Tempat Terindah Ungu

December 2, 2006

pasha ungu: saya orang paling bahagia di dunia

Filed under: Pasha

Lucunya, karena sudah terbiasa dengan nama populernya, ia merasa asing saat orang memanggil nama aslinya, Sigit. Ia bahkan sering tidak ngeh. “Saya nggak sadar yang dipanggil itu saya. Habis saya sudah terbiasa dipanggil Pasha,” ceplosnya.

ini rahasia Pasha Ungu (26) yang tak banyak diketahui orang. Pasha sebenarnya bukanlah nama aslinya. Nama asli Pasha adalah Sigit Purnomo Syamsudin Said. Dulu, ia biasa dipanggil Sigit. Nama Pasha baru dipakai saat Ungu rekaman album pertama. Konon, perusahaan rekaman yang meminta ia berganti nama. Alasannya, nama asli Pasha dianggap kurang komersial, juga identik dengan orang lain.

"Nama Sigit sudah ada beberapa yang memakai. Salah satunya Sigit Base Jam,” cetus Pasha suatu kali. Dari beberapa nama, pilihannya jatuh pada nama Pasha. Uniknya, itu nama mantan dramer Ungu. "Ada yang mengusulkan nama Pasha. Menurut saya, nama itu bagus. Jadilah nama itu saya pakai," kata ayah Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha ini.

Suami Okky Agustina Sofyan ini tak percaya, nama itu dibilang membawa keberuntungan. "Kata orang, what’s in a name. Apalah arti sebuah nama. Saya tak percaya nama bisa membawa keberuntungan. Soal rezeki semua diatur dari Atas. Lagi pula, kalau memang bawa hoki, seharusnya sejak dulu Ungu melejit dong," tegasnya.Lucunya, karena sudah terbiasa dengan nama populernya, ia merasa asing saat orang memanggil nama aslinya, Sigit. Ia bahkan sering tidak ngeh. “Saya nggak sadar yang dipanggil itu saya. Habis saya sudah terbiasa dipanggil Pasha,” ceplosnya.

Pasha lahir di Donggala, 27 November 1979. Usai menamatkan sekolah menengah, ia pindah ke Jakarta. Di ibukota, ia kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA) Cikini. Di kampus inilah ia bersinggungan dengan dunia musik. “Waktu ospek, saya orang yang paling sering kena hukuman. Kalau dihukum yang bisa saya lakukan, ya cuma bernyanyi,” ujarnya. Nah, vokal Pasha itu menarik perhatian rekannya. Rekannya itulah yang mengajak bergabung dengan Nuansa Band. “Katanya suara saya cocok dengan warna musik mereka,” ujar Pasha lagi.

Seperti band lain, Nuansa Band juga kepengin meramaikan kancah musik lokal. Mulailah mereka mengirimkan demo ke berbagai perusahaan rekaman. Sayang, tak satu pun melirik. “Selama menunggu kepastian demo rekaman, hubungan kami jadi renggang,” cerita Pasha. Di saat band ini mulai retak, Pasha dapat tawaran dari band Ungu yang tengah mencari vokalis. “Setelah jam session bareng Ungu, saya ditawari jadi vokalis,” sambungnya. Setelah berpikir masak-masak, tawaran itu diterimanya. “Saya ngomong baik-baik ke teman-teman di Nuansa Band. Saya bilang, nggak bisa menunggu sesuatu yang nggak pasti. Untungnya, anak-anak ngerti dengan penjelasan saya,” katanya lagi. Pasha resmi bergabung dengan Ungu sekitar November 1998.

Bersama Ungu, Pasha mulai membuat lagu. Lagu-lagu itu, juga karya personel lain, sering dapat pujian saat dipentaskan. Bahkan ada yang menyebut tembang-tembang mereka layak dihimpun dalam album. ”Meski awalnya nggak percaya diri, kami membuat demo master,” beri tahu Pasha. Setelah beberapa bulan menunggu, Warner Music Indonesia menyatakan tertarik. Ungu lantas diminta menyumbangkan lagu buat album kompilasi Klik (2000). Tak puas dengan satu lagu, Ungu minta rekaman satu album. “Tapi ternyata kerja sama dengan Warner Music tak dilanjutkan. Kami terpaksa harus mencari perusahaan rekaman lagi,” ujar Pasha.

Perusahaan Rekaman Hemaswara kemudian merekrut mereka. Kolaborasi Ungu-Hemaswara melahirkan album Laguku (2002). Album yang mengandalkan lagu Bayangan Semu ini terjual sekitar 150 ribu keping. Album kedua mereka, Tempat Terindah, juga dapat atensi lumayan. Toh meski begitu, Ungu masih dianggap band kelas dua. Barulah di album ketiga, Melayang, Ungu memberi bukti. Album yang sarat hits itu totalnya telah terjual mendekati angka satu juta keping. Sukses itu berlanjut di album religius SurgaMu, yang diluncurkan Ramadhan lalu. Dalam dua bulan, album ini terjual lebih dari 300 ribu keping. Berkat album ini Ungu mendapat penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dan nama Pasha pun makin berkibar. *bin

Album Melayang terjual hampir satu juta keping, dan SurgaMu terjual 300 ribu keping dalam waktu yang singkat. Apa rahasianya?

Sukses yang diraih ini barangkali buah manis dari kesabaran Ungu selama ini. Kami tak pernah patah arang meski album-album kami sebelumnya tak begitu laku. Kami menganggap itu sebagai bagian dari proses pembelajaran Ungu. Nah, dari proses itulah kami belajar banyak. Dan di album ketiga kami bisa meramu formula yang tepat. Dan hasilnya, ya seperti sekarang ini.

Apakah Anda merasa Ungu kini telah berada di puncak karier?

Wah, sayasih nggak merasa kini berada di puncak. Justru sedang menuju puncak.Pasalnya kalau sudah di puncak ‘kan bisa turun. Saya sih kepengin Ungu besok lebih baik dari hari ini.

Adakah ketakutan Ungu bakal mengalami perpecahan seperti Peterpan, misalnya?

Saya sih yakin Ungu tak bakal mengalami perpecahan. Dan insya Allah band ini akan selalu solid. Saya yakin, karena sedari awal susah dan senang kami tanggung bareng-bareng. Waktu album kami tak laku, kami menghadapi bersama-sama. Begitu juga ketika angka penjualan tinggi. Kami juga merasa sudah klop satu sama lain.

Karier Anda kini sedang bersinar. Anda juga punya istri yang cantik dan anak-anak yang lucu. Bagaimana rasanya?

Pastilah saya bahagia. Siapa yang tak bahagia bila punya karier bagus, istri yang cantik dan pengertian serta anak-anak yang lucu. Saya bahkan merasa sebagai orang paling bahagia di dunia ini. Tugas nomor satu saya adalah menjaga serta melindungiistri dan anak-anak saya.

Belakangan Anda suka memakai kacamata. Kepengin menyaingi Ian Kasela nih?

Wah, nggak. Kacamata saya ‘kan nggak gelap seperti Ian Kasela. Saya memakai kacamata karena mata saya memang minus. Lagi pula kacamata itu jarang saya pakai saat konser.

Sadarkah kalau gaya dandan Anda sering ditiru penggemar?

Saya tahu itu. Di beberapa daerah, saya sering melihat banyak orang meniru gaya saya. Mulai dari rambut, pakaian sampai celana persis saya. Tapi itu nggak apa-apa. Toh saya pun sebenarnya juga memakai style yang sudah ada.

Pernah punya pengalaman tak enak dengan penggemar?

Beberapa waktu lalu ada penggemar yang main ke rumah. Saya sempat meladeni dia. Mungkin karena diladeni, eh besoknya dia kembali lagi dengan membawa teman yang lebih banyak. Saya risih saja dengankelakuan penggemar seperti itu. Waktu saya di rumah ‘kan cuma sedikit. Saya ingin menggunakannya semaksimal mungkin. Kalau di rumah saya cuma ingin istirahat atau main dengan anak-anak. Bukan mengurusi hal yang lain. Tapi nggak enaknya, kalau tak meladeni penggemar, saya dibilang sombong. Kalau dicakar dan dicubit penggemar, dari zaman album belum laku sih sudah sering.

Bagaimana kalau soal hilang suara saat manggung?

Pernah. Terakhir, waktu manggung di Soundrenaline di Ancol, suara saya sempat hilang. Mungkin karena reak (dahak) mengumpul di tenggorokan dan saya dehidrasi lantaran cuaca yang panas, suara saya jadi hilang. Menurutdokter, penyebab suara saya hilang karena kecapekan.

Masih suka mengendarai motor besar?

Masih. Kalau ada waktu senggang saya pasti keliling-keliling pakai motor itu. Waktu Ungu konser di Bogor kemarin (Pasha menetap di Bogor), saya pergi naik motor. Motornya sih nggak ditaruh di area konser, tapi dititipkan di hotel. Dari hotel ke lokasi konser, saya menggunakan mobil. Di Bogor saya ikut klub pecinta motor besar. Salah satu anggotanya Ferdy Element.

November 1, 2006

Filed under: Pasha

Karena memakai celana jeans, grup band yang lagi sukses berat, Ungu dilarang masuk ke Istana Wapres Jakarta oleh para tentara yang menjaga kediaman Jusuf Kalla, Senin (30/10). Padahal, saat itu grup yang vokalisnya bernama Pasha, diundang secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla karena akan diberikan penghargaan atas album Religi Ungu yang meledak sukses di pasaran.

Menurut Pasha saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin, untuk bisa sampai ke Istana Wapres itu mereka melalui perjuangan yang berat. Pasalnya, jadwal konser Ungu sangat padat di berbagai kota di Indonesia. Apalagi saat menuju Jakarta, seluruh personel Ungu sampai menyewa baju jas agar tampil lebih sopan di hadapan Wapres.

"Saat ini, kami seluruh personel Ungu memang lagi sibuk di tengah tur dan kami sebenarnya mengupayakan agar hadir di Istana Wapres di Jakarta. Kami malah sempat ke penyewaan jas, agar penampilan lebih pantas. Tapi ternyata tetap ditolak masuk," jelas Pasha.

Memang dalam undangan, ditulis wajib menggunakan baju batik. Namun karena seluruh personel tak ada persiapan karena baru pulang dari konser di Makassar, dan langsung menuju Istana Wapres, baju batik itu tak sempat dipersiapkan.

Ungu bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jeans. Sebab sebelum datang ke acara, Pasha mengaku sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya, asal rapi.

"Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya, apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi," ungkap Pasha.

Seluruh personel Ungu pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi dan tidak tidur usai konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00 WIB.

Insiden penolakan, menurut pria yang masih tinggal di kawasan Minangkabau Jakarta Selatan ini, saat diperiksa di pintu pemeriksaan pertama semuanya diizinkan masuk. Nah, di pintu kedua, baru terganjal dan tidak bisa masuk. Namun hanya Pasha yang diperbolehkan masuk, lantaran celananya bukan dari celana berbahan Jeans. Namun Pasha menolak masuk karena saat itu diundang atas nama Ungu.

"Sebenarnya setelah kami keluar dari Istana Wapres karena ditolak masuk, kami kembali dipanggil agar tak meninggalkan Istana. Tapi karena seluruh personel merasa sudah kecewa, akhirnya meninggalkan Istana dan juga sudah keburu masuk ke mobil rombongan," aku Pasha.

Album Religi Ungu dianggap sebagai album religi tanpa menjiplak atau mengaransemen dari lagu lain, dan seluruhnya ciptaan sendiri. Selain itu, di tahun ini, album Ungu dianggap paling sukses di pasaran. Album Ungu Religi yang berjudul Surgamu, menembus angka penjualan hingga 150 ribu kopi. Hingga kini kabarnya sudah mencapai 400 ribu kopi.

October 27, 2006

Pasha Ungu: Naik Motor Itu Mengasyikkan

Filed under: Pasha

JAJARAN artis muda yang tertular untuk menggemari sepeda motor besar seperti Harley-Davidson terus bertambah. Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said yang dikenal dengan nama Pasha (27), kini tengah gandrung motor besar. Pria muda yang telah memiliki dua anak ini jika ada waktu senggang, juga suka menyempatkan touring ke luar kota.

Namun di tengah kepadatan jadwal pentasnya, pria kelahiran Donggala, 27 November 1979 ini terpaksa harus melupakan dahulu kesenangannya tersebut. Maklum band-nya tengah naik daun, bahkan Pasha dan keluarganya tidak bisa berlama-lama menghabiskan masa liburan Lebaran di tanah kelahirannya, karena jadwal show sudah terjadwal dan menunggunya.

"Sendiri atau bersama-sama, nyemplak motor besar itu asyiknya sama saja. Selain itu, jika jalanan macet aku lebih suka pake motor, akan lebih cepat dan efisien. Pokoknya mengasyikkan deh," ujar Pasha.

Menurutnya, sudah sejak lama ia hobi motor dan kesenangannya bisa leluasa tersalur sekarang ini.

Suami dari Okie Agustina Sofyan ini tidak setuju jika ada kesan bahwa bikers identik dengan perilaku kurang terpuji saat berada di jalan raya. Ia menegaskan, jalan adalah fasilitas umum. Seorang bikers harus mampu menguasai motor yang dikendarainya, selain itu harus mengerti dan mematuhi semua rambu-rambu.

Sejak kelahiran anak keduanya, Pasha kini lebih religius. Pada Ramadan beberapa waktu lalu, dengan tetap menaiki motornya ia bergabung dengan artis dan masyarakat lain untuk berbakti sosial di kawasan Jakarta. Bahkan, bersama grup bandnya ia melansir album bernuansa rohani. Yang luar biasa, hanya segelintir orang yang tahu, jika Pasha pernah jadi juara dua lomba azan se Sulawesi Tengah.

Selain motor, sebenarnya artis yang memiliki banyak fans wanita ini juga menyukai modifikasi mobil. Terutama yang dilengkapi dengan fasilitas audio entertaint. Apapun merek atau jenis mobilnya, akan terasa lebih pas jika dilengkapi perangkat penghibur ini.

"Bukan hanya sekadar alat hiburan, selain menambah kenyamanan audio terkadang mampu memberikan inspirasi dalam berkarya," katanya. (dih)***

October 20, 2006

Pasha ‘Ungu’ Catut Nama Orang Lain

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Vokalis Ungu, Pasha ternyata menyatut nama orang lain. Pasha yang sekarang menjadi pentolan Ungu, sebenarnya bernama Sigit Purnomo Syamsudin Said, asal Palu. Dan nama Pasha yang sekarang ia pakai adalah nama mantan drummer pertama Ungu. Berita ini digulirkan oleh vokalis Kupu-Kupu, Rudy Prima beberapa waktu lalu, yang mana Pasha asli sekarang jadi drummer Kupu-Kupu.

Saat dikonfirmasi tentang hal tersebut di Front Row, Selasa (17/10), Pasha Ungu, tidak mengelak dan mengakuinya. "Memang betul," akunya singkat. Dituturkannya waktu itu saat masuk rekaman pihak label meminta dirinya untuk mengganti nama dengan pertimbangan nama Sigit sepertinya terdengar kurang pas dengan Ungu.

"Kedua nama Sigit sudah ada, yaitu Sigit-nya Base Jam yang juga menjadi pentolan, dan saat cari-cari nama, teman ada yang ingat kalau mantan drummer Ungu yang pertama bernama Pasha. Nah, dipakailah nama itu," beber bapak dua anak ini.

Lebih lanjut dikatakan, karena sudah familiar dengan nama pop-nya itu, ia jadi merasa asing saat orang panggil nama aslinya, Sigit. "Sampai sekarang kalau ketemu dia, ya, ketawa-tawa saja, tapi sekarang lama belum ketemu lagi," ujar Pasha.

Menurut suami Okky Agustina Sofyan serta ayah dari Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha (4 bln), nama yang disandang sekarang, dianggap sama sekali tidak ada hubungannya dengan hoki. "Saya tidak percaya itu," tegasnya. "Semua yang mengatur yang di atas, andaikan nama itu bawa hoki seharusnya album pertama juga meledak. Ini tidak," pungkasnya.

Beken dengan Nama Comotan

Filed under: Pasha

Tidak banyak yang tahu bahwa nama Pasha yang selama ini dipakai vokalis Ungu itu bukanlah nama asli. Nama asli pria yang sedang populer seiring ketenaran bandnya itu adalah Sigit Purnomo Syamsudin Said. Pasha dicomot dari nama mantan penabuh drum pertama Ungu.

Si Pasha asli tersebut sekarang menjadi drumer grup band Kupu-kupu. Saat ditemui di Front Row Cafe, Senayan, Selasa lalu, Pasha Ungu mengakui hal tersebut. "Memang benar, itu bukan nama saya," ujarnya.

Awalnya, dia sama sekali tak berniat mengambil nama rekannya tersebut. Hanya, pihak label memintanya untuk berganti nama. Alasannya, nama aslinya dianggap kurang komersial dan telanjur identik dengan orang lain. "Sigit itu sudah ada beberapa. Salah satunya Sigit Base Jam," ungkapnya.

Lagi pula, nama Sigit dinilai kurang pas dengan image yang ditawarkan Ungu. Beberapa pilihan nama sudah dikantongi. Namun, yang dirasa pas adalah nama mantan drumer Ungu yang pertama tersebut. "Ada yang mengusulkan nama Pasha itu dan sepertinya oke. Jadilah namanya dipakai," kata bapak Kisya Alfaro Putra Sigit, 2, dan Shakinah Adeliaputri Napasha, 4 bulan, tersebut.

Meski mencomot nama orang lain, Pasha mengaku tidak pernah menemui masalah. Bahkan, kedua Pasha tersebut saling tersenyum saat bertemu. "Kami sih ketawa-ketawa saja kalau ketemu. Nggak pernah mempermasalahkan nama," ujar pria asal Palu tersebut.

Apalagi, mereka percaya bahwa nama tidak berkaitan dengan hoki. "Semua diatur Dari Atas. Kalau memang bawa hoki, seharusnya sejak dulu Ungu melejit," tegasnya.

Saat ini, Pasha malah merasa aneh jika ada yang memanggilnya dengan nama aslinya, Sigit. Suami Okky Agustina Sofyan tersebut sering tidak menyadari bahwa yang dipanggil itu adalah dirinya. "Sering begitu. Saya juga sudah nyaman dengan nama ini," ungkapnya. (nik)

October 18, 2006

Pasha Belum Kepikiran Mudik

Filed under: Pasha

LEBARAN tinggal enam hari lagi. Namun Pasha, vokalis grup band Ungu belum berpikir akan berlabaran di kota mana. Atau juga mudik ke kampung halamannya di Palu, Sulawesi Tengah. Pasha tidak dapat merencanakannya karena jadwal tur ke luar kota padat.

 

Pasha mengaku Ramadan ini benar-benar penuh berkah. Selain meluncurkan album religi bertajuk SurgaMu, putra sulungnya sudah mulai mengerti ajaran Islam. Si sulung selalu ikut ketika Pasha akan salat. "Saya ambil air wudu dan pakai sarung, dia pasti [bilang] ayah ikut salat," Pasha menirukan perkataan putra pertamanya.   

September 29, 2006

Pasha ‘Ungu’ Sempat Melupakan Tuhan

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Vokalis UNGU, Pasha pernah merasakan apa yang dinamakan frustasi dan putus asa. Sampai-sampai ia melupakan Tuhan dan sembunyi dari-Nya. Hanya kesenangan duniawi yang dicari. Apalagi grup bandnya sempat berada diambang kehancura. Dari bertujuh, susut menjadi lima dan tinggal dua.

"Aku dan Maki sempat saling tengok dan tatap. Tidak tahu apa yang musti dikerjakan. Kita waktu itu merasa seperti sampah yang mengotori kota. Mending kalau punya duit. Lha ini buat makan saja susah," tutur Pasha saat disambangi di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9).

Dan pada suatu ketika, waktu dia duduk diteras mendengar suara adzan. Tanpa terasa hatinya terketuk dan air mata sempat menetes. Dari situ Pasha mendapat sebuah kesadaran baru. Ia tak mungkin terkungkung dalam keputusasaan terus menerus. Harus ada sesuatu yang harus dilakukan. Secepatnya dia ambil air wudhu.

"Dan dari situ saya belajar hidup. Paling tidak saya mencoba memilih teman yang bermanfaat, bukan berarti aku pilih-pilih dalam berteman. Namun paling tidak berhati-hati agar tidak terjatuh pada lubang yang lebih dalam," ujarnya.

Setelah itu, rasa sakit-sakitan yang biasanya mendera tubuhnya sembuh dengan sendirinya. "Ini mungkin semacam peringatan dari Allah. Aku sering sakit-sakitan hampir tiap tahun aku jatuh sakit tidak hanya satu atau dua kali, terkadang lebih," ungkapnya.

Tapi kini sudah tidak berbekas lagi sejak ia berani menunjukkan wajahnya pada Allah dengan melakukan sholat tidak sembunyi dan menghindar lagi.

Pasha ‘Ungu’ Lebaran Enggak Mudik

Filed under: Pasha

Setelah hijrah ke Jakarta, Pasha ‘Ungu‘ sering kangen dengan kampung halamannya. Apalagi menjelang lebaran ini. Buat Pasha lebaran di kampungnya lebih rame.

“Buat gue lebaran di Jakarta itu sepi ya, silaturahminya beda, soalnya jauh dari keluarga,” ucap Pasha saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta kemarin (28/9).

Sedihnya, karena kesibukan dengan bandnya, terpaksa lebaran kali ini, sang vokalis keren ini enggak bisa mudik? “Kayaknya enggak bisa deh,” jawab Pasha dengan nada menyesal.

Lebaran di kampung halaman sendiri memang lebih dirasa sangat berkesan. Pasha ‘Ungu’ lalu bercerita masa kecil di kampungnya saat lebaran. Yang diingat saat sawerannya. Pasha kecil begitu giat bergerilya dari rumah ke rumah mencari ‘recehan’ dari sanak saudaranya. Kecil-kecil matre.

“Waktu kecil, kita suka ngunjungin saudara-saudara, habis itu pasti dikasih duit,” cerita Pasha. Bukan kebiasaan buruk, wajar aja, namana juga anak kecil. “Itu mungkin tradisi salah ya, tapi kita semua jadi dekat kan,” ucap Pasha.

Saking gemarnya berburu angpao, cowok yang tumbuh di kota Palu ini rela menerobos bahaya. “Sekitar umur 4-5 tahun ya, gue lompat dari mobil karena udah kebelt pengen dapat duit, pas nyebrang gue malah ditabrak motor,” ujar suami Okkie Agustina ini.

Kenapa Pasha sampe nekat? pasalnya orang tuanya sudah wanti-wanti kalo anak-anak enggak boleh ikut turun. Bikin ribet aja.

September 24, 2006

Pasha Pernah Juara Lomba Azan

Filed under: Pasha, Infotainment

PENAMPILAN Pasha sebagai vokalis grup band Ungu bisa jadi terlihat urakan, namun bukan berarti jiwanya juga urakan. Tidak hanya pintar menyanyi, sejak kecil dia sudah punya hobi melantunkan azan serta ayat-ayat suci Alquran. Jangan kaget kalau gelar juara ketiga lomba azan se-Sulawesi Selatan pernah diraihnya. “Gue memang sudah cinta mati dengan azan,” jelasnya.

Kecintaan itu awalnya ditanamkan orang tua Pasha yang sejak kecil mengajarkan cara membaca Alquran serta melafalkan azan dengan baik. Lama kelamaan kebiasaan azan menjadi hobi. Setiap kali akan masuknya waktu salat Ashar, Pasha lari ke masjid agar bisa ditunjuk sebagai pelantun azan. “Karena itu jangan melihat seseorang dari luarnya saja. Gue memang tidak suci, namun masih ada setitik iman di dalam hati,” ujarnya.

August 10, 2006

Pasha “Ungu” Keliling Tanpa Keluarga

Filed under: Pasha

PEKANBARU, KCM - Ungu termasuk grup dalam negeri yang sedang laris. Jadwal manggung mereka padat dan di mana-mana. Sudah bisa ditebak, rasa rindu kepada orang-orang dekat kerap hinggap ketika para personel grup tersebut sedang tak bersama orang-orang tersayang itu.    

Namun, bagi Pasha, sang vokalis yang mantan model dan pemain sinetron, sekali-sekali mengajak atau mendatangkan keluarganya ke tempat-tempat Ungu menggelar konser bukanlah jalan keluar untuk mengatasi kekangenan akan istri dan dua anaknya yang masih kecil.

"Paling, ngobrol di telepon saja dengan mereka," ujar suami dari Oki Agustina Sofyan ini, sebelum Ungu tampil dalam Soundrenaline 2006: Rock United di Pekanbaru, Riau, Minggu lalu (6/8). "Saya enggak pernah ngajak keluarga saya ke tempat-tempat konser Ungu. Saya kan orang yang diatur, harus ini jam segini. Ribet kalau ngajak keluarga," jelas pria kelahiran Donggala, 27 November 1979 ini.

Juli-Agustus ini saja Ungu–terdiri dari Pasha, Makki Omar Parikesit (34, bas), Franko Medjaya Kusumah atau Enda (28, gitar), Arlonsy Miraldy atau Oncy (24, gitar), dan M Nur Rohman atau Rowman (32, drum)–sibuk ambil bagian di semua kota Soundrenaline 2006, yaitu Banjarmasin (23/7), Makassar (30/7), Pekanbaru (6/8), Medan (13/8), dan Jakarta (20/8).     

Di atas pentas, grup yang lahir pada 1996 tersebut menyajikan Karena Dia Kamu, Berikan Aku Cinta, Jika Aku Bukan Pilihan, Seperti yang Dulu, Sejauh Mungkin, Demi Waktu, dan Bayang Semu.

July 23, 2006

Pasha: Repotnya Kebelet Pipis

Filed under: Pasha

BANJARMASIN, KCM – Apa hubungan antara toilet dan Pasha. Tak ada memang, tapi karena kesulitan mencari toilet, vokalis Ungu band itu, harus berjibaku menahan kencing. Inilah yang ia rasakan ketika tampil di ajang  A Mild Live Soundrenaline 2006, yang digelar di Lapangan Rindam VI, Banjarmasin, Minggu (23/7).

Dus, ia pun harus kocar-kacir ke sana-ke mari demi menemukan lokasi yang nyaman untuk melampiaskan hajatnya itu. Ia lantas lari ke belakang panggung. Sialnya, ia tak juga berhasil menemukan toilet di sana.

Kalau pun ada, ya terpaksa pemilik nama asli Sigit Purnomo itu, harus keluar arena mangung dan menembus barikade penoton yang berjubel memadati arena pertunjukan.

Tak ada pilihan memang. Pemuda berhidung lancip itu pun akhirnya memutuskan menggunakan toilet yang juga digunakan para penonton. Sialnya, meski sudah mendapat penjagaan ketat, tak urung kemunculan Pasha membuat penggemarnya heboh.  Pasha  dikejar-kejar puluhan penggemar yang ingin berjabat tangan dengannya.

Melihat gelagat buruk itu, pemuda kelahiran Donggala, 27 November 1979 itu memilih ngacir. Ia kemudian melarikan diri memasuki sebuah kios penjual minuman. Harapannya di sana ia bisa menumpang pipis.

Sial rupanya, keinginan tersebut belum juga terkabul. Ia bergegas menuju toilet umum  berdinding kayu. Plong lah. Setelah berjuang cukup panjang, Pasha pun bisa melampiaskan hajatnya di sana.  Untung saja baru kebelet pipis, jika tidak cerita bisa jadi lain.

July 19, 2006

Pasha ‘Ungu’ Trauma Naik Pesawat

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Kejadian yang luar biasa dan tak terduga-duga, terkadang membawa efek traumatik pada si korban, tak terkecuali vokalis band Ungu, Pasha. Gara-gara pesawat yang ditumpangi pernah mengalami trouble, saat Ungu terbang ke Sulawesi. Kini Pasha selalu komat-kamit berdoa mengurangi rasa takutnya.

"Waktu itu tiba-tiba kabin pesawat terbakar dan mengeluarkan asap," kenang Pasha, saat ditemui di Kelapa Gading beberapa waktu lalu. Dan yang membuat dia lebih panik, istrinya, Okie Agustina, yang tengah mengandung 7 bulan ikut serta. Makin menjadi rasa paniknya, campur aduk jadi ketakutan yang tak pernah dibayangkan.

"Untung pesawat bisa transit di Makassar dengan lancar. Dan istri saya, juga tidak apa-apa. Juga temen-temen. Kejadiannya baru dua bulan lalu," tutur Pasha.

Kehadiran Pasha di Kelapa Gading terkait dengan undangan acara Jambore Nasional 2006, yang diprakarsai Lembaga Pendidikan Indonesia–Amerika (LPIA). "Jadi ingat waktu sekolah, saat jadi pramuka," katanya mengingat.

Bagi Ungu mengisi acara apapun bukan menjadi soal, apalagi ini untuk mengisi jeda seusai rekaman album terbaru Ungu.

July 16, 2006

Cara Artis Menghilangkan Rasa Jenuh

Filed under: Pasha, Infotainment

RUTINITAs dan kejenuhan adalah sisi lain yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan seorang artis. Seribu satu macam cara mereka tempur untuk memeranginya agar bebas dari rasa frustasi. Vokalis band Ungu, Pasha, misalnya, memilih motor gede sebagai penawar rasa jenuhnya. "Kalau naik motor itu rasanya gagah," kata ayah dua anak. Demi barang berharganya itu, Pasha mengaku rela merogoh kantong lebih dalam untuk biaya perawatan.

June 20, 2006

Ridho Slank dan Pasha Ungu Dianugerahi Bayi

Filed under: Pasha

indosiar.com, Jakarta - Kebahagiaan tampak sedang menyelimuti vokalis group band Ungu, Pasha dan gitaris group band Slank, Ridho. Kedua pria ganteng ini kembali mendapat anugerah terindah, dengan kehdiran buah hati mereka yang sama-sama berjenis kelamin perempuan.

Peristiwa ini tentu saja menjadi kebahagian tersendiri bagi mereka, karena baik Pasha maupun Ridho selam ini sangat menanti-nantikan kehadiran bayi perempuan, untuk melengkapi anak lelaki mereka. Bagi istri Ridho, Ony Seroja, kelahiran ini merupakan pengalaman ketiganya, setelah sebelumnya dikarunia dua anak lelaki Marco Maliq Hafied dan Omar Hakem.

Bagi Pasha, sang bayi adalah anak kedua buah perkawinannya denga Oki Agustina Sofyan. Meski kali ini bukan pengalaman pertama mereka dalam mendampingi sang istri melahirkan, baik Pasha mau pun Ridho tetap menunjukkan kepanikannya, pada saat proses persalinan.

Istri Pasha Kontraksi 30 Jam

Filed under: Pasha

Selain Emil, di hari yang sama, vokalis grup band Ungu, Pasha, dan istrinya, Okie, juga menimang anak kedua. Bayi berjenis kelamin perempuan itu diberi nama Shakinah Azalea Putrina Pasha.

Kelahiran Shakinah cukup di luar dugaan. Sebab, sebelumnya dokter memperkirakan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir 5 Juli mendatang. Menurut Okie, kelahiran lebih awal itu disebabkan bayi mungil itu ingin dilihat ayahnya.

"Kebetulan, sekarang jadwal Ungu lagi kosong. Mungkin anaknya pengin ditemani bapaknya. Soalnya, mulai 20 Juni nanti, jadwal Ungu sudah padat lagi," papar Okie.

Kelahiran anak kedua itu dirasakan lebih berat oleh Okie ketimbang saat melahirkan anak pertama, Keisha Alvaro. Selama sekitar 30 jam, wanita berkulit putih itu harus berjuang menahan sakit yang tidak terkira. Saking sakitnya, Okie ngotot ingin di-caesar. Malah, dia sewot dengan suami yang saat itu turut mendampingi persalinannya.

"Dia bilang aku pelit karena nggak mau ngebayarin caesar. Aku tahu dia pasti ngerasain sakit yang luar biasa. Tapi aku pikir, kalau dokter bilang bisa lahir normal, kenapa harus caesar. Kalau soal bujet sih, sudah aku sediain," ujar Pasha lantas tertawa.

June 19, 2006

Anak Kedua Pasya Lahir

Filed under: Pasha, Infotainment

 


 
VOKALIS grup Ungu, Pasya, kini tengah berbahagia. Pasalnya, Oki, istrinya, baru saja melahirkan anak kedua mereka di Rumah Sakit Hermina Bogor, Jawa Barat, Jumat silam. Proses kelahiran bayi perempuan yang memakan waktu sekitar 30 jam itu membuat deg-degan Pasya. Karena itu Pasya berencana tidak ingin menambah anak. "Kayaknya dua aja, kalau enggak kebablasan," komentar dia.

Dua Pasang Seleb Dikasih Momongan

Filed under: Pasha

Tanggal 17 Juni lalu menjadi saat yang mengharukan sekaligus membahagiakan buat dua pasang selebritis kita. Adalah Emil ‘Naif’ - Echa dan Pasha ‘Ungu’ - Okie Agustina menyambut kelahiran bayi mereka. Uniknya, keduanya sama-sama kecepatan melahirkan, dan diprediksi lahir tanggal 5 Juli.

Bagi pasangan Emil dan Echa, Puan Fauziah Muhammad merupakan putri pertama mereka. Nama Fauziah diambil dari nama almarhuman Bunda Emil. Sedangkan Shakinah Azalea Putrina Pasha, merupakan anak kedua pasangan Pasha-Okie. Sebelumnya mereka telah memiliki seorang jagoan, Keisha Alvaro.

Shakinah diprediksi dokter lahir tanggal 5 Juli, namun prediksi bundanya sih, si cantik lahir lebih awal karena pengen dilihat bapaknya. “Kalo sekarang ini jadwal Ungu lagi kosong, mungkin anaknya pengen ditemenin sama bapaknya, soalnya dari tanggal 20 juni-5 Juli nanti jadwal Ungu padat banget,” cerita Okie saat dihubungi KG. Alhasil, Pasha menjadi saksi kelahiran Shakinah, plus perjuangan 30 jam Okie untuk melahirkan sang bayi.

Setelah melahirkan, tidak berarti perjuangan Okie-Pasha berhenti. Mereka mesti menjaga Shakinah padahal jadwal manggung Ungu kan padat banget. “Kebetulan, aku masih tinggal sama-mama, jadi masih ada yang bantuin,” ucap Okie seraya tertawa.

Kelahiran Shakinah membawa ‘perubahan’ bagi Pasha. Mulanya dia pengen punya empat anak. Sekarang, berkurang cukup dua saja. “Aku mules sakit perut aja begini, apalagi kamu,” keluh Pasha seperti dikatakan Okie. Tapi sang istri sendiri enggak janji Pasha bakal berubah lagi. “Kalo enggak kebablasan enggak tahu ya, ini kan baru sehari dua hari,” tutup Okie seraya tertawa. Oke deh Pasha-Okie, Emil-Echa, selamat yaa.

June 17, 2006

Pasha, Kehilangan Suara Karena Guna-Guna?

Filed under: Pasha

Kapanlagi.com - Tak ada angin tak ada hujan, suara vokalis grup band Ungu, Pasha mendadak menghilang. Hal itu terjadi saat dirinya sedang manggung di Dunia Fantasi, Ancol, belum lama ini. Padahal, saat itu dirinya barusaja membawakan dua buah lagu. Alhasil, Pasha harus meneruskannya dengan suara alakadarnya.

Beredar kabar kalau hilangnya suara Pasha itu karena terkena guna-guna. Maklum, jadwal manggung Ungu saat ini bisa dibilang sangat laris dan bisa menimbulkan kecemburuan.

"Kalau guna-guna, saya nggak tahu. Tapi beberapa teman memang bilang ke kita seperti itu. Saya sih pasrah aja kalau memang ada yang nggak suka sama kita. Sempat kaget juga sih, kenapa suara saya bisa langsung menghilang. Tapi sekarang sudah mulai sembuh sih," ujar Pasha saat ditemui di Mangga Dua Square, tadi malam.

Keanehan raibnya suara emas Pasha memang sangat aneh. Apalagi, pemilik nama Sigit Purnomo Syamsuddin Said ini tidak merasakan gejala-gejala hilang suara sebelumnya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata pita suara Pasha mengalami pembengkakan.

Saat ini, Pasha tengah mempersiapkan kondisinya. Ayah satu anak ini juga tidak mengkonsumsi vitamin tambahan, seiring dengan jadwal manggungnya yang makin padat. "Aku jadi tahu banget deh pentingnya suplemen," ujarnya.

Buktinya, saat melakukan check-up ke dokter, Pasha diberi suntikan suplemen. Paginya, suaranya yang semula menghilang, sudah kembali lagi. Saat ini, Pasha mengaku sedang irit bersuara. Dirinya masih harus benar-benar melakukan penyembuhan untuk aset utamanya ini.

June 11, 2006

Pasha Kehilangan Suara

Filed under: Pasha

Saking larisnya manggung, grup Ungu terpaksa kehilangan sang vokalis untuk sementara waktu. Pasha, vokalis Ungu, mengalami pembengkakan pita suara sehingga suaranya menghilang. "Saya juga kaget, kenapa bisa suara saya itu menghilang. Sekarang sudah mulai sembuh sih," ujar Pasha saat ditemui di Mangga Dua Square.

Kejadian tersebut berlangsung di atas panggung di Dunia Fantasi, dua minggu lalu. Setelah melantunkan dua buah lagu, Pasha langsung serak. Hampir tak ada suara merdu yang keluar dari mulutnya. Padahal, Pasha mengaku sudah berusaha berteriak.

Pasha tentu kaget dengan kondisinya itu. Apalagi, pemilik nama Sigit Purnomo Syamsuddin Said tersebut tidak merasakan gejala-gejala hilang suara sebelumnya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata pita suara Pasha bengkak. "Aku harus istirahat selama dua minggu," lanjutnya.

Menurut Pasha, dirinya kurang memperhatikan jadwal makan dan istirahat. Ayah satu anak ini juga tidak mengonsumsi vitamin tambahan dengan jadwal manggungnya yang begitu padat. "Aku jadi tahu banget deh pentingnya suplemen," ujarnya.

Buktinya, saat melakukan checkup ke dokter, Pasha diberi suntikan suplemen. Paginya, suara Pasha yang menghilang sudah kembali. Saat ini, Pasha mengaku sedang irit bersuara. Dirinya masih harus benar-benar melakukan penyembuhan untuk aset utamanya ini.

Belajar dari pengalamannya ini, Pasha sekarang lebih memperhatikan kesehatannya. Terutama pola makan dan asupan vitamin. "Sekarang lebih hati-hati, saya nggak mau itu terjadi lagi," tandasnya.

May 7, 2006

Pasha Ungu dengan Distro-nya

Filed under: Pasha, Infotainment

FENOMENA menjalankan bisnis di kalangan artis, ternyata juga dialami vokalis grup band Ungu, Pasha. Pria yang tengah menunggu kelahiran anak keduanya ini menjalani usaha jual baju atau distro. Bahkan, dalam setahun, Pasha sudah memiliki sejumlah distro mulai dari Bandung hingga Yogyakarta. “Awalnya iseng saja,” ujar Pasha.

Menurut Pasha, jiwa dagang ini diperoleh dari ayahnya. Maklum, ayahnya juga seorang wiraswastawan. Kendati begitu, Pasha mengaku, bisnis di luar dunia tarik suaranya ini dilakoninya dengan sungguh-sungguh. Kendati begitu, aktivitasnya di tarik suara bersama Ungu tetap menjadi pilihan utama. “Ungu masih profit center saya,” ujar Pasha.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham