<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Tempat Terindah Ungu</title>
	<link>http://unguband.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 02 Dec 2006 10:11:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>pasha ungu: saya orang paling bahagia di dunia</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/12/02/pasha-ungu-saya-orang-paling-bahagia-di-dunia/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/12/02/pasha-ungu-saya-orang-paling-bahagia-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Dec 2006 09:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>Pasha</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/12/02/pasha-ungu-saya-orang-paling-bahagia-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[	Lucunya, karena sudah terbiasa dengan nama populernya, ia merasa asing saat orang memanggil nama aslinya, Sigit. Ia bahkan sering tidak ngeh. &ldquo;Saya nggak sadar yang dipanggil itu saya. Habis saya sudah terbiasa dipanggil Pasha,&rdquo; ceplosnya. 
	ini rahasia Pasha Ungu (26) yang tak banyak diketahui orang. Pasha sebenarnya bukanlah nama aslinya. Nama asli Pasha adalah Sigit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><span class="front-subtitle">Lucunya, karena sudah terbiasa dengan nama populernya, ia merasa asing saat orang memanggil nama aslinya, Sigit. Ia bahkan sering tidak ngeh. &ldquo;Saya nggak sadar yang dipanggil itu saya. Habis saya sudah terbiasa dipanggil Pasha,&rdquo; ceplosnya. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">ini rahasia Pasha <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> (26) yang tak banyak diketahui orang. Pasha sebenarnya bukanlah nama aslinya. Nama asli Pasha adalah Sigit Purnomo Syamsudin Said. Dulu, ia biasa dipanggil Sigit. Nama Pasha baru dipakai saat <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> rekaman album pertama. Konon, perusahaan rekaman yang meminta ia berganti nama. Alasannya, nama asli Pasha dianggap kurang komersial, juga identik dengan orang lain. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">&quot;Nama Sigit sudah ada beberapa yang memakai. Salah satunya Sigit Base Jam,&rdquo; cetus Pasha suatu kali. Dari beberapa nama, pilihannya jatuh pada nama Pasha. Uniknya, itu nama mantan dramer <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>. &quot;Ada yang mengusulkan nama Pasha. Menurut saya, nama itu bagus. Jadilah nama itu saya pakai,&quot; kata ayah Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha ini. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Suami Okky Agustina Sofyan ini tak percaya, nama itu dibilang membawa keberuntungan. &quot;Kata orang, what&rsquo;s in a name. Apalah arti sebuah nama. Saya tak percaya nama bisa membawa keberuntungan. Soal rezeki semua diatur dari Atas. Lagi pula, kalau memang bawa hoki, seharusnya sejak dulu <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> melejit dong,&quot; tegasnya.Lucunya, karena sudah terbiasa dengan nama populernya, ia merasa asing saat orang memanggil nama aslinya, Sigit. Ia bahkan sering tidak ngeh. &ldquo;Saya nggak sadar yang dipanggil itu saya. Habis saya sudah terbiasa dipanggil Pasha,&rdquo; ceplosnya. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Pasha lahir di Donggala, 27 November 1979. Usai menamatkan sekolah menengah, ia pindah ke Jakarta. Di ibukota, ia kuliah di Akademi Bahasa Asing (ABA) Cikini. Di kampus inilah ia bersinggungan dengan dunia musik. &ldquo;Waktu ospek, saya orang yang paling sering kena hukuman. Kalau dihukum yang bisa saya lakukan, ya cuma bernyanyi,&rdquo; ujarnya. Nah, vokal Pasha itu menarik perhatian rekannya. Rekannya itulah yang mengajak bergabung dengan Nuansa Band. &ldquo;Katanya suara saya cocok dengan warna musik mereka,&rdquo; ujar Pasha lagi. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Seperti band lain, Nuansa Band juga kepengin meramaikan kancah musik lokal. Mulailah mereka mengirimkan demo ke berbagai perusahaan rekaman. Sayang, tak satu pun melirik. &ldquo;Selama menunggu kepastian demo rekaman, hubungan kami jadi renggang,&rdquo; cerita Pasha. Di saat band ini mulai retak, Pasha dapat tawaran dari band <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> yang tengah mencari vokalis. &ldquo;Setelah jam session bareng <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, saya ditawari jadi vokalis,&rdquo; sambungnya. Setelah berpikir masak-masak, tawaran itu diterimanya. &ldquo;Saya ngomong baik-baik ke teman-teman di Nuansa Band. Saya bilang, nggak bisa menunggu sesuatu yang nggak pasti. Untungnya, anak-anak ngerti dengan penjelasan saya,&rdquo; katanya lagi. Pasha resmi bergabung dengan <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> sekitar November 1998. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Bersama <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, Pasha mulai membuat lagu. Lagu-lagu itu, juga karya personel lain, sering dapat pujian saat dipentaskan. Bahkan ada yang menyebut tembang-tembang mereka layak dihimpun dalam album. &rdquo;Meski awalnya nggak percaya diri, kami membuat demo master,&rdquo; beri tahu Pasha. Setelah beberapa bulan menunggu, Warner Music Indonesia menyatakan tertarik. <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> lantas diminta menyumbangkan lagu buat album kompilasi Klik (2000). Tak puas dengan satu lagu, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> minta rekaman satu album. &ldquo;Tapi ternyata kerja sama dengan Warner Music tak dilanjutkan. Kami terpaksa harus mencari perusahaan rekaman lagi,&rdquo; ujar Pasha. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Perusahaan Rekaman Hemaswara kemudian merekrut mereka. Kolaborasi Ungu-Hemaswara melahirkan album Laguku (2002). Album yang mengandalkan lagu Bayangan Semu ini terjual sekitar 150 ribu keping. Album kedua mereka, Tempat Terindah, juga dapat atensi lumayan. Toh meski begitu, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> masih dianggap band kelas dua. Barulah di album ketiga, Melayang, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> memberi bukti. Album yang sarat hits itu totalnya telah terjual mendekati angka satu juta keping. Sukses itu berlanjut di album religius SurgaMu, yang diluncurkan Ramadhan lalu. Dalam dua bulan, album ini terjual lebih dari 300 ribu keping. Berkat album ini <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> mendapat penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dan nama Pasha pun makin berkibar. *bin </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Album Melayang terjual hampir satu juta keping, dan SurgaMu terjual 300 ribu keping dalam waktu yang singkat. Apa rahasianya?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Sukses yang diraih ini barangkali buah manis dari kesabaran Ungu selama ini. Kami tak pernah patah arang meski album-album kami sebelumnya tak begitu laku. Kami menganggap itu sebagai bagian dari proses pembelajaran <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>. Nah, dari proses itulah kami belajar banyak. Dan di album ketiga kami bisa meramu formula yang tepat. Dan hasilnya, ya seperti sekarang ini. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Apakah Anda merasa Ungu kini telah berada di puncak karier?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Wah, sayasih nggak merasa kini berada di puncak. Justru sedang menuju puncak.Pasalnya kalau sudah di puncak &#8216;kan bisa turun. Saya sih kepengin <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> besok lebih baik dari hari ini. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Adakah ketakutan <font color="#cc33ff">Ungu</font> bakal mengalami perpecahan seperti Peterpan, misalnya?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Saya sih yakin <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> tak bakal mengalami perpecahan. Dan insya Allah band ini akan selalu solid. Saya yakin, karena sedari awal susah dan senang kami tanggung bareng-bareng. Waktu album kami tak laku, kami menghadapi bersama-sama. Begitu juga ketika angka penjualan tinggi. Kami juga merasa sudah klop satu sama lain. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Karier Anda kini sedang bersinar. Anda juga punya istri yang cantik dan anak-anak yang lucu. Bagaimana rasanya?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Pastilah saya bahagia. Siapa yang tak bahagia bila punya karier bagus, istri yang cantik dan pengertian serta anak</span><span class="front-subtitle">-anak yang lucu. Saya bahkan merasa sebagai orang paling bahagia di dunia ini. Tugas nomor satu saya adalah menjaga serta melindungiistri dan anak-anak saya. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Belakangan Anda suka memakai kacamata. Kepengin menyaingi Ian Kasela nih?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Wah, nggak. Kacamata saya &#8216;kan nggak gelap seperti Ian Kasela. Saya memakai kacamata karena mata saya memang minus. Lagi pula kacamata itu jarang saya pakai saat konser. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Sadarkah kalau gaya dandan Anda sering ditiru penggemar?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Saya tahu itu. Di beberapa daerah, saya sering melihat banyak orang meniru gaya saya. Mulai dari rambut, pakaian sampai celana persis saya. Tapi itu nggak apa-apa. Toh saya pun sebenarnya juga memakai style yang sudah ada. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Pernah punya pengalaman tak enak dengan penggemar?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Beberapa waktu lalu ada penggemar yang main ke rumah. Saya sempat meladeni dia. Mungkin karena diladeni, eh besoknya dia kembali lagi dengan membawa teman yang lebih banyak. Saya risih saja dengankelakuan penggemar seperti itu. Waktu saya di rumah &#8216;kan cuma sedikit. Saya ingin menggunakannya semaksimal mungkin. Kalau di rumah saya cuma ingin istirahat atau main dengan anak-anak. Bukan mengurusi hal yang lain. Tapi nggak enaknya, kalau tak meladeni penggemar, saya dibilang sombong. Kalau dicakar dan dicubit penggemar, dari zaman album belum laku sih sudah sering. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Bagaimana kalau soal hilang suara saat manggung?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Pernah. Terakhir, waktu manggung di Soundrenaline di Ancol, suara saya sempat hilang. Mungkin karena reak (dahak) mengumpul di tenggorokan dan saya dehidrasi lantaran cuaca yang panas, suara saya jadi hilang. Menurutdokter, penyebab suara saya hilang karena kecapekan. </span></p>
	<p><span class="front-subtitle"><strong>Masih suka mengendarai motor besar?</strong> </span></p>
	<p><span class="front-subtitle">Masih. Kalau ada waktu senggang saya pasti keliling-keliling pakai motor itu. Waktu Ungu konser di Bogor kemarin (Pasha menetap di Bogor), saya pergi naik motor. Motornya sih nggak ditaruh di area konser, tapi dititipkan di hotel. Dari hotel ke lokasi konser, saya menggunakan mobil. Di Bogor saya ikut klub pecinta motor besar. Salah satu anggotanya Ferdy Element. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/12/02/pasha-ungu-saya-orang-paling-bahagia-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Besok Malam, Ungu di Lapangan Sudirman</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/25/besok-malam-ungu-di-lapangan-sudirman/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/25/besok-malam-ungu-di-lapangan-sudirman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2006 12:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/25/besok-malam-ungu-di-lapangan-sudirman/</guid>
		<description><![CDATA[	GRUP band Ungu yang masuk jajaran band papan atas Indonesia, dan namanya terus meroket dipastikan tampil menghibur warga Balikpapan, Minggu (26/11) malam besok mulai pukul 19.00 Wita di Stadion Sudirman. 
	Penampilan grup band yang dimotori Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum) itu tak lain dalam rangkaian tur keliling Indonesia mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>GRUP band <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> yang masuk jajaran band papan atas Indonesia, dan namanya terus meroket dipastikan tampil menghibur warga Balikpapan, Minggu (26/11) malam besok mulai pukul 19.00 Wita di Stadion Sudirman. </p>
	<p>Penampilan grup band yang dimotori Pasha (vokal), Enda (gitar), Oncy (gitar), Makki (bass), dan Rowman (drum) itu tak lain dalam rangkaian tur keliling Indonesia mereka yang disponsori Gudang Garam. </p>
	<p>&ldquo;Sebelum tampil di Balikpapan, mereka tampil lebih dulu di Tanah Grogot, Pasir besok (hari ini),&rdquo; ujar Operational Zoom Production Yunita kepada Kaltim Post kemarin. Zoom Production sendiri adalah Event Organizer (EO) konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> yang bertajuk Popcoholic with <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Concert tersebut. </p>
	<p>Saat tampil, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> akan membawakan 12 lagu andalan mereka baik dari album lama mereka hingga album religius Surgamu yang saat ini ramai diputar di berbagai stasiun radio maupun media elektronik. &ldquo;Kemungkinan 12 lagu. Tapi lihat keadaan nanti. Kalau memungkinkan, bisa saja lebih dari itu,&rdquo; jelas Yunita. </p>
	<p>Untuk menyaksikan penampilan <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, pihak penyelanggara telah menyediakan kurang lebih 10 ribu tiket seharga Rp 10 ribu. &ldquo;Murah memang. Apalagi mereka yang beli tiket dapat hadiah sebungkus rokok. Makanya, buruan beli di tempat-tempat yang telah kami sediakan seperti Toko Kaset Micky, SBI, Toko Kaset Budi, Distro Little Beat, Matahari Department Store,&rdquo; tambahnya. </p>
	<p>Sementara itu, Kapolresta Balikpapan AKBP Drs Gde Sugianyar mengatakan, pihaknya telah memberikan izin konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>. Bahkan, untuk pengamanan, pihak Polresta Balikpapan bakal menurunkan 200 personel demi memperlancar jalannya konser. </p>
	<p>&ldquo;Kami sudah keluarkan izin dan untuk pengamanan akan kami bantu. Untuk personel yang akan turun mengamankan jalannya konser berkisar antara 200 orang. Ini demi menjaga kondusifnya Balikpapan,&rdquo; kata Gde, kemarin. </p>
	<p>Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berniat menjadi calo tiket konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> ini untuk mengurungkan niatnya. &ldquo;Sebab, kami pastikan akan melakukan penertiban. Kalau nekat, rasakan sendiri akibatnya,&rdquo; pungkas Gde.(nat) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/25/besok-malam-ungu-di-lapangan-sudirman/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ungu Band Sukses Besar di Sulselra</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/23/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra-2/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/23/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2006 12:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>Konser</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/23/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra-2/</guid>
		<description><![CDATA[	LUAR biasa pesona Ungu Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With Ungu di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub &amp; Resto, Makassar. 
	Ungu Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>LUAR biasa pesona <font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With <font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub &amp; Resto, Makassar. </p>
	<p><font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah di Stadion Lakidende, Kendari. Sambutan hangat penonton seperti itu juga terjadi di Kota Bone dan Kota Palopo. Di tiga kota itu rata-rata penonton mencapai 20 ribu orang, bahkan di Palopo mencapai 25 ribu orang.<strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band memecahkan rekor penonton terbanyak di tiga kota itu selama tahun ini. </p>
	<p>&quot;Jumlah penonton itu bisa dihitung dari orang yang masuk dan menukarkan tiketnya dengan rokok Clas Mild. Di Kendari, Bone, dan Palopo, penonton yang menukarkan tiketnya dengan rokok mendekati angka 20 ribu bungkus,&quot; kata Haedir dari Clas Mild Makassar selaku sponsor utama tur <font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> Band. </p>
	<p>Menurutnya, kecuali di Kolaka, penonton hanya mencapai 10 ribu lebih. Dan, diharapkan malam ini penggemar <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band di Makassar juga tidak melewatkan menyaksikan aksi panggung Pasha di Colors. </p>
	<p>Sebelum tampil malam hari, pukul 11.00 siang ini personel <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band akan menggelar jumpa fans di Valentino Pool &amp; Cafe. Bagi penggemar <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, bisa berdialog langsung dengan Pasha dan kawan-kawan. </p>
	<p>Sudah dapat dipastikan, mengakhiri turnya di lima kota, nanti malam Pasha akan menyanyikan lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga penggemarnya. Misalnya, lagu Surgamu, Andai Kutahu, dan lagu-lagu lainnya, so pasti dipersembahkan untuk warga Kota Makassar. Setidaknya Pasha akan menyanyikan 12 lagu di Clors nanti malam. </p>
	<p>Band yang diawaki Makki, Onci, Pasha, Enda, dan Rowman, ini tur di lima kota melalui Fair Production sebagai promotour dan <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Production sebagai organized event. </p>
	<p>Selain <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, turut pula menyemarakkan acara Class Music Tour ini adalah home band Colors, Punk Romance dan resident DJ Colors DJ Eq, yang dengan kekuatannya masing-masing akan menghibur clubbers Makassar. </p>
	<p><strong>Pasha, Anak Palu yang Jadi Idola <br /></strong><br />SAUDARA-saudaranya terperangah. Kok, Sigit tiba-tiba tampil sebagai vokalis <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band? Sigit Purnomo Syamsudin Said yang berganti nama menjadi Pasha, bisa menjadi penyanyi? </p>
	<p>&quot;Saya juga kaget tiba-tiba adik saya menjadi penyanyi,&quot; kata kakak kandung Pasha, Helmy Syamsudin Said yang kini anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Partai Demokrat. Itu pula yang dialami kakaknya yang lain, Uly, pemain sinetron di Jakarta. </p>
	<p>Ketika sekolah di SMAN 2 Palu, Pasha memang sudah mulai bermain musik. Ia membentuk band di sekolahnya. Tetapi Pasha bukanlah vokalis, kecuali mahir bermain gitar atau keyboard. </p>
	<p>Ayahnya, Syamsudin, memang termasuk penyanyi. Tahun 60-an, Syamsudin punya band di Donggala, dan dia sebagai vokalis. Tidak heran, setiap ada acara di Palu, anak-anaknya selalu disuruh tampil menyanyi. Kecuali Pasha, tidak pernah mau disuruh menyanyi. </p>
	<p>Pasha memang anak pemalu. Dari 10 bersaudara, anak kelima itu tak seperti saudara-saudaranya yang tampil berani di depan umum. Helmy, misalnya, ketika kecil selalu tak segan-segan untuk tampil menyanyi di acara-acara yang dihadiri keluarganya. </p>
	<p>Pasha lahir di Donggala, ibu kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979. Ibunya, Andi Bumbeng Pasamalangi, berdarah Bone-Toraja, Sulawesi Selatan. Kedua orangtuanya memang selalu mendorong anak-anaknya bermain musik. </p>
	<p>Tahun 1997, Pasha tamat di SMAN 2 Palu dan langsung ke Jakarta. Ia memilih melanjutkan studinya di IKJ Jakarta. Namun kuliahnya tidak selesai. </p>
	<p>Di Jakarta lah suami Okky Agustina Sofyan serta ayah dari Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha (4 bln), itu muncul sebagai penyanyi. Dia bukan lagi anak pemalu, tetapi berubah menjadi salah satu idola kaum muda sekarang ini. (<em>iku</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/23/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Konser Ungu Band Ricuh</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/10/konser-ungu-band-ricuh/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/10/konser-ungu-band-ricuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2006 03:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>Konser</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/10/konser-ungu-band-ricuh/</guid>
		<description><![CDATA[	


* 15 Penonton Luka-luka, Ketua Panitia Diperiksa Polisi 



	PALOPO&#8211;Kelompok Band Ungu gagal memukau sekitar 10.000-an Cliquers Ungu (sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut) dalam konser di pelataran luar Stadion Lagaligo, Rabu malam lalu, 8 November. Penonton tidak bisa menikmati aksi panggung Pasha dkk dengan baik, karena konser ini ricuh.
	Kericuhan terjadi, karena Pasha terlambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><font><br />
<table border="0">
<tr>
<td><font>* 15 Penonton Luka-luka, Ketua Panitia Diperiksa Polisi </font></td>
</tr>
</table>
</font></p>
	<p><font>PALOPO&#8211;Kelompok Band <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> gagal memukau sekitar 10.000-an Cliquers <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> (sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut) dalam konser di pelataran luar Stadion Lagaligo, Rabu malam lalu, 8 November. Penonton tidak bisa menikmati aksi panggung Pasha dkk dengan baik, karena konser ini ricuh.</font></p>
	<p><font>Kericuhan terjadi, karena Pasha terlambat naik ke panggung. Soalnya, panitia terlambat membenahi listrik. Penonton yang telah memenuhi pelataran luar Stadion Lagaligo, protes karena sedianya konser ini dimulai pukul 20.00 Wita, tetapi sampai pukul 20.30 Wita, Pasha dkk tak juga muncul di atas panggung.</font></p>
	<p><font>Penonton yang berada di bagian depan tiba-tiba menghujani panggung dengan batu dan botol-botol air mineral. Saat yang bersamaan, penonton yang belum masuk ke lokasi konser, membobol dinding yang terbuat dari seng, sehingga penonton yang belum memiliki tiket, langsung menerobos masuk.</p>
	<p>Saat terjadi kericuhan, Kapolresta Palopo, AKBP Muh Arwin, naik ke panggung, untuk menenangkan penonton yang kian brutal. Kapolresta meminta penonton tenang, supaya konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band bisa segera dilakukan. </p>
	<p>&quot;Mari kita jaga jalannya konser ini dengan tertib dan aman. Kalau penonton masih melempar, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band tidak akan tampil,&quot; teriak Kapolresta melalui sound system di hadapan para penonton.</p>
	<p>Penonton mulai tenang setelah mendapat pengarahan dari Kapolresta. Selain itu, aparat kepolisian dan TNI AD mulai menenangkan penonton di bagian depan. </p>
	<p>Pukul 21.00 Wita, setelah penonton mulai tenang dan panitia membersihkan panggung dari batu dan botol-botol air mineral, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) serta Oncy (gitar), tampil di atas panggung.</p>
	<p>Pasha langsung tampil menghibur fans fanatiknya dengan lagu-lagu hits <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band, seperti Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan Pilihan, Selamat Lebaran, Surgamu, dll.</p>
	<p>Saat membawakan lagu kedua, tiba-tiba terjadi lagi kericuhan. Penonton bagian belakang, kecewa karena suara Pasha yang merdu, tidak terdengar jelas. Sound systemnya kecil. Mereka melempar batu ke arah panggung. Akibatnya, penonton yang ada berdesak-desakan di bagian depan panggung itu, menjadi sasaran batu.</p>
	<p>Dalam insiden ini, sedikitnya 15 penonton mengalami luka-luka. Lima orang di antaranya, sempat dilarikan ke UGD RSUD Sawerigading Palopo, karena luka di kepalanya terbilang serius.</p>
	<p>Menurut Kapolresta, AKBP Muh Arwin, penonton yang mengalami luka-luka langsung ditolong petugas, dan dikeluarkan dari lokasi konser yang sesak penonton. Para korban dibawa ke RSUD menggunakan ambulans. &quot;Dua penonton yang tertangkap tangan melempari penonton di bagian depan panggung, diamankan polisi,&quot; katanya.</p>
	<p>Masih menurut Kapolresta, polisi memeriksa Randy, ketua panitia konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band ini, karena dinilai&nbsp;lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ketua panita, karena konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band ini berlangsung ricuh dan menyebabkan sekitar 15 penonton luka-luka. </p>
	<p>&quot;Dia diperiksa sebagai penanggung jawab kegiatan konser itu. Jika terbukti ia lalai hingga konser berjalan kacau dan tak terkendali, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, konser ini menyebabkan adanya penonton konser luka-luka,&quot; katanya. </font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/10/konser-ungu-band-ricuh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ungu Band Sukses Besar di Sulselra</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2006 12:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra/</guid>
		<description><![CDATA[	LUAR biasa pesona Ungu Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With Ungu di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub &amp; Resto, Makassar. 
	Ungu Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>LUAR biasa pesona <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band. Dalam turnya bertajuk Clas Music in Tour With <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> di lima kota Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra), Pasha dan kawan-kawan menuai sukses besar. Mereka bakal mengakhiri turnya malam ini di Colors Pub &amp; Resto, Makassar. </p>
	<p><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band mengawali turnya di Kota Kendari, Kamis (2/11) lalu. Puluhan ribu penonton tumpah ruah di Stadion Lakidende, Kendari. Sambutan hangat penonton seperti itu juga terjadi di Kota Bone dan Kota Palopo. Di tiga kota itu rata-rata penonton mencapai 20 ribu orang, bahkan di Palopo mencapai 25 ribu orang. <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band memecahkan rekor penonton terbanyak di tiga kota itu selama tahun ini. </p>
	<p>&quot;Jumlah penonton itu bisa dihitung dari orang yang masuk dan menukarkan tiketnya dengan rokok Clas Mild. Di Kendari, Bone, dan Palopo, penonton yang menukarkan tiketnya dengan rokok mendekati angka 20 ribu bungkus,&quot; kata Haedir dari Clas Mild Makassar selaku sponsor utama tur <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band. </p>
	<p>Menurutnya, kecuali di Kolaka, penonton hanya mencapai 10 ribu lebih. Dan, diharapkan malam ini penggemar <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band di Makassar juga tidak melewatkan menyaksikan aksi panggung Pasha di Colors. </p>
	<p>Sebelum tampil malam hari, pukul 11.00 siang ini personel <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band akan menggelar jumpa fans di Valentino Pool &amp; Cafe. Bagi penggemar <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, bisa berdialog langsung dengan Pasha dan kawan-kawan. </p>
	<p>Sudah dapat dipastikan, mengakhiri turnya di lima kota, nanti malam Pasha akan menyanyikan lagu-lagunya yang sudah akrab di telinga penggemarnya. Misalnya, lagu Surgamu, Andai Kutahu, dan lagu-lagu lainnya, so pasti dipersembahkan untuk warga Kota Makassar. Setidaknya Pasha akan menyanyikan 12 lagu di Clors nanti malam. </p>
	<p>Band yang diawaki Makki, Onci, Pasha, Enda, dan Rowman, ini tur di lima kota melalui Fair Production sebagai promotour dan <strong><font color="#cc33ff">Ungu </font></strong>Production sebagai organized event. </p>
	<p>Selain <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, turut pula menyemarakkan acara Class Music Tour ini adalah home band Colors, Punk Romance dan resident DJ Colors DJ Eq, yang dengan kekuatannya masing-masing akan menghibur clubbers Makassar. </p>
	<p><strong>Pasha, Anak Palu yang Jadi Idola</strong> </p>
	<p>SAUDARA-saudaranya terperangah. Kok, Sigit tiba-tiba tampil sebagai vokalis <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> Band? Sigit Purnomo Syamsudin Said yang berganti nama menjadi Pasha, bisa menjadi penyanyi? </p>
	<p>&quot;Saya juga kaget tiba-tiba adik saya menjadi penyanyi,&quot; kata kakak kandung Pasha, Helmy Syamsudin Said yang kini anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Partai Demokrat. Itu pula yang dialami kakaknya yang lain, Uly, pemain sinetron di Jakarta. </p>
	<p>Ketika sekolah di SMAN 2 Palu, Pasha memang sudah mulai bermain musik. Ia membentuk band di sekolahnya. Tetapi Pasha bukanlah vokalis, kecuali mahir bermain gitar atau keyboard. </p>
	<p>Ayahnya, Syamsudin, memang termasuk penyanyi. Tahun 60-an, Syamsudin punya band di Donggala, dan dia sebagai vokalis. Tidak heran, setiap ada acara di Palu, anak-anaknya selalu disuruh tampil menyanyi. Kecuali Pasha, tidak pernah mau disuruh menyanyi. </p>
	<p>Pasha memang anak pemalu. Dari 10 bersaudara, anak kelima itu tak seperti saudara-saudaranya yang tampil berani di depan umum. Helmy, misalnya, ketika kecil selalu tak segan-segan untuk tampil menyanyi di acara-acara yang dihadiri keluarganya. </p>
	<p>Pasha lahir di Donggala, ibu kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979. Ibunya, Andi Bumbeng Pasamalangi, berdarah Bone-Toraja, Sulawesi Selatan. Kedua orangtuanya memang selalu mendorong anak-anaknya bermain musik. </p>
	<p>Tahun 1997, Pasha tamat di SMAN 2 Palu dan langsung ke Jakarta. Ia memilih melanjutkan studinya di IKJ Jakarta. Namun kuliahnya tidak selesai. Di Jakarta lah suami Okky Agustina Sofyan serta ayah dari Kisya Alfaro Putra Sigit (2) dan Shakinah Adeliaputri Napasha (4 bln), itu muncul sebagai penyanyi. Dia bukan lagi anak pemalu, tetapi berubah menjadi salah satu idola kaum muda sekarang ini. (iku)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/ungu-band-sukses-besar-di-sulselra/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Konser Ungu di Palopo Diwarnai Keributan</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/konser-ungu-di-palopo-diwarnai-keributan/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/konser-ungu-di-palopo-diwarnai-keributan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Nov 2006 04:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/konser-ungu-di-palopo-diwarnai-keributan/</guid>
		<description><![CDATA[	


Palopo, Tribun &#8212; Konser Ungu yang berlangsung di pelataran parkir Gedung Olahraga (GOR) Lalagaligo Palopo, Rabu (8/11) malam, diwarnai kericuhan. Vokalis Ungu, Pasha, nyaris terkena lemparan batu dari penonton. 
	Ribuan penonton yang memadati pelataran parkir GOR melampiaskan kekesalan mereka dengan melempari panggung yang akan digunakan Pasha dkk. Pasalnya, grup band yang ngetop lewat lagu Demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<table border="0">
<tr>
<td class="teks">
<p>Palopo, Tribun &#8212; Konser <font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> yang berlangsung di pelataran parkir Gedung Olahraga (GOR) Lalagaligo Palopo, Rabu (8/11) malam, diwarnai kericuhan. Vokalis <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, Pasha, nyaris terkena lemparan batu dari penonton. </p>
	<p>Ribuan penonton yang memadati pelataran parkir GOR melampiaskan kekesalan mereka dengan melempari panggung yang akan digunakan Pasha dkk. Pasalnya, grup band yang ngetop lewat lagu Demi Waktu ini tidak kunjung tampil di panggung. </p>
	<p>Kekesalan penonton kian memuncak saat semua lampu di atas panggung padam dan sound system yang dipasang panitia tidak berfungsi karena gangguan teknis. &quot;Daya listrik yang masuk hanya 110 watt,&quot; kata salah seorang panitia yang terlihat sangat panik. </p>
	<p>Dua orang master of ceremony (MC) yang berusaha menenangkan penonton memilih meninggalkan panggung karena takut terkena lemparan batu yang menghujani panggung. Pasha dkk yang berada di atas mobil kijang warna hitam tidak berani turun dari mobil karena penonton semakin brutal melempari panggung dengan batu kerikil.<br />&nbsp;</p>
</td>
</tr>
	<tr>
<td class="teks">
<p>Alat musik drum yang ditinggal pergi pemainnya sesekali terdengar berbunyi takkala terkena lemparan batu penonton. Sekitar 30 menit suasana konser gelap gulita karena tak satupun lampu yang berada dalam lokasi konser menyala. </p>
	<p><strong>Kapolresta Bertindak</strong> </p>
	<p>Akibat hujan batu oleh penonton ini, tidak sedikit penonton terkena lemparan batu yang mengakibatkan kepala mereka mengeluarkan darah segar. Suasana ricuh ini baru berhasil dikendalikan setelah lampu kembali menyala dan sound system kembali dapat difungsikan. <br />Untuk menenangkan para penonton, Kepala Polresta Palopo, AKBP Arwin, naik ke atas panggung yang penuh dengan batu kerikil dan meminta agar seluruh penonton bisa tenang sehingga acara konser tersebut dapat dilanjutkan. </p>
	<p>Sambutan meriah pun diberikan para penonton ketika Pasha tampil ke atas panggung dan menyapa ribuan penggemar mereka itu. <br />&quot;Walau merasa kesal atas aksi pelemparan tadi, tetapi saya merasa bangga tampil di Palopo karena ternyata keinginan teman-teman untuk bersama <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> malam ini sangatlah besar,&quot; kata Pasha sambil menambahkan bahwa selama tur mereka, Palopo-lah yang tercatat sebagai penonton terbanyak. </p>
	<p>Ribuan penonton yang mayoritas ABG itu pun terbius oleh lagu-lagu pop dan religi yang dilantunkan Pasha. Walau diawali dengan kericuan, konser <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> di Palopo berakhir dengan aman dan tertib. (<em>wd</em>)</p>
</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/09/konser-ungu-di-palopo-diwarnai-keributan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/206/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/206/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2006 22:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>Pasha</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/206/</guid>
		<description><![CDATA[	Karena memakai celana jeans, grup band yang lagi sukses berat, Ungu dilarang masuk ke Istana Wapres Jakarta oleh para tentara yang menjaga kediaman Jusuf Kalla, Senin (30/10). Padahal, saat itu grup yang vokalisnya bernama Pasha, diundang secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla karena akan diberikan penghargaan atas album Religi Ungu yang meledak sukses di pasaran.
	Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Karena memakai celana jeans, grup band yang lagi sukses berat, <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> dilarang masuk ke Istana Wapres Jakarta oleh para tentara yang menjaga kediaman Jusuf Kalla, Senin (30/10). Padahal, saat itu grup yang vokalisnya bernama <span class="searchhighlight">Pasha</span>, diundang secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla karena akan diberikan penghargaan atas album Religi <span class="searchhighlight">Ungu</span> yang meledak sukses di pasaran.</p>
	<p>Menurut <span class="searchhighlight">Pasha</span> saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin, untuk bisa sampai ke Istana Wapres itu mereka melalui perjuangan yang berat. Pasalnya, jadwal konser <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> sangat padat di berbagai kota di Indonesia. Apalagi saat menuju Jakarta, seluruh personel <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> sampai menyewa baju jas agar tampil lebih sopan di hadapan Wapres.</p>
	<p>&quot;Saat ini, kami seluruh personel <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> memang lagi sibuk di tengah tur dan kami sebenarnya mengupayakan agar hadir di Istana Wapres di Jakarta. Kami malah sempat ke penyewaan jas, agar penampilan lebih pantas. Tapi ternyata tetap ditolak masuk,&quot; jelas <span class="searchhighlight">Pasha</span>.</p>
	<p>Memang dalam undangan, ditulis wajib menggunakan baju batik. Namun karena seluruh personel tak ada persiapan karena baru pulang dari konser di Makassar, dan langsung menuju Istana Wapres, baju batik itu tak sempat dipersiapkan. </p>
	<p><span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jeans. Sebab sebelum datang ke acara, <span class="searchhighlight">Pasha</span> mengaku sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya, asal rapi.</p>
	<p>&quot;Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya, apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi,&quot; ungkap <span class="searchhighlight">Pasha</span>. </p>
	<p>Seluruh personel <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi dan tidak tidur usai konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00 WIB.</p>
	<p>Insiden penolakan, menurut pria yang masih tinggal di kawasan Minangkabau Jakarta Selatan ini, saat diperiksa di pintu pemeriksaan pertama semuanya diizinkan masuk. Nah, di pintu kedua, baru terganjal dan tidak bisa masuk. Namun hanya <span class="searchhighlight">Pasha</span> yang diperbolehkan masuk, lantaran celananya bukan dari celana berbahan Jeans. Namun <span class="searchhighlight">Pasha</span> menolak masuk karena saat itu diundang atas nama <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span>.</p>
	<p>&quot;Sebenarnya setelah kami keluar dari Istana Wapres karena ditolak masuk, kami kembali dipanggil agar tak meninggalkan Istana. Tapi karena seluruh personel merasa sudah kecewa, akhirnya meninggalkan Istana dan juga sudah keburu masuk ke mobil rombongan,&quot; aku <span class="searchhighlight">Pasha</span>.</p>
	<p>Album Religi <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> dianggap sebagai album religi tanpa menjiplak atau mengaransemen dari lagu lain, dan seluruhnya ciptaan sendiri. Selain itu, di tahun ini, album <span class="searchhighlight"><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong></span> dianggap paling sukses di pasaran. Album <span class="searchhighlight">Ungu</span> Religi yang berjudul Surgamu, menembus angka penjualan hingga 150 ribu kopi. Hingga kini kabarnya sudah mencapai 400 ribu kopi.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/206/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ungu Pukau Makassar</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/ungu-pukau-makassar-2/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/ungu-pukau-makassar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2006 04:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/ungu-pukau-makassar-2/</guid>
		<description><![CDATA[	Kelompok Band Ungu berhasil memukau ribuan Cliquers Ungu&#8211;sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut&#8211;dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam.
Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka. Ungu yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kelompok Band <font color="#cc33ff"><strong>Ungu</strong></font> berhasil memukau ribuan Cliquers <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>&#8211;sebutan bagi para penggemar fanatik kelompok band tersebut&#8211;dalam Konser Salam Lebaran yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam.
<p>Sedikitnya 10 ribu anak muda Makassar <span>tumpah ruah memadati lapangan karebosi demi menyaksikan penampilan band kesayangan mereka. <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> yang beranggotakan Pasha (vokal), Enda (gitar), Makki (bass) dan Rowman (drum) serta Oncy (gitar), berhasil membawa penonton pada suasana yang begitu hangat dan bersahabat. Pasha tampil menjadi juru kunci yang mampu membawa suasana pada keakraban. Maklumlah, meski bukan orang asli </span>Makassar , toh darah Sulawesi <span>mengalir deras dalam tubuhnya. Itulah yang membuat tak ada jarak dengan para Cliquers <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> di Makassar. Lagu Tak Perlu menjadi lagu pembuka penampilan <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> malam tadi. Tentu saja, lagu tersebut tak lah asing buat penggemarnya di </span>Makassar . Mereka pun langsung berjingkrak sembari melantunkan bersama-sama dengan penuh suka cita. <span>Satu jam <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> tampil memukau. Tak hanya Tak Perlu, mereka juga membawakan lagu-lagu yang kini begitu akrab di telinga kita. Sebut saja, Andaiku Tau, Berikan Aku Cinta, Tercipta Untukku, Aku Bukan Pilihan, Selamat Lebaran dan Surgamu.</span> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/11/01/ungu-pukau-makassar-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ungu Diusir!</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/ungu-diusir/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/ungu-diusir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 22:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/ungu-diusir/</guid>
		<description><![CDATA[	Lantaran memakai celana jins, grup band Ungu diusir dari Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/10). Padahal, mereka datang ke sana karena diundang mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-78. Personel Ungu mengaku kecewa dan sakit hati.&nbsp;
	Padahal di acara itu Ungu akan menerima penghargaan, karena album religi mereka, SurgaMu. Ungu dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Lantaran memakai celana jins, grup band <font color="#cc33ff">Ungu</font> diusir dari Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/10). Padahal, mereka datang ke sana karena diundang mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-78. Personel <font color="#cc33ff">Ungu</font> mengaku kecewa dan sakit hati.&nbsp;</strong></p>
	<p>Padahal di acara itu <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> akan menerima penghargaan, karena album religi mereka, SurgaMu. <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> dianggap sebagai band yang bisa menginspirasi generasi muda. Penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga itu sedianya akan diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, band Cokelat dan Eross Chandra &quot;Sheila on 7&quot; juga menerima penghargaan serupa. </p>
	<p>&quot;Jelas kami kecewa. Impian kami untuk bertemu Bapak Jusuf Kalla kandas. Padahal, kami sudah membayangkan akan bersalaman, berfoto bareng, minta tanda tangan, dan lain-lain. Apalagi karena kami mengagumi beliau, jadi kami sedih karena impian itu tidak tercapai,&quot; kata Pasha, vokalis <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> kepada Warta Kota, di kantor Trinity Optima, Senin (30/10).</p>
	<p><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> bukan berlaku tidak sopan dengan memakai celana jins, sebab sebelum datang ke acara itu, mereka sudah bertanya ke panitia dan panitia memperkenankan mereka tampil apa adanya asal rapi.&nbsp;&quot;Panitia bilang, tolong jangan hilangkan identitas band. Kami sudah berkali-kali bertanya apa benar boleh pakai baju yang biasa kami pakai. Mereka bilang oke. Jadi, kami pakai baju yang biasa kami pakai, tapi jelas lebih rapi dari biasanya. Kami bahkan bela-belain menyewa jas demi tampil lebih rapi,&quot; kata Pasha.</p>
	<p>&quot;Kalau saja panitia menegaskan kami harus tampil dengan celana kain dan baju batik, pasti juga kami bela-belain pakai baju itu. Tapi, mereka kan sudah bilang kami tidak harus mengubah identitas berbusana kami,&quot; tambah Makki.</p>
	<p>Lima personel <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, Pasha, Makki (bas), Rowman (drum), Onci (gitar), dan Enda (gitar), kemudian diminta pulang oleh petugas protokoler di Istana Wapres. Impian untuk mendapat penghargaan langsung dari tangan Wapres, Jusuf Kalla pun buyar.&nbsp; &quot;Kalau tidak disebut diusir, kami diapakan ya? Ya datang ke rumah orang tapi tidak boleh masuk bisa dibilang apa? Petugas protokoler bilang, kami <em>enggak</em> bisa masuk karena pakai jins, mereka bilang kami pulang saja <em>ya</em> sudah kami pulang,&quot; kata Pasha. </p>
	<p><strong>Sakit hati</strong><br />Menurut Cita, manajer <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa sebenarnya para personel <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> dapat memaklumi aturan protokoler kepresidenan tersebut. Namun, kata Cita, anak-anak <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> merasa sakit hati karena cara petugas protokoler yang terlalu kasar saat meminta mereka keluar karena mengenakan celana jins yang dianggap tidak sopan. &quot;Cuma itu (teguran yang terlalu keras&#8211;Red) yang disesalkan sama anak-anak. Terlalu kasar. Apalagi pengusiran itu dilakukan di depan tamu undangan lain. Ya sudah, mau bagaimana lagi,&quot; ujar Cita.</p>
	<p>Sebenarnya, Pasha bisa masuk Istana karena ia memakai celana dari bahan katun. Tapi, karena <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> adalah band, ia menolak masuk sendirian. Ia memilih bersama rekan-rekannya.&nbsp;&quot;Trus waktu kami sudah jalan pulang, ada dua petugas mengejar. Mereka meminta kami tidak pulang dulu, tapi kami sudah telanjur masuk mobil dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak kembali ka sana,&quot; ungkap Pasha. </p>
	<p><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> mengaku kecewa berat apalagi karena mereka sudah bela-belain pulang ke Jakarta dari tur mereka di Sulawesi. Makki bilang, mereka tidak tidur sehabis konser di Makassar, Minggu (29/10) malam. Mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat paling pagi. Mereka pun tiba di Jakarta pukul 08.00.&nbsp;&quot;Kekecewaan kami karena cara panitia tidak mengizinkan kami masuk yang kurang enak. Masalahnya, di pintu pemeriksaan pertama, kami sudah bisa masuk, di pintu kedua kami sama sekali tidak bisa masuk. Artinya, ini tidak ada koordinasi antarmereka. Kalau mengurus hal seperti ini saja mereka tidak mampu, bagaimana mengurus hal lain yang lebih besar?&quot; ungkap Makki. </p>
	<p>Tapi, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> mengaku mereka juga mendapat pelajaran berarti dari peristiwa itu. Kata Pasha, &quot;Kami mendapat pelajaran untuk tidak bermimpi masuk istana tanpa celana kain. Tanpa baju batik.&quot;</p>
	<p>Meski demikian, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> mengaku bersyukur mendapat penghargaan dari pemerintah. Mereka bangga karena artinya kerja keras mereka di bidang seni mendapat perhatian dari pemerintah. &quot;Sayangnya kami tidak bisa menerima langsung penghargaan itu. Kami juga belum tahu apakah penghargaan itu tetap akan kami terima. Kalau ya, paling juga dikirim,&quot; kata Pasha. </p>
	<p>Setelah insiden itu, <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> akan kembali ke Sulawesi. Mereka masih harus menyelesaikan tur ke lima kota di sana. (sra/kin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/ungu-diusir/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Seruan Damai Ungu</title>
		<link>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/seruan-damai-ungu/</link>
		<comments>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/seruan-damai-ungu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 12:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unguband</dc:creator>
		
	<category>News</category>
		<guid>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/seruan-damai-ungu/</guid>
		<description><![CDATA[	Niat baik bisa disampaikan siapa saja, lewat media apa saja. Ungu, misalnya, tahu betul bagaimana menyampaikan salam perdamaian lewat aksi panggung.
	&quot;Konser Salam Lebaran&quot; di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam, menempatkan band yang diawaki Pasha, Oncy, Makki, Rowman, dan Enda sebagai pemuncak acara. Saat itulah mereka tak cuma unjuk kebintangan. Mengetahui sekitar 10.000 penonton mengelu-elukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Niat baik bisa disampaikan siapa saja, lewat media apa saja. <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong>, misalnya, tahu betul bagaimana menyampaikan salam perdamaian lewat aksi panggung.</p>
	<p>&quot;Konser Salam Lebaran&quot; di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam, menempatkan band yang diawaki Pasha, Oncy, Makki, Rowman, dan Enda sebagai pemuncak acara. Saat itulah mereka tak cuma unjuk kebintangan. Mengetahui sekitar 10.000 penonton mengelu-elukan mereka, Pasha, vokalis yang jadi motor grup itu, menyeru salam perdamaian.</p>
	<p>&#8216;&#8217;<em>Apa karebo</em> Makassar? Malam ini, semoga saudara-saudara kita yang melakukan perundingan damai di Poso, Sulawesi Tengah, mencapai kesepakatan. Jadi, tak ada lagi pertikaian antara umat Islam dan Kristen,'&#8217; ujar dia dari atas panggung.</p>
	<p>Tanpa komando, Cliquers atau pencinta <strong><font color="#cc33ff">Ungu </font></strong>&nbsp;berseru, &#8216;&#8217;Amin!'&#8217; Sejurus kemudian, Pasha melantunkan tembang &#8216;&#8217;Tak Perlu'&#8217; dalam konser yang juga menampilkan Garasi sebagai grup pembuka itu.</p>
	<p>Aksi <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> di Kota Butta Anging Mammiri itu adalah pemuncak &quot;Konser Salam Lebaran&quot; yang digelar tiga hari berturut-turut 27, 28, dan 29 Oktober. Pada malam bersamaan di Palembang tampil Ari Lasso dan Tipe-X, Surabaya Samsons dan Caffeine, serta Banjarmasin Radja dan Utopia.</p>
	<p><strong>Sangat Dikenal</strong></p>
	<p><strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> yang tampil di Makassar boleh berbangga diri. Bukan cuma lantaran tembang mereka, seperti <em>Berikan Aku Cinta, Andai Ku Tahu, Tercipta untukku, Selamat Lebaran, Surga-Mu, Sejauh Mungkin, Aku Bukan Pilihan</em>, dan <em>Bayang Semu</em>, sangat dikenal para pencinta. </p>
	<p>Namun, karena konser yang digagas Gudang Garam dan 18 Production itu tak ubahnya karaoke massal. Seruan damai dari atas panggung pun kian mengundang simpati mendalam dari para pemuja mereka.</p>
	<p>Pada saat konser di Lapangan Karebosi, di Poso, Sulawesi Tengah, berlangsung kesepakatan damai yang digagas Wakil Presiden Jusuf Kalla. </p>
	<p>Dengung kesepakatan damai pun menguar hingga ke seluruh wilayah Sulawesi. Tdak mengherankan jika semua lapisan masyarakat berdoa agar kerusuhan segera usai di tanah Bugis.</p>
	<p>&#8216;&#8217;Seruan damai Pasha dan <strong><font color="#cc33ff">Ungu</font></strong> dalam konser ini sangat menyejukkan,'&#8217; ujar Lingkan Diana Bolang dari 18 Production.</p>
	<p>Dia menuturkan hampir semua penampil dalam konser setiap tahun untuk menyambut Idul Fitri itu menyerukan perdamaian. Ya, Iwan Fals, Slank, Cokelat, Radja, Pas Band, Ada Band yang tampil di 12 kota, termasuk di Tegal, menyerukan salam perdamaian.</p>
	<p>Di belakang panggung, ketika jam menunjukkan pukul 22.00 Wita, Pasha yang berpeluh menyatakan harapan, semoga perdamaian di Poso menjadi nyata. &#8216;&#8217;Kami cuma mampu berdoa. Namun, bukankah doa juga yang mampu membuat sesuatunya menjadi nyata?'&#8217;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unguband.blogsome.com/2006/10/31/seruan-damai-ungu/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
