudul Burn.

June 30, 2006

Nangis Minta Tanda Tangan Oci

Filed under: Konser

* Kiat Fans Memburu Band Ungu

PARA kedatangan penumpang di Bandara Hang Nadim, Kamis (29/6), tampak kebingungan dengan kerumunan panitia Batam View Time Out with Ungu Concert. "Siapa sih yang mau datang?" bisik mereka yang duduk di sebelah mereka.

Meski waktu sudah menunjukkan 16.00 WIB pesawat yang dinaiki Ungu tak kunjung tiba. Kehebohan tak hanya terjadi di luar bandara. Di pintu masuk kedatangan pun kerumunan para penggemar Ungu mulai memadati pintu masuk.

Ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 16.30 WIB, barulah penumpang pesawat yang ditunggu-tunggu menampakkan batang hidungnya. Ada Pasha, Makki, Enda’, Onci, dan Rowman berjalan santai sembari menebar senyum.

Setelah berada dalam bus yang disediakan Batam View, para personel Ungu diajak ’sedikit’ berkeliling Batam. Perjalanan singkat mereka dimulai menuju kawasan industri Mukakuning. Wajah-wajah lelah memang tampak dari para personel Ungu. Maklum saja, Rabu (28/6) malam mereka baru saja manggung di acara Class Sensation dengan grup musik Nidji.

Acara tersebut membuat para personel Ungu terjaga hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Tak salah jika akhirnya para personel Ungu hanya diam saat berada di dalam bus. Belakangan muncul pembicaraan kecil antara Onci dengan Pasha yang duduk di belakangnya.

"Ini satu di antara kawasan industri yang ada di Batam," ujar panitia kepada Onci yang bertanya nama tempat yang sedang mereka tuju saat itu. Onci, sang gitaris, mengeluarkan sebungkus cokelat.

Konvoi mobil panitia dan personel Ungu yang melintasi kawasan indistri Batamindo memang sedikit mengundang perhatian para pekerja yang sedang melintas. Apalagi dengan kawalan mobil patwal yang berada di barisan paling depan.

Meski berada di dalam bus, ada juga pekerja yang menyadari kehadiran Ungu. Melalui kaca metrotrans, seorang wanita pekerja yang mengenal wajah Pasha langsung melambai kegirangan. Pasha membalasnya dengan senyuman.

Kelelahan ternyata tidak membuat para personel Ungu berdiam diri. Di saat-saat tertentu, terdengar suara Pasha menyanyikan lagu kelompok Ratu berjudul Buaya Darat, meski dalam versi berbeda.

Sampai di Batam View, kehebohan kembali terjadi. Para penggemar Ungu segera ‘menempel’ beberapa personel untuk berfoto bersama. Sementara itu tembang milik Ungu silih berganti menggema mengisi telinga.

Mesi menangis
Usai jeda sekitar satu setengah jam, para personel Ungu kembali menemui para penggemarnya dalam sesi konferensi pers dan jumpa fans. Kali ini, tentunya dengan wajah yang lebih segar seusai sejenak beristirahat.

"Penyambutannya luar biasa. Kami pernah dikalungin bunga tapi nggak pernah yang sebanyak ini bunganya," komentar Pasha yang awal mewakili teman-temannya. "Tolong hafalin lagu-lagu kita dan besok kita nyanyi bersama."

Enda yang duduk di samping kanan Pasha menimpali, "Mudah-mudahan besok bisa lancar." Ia mengatakan saat tampil nanti di Stadiun Temenggung Abdul Jamal minimal main 12 lagu. "Itu gabungan dari tiga album. Kita kemungkinan bisa nyanyi lebih, tergantung penonton nanti," janji Enda’.

Di kursi belakang hadir grup band Preshiden yang akan menjadi pendamping. Bule, personel Preshiden mendapat kejutan karena didaulat Pasha untuk bernyanyi bersama. "Sekarang aku minta kalian yang nyanyi untuk Ungu. Yok, coba vokalisnya Preshiden maju ke sini nyanyi. Aku ingin tahu sejauh mana pengetahuan kamu tentang Ungu," ujar Pasha.

Bule menyanyikan lagu Melayang. Lagu berikutnya, suara Bule yang kemudian disambung Pasha. Begitu acara tersebut berakhir, para personel Ungu beranjak menuju lift untuk beristirahat ke kamar masing-masing.

Namun para penggemar Ungu seakan tak kunjung puas sehingga terus meminta foto bersama atau meminta tanda tangan. Uniknya, ada seorang gadis dari SMA Harmoni yang menangis tersedu-sedu di depan lift ketika para personel Ungu telah masuk ke dalamnya.

Mesi, penggemar fanatik Ungu yang masih menggenggam foto Oci di tangannya. "Nggak dapat fotonya Oci," kata teman-temannya yang lain. Mesi sendiri terus menggenggam foto yang diperolehnya dari internet. Karena iba, seorang kru Ungu lainnya mencoba membantu untuk mendapatkan tanda tangan Oci.

June 28, 2006

30 Juni Ungu Tampil di Batam

Filed under: Konser

BATAM (BP) -  Pencinta musik Batam, kembali akan dihibur grup band yang tengah naik daun saat ini, Ungu Band yang pernah meraih double platinum untuk albumnya yang mengeluarkan hits Demi Waktu ini,akan tampil menghibur fansnya di Stadion Tumenggung Abdul Jamal,30 Juni ini.

Yanti Lingga, Publik Relation Batam View Beach and Resort  mengatakan acara bertema “Batam View Time Out with Ungu Concert” ini merupakan penampilan perdana Ungu di Batam. Menurut Yanti, rencananya grup yang beranggotakan Pasha (vokalis), Makki (bas), Oncy (gitaris) Enda (gitaris) dan Rowman (drummer) ini akan tiba sehari sebelum konser, yaitu 29 Juni. “Sesampainya di Batam, grup band ini akan langsung menuju Hotel Batam View untuk beristirahat dan mengadakan jumpa pers pada sore harinya,’’ ujar Yanti..

Sebelum manggung, siang harinya Ungu akan mengunjungi Mega Mall, Batam Centre dan makan siang di Food City Mega Mall. “Pada kesempatan ini, Ungu akan berfoto bareng sama penggemarnya,’’ ujar Yanti. Setelah makan siang, grup band Ungu akan menuju Stadion Temenggung untuk check sound dan kemudian kembali ke hotel Batam View dan bersiap-siap untuk penampilan live pada malam harinya pukul 19.00 WIB di Stadion Temenggung.

“Penampilan Ungu kali ini di Batam, akan dibuka Grup band Preshiden,” pungkas Yanti

May 16, 2006

Onci: Ini Murni Karena Listrik, Bukan Rekayasa Ungu Biar Cepat Kabur

Filed under: Konser
Kata Ungu Tentang Konsernya yang Terhenti
MENEPIS berbagai opini masyarakat bahwa terhentinya konser Ungu Minggu (14/5) malam karena Ungu ‘meraju’, membuat para personil Ungu angkat bicara. Bertempat di kamar Hotel Mesra, saat ditemui seusai manggung di Kinibalu masing-masing personel Ungu angkat bicara hanya di Blok M.

Seperti pun penonton, para personel Ungu juga tidak menduga konser akan terhenti karena listrik padam. Menurut mereka, terhentinya konser murni akibat putusnya pasokan aliran listrik yang bersumber dari mesin genset. Namun pasokan tersebut hanya memutuskan aliran listrik pada sound system dan tidak mempengaruhi alat lighting panggung.

Ini yang mengakibatkan fans yang udah ‘panas’, beropini bahwa kejadian ini hanya rekayasa dari pihak Ungu agar bisa kabur dari lokasi karena takut keadaan yang makin panas. "Ini 100 persen murni karena listriknya padam, bukan karena akal-akalan Ungu biar bisa kabur dari panggung. Justru kejadian di Samarinda ini nggak terlalu parah. Kemarin pas konser di Balikpapan kita (Ungu,Red) dilempari habis-habisan. Semua yang ada di depan penonton di lempar ke kami. Tapi kami tetap nyelesaikan konser. Jadi kejadian malam ini murni nggak ada rekayasa," ungkap Makki, salah satu personel Ungu tulus.

Sementara keterlambatan konser selama satu setengah jam yang mengakibatkan fans lama menunggu bukan salah pihak Ungu. "Sebenarnya kita udah siap buat manggung dari pukul 19.00 Wita, tapi dari pihak panitia menginginkan semua peralatan siap saat Ungu naik panggung. Karena kami pengen memberikan yang terbaik buat para fans Ungu. Yah jadinya baru pukul 20.00 Wita lewat baru kita diijinkan berangkat," jelas Maaki lagi.

Selain itu tambahnya, adapun tentang lamanya durasi waktu yang diberikan Ungu pada band pembuka yang juga jadi salah satu pemicu emosi fans, memang merupakan keinginan Ungu. "Karena kami ngga mau band pembuka hanya menjadi tempelan pada konser kami. Kalo memang ada band pembuka, maka biarkan mereka main sepenuhnya, ngga tanggung-tanggung," tambah Makki.

Ungu pun mengalami kekecewaan seperti yang dirasakan fansnya. Mengutip pernyataan Pasha (vokal) ketika konfrensi pers, "Kami (Ungu, Red) paling kecewa kalo sebelumnya punya jatah nyanyi sejumlah lagu, eh malah dikurangin," katanya kala itu.

Hal tersebut diungkapkan kembali oleh Enda (gitar) Minggu malam tersebut, "Sebenarnya bukan cuma penonton yang kecewa, Ungu juga kecewa banget. Karena kami di Samarinda ini bukan cuma kerja, tapi juga pengen menghibur dan mendekatkan diri ama teman-teman dari Samarinda," curhat Onci.

Nggak mau kalah, Onci (gitar) juga curhat. "Sebenarnya waktu turun dari panggung kita sempat diam. Trus pas kami mau balik ke panggung kami ditahan pihak panitia. Kami diijinkan kembali ke panggung kalo keadaan udah mereda, tapi suasana nggak juga reda. Akhirnya dari pihak panitia meminta kami buat balik ke hotel, yah kami sih nurut aja," papar Onci.

Setelah turun panggung, sebenarnya pihak Ungu pengen ngucapin selamat tinggal pada fansnya namun apa boleh buat karena tak satu pun peralatan band yang menyala. "Sebenarnya ketika digiring turun kami pengen "say hello" sama anak-anak Samarinda, karena kami nggak mau bikin acaranya jadi gantung nggak ada penyelesaian. Tapi apa boleh buat, satupun nggak ada mikrofon yang nyala. Meski jika mikrofon bisa nyala, apa penonton bisa tahan nonton kita main sampai selesai, yang ada nantinya malah tambah rusuh. Soalnya kami sempat dapat kabar bahwa 30 menit setelah kami turun dari panggung, mikrofon sempat nyala dan dipergunakan untuk koordinasi sesama panitia. Ini situasi yang paling nggak enak buat Ungu. Kami cuma bisa minta maaf buat teman-teman yang udah kecewa banget karena udah lama banget nunggu. Soalnya hal ini dapat dikatakan musibah bagi konser Ungu. Kami juga ngga menginginkan hal seperti ini terjadi, tapi apa boleh buat," cerita Makki.

Tidak jera dengan yang terjadi, Grup ini masih berharap bisa nampil di Samarinda. "Kami pengen ngajak teman-teman Samarinda berdoa supaya Ungu bisa dapat kesempatan tampil lagi tapi secara gratis. Karena kami pengen mengobati kekecewaan yang di rasakan fans Ungu semuanya. Dan sekali lagi Ungu minta maaf," tukas Enda mengakhiri. (bm-10)

May 15, 2006

Konser Ungu Terputus, Penonton Kecewa

Filed under: Konser

SAMARINDA - Konser grup band Ungu di lapangan Kinibalu Minggu (14/5) malam tadi dijejali sekitar 10 ribu penonton. Sayangnya akibat kesalahan teknis penampilan Ungu malam tadi tak maksimal. Saat vokalis Ungu, Pasha membawakan salah satu lagu unggulannya berjudul Demi Waktu, tiba-tiba sound system terputus tanpa sebab. Tak pelak, kondisi ini membuat penonton kecewa. Baru sekitar 15 menit kemudian, sound system kembali membaik namun para personel Ungu ternyata sudah kecewa dan tak mau tampil lagu.

"Ungu sudah tak mau tampil lagi," kata salah seorang panitia yang berdiri di atas panggung konser.

Mendengar ucapan demikian, ratusan penonton bagian depan yang tampak kepanasan, meneriakkan ungkapan kekecewaan seraya mencaci maki panitia di atas panggung. Tidak hanya itu, penonton juga tampak merusak pagar pengaman seng yang digunakan panitia untuk membatasi areal konser. Melihat kondisi semakin memanas, ratusan petugas keamanan tampak bersiaga. Betapa tidak, ratusan botol mineral sertamerta dilemparkan penonton menuju ke arah panggung. Namun demikian, situasi mereda setelah berangsur-angsur penonton yang berjejal di area pertunjukan, meninggalkan lapangan dengan wajah kecewa.

Konser Ungu rencananya dimulai sekitar pukul 19.00 Wita, namun molor hingga sekitar pukul 20.45 Wita. Mulai dari lagu-lagu hits-nya yakni Sejauh Mungkin, Ciuman Pertama hingga Seperti Yang Dulu, mampu dilafalkan dengan fasih oleh para penggemarnya di Samarinda. "Penonton di Samarinda nggak kalah serunya. Ternyata tidak kalah banyak. Saya suka Samarinda," kata Pasha kepada penonton.

Ketika Ungu tampil, puluhan penonton yang berada di barisan depan berhasil merengsek masuk mendekati panggung akibat lemahnya koordinasi antarpanitia.

Selain itu, saat konser puluhan gadis belia jatuh pingsan. Praktis, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda dibantu aparat kepolisian harus berjibaku menempatkan penonton yang jatuh pingsan, ke tempat yang aman.

KECEWA

Ditemui Kaltim Post seusai konser, personel Ungu menyatakan permintaan maaf kepada para penggemarnya karena tak bisa melanjutkan konser akibat masalah teknis. Mereka mengatakan kesalahan itu sebenarnya juga tidak mereka harapkan.

"Seperti juga para penonton kami pun sebenarnya sangat kecewa. Kami juga tak mengharapkan itu semua terjadi. Pihak sponsor Star Mild dan panitia juga tidak mengharapkan hal itu terjadi. Kami pengen semua teman-teman (penonton) tahu kami pun sama tak enaknya dengan kalian," papar Makki, basis Ungu, dan dibenarkan personel Ungu lainnya, Enda (gitaris), Rowman (drumer), Oncy (gitaris) dan Pasha (vokalis).

Ia mengatakan lain waktu bila ada kesempatan tampil kembali di Samarinda, mereka akan berupaya tampil maksimal. Pasha mengaku sempat jengkel atas kesalahan teknis itu. Namun katanya itu bukan kesalahan siapa-siapa, melainkan hanya kesalahan teknis.

"Kami terputus saat menyanyikan lagu kesebelas. Jadi rencananya akan ada dua lagu lagi yang dinyanyikan, sebagai lagu pamungkas, yaitu Demi Waktu dan Bayangan Semu," tambah Rowman.

Ia mengatakan, kekecewaan yang mereka alami ini adalah yang pertama terjadi dalam tur mereka yang digelar sejak Januari lalu. Namun demikian sebelumnya, tahun 2004 silam, Ungu juga pernah kecewa saat menggelar konser di Amphy Theater Balikpapan. Saat itu hujan mendadak turun sementara Ungu baru menyanyikan beberapa buah lagu. Para penonton di Balikpapan kecewa atas pertunjukan itu, begitu pula dengan Ungu. "Jadi malam ini sebenarnya kekecewaan kami yang kedua," ujar Makki. (*/dee/ran)

May 13, 2006

ABG Berdesakan, Ungu Tampil Total

Filed under: Konser

BALIKPAPAN-Penonton konser Ungu di Stadion Sudirman, Jumat (12/3) malam tadi, membeludak. Stadion sepakbola di Jl Tanjungpura nyaris tidak bisa menampung penonton yang sebagian besar anak baru gede (ABG). Bahkan, tiket sebanyak 5.000 lembar yang disediakan panitia ludes hingga penonton yang tak kebagian harus rela berdesakan.

Sambutan meriah diberikan warga Kota Minyak saat Pasha alias vokalis Sigit Purnomo SS naik panggung. Sebelumnya, mereka sempat kecewa karena jadwal molos satu jam lebih. Dijadwalkan mentas pukul 20.00 Wita, Ungu baru tampil lewat pukul 21.00 Wita. Saking kecewanya, sebagian penonton sempat melemparkan botol minuman ke atas panggung.

Tapi begitu Ungu tampil, seluruh penonton menyambutnya dengan meriah. Terlihat sejumlah ABG jatuh pingsan karena tahan berdesakan penonton lainnya. Namun, secara umum, tak menyurutkan animo mereka menyaksikan penampilan band pujaannya hingga selesai pukul 22.00 Wita.

“Aku nggak nyangka sambutan warga Balikpapan begitu luar biasa. Ini konser Ungu yang pertama kalinya di Kota Minyak ini,” puji Pasha, disambut tepuk tangan penonton.

Seluruh anggota Ungu tampil total. Selain Pasha, adalah Makki O Parikesit (bassis), Enda’ alias Franco Medjaya (gitaris), Onci atau Arlonsy Miraldi (gitaris), dan Rowman alias M Nur Rohman (drummer).

Sedikitnya 12 lagu dibawakan. Di antaranya, Curhat, Seperti Daku, Jumpa Pertama, Ciuman Pertama, Tempat Terindah, Sejauh Mungkin, dan Demi Waktu. Konser ditutup dengan hit Melayang.(pon)

May 12, 2006

Ungu, Malam Ini di Lapangan Sudirman

Filed under: Konser

Masuk Stadion, Penonton Tak Boleh Bawa Botol Air Mineral
BALIKPAPAN-Grup band Ungu, yang kini lagi naik daun, dipastikan tampil Kamis (12/5) malam ini di Lapangan Sudirman Balikpapan mulai pukul 19.30 Wita. Penampilan grup band yang digawangi vokalis Pasha ini, akan lebih memekakkan telinga pendengar dengan lagu-lagu di album andalannya yang didukung sound system berkekuatan 50.000 watt dan tata cahaya (lighting) 30.000 watt.

Ungu akan turun dengan personel lengkap. Selain Pasha, grup asal Bandung ini menampilkan Enda (gitar), Rowman (drum), Makki (bass) dan Oncy (gitar). Tentu formasi lengkap inilah akan lebih memberi warna penampilan mereka untuk menghibur warga Balikpapan lewat turnya yang digelar Star Mild Chill Out.

Hanya saja, bagi kalian yang ingin menyaksikan konser Ungu, pihak panitia penyelenggara dan petugas keamanan telah sepakat untuk tidak memperbolehkan penonton membawa botol atau gelas air mineral dari rumah masuk ke stadion. �Penonton yang masuk akan kita periksa satu per satu, apakah membawa benda membahayakan. Ini demi suksesnya konser Ungu,� kata Bobby dari Sky Production, event organizer (EO) lokal yang mendukung konser ini.

Bobby menyebutkan, langkah panitia ini penting dilakukan untuk mencegah aksi pelemparan atau tindakan mengganggu lainnya.

Ungu yang sempat beberapa minggu perkasa di puncak top chart tangga lagu radio Balikpapan, tampaknya menjadi jaminan tersendiri kesuksesan konser yang diprediksikan bakal dipadati oleh lima ribu penggemar.

Acara malam ini, akan dibuka oleh performa grup musik lokal, XL band dan Albino band yang namanya sudah cukup santer di Kota Minyak.

Sampai hari ini, ticket box masih dibuka di Radio SBI, Swara Media, Absolute Surf, Warnet AngkaNet, Toko Miki Kaset dan di tempat acara digelar. (hil)

May 11, 2006

Ungu ‘Demi Waktu’ Konser Perdana di Samarinda

Filed under: Konser

Telkomsel Gratiskan 500 Tiket

SAMARINDA - Ungu, sebagai pendatang baru di kancah dunia musik tanah air yang melejit dengan lagu berjudul Demi Waktu, akan tampil perdana di kota Tepian Samarinda. Live konsernya akan dilaksanakan di lapangan Kinibalu, Minggu (14/5) malam.

    Kedatangan Ungu yang terlebih dahulu tampil di lapangan Sudirman Balikpapan ini, disponsori PT Bentoel dengan brand rokok Stars Mild. Namun, Telkomsel dalam memanjakan pelanggannya akan memberikan 500 tiket gratis di setiap kota, dengan cara mengirim SMS.

     “Pada penampilan perdananya di Samarinda dan Balikpapan, Telkomsel akan memberikan 500 tiket gratis bagi pelanggan Telkomsel untuk menyaksikan konser Ungu di Balikpapan dan Samarinda.,” ujar Manajer GraPARI Telkomsel Samarinda Eko Wahyudi di ruang kerjanya, Rabu (10/5).

    Untuk mendapatkan tiket gratis itu, sebut Eko dengan cara mengirim SMS yang isinya “jitubpn Ungu’ khusus pelanggan Balikpapan dan “jitusmd Ungu’” khusus pelanggan Samarinda  dan ke 3954. Mereka juga memberikan kesempatan bagi 20 pelanggan untuk bisa bertatap muka dan foto bareng dengan personil Ungu.

    Eko juga menjelaskan, jika SMS yang masuk melebihi 500 SMS, maka pihaknya akan melakukan pemilihan secara acak dengan menggunakan sistem.

    “Khusus 20 pelanggan yang berhak bertemu langsung dengan Ungu, dipilih berdasarkan nilai plus dan loyalitas dari pelanggan itu kepada Telkomsel.apakah itu dia sebagai salah satu pelanggan yang paling awal melakukan registrasi atau lainnya,” terang Eko memberikan gambaran.

    Jadi, menurut Eko, 500 tiket gratis itu, tidak lain salah satu bentuk loyalitas mereka juga terhadap pelanggannya yang terus setia menggunakan produk Telkomsel

May 10, 2006

Menjelang Konser Ungu di Lapangan Kinibalu

Filed under: Konser
Tiket Box Ungu Mulai Diserbu
GRUP band yang terkenal lewat single "Demi Waktu" ini, ternyata ditunggu-tunggu oleh penggemarnya yang ada di Samarinda. Terbukti, penjualan tiket Ungu hingga Selasa (9/5) kemarin terjual hingga ribuan lembar. Setiap tiket box mampu menjual 100 tiket per hari.

Grup yang bakal manggung Minggu (14/5) mendatang, di Lapangan Kinibalu Samarinda ini bakal dipenuhi ribuan penggemarnya. Enam tiket box yang tersebar di Samarinda, mulai diserbu penggemar Ungu.

Disampaikan oleh marketing Paras FM yang dipercaya menjadi salah satu tempat penjualan tiket konser Ungu resmi, hingga saat ini telah berhasil terjual sekitar 600 lembar dengan rata-rata 75 lembar perharinya bahkan 100 tiket. Dan angka penjualan ini akan meningkat saat mendekati waktu pelaksanaan konser ini. "Biasanya, dalam sehari kita jual 75 lembar tiket, tapi ntar mulai H-3 sampai hari H, penjualan bisa meningkat dua kali lipat biasanya ngeliat dari antusiasme warga Samarinda," ungkap Lia.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Mahakam FM sebagai stasiun radio tiket box konser Ungu yang sempat ditemui Selasa kemarin. Antusiasme masyarakat Samarinda untuk menyaksikan konser band yang dimotori Pasha sebagai vokalis ini memang cukup tinggi.

Ditambah dengan anjuran untuk membeli tiket di tempat-tempat yang telah ditunjuk secara resmi selama persediaan masih ada untuk menghindari praktek percaloan. "Kalo bisa beli secepatnya daripada ntar malah kebagian lewat calo, kan harganya lebih mahal," ungkapnya.

Konser yang dipromotori oleh salah satu produsen rokok nasional bekerja sama dengan Sky Production ini selain menjadi acara yang mempertemukan langsung para personil Ungu dengan fans dari Samarinda juga sekaligus menjadi ajang promo Ungu dalam menunjukkan kemampuan musiknya secara live on stage, sehingga sangat disaayangkan apabila kesempatan ini dilewatkan. (bm-1)

May 8, 2006

Tiket Konser Diborong

Filed under: Konser

Anak Muda Samarinda dan Balikpapan Antusias Sambut Konser Ungu

 

 

SAMARINDA - Konser Ungu dengan tajuk Star Mild Chill Out Live in Concert Ungu masih sepekan lagi, namun para pecinta musik sudah banyak yang memesan tiket masuk konser. Baru beberapa hari ticket box dibuka pecinta musik sudah banyak yang memborong tiket. Untuk Samarinda saja, hingga Minggu (7/5) kemarin tiket yang sudah terjual lebih 1.500 lembar. Sementara panitia menyediakan tiket sekitar 8.000 karena kapasitas lapangan Kinibalu (lokasi konser) yang juga terbatas.

Begitu pula dengan di Balikpapan, para pecinta musik tampak antusias memburu tiket konser Ungu. Di antaranya bahkan ada yang sampai memborong beberapa tiket karena takut kehabisan. Untuk di Balikpapan, konser Ungu rencananya akan digelar di Lapangan Sudirman pada waktu yang sama dengan konser di Samarinda yaitu mulai pukul 20.00 Wita.

Area Manager PT Bentoel Prima wilayah Samarinda, Rudy Harvian didampingi Promotion Officer, Lukman Budiman mengatakan, pembeli tiket Ungu diperkirakan akan kian membeludak mendekati hari pelaksanaan, Sabtu (13/5) mendatang. "Bagi yang belum mendapatkan tiket Ungu, sebaiknya jauh-jauh hari sudah memesannya di beberapa ticket box yang kami sediakan. Sayang bila penampilan perdana Ungu di Samarinda dilewatkan begitu saja," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk di Balikpapan tiket Ungu bisa dibeli di Warnet Angka Net, Radio SBI, Radio Swara Media, Toko Kaset Miky, Absolut Surf di Plaza Balikpapan, Kampus LP3I dan OSIS sekolah yang sudah ditunjuk. Sedangkan di Samarinda, bisa dibeli di Radio Mahakam, M Studio di Mal Lembuswana, Link Komputer, Duta Musik, Sekretariat Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Untag, Distarra di SCP serta kantor Redaksi Kaltim Post di Mahakam Square Sei Kunjang. "Sedangkan untuk contact person bisa pada John nomor telepon 0541-7013331," ujarnya.

Seperti diberitakan Ungu siap menggebrak Samarinda dan Balikpapan lewat tajuk acara Star Mild Chill Out Live in Concert Ungu. Di Balikpapan Ungu tampil tanggal 12 Mei di Lapangan Sudirman dan di Samarinda tampil tanggal 14 Mei mendatang di lapangan Kinibalu. (ran)

May 7, 2006

12 Mei di Sudirman, 14 Mei Giliran Lapangan Merdeka

Filed under: Konser

Konser Ungu dan Kerispatih di Balikpapan

 

BALIKPAPAN-Kota Balikpapan memang sedang kebanjiran artis di bulan-bulan belakangan ini. Setelah grup band Radja, Ratu, Garasi, Letto dan DJ Tattiana “memanaskan” Kota Minyak tidak sampai setengah bulan lalu, kini giliran dua grup yang sedang naik daun, Kerispatih dan Unggu bakal menggelar konsernya.

Akan tampil di Lapangan Sudirman Balikpapan pada 12 Mei mendatang, grup band Ungu yang sukses dengan tembang Melayang dan Demi Waktu. Ungu yang digawangi oleh Pasha (Vokal), Enda (gitar), Rowman (drum), Makki (bass) dan Oncy (gitar) memang sempat menohok ke top chart tangga lagu radio Balikpapan. Antusiasme ini merupakan jaminan tersediri terhadap kesuksesan konser mereka yang digelar oleh Star Mild Chill Out.

Dua hari kemudian (14/5), A Mild akan menggelar konser Kerispatih di Lapangan Merdeka. Istimewanya, konser grup papan atas ini bisa ditonton oleh seluruh warga Balikpapan secara gratis.

“Kami yakin bahwa konsumen A Mild tidak harus selalu mengeluarkan uang untuk membeli tiket sebuah acara konser. Ini merupakan perhatian kami terhadap konsumen,” ujar Robinson Gurusinga, Area Marketing Manager PT Sampoerna Balikpapan.

Kerispatih yang digawangi oleh Sammy (vokalis), Badai (piano), Andika (bass), Arief (gitar), Anton (drum) sengaja dibawa oleh A Mild ke Balikpapan mengingat pecinta musik Balikpapan sedang gandrung-gandrungnya dengan grup band yang baru menelurkan satu albumnya ini. Karena itu tidak aneh bila Robinson menargetkan penonton yang datang akan lebih dari 10.000 orang.

Ditanyai mengenai keamanan, Robinson mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan pihak keamanan terutama Polda Kaltim untuk mengamankan jalannya konser.

“Kami yakin penonton Balikpapan punya kesadaran tinggi untuk menjaga kenyamanan. Selain itu, Kerispatih bukan grup beraliran keras, jadi hal-hal yang memancing rusuh bisa diminimalisir bahkan tak ada sama sekali,” tandas Robinson.

Salah satu keistimewaan lain dalam konser grup yang melejit dengan tembang Kejujuran Hati ini, pihak A Mild akan bekerjasama dengan Polres Balikpapan dalam kampanye anti-narkoba. Menurut kabar lain yang tersiar, di akhir bulan ini duo supergrup juga bakal menggoyang Balikpapan. Siapa saja mereka? Kita tunggu kelanjutannya. (hil)

April 30, 2006

Radja-Ungu ‘Hipnotis’ Penggemarnya

Filed under: Konser

BERBULAN-BULAN tidak menyaksikan konser grub band favorit membuat kawula muda Kota Parepare dan sekitarnya seperti kehausan.

Malam tadi, lewat Konser Love ‘N’ Rock, dahaga itu akhirnya terpuaskan lewat aksi panggung memukau dua grup band yang lagi digandrugi remaja, Radja dan Ungu.

Bahkan, sejak pukul 19.30, Lapangan Andi Makkasau sudah menjadi lautan manusia. Di dalam lapangan yang dipagari dengan seng, ribuan remaja berdiri berdesak-desakan. Seolah tak ada lagi ruang kosong. Sementara di luar lapangan, ribuan anak muda lainnya terpaksa bersabar antre di dua pintu masuk.

Sekitar pukul 19.30 wita, saat grup band Ungu mulai muncul di panggung dan membawakan lagu-lagu andalannya, Melayang, Demi Waktu, Berikan Aku Cinta, Berjanjilah, Dari Satu Hati, Aku Bukan Pilihan Hatimu, Tak Perlu, Tercipta Untukmu, Ciuman Pertama, Sejauh Mungkin dan Seperti Yang Dulu, Lapangan Andi Makkasau seolah akan ‘runtuh’. Para kawula muda yang memang haus hiburan itu seperti tak pernah ingin berhenti berjingkrak-jingkrak dan menyebut satu persatu nama personel kesayangannya.

Sapaan Pasha sang vokalis dengan logat Makassarnya, serta aksi panggung Enda (gitar), Onci (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) membuat penonton seperti tak mau berhenti bergerak dan tak ingin beranjak dari tempatnya berdiri.

Grup band bentukan 1996 itu seperti menghipnotis anak muda untuk ikut bernyanyi, melantunkan tembang-tembang yang bernarasi tentang cinta dan kehidupan.

Bahkan sesekali Pasha harus meminta kepada petugas pemadam untuk menyiramkan air ke tengah-tengah penonton yang kepanasan dan terkadang saling lempar botol air mineral.

Meski sempat terlihat kecewa dan tak sabar setelah Ungu menuntaskan 11 lagu andalannya, penonton yang terus berdesakan sampai di bibir panggung kembali bersorak saat Radja muncul di dan menyapa penggemarnya. Dengan lagu bertitel Cinderella, Ian Kasela (Vokal), Moldy (Gitaris ), Seno (Drummer), serta Indra Riwayat (Bassis ) mengawali aksinya di atas panggung. Selain lagu-lagu lama seperti; Aku Ada Karena Kau Ada, Manusia Biasa, Jujur, dan Tulus, Radja juga membawakan lagu dari album terbarunya, seperti Angin.

Saat paroh penampilan Radja yang dihiasi dengan lemparan botol air mineral dan aksi nekat penonton yang naik panggung, satu persatu remaja putri dan anak-anak ABG terpaksa harus digotong keluar dari arena konser karena terjatuh dan pingsan. Penonton yang terus merapat ke bibir panggung dan saling dorong membuat sang vokalis Ian Kasela beberapa kali harus menenangkan fansnya. Hingga lagu pamungkas Radja, tercatat puluhan penonton harus mendapatkan perawatan medis di lapangan dan sebagian lainnya terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit.(*)

April 23, 2006

Konser Pesta Malam Indonesia

Filed under: Konser


Terompet Serbuan Berbunyi Sudah!

Sembilan artis papan atas Indonesia tampil sepanggung. Bukan, bukan, ini tidak terjadi di Jakarta, tapi di Kuala Lumpur, Malaysia. Fuih! Ini sih bukan semata cari uang. Indonesian Invasion telah dimulai!

Berturut-turut, Dewa, Padi, Element, hingga yang terakhir—dan paling dahsyat—Peterpan, semua pernah singgah di sana. Belum lagi artis-artis solo macam KD, Audy, atau Rossa. Lalu Ratu, yang melejit di negeri sendiri dengan Teman Tapi Mesra, juga ikutan meraih simpati encik dan puan di negeri jiran.

Berdasarkan data tersebut, Fat Boys Records, sebuah label indie di Kuala Lumpur, berinisiatif menggelar konser musik yang seluruh headliners-nya adalah artis Indonesia. Enggak tanggung-tanggung. Konsert—begitu mereka menyebutnya—menghadirkan sembilan artis sekaligus. Mulai dari ADA Band, Ungu, Cokelat, Padi, GIGI, hingga Dewa 19, Ratu, Ari Lasso, dan Audy. Nah!

Sudah begitu, venue-nya pun enggak main-main. Stadium Merdeka yang dipilih. Asal tahu nih, stadion satu ini buat Malaysia tuh setara dengan Stadion Utama Senayan. Malah, stadion ini punya arti sejarah yang cukup tinggi. Soalnya di sanalah bangsa Malaysia memproklamasikan kemerdekaannya 39 tahun lalu. Merinding kan?

Ramalan organizer tak meleset, antusiasme Malaysia terhadap “serbuan” ini cukup tinggi, terutama menjelang hari pergelaran, Sabtu 15 April lalu. Menurut penyelenggara, sampai H-1 tiket yang terjual sekitar sepuluh ribu lembar. Enggak sedikit pula fans dari luar Kuala Lumpur yang bela-belain datang hanya untuk menonton konser yang terbilang cukup bersejarah ini.

Sukses perdana Ungu

ADA Band menjadi penampil perdana. Dijadwalkan pukul 15.00 waktu setempat, Donnie cs baru naik panggung sekitar sejam kemudian (Ha! Masih mengenal jam karet juga rupanya orang Malaysia!). Ough! dibeset jadi lagu pertama. Lima belas ribu penonton yang memadati stadion langsung asyik bernyanyi bersama.

Hebat juga. Soalnya dibanding band lain yang tampil hari itu, ADA Band tergolong band Indonesia yang jarang berpromo di Malaysia. Album mereka pun baru satu yang dirilis di sana. Tapi, ternyata banyak dari penonton yang sudah fasih dengan deretan lagu mereka. Tempo medium dan slow yang mendominasi repertoar ADA Band rupanya cukup ampuh untuk menaklukkan hati orang Malaysia. Itu terlihat ketika kuartet yang sore itu dibantu Rere di balik drum ini mengakhiri set mereka. Teriakan minta tambah gencar banget dikumandangkan. Dan Donnie langsung aja jadi idola cewek-cewek Malaysia!

Sambutan kepada Ungu juga enggak jauh beda dengan ADA Band. Biarpun sore itu merupakan penampilan perdana mereka di Malaysia, Pasha cs enggak gentar. Sebaliknya, bermodal deretan lagu kayak Karena Dia Kamu, Melayang, Bayang Semu, dan tentu saja, Demi Waktu, mereka sukses menangguk simpati.

Adalah kemampuan Pasha berkomunikasi sama penonton yang patut dipuji. Makin jago saja nih orang berorasi sembari mengambil hati. Dengan kemampuan kayak begitu, enggak heran jadinya kalau penonton yang tadinya enggak terlalu kenal sama Ungu jadi lebih familiar.

Sebagai band yang sering diekspos dan sudah punya fan-base sendiri di Malaysia, tugas Cokelat hari itu sebenarnya relatif mudah dibanding ADA Band dan Ungu. Satu-satunya kendala yang kudu dihadapi Kikan cs enggak lain adalah kualitas sound alias tata suara.

Padi vs hujan

Entah kenapa, walau sudah ditangani oleh salah satu provider tata suara yang katanya tercanggih di Asia Tenggara, kualitas yang didapat para penampil enggak prima. Hal itu sudah terasa sejak sound check sehari sebelumnya. Nyaris semua penampil komplain terhadap sistem monitor plus pembagian kanal. Belum lagi bunyi yang dihasilkan PA.

Saat Cokelat naik panggung, ketakutan itu terbukti. Suara gitar Ernest timbul tenggelam sepanjang set. Sebal? Sudah pasti. Toh, show must go on. Dan dibantu sama deretan hits yang cukup dikenal, kayak Luka Lama, Pergi, Karma, dan Segitiga, kuintet ini cukup sukses membuai kuping penonton. Uh, lega.

Tragedi juga sempat dialami Padi. Kali ini bukan lantaran sound panggung, melainkan hujan. Ditingkah angin yang kencang bertiup ke arah panggung, hujan yang turun begitu deras persis saat Fadly berduet dengan Rossa membawakan Kasih Tak Sampai. Panitia pun terpaksa menyetop sementara konser yang sedang berlangsung. Ini sungguh enggak enak karena suasana yang sudah dibangun jadi hilang.

Tapi tunggu…. Penonton bergeming. Edan. Hal ini membuat arek-arek Padi kembali semangat. Saat kondisi dirasa sudah lebih memungkinkan, mereka kembali menggebrak. Hitam, Menanti Sebuah Jawaban, hingga Sobat tuntas mereka bawain dengan intensitas yang sama seperti sebelum hujan menghentikan aksi mereka. Salut!

Dipanaskan oleh Padi, penonton yang jumlahnya saat itu sudah sekitar 30.000 kepala mulai menggila lagi saat GIGI muncul. Bukan tanpa alasan tentunya. Selain bermodal lagu-lagu yang sudah akrab di kuping, aksi panggung kuartet ini memang enggak ada matinya.

Belum ada deh yang bisa ngegantiin Armand sebagai frontman nomor satu Indonesia. Dibeking oleh personel yang emang piawai, jadilah GIGI sebagai salah satu band yang cukup komplet. Sekitar satu jam durasi mereka ngocol di panggung. Selama satu jam itu pula penonton Malaysia seakan “diajari” bermain band yang baik dan benar oleh GIGI. Asoy!

Tiga bonus Dewa

Sekitar pukul sepuluh malam, giliran Dewa 19 yang naik panggung. Hmm. Sama seperti GIGI, kebesaran band ini di Malaysia sudah enggak perlu diragukan. Kalangan musisi lokal sampe awam rata-rata kenal dan suka sama Dewa. Enggak heran kalau album terbaru mereka Republik Cinta baru-baru ini diganjar plakat platinum. Satu hal yang belum tentu mampu diraih oleh artis Malaysia.

Malam itu ada tiga bonus yang diberikan Dewa 19 buat Malaysia. Bonus pertama adalah Audy, yang menyanyikan Satu Hati dan Kangen. Lalu diikuti penampilan Ari Lasso yang ngebeset Elang. Bonus terakhir adalah Ratu, yang cuek saja bergoyang sexy ngebawain Aku Baik-Baik Saja dan Teman Tapi Mesra diiringi oleh Ahmad Dhani cs.

Sementara Dewa sendiri berjaya banget dengan deretan hit mereka kayak Laskar Cinta, Pupus, atau Separuh Nafas. Nyaris dua jam set mereka berlangsung. Tapi enggak ada tuh penonton yang surut. Kecapaian, pasti. Tapi mundur? No way!

Teng pukul 12 malam, Dewa pun memungkas konser bertajuk Konsert Pesta Malam Indonesia ini. Puas? Belum ah. Jadi pengin melihat kelanjutan dari serbuan 15 April ini. Ayo, ayo, siapa menyusul.

DANIE SATRIO Tim MUDA

Design By KCM
Copyright © 2002 Harian KOMPAS

Ungu Semarakkan Malam Minggu ITS

Filed under: Konser

Taman Alumni, ITS Online - Grup band Ungu nampaknya menebarkan aura yang cukup besar di ITS, hal ini nampak karena sejak sore beberapa orang dari pihak event organizer sibuk memasang tenda dan panggung yang cukup besar di areal Taman Alumni ITS. Jauh beranjak menuju senja, terlihat beberapa muda mudi yang sudah bersiap menghabiskan malam minggu mereka di kampus ITS sembari berjalan ringan menikmati udara sore.

Dari informasi yang didapatkan, organisasi peinta alam mahasiswa Siklus sebagai official partner dari unit mahasiswa berhasil menjual sekitar 400 lembar tiket. Tiket yang berhasil terjual habis ini menandakan antusiasme mahasiswa ITS untuk menyambut band yang sedang naik daun ini. “Wah, tapi tetep masih banyak yang cari lho mas, walaupun tiket boxnya sudah habis”, ungkap Galuh, salah satu anggota Siklus. Namun tiket masih disediakan pada penjualan tiket pada saat sebelum konser diadakan. Panitia sendiri menargetkan sekitar dua ribu penonton menghadiri konser Ungu ini.

Konser yang dijawalkan mulai sejak pukul 19.00 malam ini ternyata harus mundur hingga sekitar satu jam. Ini dilakukan karena masih banyak penonton yang masih memadati areal parkir dan areal luar tempat konser. Tidak ingin menunggu lama, panitia segera memulai acara ini mulai jam delapan malam. Seperti layaknya konser lainnya, sebelum bintang utama muncul panitia telah menyiapkan dua band lokal sebagai pemanas suasana.

Awalnya, band Alpha November didapuk sebagai band pertama yang bermain. Band lokal yang menggunakan ketipung sebagai pengganti drum ini menyuguhkan tiga lagu bernuansa britpop. Dibuka dengan lagu dari grup band Naif, tidak perlu waktu lama bagi Alpha November untuk memanaskan suasana. Band kedua nampaknya ingin suasana malam minggu ini lebih terbakar lagi. Dengan mengusung lagu-lagu bernuansa progresif dan emo seakan mengajak penonton yang sejak sore memadati venue untuk menggoyangkan badan. Ditutup dengan single dari Muse, band ini mendapatkan applaus yang cukup meriah dari penonton.

Tampaknya suasana sudah cukup hangat, pembawa acara yang ditunjuk segera mengajak penonton untuk meneriakkan “Ungu” untuk memanggil band yang baru menggelar konsernya di Padang ini. Penonton yang sudah tak sabar sontak meneriakkan nama Ungu berkali-kali dengan penuh semangat. Tidak lama grup band yang sudah lama ditunggu ini akhirnya naik keatas panggung disambut teriakan penonton.

Diawali dengan single dari album keduanya, Ungu membuat suasana menjadi bergairah. Tanpa dikomando, penonton yang tadinya berkelompok kecil-kecil dan tersebar di areal konser terpaksa merapat memadati pagar pengaman yang dijaga ketat oleh satu peleton khusus yang diturunkan kepolisian.

Lagu demi lagu mengalir menyemarakkan malam, penonton semakin bergairah dan bersemangat mengikuti setiap syair yang dibawakan. Terlihat pada semua lagu para penonton mampu menyayikannya bersama Ungu. Akhirnya pada pertengahan acara mulai dinyanyikan lagu-lagu dengan tempo yang lebih cepat seperti hits Karena Dia Kamu yang mampu menyihir penonton untuk menggoyangkan badan dan tangan. Tak lupa sebagai antiklimaks Ungu membawakan lagu-lagu yang bertempo lebih lambat seperti singlenya Demi Waktu yang mampu membawa penonton untuk sing along bersama.

Menariknya, tidak semua yang hadir adalah remaja. Tampak juga anak-anak dan orang tua yang hadir dalam konser Ungu ini. Pada barisan terdepan juga ternyata tidak sedikit anak-anak yang tampak, lebih-lebih mereka mampu membawakan beberapa hits Ungu dengan baik. Contoh saja Yuyun dan Dina yang merupakan pelajar pada sebuah SMP di Surabaya, mereka hadir untuk menyaksikan idola mereka. Tidak hanya berdua, Yuyun dan Dina mengaku datang bersama orang tua mereka. Beberapa orang tua yang hadir juga mengaku hadir untuk menemani anak-anak mereka yang gandrung kepada band yang didirikan pada tahun 1996 ini.

Faruk, salah satu anggota Siklus, megatakan bahwa konser Ungu adalah salah satu konser yang sukses diadakan di ITS. Hal ini, bagi Faruk, membalik anggapan bahwa acara band yang diadakan di ITS tidak pernah sukses. “Konser Ungu ini bisa rame karena bintangnya lagi booming”, ujar Faruk mengakhiri obrolan. (ap/rif)

April 21, 2006

Indon rock blows away rain

Filed under: Konser

AREF OMAR

A downpour did not dampen the mood during the first Pesta Malam Indonesia concert, which featured eight Indonesian rock acts. AREF OMAR writes.


THE concert started one hour late at 4pm on a cloudy yet hot afternoon, with many people still trying to get into Stadium Merdeka in Kuala Lumpur.

Organised by Hotlink and Fat Boys Records, the first Pesta Malam Indonesia eventually kicked off with Ada Band performing its brand of ballad rock tunes including the mellow Manja and the quirky Manusia Bodoh.

Next up was Ungu that had a rocky start with pitchy vocals and guitar volume troubles but pulled through nicely performing crowd-pleasers Berikan Aku Cinta, Melayang and Demi Waktu.

Cokelat from Bandung was fronted by feisty female singer Kikan who, together with her cohorts all clad in black, rocked the slowly trickling-in crowd with eight songs including Saat Jarak Memisahkan and Karma.

When pop-rock outfit Padi (who won the Favourite Indonesian Artiste category in the inaugural 2002 MTV Asia Awards) took to the stage, expectations were high.

Unfortunately, it started to rain heavily during the Surabaya boys’ fourth song at about 7pm and the concert came to an abrupt stop.

After an hour of waiting with fingers crossed, the sky cleared up and the concert resumed with Padi performing four more hit songs including the reggae-influenced Sobat.

Despite the slight drizzle and cold atmosphere, more people gathered onto the field again and huddled closely together to the front of the stage as Gigi performed Perdamian. Anti-war visuals were projected on a big screen behind the band.

The catchy songs Jomblo, Andai and Terbang, driven by Armand Maulana’s husky vocals and energetic stage presence, got the crowd going.

Gigi proved to be a group of capable musicians, especially new drummer Gusti Henry who performed a riotous drum solo while bassist Thomas Ramdhan kept an impeccable groove.

Janji, the ninth song, ended Gigi’s splendid set, accompanied by fireworks which lit up the sky.

It was clear that the most popular group of the night was Dewa 19. Fans went wild and screamed when the five musicians from Surabaya took to the stage.

No stranger to Malaysia, the band (which has been around since the mid-1980s) wasted no time and launched into a volley of songs from its latest album Republik Cinta including the brooding Laskar Cinta.

The band’s rock solid rework of the classic Queen tune I Want to Break Free got the crowd worked up and in the mood for more.

By this time it really felt like a rock concert. Roaming coloured spotlights and big screens on each side of the stage showed the band in its full glory.

During a pause between songs, vocalist Once expressed his sincere pleasure to be able to perform again in Kuala Lumpur, it being the band’s fourth trip.

The show continued with Dewa 19’s multi-talented songwriter-lyricist and guitarist Ahmad Dhani singing a duet with the beautiful songbird Audy, who also performed Satu Hati (Kita Semestinya), accompanied by two backup singers.

Other hit songs performed included Sayap-sayap Patah, Mistikus Cinta and Cukup Siti Nurbayah.

Things slowed down a bit as former Dewa 19 vocalist Ari Lasso, who has a successful solo career with three released albums, came onstage for a few songs.

The crowd applauded when he sang Kangen, a slow rock number that he dedicated to those who miss home.

Maia Ahmad and Mulan Kwok, the duo known as Ratu, then performed a heartfelt piano-based Di Dadaku Ada Kamu, followed by charged-up punk rock number Teman Tapi Mesra which had the two girls prancing around the stage.

The night of Indonesian rock revelling came to an end when Dewa 19, accompanied by Audy, Lasso and Ratu, shared the stage to perform some songs.

April 18, 2006

“Mat Indon” berpesta di konsert Malam Indonesia

Filed under: Konser

Perasaan bercampur aduk di antara cemas dan teruja. Namun, apa yang memeranjatkan adalah perbalahan yang telah berlaku di kalangan penonton di Pesta Malam Indonesia. Bagaikan menconteng arang di muka sendiri. Itulah kemuncak konsert Malam Indonesia.

 

Bayangkan di pertengahan konsert yang diadakan pada malam minggu itu, ramai ‘Mat Indon’ ditahan oleh pihak keselamatan kerana bertindak di luar norma tatatertib. Malah, senario ini telah mengalih perhatian ramai penonton konsert yang datang untuk menyaksikan band-band gergasi dari negara jiran kita, Indonesia.

Perbalahan turut berlaku apabila beberapa kumpulan ‘Mat Indon’ berebut-rebut untuk memasuki kawasan hadapan pentas ketika Cokelat membuat persembahan mereka. 

Justeru, pihak berkuasa terpaksa menggunakan kayu untuk menghalang mereka daripada masuk. Walau digunakan kayu mahupun besi sekalipun, mereka masih merempuh pagar di Stadium Merdeka pada petang itu. Cemas dibuatnya.

Pertandingan bendera turut menggamatkan suasana di stadium apabila beberapa puak mengibarkannya di konsert itu.

Bendera yang menjadi simbol kepada idealogi mereka dikibar dengan tingginya melalui  struktur piramid yang dibina dikalangan mereka sendiri. Mereka bagaikan tidak menghirau dengan bahaya yang bakal diundang.

Konsert yang bermula 1 1/2 jam lambat daripada yang dirancang, membuka tirainya dengan persembahan Ada Band.

Walaupun pada mulanya, penonton masih belum membanjiri Stadium Merdeka, Ada Band mampu menarik minat orang ramai . Ini merupakan pertama kali band tersebut bermain di Malaysia. Lagu seperti ‘Masih’ dan ‘Manja’ merupakan lagu dendangan untuk peminat ‘baru’ mereka.

Kerancakan konsert bertambah dirasai apabila band baru, Ungu menyusul kemudiannya. Walaupun ramai yang teragak-agak untuk menyanyi bersama, ramai kelihatan terloncat-loncat ketika Ungu mendendangkan beberapa buah lagu yang rancak daripada album terbaru mereka,”Melayang”.

 

Ketika Cokelat membuat persembahan mereka, penyanyi utama Kikan sempat menegur para penonton untuk menjaga tata tertib mereka agar tidak keterlaluan. Ini adalah sesuatu yang memalukan sehingga memaksa artis terpanggil untuk menegur tingkah laku para penonton.

Lagu-lagu seperti ‘Karma’, ‘Segitiga’ serta ‘Bendera’ dimainkan untuk megubati rindu peminat-peminat mereka di Malaysia. Cukup bertenaga sekali persembahan Kikan, vokalis wanita yang terhebat di Indonesia.

 

Kini, giliran Padi pula masuk padang. Sesungguhnya, vokal Fadly tidak menghampakan para peminat mereka. Dendangan ‘Kasih Tak Sampai’ bersama penyanyi kecil, Rossa memukau para penonton. 

Kemerduan suara mereka tidak terasa bila hujan turun  membasahi Stadium Merdeka. Konsert itu  dihentikan untuk sementara waktu untuk menunggu hujan reda dan juga untuk menghormati waktu solat Maghrib.

Penyanyi utama Padi, turut memesan kepada para penonton untuk menunaikan solat mereka. Mungkin ada di kalangan penonton yang tersentak dibuatnya. Sejurus sahaja selepas hujan reda, Padi mengakhiri persembahan mereka.

 

Gigi pula telah mempamerkan satu persembahan ‘gila’ menerusi aksi ligat Arman, penyanyi utama mereka. Gigi paling banyak berinteraksi bersama para penonton dengan pelbagai loghat serta bahasa yang amat mencuit hati.

Arman turut menyampaikan rasa  penghargaan kepada peminat mereka di rantau Asia atas sokongan mereka kepada kumpulan rock itu selama 12 tahun.

 

Akhirnya, Dewa 19 menunaikan mandat untuk mengakhiri konsert tersebut. Beberapa artis dijemput seperti Ratu, Ari Lasso serta Audy untuk memeriahkan lagi tenaga kumpulan gergasi Indonesia itu.

Namun, Audy agak menghampakan kerana vokalnya agak lemah ketika berduet bersama Dewa 19 menerusi lagu ‘Satu Hati’. Mereka gagal menandingi kombinasi Padi-Rossa yang bagaikan memukau mereka yang menghadiri konsert Malam Indonesia itu.

Pengacara-pengacara pada malam tersebut pun tidak kurang hebatnya,. Penonton tertarik dengan telatah Sarah (bekas pengacara MTV) yang lincah serta melucukan.

 

“Kesemuanya bekas pacar aku,” katanya berlawak mengenai band-band yang ada.

 

Secara keseluruhan, memang berbaloi untuk menonton konsert ini. Cuma kekecohan yang timbul merupakan titik-titik hitam pada malam itu.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham