Libatkan 11 Polisi
Menjelang Ramadan, grup band Ungu menjajal pasar dengan menelurkan debut album religi bertajuk Surgamu. Empat dari lima lagu yang ada di album tersebut merupakan hasil karya personel Ungu sendiri, Pasha (vokal), Enda (gitar), Rowman (drum), Makki (bass) dan Oncy (gitar). Pasha dan Enda, masing-masing membuat dua lagu.
Awalnya, bukan hanya lima lagu yang ingin diangkat lewat album yang akan dirilis 14 September nanti ini. "Penginnya sih, sekitar sepuluh. Tapi, jadwal tur kami padat banget. Jadi, cuma bisa bikin album mini. Empat buatan sendiri, yang satu lagi lagu Shalawat yang diaransemen ulang," papar Enda di sela-sela proses pembuatan klip video lagu Surgamu kemarin. Syuting mengambil lokasi di stasiun bongkar muat barang dan peti kemas, Kota, Jakarta Utara.
Syuting klip ini tampak berbeda dari klip-klip Ungu sebelumnya. Bukan hanya karena pengambilan gambar yang dilakukan tengah hari di tempat terbuka. Yang lebih mencolok, kali ini, Ungu melibatkan sekitar 50 orang figuran. Sebelas diantaranya adalah polisi anti huru-hara.
Orang sebanyak itu digunakan untuk keperluan scene yang menggambarkan suasana kerusuhan dan bentrok antara perusuh dengan aparat kepolisian. Lokasi syuting dibuat mirip dengan suasana aslinya. Mulai dari pagar kawat berduri, hingga asap hitam dari band bekas yang dibakar. Tema ini sepenuhnya ide dari sang sutradara.
"Soal ide, kami nggak ikut campur. Kami baru pulang tur kemarin (Jumat). Jadi, nggak sempat mikirin konsep. Lagi pula, kami sudah sepenuhnya percaya sama sutradaranya," ucap Pasha.
Dari lagu Surgamu yang diciptakan Enda, tersirat pesan, di tengah kesibukan dan ketamakan manusia dengan urusan dunia, sangat penting untuk kembali mengingat pencipta-Nya.
"Klip video ini menceritakan keadaan atau kekacauan yang ada di sekitar kita sekarang ini. Ada kekerasan, tawuran, dan sebagainya. Untuk keluar dari keadaan ini, semua harus kembali menyebut asma Allah," papar Enda.
Album religi semacam ini, dijelaskan oleh Oncy, merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang mereka raih selama berkarir di dunia musik. "Selama ini kami sudah diberi berkah yang luar biasa. Kami mengucapkan rasa syukur dengan lahirnya album ini," paparnya.
Tentang banyaknya penyanyi atau band lain yang juga meluncurkan lagu-lagu religi menjelang bulan puasa, anak-anak Ungu tidak ingin menganggapnya sebagai persaingan. "Kami nggak mau bersaing. Tapi memang nggak bisa dipungkiri, masyarakat akan memposisikan seperti itu lewat opini-opini mereka," tandasnya.(rie)
